
"Bagaimana, Apakah kau sudah ingat?" tanya Desta kepada Andin.
"Tentu saja saya ingat, Tuan. Saya masih belum pikun." jawab Andin yang kemudian melanjutkan makannya.
"Apa yang Tuhan lakukan di sini?" tanya Laras kepada Desta.
Terlihat Desta juga tidak terlalu mengingat wajah Laras yang berada di tempat itu, pria itu nampak menatap Andin yang tersenyum begitu cantik. "Wanita ini benar-benar membuat hatiku bergetar, begitu berbeda dengan wanita yang ada di rumah. sangat menyebalkan tukang menghambur-hamburkan uang dan selalu membuatku kesel dan tidak betah di rumah." guman Desta dalam hati yang terlihat menatap Andin yang terlihat tersenyum kepada dirinya.
DEG..
DEG..
jantung Desta berdebar begitu kencang saat dirinya menatap wajah wanita yang ada di depannya itu.
"Apakah kau sedang makan siang, Nona?" tanya Desta kepada Andin.
"Tentu saja Tuan Desta, Saya sedang makan siang di sini tidak mungkin kan kalau saya makan malam di sini, karena ini masih siang loh." jawab Andin dengan sangat lembut hingga membuat Desta hatinya bergetar semakin kencang.
Tak ada lagi yang bisa dikatakan oleh Desta, pria itu benar-benar seperti seorang pria yang merasakan cinta pada pandangan pertama ketika dirinya mendapatkan seorang wanita yang benar-benar begitu dia inginkan.
"Oh ya Tiara, lebih baik kita segera kembali kalau tidak pernah pelanggan akan mencari kita." pinta Laras kepada Andin yang membuat wanita itu langsung berdiri.
"Kalian mau ke mana?" tanya Desta.
"Tentu saja kembali ke tempat kerja kami." jawab Laras.
"Tempat kerja Kalian di mana?" tanya Desta kembali.
Andin dan Laras saling menatap satu sama lain, tentu saja kedua wanita itu akan membuat Desta mendapatkan jackpot yang sangat luar biasa.
Andin mengeluarkan kartu nama tempat butiknya berada, setelah hal itu Andin langsung pergi meninggalkan Desta. Desta yang melihat kartu nama itu nampak pria itu membaca sebuah nama Tiara tanpa ada kelanjutannya.
"Namanya sangat singkat, Tiara." ucap Desta yang kemudian pergi dengan begitu bahagia.
Andin dan Laras saling toh satu sama lain.
"Targetmu sudah terkunci, Andin." ucap Laras.
__ADS_1
"Tentu saja, setelah ini kita lihat Apa yang akan terjadi. aku akan memainkan rencana seperti yang dilakukan oleh wanita itu, akan ku hancurkan rumah tangganya sama seperti dia telah menghancurkan Rumah tanggaku." jawab Andin yang kemudian berjalan menuju butik tempat dia berada.
Saat berada di butik itu tentu saja Andin sangat terkejut saat dia di sana sudah ditunggu oleh Arya.
"Kau dari mana saja?!" tanya Arya kepada Andin dan Laras yang baru memasuki butik itu.
Tentu saja mereka berdua sangat terkejut, ada seorang pria yang sudah menunggu di depan butik dengan raut wajah yang begitu kesal.
"Dari manapun itu adalah urusanku, Memangnya ada Apa kamu kemarin?" tanya Andin yang membuat Arya langsung berjalan masuk mengikutinya.
"Aku tanya sekali lagi, kau dari mana?" tanya Arya kembali.
"Dari makan, kau kira aku ini makhluk halus tidak butuh makan." jawab Andin yang langsung masuk ke dalam kantornya. Sama halnya dengan Arya yang juga ikut masuk ke dalam kantor Andin.
"Ada apa kau kemari? Bukankah masih ada dua hari untuk menyelesaikan pakaian mu?" tanya Andin.
"Aku kan cuma memberimu waktu 3 hari, jadi seharusnya hari ini pakaianku sudah jadi." jawab Arya.
