
Andin benar-benar tidak bisa berpikir seperti apakah suami kontraknya tersebut, dia sudah berada di sekitar Denpasar namun pria itu tidak langsung kembali ke apartemen malah bersenang-senang dengan wanita lain. Andin yang melihat hal itu tentu saja dia sangat kecewa, Dia sangat kesal dan benar-benar tidak bisa mengerti dengan apa yang ada di pikiran Arya.
"Apa yang harus aku lakukan, Kenapa kau tidak pernah sekalipun memikirkan diriku apa salahku apa kekuranganku? aku memang hanyalah seorang janda yang tidak pantas bersanding denganmu." guman Andin dalam hati yang kemudian menghembuskan nafasnya.
"Siapa yang menelpon mu tadi Nyonya Tiara?" tanya Tuan pengusaha kepada Andin.
"Dia adalah orang yang selalu berada di samping saya, orang yang begitu baik kepada saya dan orang yang selalu memberikan saya ketenangan." jawab Andin.
"Apakah dia orang yang istimewa?" tanya Tuan pengusaha.
"Entahlah tuan, apa yang pernah ada di hatiku dan apa yang tidak ada di hatiku. Aku tidak bisa mengatakan Dia adalah orang yang istimewa karena sudah ada seseorang yang menempati hati ini, namun sayangnya di hatinya tidak pernah ada saya sama sekali." jawab Andin. setelah mengatakan hal itu akhirnya Andin meninggalkan Tuan pengusaha. wanita itu nampak berjalan-jalan di sekitar area pembangunan, pikiran Andin terus bermunculan mengenai orang yang menerornya kemarin.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Arya yang sudah berada di belakang tubuh Andin.
Andin sendiri yang mendengar suara Arya wanita itu nampak tidak bergeming Entahlah tapi Andin benar-benar merasa kalau dirinya sudah dikhianati, selalu saja Andin melihat Arya bersama wanita lain selalu melihat suami kontraknya itu bercanda gulai dengan wanita lain selain dirinya. Andien tidak menjawab wanita itu nampak berjalan menjauh dari Arya.
"Apakah kau marah karena aku tidak segera kembali saat insiden apartemen mu hampir dimasuki oleh penguntit?" tanya Arya yang membuat langkah kaki Andin langsung terhenti. Andin menghembuskan nafasnya kembali.
Mengatakan apapun itu tetap saja sama seperti waktu-waktu yang sebelumnya, Andin menoleh wanita itu menatap Arya dengan tatapan mata yang tidak bisa terkatakan.
"Buatmu aku hanyalah boneka buatmu, aku adalah mayat yang tidak ada gunanya mau aku hidup atau mati itu tidak akan mempengaruhi dirimu. mau terjadi sesuatu kepadaku kemarin pun itu tidak akan berpengaruh padamu, jadi mulai sekarang dan seterusnya aku tidak akan pernah meminta pertolongan padamu. anggap saja aku adalah sebuah bayangan ketika siang Kau melihatku ketika malam kok tidak akan bisa melihatku." jawab Andin yang kemudian langsung pergi meninggalkan Arya.
Arya sendiri yang mendengar perkataan Andin jantungnya benar-benar begitu sesak, wanita itu mempertanyakan Apa arti dirinya apa arti dia bagi Arya, Arya memang tidak bisa menjawab namun kesakitan Arya ketika mendengar kabar Kalau ada seorang penguntit yang berusaha untuk memasuki apartemen istrinya membuat Arya tidak bisa mengatakan apapun terlihat Arya menggenggam tangannya begitu erat dan berusaha untuk melampiaskan kekesalannya itu.
__ADS_1
Sore ini terlihat Arya akan kembali ke apartemen tempat Andin, dia sudah memikirkan mengenai sesuatu dan dia tidak akan membiarkan istrinya sendirian lagi. sore itu Arya hendak kembali ke apartemen Andin dan memintanya untuk pulang bersama. namun Arya benar-benar sangat terkejut ketika melihat sosok yang begitu dikenal oleh Arya tentu saja sosok itu adalah kakaknya, dokter George.
"Tiara." Panggil George yang terlihat mendekati Tiara.
