JANJI DI BAWAH REMBULAN

JANJI DI BAWAH REMBULAN
Arya yang sebenarnya


__ADS_3

"Minggir!" seru Andin.


"Bagaimana jika aku tidak mau?" tanya Arya.


"Akan ku pukul dengan sesuatu." jawab Andin.


BRETT...


BRETTTT ..


ponsel Arya berdering, pria itu mulai melihat ponselnya.


"Ada apa?" tanya Arya kepada Miguel.


"Tuan..., tuan ada sesuatu yang berbahaya." Miguel yang mencoba mengatakan sesuatu.


"Ada apa?" tanya Arya.


"Anak buah tuan Solomon mengejar tuan ke apartemen, lebih baik anda segera pergi dari sini." pinta Miguel.


"Kau ada di mana?" tanya Arya.


"Saya masih berada di perjalanan." jawab Miguel.


Setelah mendapatkan informasi itu, Arya langsung menarik Andin dan membawanya pergi.


"Apa yang kau lakukan? kau mau membawaku ke mana?!" seru Andin.


"Kita harus pergi dari sini, jika tidak kau dan aku akan mati konyol." jawab Arya yang kemudian berlari sembari menarik tubuh Andin.


Fi sebuah tempat beberapa orang sudah mengendarai mobil menuju apartemen milik Arya, Arya yang sudah keluar dengan membawa mobil terlihat pria itu begitu tergesa-gesa.


"Ada apa, Kenapa kita harus pergi dari apartemen?" tanya Andin.


"Sudahlah, jangan banyak bicara jika tidak kita akan mati konyol. aku sudah bilang kan." jawab Arya.


Akhirnya Andin Hanya bisa pasrah dengan apa yang dikatakan oleh Arya, Wanita itu pergi bersama dengan Arya dengan semua ketakutan yang ada di pikiran Arya.


Arya melanjukan mobilnya dengan begitu kencang, pria itu langsung menelpon Miguel dan memberitahu kepada anak buahnya itu kalau mereka harus segera pergi dari tempat itu.


"Kau tunggu aku di tempat biasa, kita akan segera pergi dari Indonesia!" perintah Arya kepada Miguel. Miguel yang berada di jalan tentu saja pria itu langsung memutar balik mobilnya.


"Apa yang kau katakan tadi, pergi dari Indonesia? apa maksudmu?" Andin yang benar-benar sangat terkejut.


"Sudah, jangan banyak bicara. jika tidak kita akan mati konyol di sini." jawab Arya yang berulang kali.


Sekitar 5 menit kemudian ada sebuah mobil yang tiba-tiba mengejar Arya dan Andin, beberapa orang yang ada di mobil itu nampak mengeluarkan tubuhnya mereka mulai menembak mobil area yang sudah melaju.

__ADS_1


DOR...


DOR...


DOR...


Di dalam mobil tentu saja Andin sangat terkejut. "Ada apa ini?" tanya Andin kepada Arya.


"Sudah aku bilang kan lebih baik kau diam saja, jika tidak kita akan mati konyol." jawab Arya.


Andin tidak bisa melakukan apapun karena dia tidak tahu apa yang terjadi. Arya terus melajukan mobilnya dengan begitu kencang. sedangkan orang yang berada di belakang mobilnya tersebut terus mengerjakan mobilnya dan berusaha untuk mengejar Arya.


"Pegangan, aku akan melajukan mobil ini dengan kecepatan penuh." ucap Arya yang membuat Andin benar-benar sangat kebingungan. Andin tidak tahu apa yang terjadi namun Wanita itu benar-benar sangat ketakutan dengan situasi yang terjadi kepadanya hari ini.


"Sebenarnya ada apa ini, kenapa kau melajukan mobilnya sekencang ini!!" seru Andin.


"Sudahlah, jangan banyak bicara jangan banyak protes karena aku akan sebuah tempat agar mereka tidak bisa mengejar kita." jawab Arya.


Akhirnya Arya melajukan mobilnya hingga para musuh-musuhnya tidak bisa mengejarnya Andin yang bersama Arya. tentu saja Wanita itu sangat terkejut Dia sangat ketakutan hingga jantungnya berdebar tidak terkendali.