"Tidak mungkin, aku akan menyelesaikan pakaianmu dalam waktu 2 hari. aku sudah bilang Kan aku akan menyelesaikan pakaianmu ini dalam waktu 1 minggu ini, aku tidak akan membuat kecerobohan yang membuat pakaianmu itu jadi jelek." Andin yang berusaha untuk segera mengusir suami kontraknya itu.
Arya menatap dekorasi kantor Isterinya, sesaat kemudian pria itu berdiri dan membuka lemari es yang ada di kantor Andin.
"Kamu tahu sendiri kan aku tidak suka, aku suka minum es teh bukan minuman ringan lainnya." jawab Andin yang kemudian membuat Desta menggerutu panjang lebar.
Andin meminta salah satu pegawainya untuk membuatkan Arya orange juice agar pria itu segera menutup mulutnya.
"Katanya kau sedang bekerja sama dengan salah satu perusahaan interior dan properti ya?" tanya Arya yang membuat Andin hanya menganggukkan kepalanya.
Sesaat kemudian Arya meletakkan beberapa lembar surat kontrak kerjasama perusahaan tempat Desta dengan Andin.
"Apa ini?" tanya Andin.
"Itu beberapa perjanjian yang harus kamu setujui, mungkin minggu depan kamu harus segera ikut denganku ke pulau Bali untuk mulai merencanakan pembangunan hotel dan apartemen mewah itu." ucap Arya yang membuat Andin langsung terdiam.
"Maksudmu?" tanya Andin.
"Kamu tidak membaca surat perjanjian itu ya? surat perjanjian dan kontrak kerjasama itu adalah perusahaan yang bernaung di bawah perusahaanku, aku juga baru tahu kalau mereka merekrutmu untuk bekerjasama dengan kami." ucap Arya yang membuat Anggun langsung terduduk dan menghela nafasnya begitu kasar.
__ADS_1
Setelah melihat raut wajah Anggun yang seperti itu Arya seketika meninggalkan istrinya, pria itu tersenyum begitu puas karena dia tidak akan melepaskan wanita yang sudah dinikahinya itu. di tempat lain seorang wanita sudah menunggu keberadaan Arya di apartemen miliknya, Setelah beberapa jam kemudian Arya sudah sampai di apartemennya. beberapa waktu yang lalu pria itu harus berjalan-jalan untuk membeli beberapa perlengkapan untuk tinggal di pulau Bali.
"Sayang!!" seru seorang wanita yang sudah menunggu Arya di depan apartemennya. Arya yang melihat hal itu tentu saja pria itu benar-benar sangat terkejut dengan kedatangan Leticia yang ternyata mengikutinya ke Indonesia.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Arya kepada Leticia.
Dengan segera Leticia langsung berlari ke arah Arya, wanita itu langsung memeluk Arya dengan begitu erat. "Aku sangat merindukanmu, beberapa hari saja aku seperti sudah kehilangan jiwaku." ucap Leticia yang membuat Arya langsung mendorong tubuhnya.
"Tentu saja kau kehilangan jiwamu, karena aku sudah memblokir seluruh kartu kreditmu kan? jadi kamu dengan sangat mudah bisa mengatakan kalau kau telah kehilangan jiwamu." ucap Arya yang membuat Leticia terdiam.
"Tidak seperti itu Sayang, aku benar-benar sangat merindukanmu. Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu." jawab Leticia yang kemudian merangkul Arya dengan begitu manja.
Sebenarnya Arya sangat risih dengan kedatangan Leticia, Namun karena wanita itu sudah datang ke Indonesia, Arya memutuskan untuk meninggalkan Leticia di Jakarta sedangkan dia sendiri dua hari lagi akan pergi ke pulau Bali bersama istrinya.
"Kau mau ke mana?" tanya Arya.
"Tentu saja aku mau masuk ke apartemen kita." jawab Leticia.
"Kau tidak perlu tinggal bersamaku, aku akan membawamu ke hotel untuk malam ini. Jadi kau akan antar oleh supirku ke hotel itu." jawab Arya.
Mendengar hal itu tentu saja wanita itu tidak suka karena dirinya di usir oleh Arya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mantan terindah
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
- my little wife
__ADS_1
- Janji di bawah rembulan