
"Om ganteng..,setelah selesai dari tempat Papa Atmaja ajak aku jalan-jalan dong." pinta Diana kepada Fahmi.
"Memangnya calon isteriku ini mau kemana?" tanya Diana.
Sesaat kemudian Diana membisikkan sesuatu di telinga Ilham, yang membuat Fahmi langsung tertawa sekaligus mukanya merah.
"Ha-ha-ha..., Apa kau begitu menginginkan itu, kalau begitu aku antar." jawab Fahmi.
"Ih..,Om ganteng jangan keras-keras dong, malu kalau ada yang denger." jawab Diana yang membuat Mama Rita menatap wajah Diana yang terlihat cemberut kepada Fahmi.
"Memangnya kau mau apa, Ana?" tanya Mama Rita.
"Ih Mama, nguping saja deh." jawab Diana.
"Kan Mama cuma mau tanya aja." jawab Mama Rita.
"Ini loh Tan,Ana mau....," ucap Fahmi yang belum selesai Diana langsung membekap mulut Fahmi.
"Kan udah dibilangin Jangan bilang siapa-siapa." ucap Diana yang kemudian mencubit dada Fahmi dengan sangat keras.
"Auh... sakit..!" seru Fahmi yang membuat Diana langsung melotot.
"Sudah-sudah Fahmi, bahwa aja Diana pergi. Nanti dia ngambek loh!" seru Mama Rita yang kemudian meminta Fahmi untuk membawa Diana pergi.
Terlihat Raihan terus menatap mantan istri dan dan sepupunya itu. dua orang yang begitu bahagia dengan kondisi mereka yang sekarang.
"Apa mungkin jika waktu itu aku menikah dengannya pasti aku yang akan mendapatkan perlakuan seperti itu." guman Raihan dalam hati yang terlihat sedikit kecewa karena dia telah meninggalkan Diana.
Sesaat kemudian Mama Rita menatap wajah Raihan yang begitu pias saat melihat kemesraan Fahmi dan mantan istrinya itu. tatapan mata yang penuh dengan kecemburuan.
"Mama tidak akan pernah membiarkanmu untuk melukai Diana sekali lagi." ucap Mama Rita dalam hati yang kemudian menarik tubuh Fahmi dan menyuruhnya membawa Diana pergi.
"Ada apa sih, Tan?" tanya Fahmi.
"Sana antarkan Diana, nanti dia ngambek." jawab Mama Rita.
"Iya mas, ayo." pinta Diana.
"Aduh satang.., masmu ini belum membawa uang sama sekali lho!" seru Fahmi yang terlihat begitu kebingungan saat mencari dompetnya.
"Aku masih punya uang mas, jadi nggak usah cari-cari alasan!" seru Diana yang kemudian menggandeng tangan Fahmi keluar dari apartemen Mama Rita dan Papa Atmaja.
"Oh ya Raihan, Firly. Apakah kalian mau makan lagi?" tanya Mama Rita kepada Putra dan kekasih putranya itu.
"Tidak tante, sebaiknya aku dan Fahmi pergi dulu. mungkin besok aku akan kesini lagi." ucap Firly kepada Mama Rita.
__ADS_1
Terlihat wanita paruh baya itu menganggukkan kepalanya, kemudian mempersilahkan Raihan dan Firly keluar dari apartemen mereka.
"Apakah mereka sudah keluar, Ma?" tanya papa Atmaja yang kemudian keluar menemui istrinya .
"Mengapa Papa tidak mau berkumpul dengan kami semua?" tanya Mama Rita.
"Aku malas melihat putramu itu." jawab Papa Atmaja.
"Aku tahu Pa, kalau kau kecewa dengan semua tindakan dan perlakuan dari Raihan. namun bagaimanapun dia adalah putra kita." ucap Mama Rita.
"Apakah kau tidak ingat bagaimana kelakuan dari putramu itu?" tanya papa Atmaja.
Mama Rita menganggukkan kepalanya.
"Jangan sampai putramu itu mendekati Diana kembali, Jika dia melakukannya maka jangan salahkan aku!" seru Papa Atmaja yang kemudian masuk kembali kedalam kamarnya.
