JANJI DI BAWAH REMBULAN

JANJI DI BAWAH REMBULAN
Mas Fahmi ku


__ADS_3

Hari ini Fahmi dan Diana pergi ke apartemen Mama Rita dan Papa Atmaja. Mereka berdua tidak tahu kalau di rumah sepasang suami istri itu sedang ada Raihan bersama calon istrinya.


"Mama..,Ana datang!" seru Diana yang sudah datang bersama dengan Fahmi.


"Hai Sayang." jawab Mama Rita dengan suara yang ragu-ragu.


"Ada apa Ma?" tanya Diana yang sudah memasuki ruang tamu rumah Mama Rita. sesaat kemudian tatapan mata Mama Rita melirik pada ruangan tamu. Diana membungkukkan tubuhnya dan menatap ruang tamu tersebut dan terlihat di sana ada Raihan yang datang bersama dengan calon istrinya.


"Oh...,ternyata Mama ada tamu ya." ucap Diana kepada Mama Rita. wanita setengah baya itu menganggukkan kepalanya yang terlihat sedikit menyesal.


"Apa kita pergi saja?" tanya Fahmi kepada Diana.


"Ngapain pergi sih Om ganteng..,di sini saja, Kita kan mau lihat Papa Atmadja yang katanya sakit kepala." jawab Diana yang kemudian masuk sembari membawa bahan-bahan makanan karena dia akan memasak untuk papa Atmaja.


"Hai Nona Firly!" seru Diana yang menyapa Firly.


Terlihat Raihan dan Firly sangat terkejut saat melihat Diana sudah berada di rumah mama Rita. terlihat di sana Raihan dan Firly saling menatap satu sama lain.


"Hai Diana!" seru Firly kepada gadis muda yang sedang menyapanya. Tak lama kemudian terlihat Fahmi berdiri di belakang tubuh Diana.


"Om ganteng mau ikut Ana memasak tidak?" tanya Diana kepada Fahmi.


"Boleh, Om bakal bantuin kamu masak semua yang kamu minta." jawab Fahmi yang kemudian mendorong tubuh Diana hingga sampai ke dapur rumah Mama Rita.


Terlihat tatapan mata Raihan terus menatap Diana yang sekarang sudah terlihat lebih dewasa, tidak seperti dulu gadis SMA yang suka bertengkar mulut dengannya. bahkan terkadang Raihan selalu dibuat kesal dengan perkataan Diana yang selalu pedas bagaikan bubuk cabe yang benar-benar membakar mulut.


"Apa yang sedang kalian masak?" tanya Firly yang mendatangi Diana di dapur bersama Fahmi.


"Masak kesukaan Papa Atmaja." jawab Diana singkat, karena dia harus menyelesaikan acara memasaknya dan segera pergi dari rumah mama Rita .


"Ternyata Diana pandai memasak ya." ucap Firly kepada Diana.


"Tidak juga Kak, Ana tidak terlalu bisa memasak. Ana cuma bisa memasak sesuatu yang di sukai orang-orang yang ada di rumah ini." jawab Diana.


"Istri kecilku, Coba cicipi deh., kelihatannya tadi mas Fahmi memasukkan garam terlalu banyak." ucap Fahmi yang sudah membawa sendok dan menyuruh Diana untuk mencicipi sup yang diam beri garam tapi terlalu banyak.

__ADS_1


Bisa dibilang Fahmi memang melakukan hal itu untuk memanas-manasi Raihan, karena pria itu ingin mengatakan dengan jelas bahwa sekarang Diana adalah calon istrinya. tidak akan ada satu pria yang bisa mengambil Diana darinya itulah maksud dari semua yang dilakukan oleh Fahmi.


"Eeee, asin....! Om ganteng ini gimana sih, ngasih garam 1 kilo apa." ucap Diana yang kemudian mencubit dada Fahmi.


"Mafin mas ya, mas Fahmi kebablasan." ucap Fahmi yang kemudian menarik Diana dan membawanya ke depan sup yang dia masak.


"Kalau orangnya punya darah tinggi bisa langsung daftar dong." ucap Diana sambil tertawa cengengesan saat merasakan sup yang sudah dia masak malah diberi garam sangat banyak.