"Kau sudah datang Mas." Andien yang kemudian berjalan mendekati George. tatapan mata Arya menatap kakaknya yang sudah berada di Indonesia, dia benar-benar tidak pernah mengira Kalau kakaknya itu mempertaruhkan pekerjaannya untuk datang ke Indonesia.
"Apa yang kau lakukan di sini, bang?" tanya Arya kepada kakaknya.
Tatapan mata George menatap adiknya itu, pria itu nampak tersenyum kemudian menepuk pundak Arya. "Hai Arya, Oh ya aku lupa mengabarimu mengenai kepindahanku di Indonesia." jawab George yang membuat Arya benar-benar tercengang. pria itu tidak akan pernah mengira Kalau kakaknya akan pindah kerja ke Indonesia, Arya juga tidak akan pernah mengira kalau kakaknya akan melakukan segala cara untuk mendekati Andin.
"Benarkah? Aku tidak tahu kalau Kakak akan pindah kemari." ucap Arya.
"Tentu saja kau tidak akan tahu mengenai hal itu, Arya. kau kan tidak pernah mau tahu mengenai apa yang abangmu ini lakukan." jawab George yang kemudian pergi mengajak Andin untuk masuk ke mobilnya.
"Brengsek." umpat Arya dalam hati.
"Tuan Arya, Mengapa Tuan Arya tidak mengatakan dan membuka hati tuan untuk istri tuan. Jika seperti ini terus kemungkinan besar istri Tuan akan membencimu, kemungkinan saja dia tiba-tiba akan pergi dari kehidupanmu tanpa mengatakan apapun." ucap Tuan pengusaha yang terlihat berdiri di belakang tubuh Arya.
"Kau tahu sendiri kan Tuan Bagaimana kondisiku, Aku adalah orang yang paling berbahaya Aku adalah orang yang selalu diincar oleh musuh-musuhku. jika sampai ada orang yang mengetahui mengenai wanita yang aku cintai lalu apa yang akan terjadi dengannya? aku bisa melindungi diriku sendiri namun Apakah aku bisa melindungi wanita yang kucintai jika aku tidak ada di sampingnya?" ucap Arya yang membuat Tuan pengusaha tidak bisa mengatakan apapun. pria tua itu tahu siapa yang sebenarnya Arya, pria tua itu juga tahu bagaimana sepak terjang Arya selama ini.
"Lalu, apakah Tuan akan diam saja saat melihat ada seseorang yang mengambil istri Tuan?" tanya Tuan pengusaha.
Arya nampak terdiam, memang beberapa kali Andin selalu saja ada yang mendekati bahkan beberapa diantara mereka dengan terang-terangan memberikan sesuatu yang Begitu berharga sebagai hadiah ulang tahun atau sekedar hadiah tanpa nama saja. Arya tidak mau mendengar perkataan Tuan pengusaha pria itu langsung pergi bersama dengan salah satu orang kepercayaannya.
__ADS_1
"Ada apa Tuan?" tanya Miguel.
"Segera kita kembali ke apartemen istriku." ucap Arya yang kemudian masuk ke dalam mobilnya. terlihat pria itu memijit kepalanya dengan sangat keras. Miguel yang berada berada di dalam mobil tentu saja pria itu sangat mengerti dengan apa yang terjadi dengan majikannya itu. terlihat Arya sudah memasuki wilayah apartemen yang dihuni oleh istrinya, Arya masih belum mengetahui kalau Kakaknya juga berada di satu gedung dengan sang istri langkah kaki Arya memasuki lift menuju lantai 9 tempat apartemen istrinya.
Saat berada di luar apartemen Andin tatapan mata Arya terus menetap pintu apartemen itu, dia melihat di sekelilingnya Arya membayangkan seorang pria yang menguntit istrinya tersebut. dia juga tahu bagaimana perasaan Andin, pasti Wanita itu benar-benar sangat ketakutan. sesaat kemudian Arya membuka pintu apartemennya, saat dia membukanya tatapan mata Arya benar-benar dikejutkan oleh penampakan seseorang di apartemen milik istrinya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mantan terindah
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1