Sekitar 1 jam kemudian Arya sudah sampai di sebuah tempat di sana sudah ada Miguel yang menunggunya. "Kita harus segera pergi dari sini, Tuan!!" seru Miguel.


Terlihat Andin hanya bisa berdiri mematung menatap Arya. "Apa yang aku lakukan!!" seru Andin. terasa kedua kaki Andin tidak bisa dijalankan, wanita itu benar-benar begitu kebingungan.


"Siapa sebenarnya kau?" tanya Andin kepada Arya. pria itu tidak menjawabnya namun sesaat kemudian langkah kaki Arya berjalan mendekati Andin kemudian menggendongnya.


"Apa yang kau lakukan, Tuan?" tanya Miguel.


"Biar dia tidak memberontak. aku saja takut jika terjadi sesuatu padanya." jawab Arya.


Akhirnya mereka meninggalkan Indonesia, Mereka pergi ke sebuah tempat yang akan menjadi tempat yang begitu asing bagi Andin.


Entah berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh Arya pergi ke sebuah negara yang begitu asing bagi Andin. ke sebuah tempat yang benar-benar tidak akan bisa Andin bayangkan. George yang berada di Indonesia nampak pria itu baru kembali ke apartemen. langkah kakinya begitu berat dia benar-benar begitu kelelahan dengan semua rutinitasnya di rumah sakit.


"Pasti Andin sudah tidur jam segini, tapi lebih baik aku membangunkannya aku akan mengajaknya makan." ucap George yang terlihat berhenti di depan apartemen Andin.


TOK..


TOK..


George mengetuk pintu kamar apartemen Andin berulang kali, namun tidak ada satu orang pun yang berada di apartemen yang buka pintunya.


"Ada apa ini, kenapa tidak ada yang membuka pintu." guman George yang kemudian mencoba mendorong pintu apartemen Andin.


KREK...


pintu apartemen Andin sudah terbuka, George benar-benar sangat kebingungan dan terkejut saat dia menemukan kalau pintu apartemen Andin tidak dikunci. langkah kaki George harus memasuki apartemen Andin, pria itu benar-benar sangat ketakutan Dia sangat takut sesuatu terjadi kepada Andin. langkah kaki George terhenti pria itu menatap apartemen Andieln yang tidak ada penghuninya sama sekali.

__ADS_1


"Andin! Andin!!" George yang memanggil Andin. tidak ada sahutan di tempat itu sesaat kemudian nampak George membuka pintu kamar Andin dan di sana tidak ada orang.


"Ada apa ini, kenapa tidak ada orang tapi apartemen ini tidak dikunci?" tanya George dalam hati.


Salah satu tangan George merogoh sakunya, pria itu menelpon Andin namun tidak ada jawaban. tentu saja Andin tidak akan menjawab panggilannya karena ponselnya tidak dia bawa. Entah di mana ponsel Andin saat ini, George sangat kebingungan pria itu benar-benar takut terjadi sesuatu kepada Andin.


"Ada apa ini?" tanya George dalam hati.


Sesaat kemudian tiba-tiba saja George memikirkan Arya, pria itu mencoba mencari tahu apa yang terjadi dengan adiknya tersebut.


"Ayo jawab Arya." ucap George yang kebingungan.


Di tempat itu terlihat Arya sedang berada di dalam sebuah mobil.


"Ada apa ini, kenapa dia tiba-tiba menelpon Apakah ada sesuatu?" guman Arya yang kemudian menjawab panggilan dari kakaknya.


"Ada apa bang?" tanya Arya dari sebuah tempat.


"Apa yang kau lakukan dan di mana kau sekarang?" tanya George yang membuat Arya sedikit kebingungan.


"Memangnya ada apa?" tanya Arya kembali.


"Kenapa apartemen Tiara tidak ada penghuninya, di mana wanita itu?" tanya George yang membuat Arya nampak tersenyum.


"Kau Tenang saja bang, wanita itu sedang bersamaku." jawab Arya


"Apa yang terjadi?" tanya George.


"Para musuh-musuhku mengejarku, jadi aku harus membawanya agar dia tidak ditangkap." jawab Arya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mantan terindah


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


- my little wife


- Janji di bawah rembulan

__ADS_1


__ADS_2