** Satu jam kemudian.


Akhirnya acara memasak Diana yang selalu diganggu Fahmi telah selesai. sesaat kemudian terlihat kedua insan itu membawa masakan mereka ke ruang makan.


"Mama, tolong panggil Papa. karena masakannya sudah matang." pinta Diana kepada Mama Rita.


Akhirnya Mama Rita memanggil Papa Atmaja untuk mengajaknya makan bersama dengan Diana dan yang lain. Tak lama kemudian ternyata Diana sudah berada di meja makan bersama dengan Papa Atmadja dan Mama Rita. sedangkan Raihan terlihat pria itu enggan untuk berada di Satu meja bersama dengan Diana, Mungkin dia merasa malu atau merasakan sesuatu yang lain hingga membuatnya benar-benar tidak fokus dengan semua yang dia lakukan.


"Kak Firly, Ayo kita makan. ajak aja mas Raihan untuk makan bersama!" seru Diana. Entah mengapa sekarang Diana memanggil Raihan dengan sebutan mas.


"Tentu, Ana." jawab Firly yang kemudian meminta Raihan untuk makan bersama dengan mereka.


"Mas Fahmi mau diambilin apa?" tanya Diana kepada Fahmi.


"Apapun yang kamu masakin Mas bakal makan semuanya." jawab Fahmi sambil tersenyum.


"Tuh kan Diana, gombalan Paman gantengmu itu selalu membuat telinganya papa menjadi panas." ucap Papa Atmaja yang membuat Diana langsung memukul pundak Fahmi.


"Paman ini sudah tua sukanya mengompor ngomporin." jawab Fahmi yang kemudian melanjutkan makannya.


Raihan nampak seperti tamu asing yang berada di rumahnya, tatapan mata pria itu terus menatap Diana yang melayani Fahmi dan keluarganya dengan begitu tulus. dia tidak menyangka kalau wanita yang dia nikahin namun di malam pernikahan setelah ijab qobul Ramon langsung pergi.


"Ternyata Diana sifatnya begitu dewasa, bahkan dia begitu pandai dan cekatan saat mempersiapkan segala sesuatu. bahkan Fahmi seperti ingin menunjukkan padaku kalau Diana adalah wanita miliknya." ucap Raihan dalam hati.


🎶🎶🎶🎶🎶


Ponsel Diana berdering,

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Fahmi.


"Nggak tahu, ini nomor asing yang selalu nelpon Anin." jawab Diana.


"Mana lihat." ucap Fahmi yang kemudian meminta ponsel Diana.


"Semenjak kapan dia telepon?" tanya Fahmi.


"Udah sering, bahkan terkadang malam hari pun dia menelpon." jawab Diana.


"Lebih baik kau blokir saja, nomor seperti ini akan mengganggumu." ucap Fahmi.


"Sudah aku blokir, tapi terkadang terlihat ada nomor lain yang selalu menelpon kembali." jawab Diana.


"Kalau begitu nanti kau pakai ponselku saja dan biar ponselmu aku bawa." ucap Fahmi yang kemudian membawa ponsel Diana.


"Ya nggak bisa begitu dong Mas, nanti kalau aku telepon beberapa rekan bisnis kita?" tanya Diana.


"Biar nanti Mas yang belikan ponsel baru, jadi ponsel ini tak usah kau pakai. Mas takut kalau orang itu akan melacak ponsel yang kau bawa ini." ucap Fahmi yang membuat Diana menganggukkan kepalanya.


Raihan begitu terkejut dengan perhatian yang diberikan oleh Fahmi kepada mantan istrinya, pria itu benar-benar menunjukkan kalau tidak ada pria lain yang boleh mendekati Diana selain dirinya.


"Oh ya, nanti Mas Fahmi antarin aku ke supermarket ya." pinta Diana kepada Fahmi.


"Memangnya mau beli apa?" tanya Fahmi yang sedikit penasaran.


Sesaat kemudian Diana membisikkan sesuatu di telinga Fahmi yang membuat Fahmi langsung tersipu malu dan mengarahkan pandangannya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan

__ADS_1


-Isteri kesayangan tuan besar


__ADS_2