Ternyata Papa Atmaja melihat semua gerak-gerik dan tatapan mata Raihan kepada Diana, terlihat jelas kalau pria itu sedikit menyesal karena telah meninggalkan seorang wanita yang baru dinikahi beberapa jam.
"Kau mau makan es krim apa sih?" tanya Fahmi kepada Diana.
"Es krim coklat dikasih kacang, lalu dikasih coklat leleh." jawab Diana.
"Gitu aja pakai malu-malu." ucap Fahmi yang membuat Diana melotot.
"Ya enggak gitu Om ganteng, masa aku harus bilang gitu didepan Mama dan Papa kalau mau beli pembalut sama es cream, nanti aku dibilang masih kecil dong." jawab Diana yang membuat Fahmi melayangkan sebuah kecupan di dahi gadis itu.
"Memangnya ngapain?" tanya Fahmi.
"Kan tadi pakai cium-cium segala." jawab Diana.
"Kan cuma di dahi, nggak dimana-mana." jawab Fahmi.
"Ih ni orang.. kalau di dikasih tahu malah ngeles melulu " jawab Diana.
"Iya Iya deh maaf..maaf." ucap Fahmi yang kemudian mendaratkan sebuah kecupan di pipi Diana hingga membuat Diana langsung melotot kepada Fahmi.
"Baru dikasih tahu jangan mencium di area republik, malah memberikan ciumannya kembali bahkan di pipi!" seru Diana.
"Maaf." ucap Diana.
"Ni orang sukanya cari masalah terus." guman Diana.
"Kan kemarin udah dikasih kartu kuning, katanya dalam beberapa Minggu ini Mas harus nikahin kamu." ucap Fahmi.
Seketika Diana nampak tersipu malu saat mendengarkan perkataan Fahmi, Gadis itu mengangguk sambil tersenyum yang membuat Fahmi juga ikut tersenyum.
__ADS_1
"Cie..cie malu, gadis kecilku malu." goda Fahmi kepada Diana yang lagi marah.
"Sudahlah mas Fahmi, mas ini sukanya goda aku terus." ucap Diana yang kemudian mengambil es krimnya dan duduk di meja yang ada di cafe itu.
Tak berselang lama ternyata Firly dan Raihan berhenti di sebuah kedai es krim, saat berada di sana mereka juga melihat Fahmi dan Diana disana. dengan segera Firly mendatangi Fahmi dan Diana.
"Hai Diana!" seru Firly kepada Diana.
"Hai Kak Firly." jawab Diana yang sedikit terkejut tapi spontan menyapa kekasih dari Raihan.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Firly lagi.
"Makan es krim." jawab Diana
"Oh ya, Enak tidak?" tanya Firly.
"Kak Firly mau makan Ya, sini biar Ana yang mesenin." ucap Diana yang kemudian memesan satu es krim untuk Firly.
"Duduk sini Raihan, ngapain terus Berdiri di sana!" seru Fahmi yang menyuruh Raihan untuk duduk bersama dengan dia dan Diana.
Terlihat Raihan enggan untuk duduk bersama Diana dan Fahmi, karena terlihat jelas pria itu ingin menghindari Diana.
"Om ganteng mau coba tidak?" tanya Diana kepada Fahmi.
"Mas Fahmi gak mau dari sendoknya." jawab Fahmi.
"Memangnya Mas Fahmi mau Ana suapi pakai apa?" tanya Diana.
"Pakai bibirmu." jawab Fahmi yang membuat Raihan langsung tersedak saat dia meminum air mineral yang ada di tangannya.
"Kebiasaan buruk deh..," ucap Diana yang kemudian membuat Ilham langsung mencium pipi Diana di depan Raihan dan Firly.
"Ih Mas Ilham ini gimana sih, barusan dikasih tahu kok malah ngulangin terus!" seru Diana yang wajahnya bersemu merah.
"Ke bablasan." jawab Fahmi.
"Cari alasan saja." ucap Diana.
"Yakin, mas kebablasan." jawab Fahmi sambil tersenyum.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
__ADS_1
- Janji di bawah rembulan
-Isteri kesayangan tuan besar