JANJI DI BAWAH REMBULAN

JANJI DI BAWAH REMBULAN
Di talak Desta


__ADS_3

Pagi itu terlihat Andini hanya bisa duduk di kamarnya sambil menatap jendela, tadi malam Bu Yuli sengaja tidur bersama menantunya itu. Pak Mamat yang mendengar kabar Kalau Desta telah memberikan talak ketiga untuk Andini membuat pria itu benar-benar sangat bahagia.


"Aku sudah bilang padamu kan, ayah. kalau aku pasti bisa membuat wanita itu keluar dari rumah ini." ucap Niken.


"Kau benar-benar wanita yang sangat luar biasa, Niken. dengan begitu wanita itu akan segera keluar dari rumah ini. aku benar-benar sangat tidak menyukai kehadirannya semenjak dia pertama kali dia menginjak kaki di rumahku, aku sudah tidak pernah menganggapnya menantuku." ucap Pak Mamat yang terlihat tersenyum begitu bahagia.


Desta yang mendengar perkataan orang tuanya ingin hati dia menegur ayahnya, namun di sisi lain dia merasa bimbang entah apa yang terjadi pada dirinya pria itu benar-benar seperti mempunyai dua kepribadian yang sangat berbeda.


Pagi itu sekitar pukul 10 pagi Bu Hanum sudah datang ke tempat besannya. emosi yang sudah mengebu-gebu membuat Bu Hanum begitu murka. dengan segera wanita itu melabrak Desta dan keluarganya.


"Pergi dari rumahku!" seru pak Mamat yang mengusir Bu Hanum.


"Apa, kenapa kalian melakukan hal itu?!" Bu Yuli yang berteriak dengan begitu kencang wanita itu benar-benar sangat kesakitan hatinya begitu teriris saat mendengar kabar Kalau Desta sudah menceraikan putrinya. dengan segera Bu Yuli melihat istri kedua menantunya itu wanita itu ingin sekali menjambak rambut Niken malah hal itu membuat Niken terpeleset dan terbentur lantai hingga berdarah.


"Apa yang kau lakukan!" seru Desta yang langsung mendorong tubuh Bu Hanum hingga membuat wanita itu tersungkur di lantai. Andini dan Bu Yuli yang melihat hal itu tentu saja mereka berdua berusaha menolong Bu Hanum.


"Mas Kenapa kau berbuat kasar kepada ibuku!" seru Andini.


"Kau dan Ibumu itu sama-sama tidak tahu diri!" teriak Desta.


"Jaga mulutmu!" seru Bu Yuli.


Sesaat kemudian Desta melihat kepala Niken yang berdarah, seketika pria itu menatap tangannya yang sudah menyentuh kepala Niken.


"Ayah, telepon ambulans!" seru Desta yang membuat ayahnya langsung menelpon ambulans.


Bu Yuli, Andini dan Bu Hanum saling menatap satu sama lain. Seketika wanita itu nampak berlari mengikuti Desta yang membawa Niken ke salah satu rumah sakit, sekitar satu jam kemudian mereka suka sampai di rumah sakit yang lumayan jauh dari rumah mereka. Entah berapa lama dokter memeriksa Niken sekitar 2 jam kemudian dokter keluar dari ruang pengobatan.


"Keluarga Nyonya Niken!' Panggil Pak Dokter.


"Iya dokter, saya!" jawab Desta.

__ADS_1


"Apakah anda suaminya?" tanya Dokter.


"Iya dokter, saya suaminya nyonya Niken. Bagaimana kondisi istri saya?" tanya Desta kepada dokter.


"Heh...," helaan nafas yang begitu dalam dikeluarkan oleh Pak Dokter. pria itu menepuk pundak Desta 2 kali hingga membuat Desta kebingungan.


"Ada apa dengan istri saya dokter?" tanya Desta yang membuat dokter tersebut hanya menembuskan nafasnya.


"Dengarkan aku Tuan Desta, aku mohon maaf sebelumnya kepada anda karena harus mengatakan hal ini." ucap dokter.


"Memangnya ada apa dokter?" tanya Desta.


"Saya harus menyampaikan mengenai kabar yang benar-benar tidak baik." jawab Pak Dokter


"Memangnya apa yang terjadi dengan istri saya, katakan dokter!" teriak Desta.


"Saat jatuh tadi istri anda mengalami keguguran." ucap dokter yang membuat Desta dan Pak Mamat langsung terkejut. mereka berdua nampak menatap dokter itu.


"Menantu anda mengalami keguguran, Tuan." jawab pak dokter yang membuat Pak Mama benar-benar syok.


"Apa, apa dokter yakin?" tanya Pak Mamat yang membuat dokter pria itu menganggukkan kepalanya. Desta dan Pak Mamat yang mendengar informasi itu tentu saja bahwa pria itu sangat marah, saking marahnya mereka menatap Bu Hanum dan Andini dengan penuh kebencian.


"Ini semua gara-gara kalian berdua, kalian ibu dan anak yang sangat brengsek!" seru Desta yang membuat Bu Hanum dan Andini benar-benar sangat terkejut.


"Aku tidak bermaksud melakukan hal itu, itu semua karena kesalahanmu!" seru Bu Hanum.


"Lihat saja apa yang akan kulakukan!" seru Desta yang kemudian mengambil ponselnya.


"Laporkan ini semua kepada polisi, Desta. Wanita itu telah membunuh anakmu!" seru Pak Mamat. pria itu tidak terima saat dokter mengatakan Niken keguguran.


"Aku tidak bermaksud melakukan hal itu, semua karena kesalahanmu!" seru Bu Hanum. entah setan apa yang merasuki Desta, seketika pria itu menelpon polisi dan melaporkan mengenai percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Bu Hanum kepada Niken.

__ADS_1


Sekitar 1 jam kemudian dua polisi sudah datang di rumah sakit itu.


"Apa yang kau lakukan Desta!" teriak Bu Yuli.


"Aku akan memenjarakan wanita yang sudah membunuh anakku!" seru Desta.


"Mas, kamu Jangan melakukan hal ini, Ini semua adalah kecelakaan!" seru Andini yang berusaha untuk menghentikan Desta.


"Kalau kau tetap melakukan hal itu, maka kau akan ikut ibumu masuk ke penjara!" seru Desta yang membuat Bu Yuli sangat terkejut.


"Desta, kau kurang ajar beraninya kau melakukan hal itu kepada istri dan mertuamu!" seru Bu Yuli.


"Dia bukanlah mertuaku, mereka adalah orang asing!" seru Desta.


Beberapa polisi itu langsung menangkap Bu Hanum dan Andini, kemalangan Andini benar-benar dua kali lipat, kemarin malam dia diceraikan sekarang pria itu membuat Andini masuk penjara. sekitar 40 menit kemudian Andini dan Bu Hanum sudah berada di kantor polisi, mereka berdua nampak di introgasi dengan puluhan pertanyaan.


"Kecelakaan itu tidak disengaja Pak!" seru Bu Hanum.


"Pak Desta sudah mengajukan tuntutan kepada kalian berdua mengenai kecelakaan yang anda lakukan hingga membuat istrinya keguguran." jawab Pak polisi.


"Anda salah Pak, saya adalah istrinya juga. Mengapa saya dan ibu saya melakukan hal itu." ucap Andini.


"Maafkan kami, Bu kami tidak bisa melakukan apapun, Pak Desta sudah mengajukan tuntutan dan dia sudah memberikan beberapa bukti." jawab Pak polisi.


Hati Andini benar-benar begitu hancur sedangkan Bu Hanum melihat putrinya seperti sudah kehilangan arah, diceraikan sekarang dimasukkan penjara.


Tak ada kata yang bisa dikeluarkan oleh bu Hanum dan Andini, mereka berdua benar-benar sangat kebingungan. malam ini Andini dan ibunya akan menginap di kantor polisi untuk mengetahui hasil penyelidikan selanjutnya, air mata terus meluncur dari mata Andini, wanita itu menatap ibunya dia tidak bisa melakukan apapun untuk menolong ibunya dan dirinya sendiri.


"Maafkan aku Bu, Maafkan aku." ucap Andini.


"Lihatlah Andini, suamimu benar-benar ingin menyingkirkanmu dan ibu, pria itu adalah pria yang tidak pantas disebut sebagai seorang suami." jawab Bu Hanum yang kemudian memeluk putrinya. hanya ada isak tangis di dalam jeruji penjara itu, seorang ibu dan putrinya harus merana karena kelicikan dari seorang wanita.

__ADS_1


__ADS_2