
Pagi bersinar menyinari kehidupan, senja tenggelam di kejauhan Mata memandang.
Di tempat lain terlihat seorang pria sedang memandang langit yang sedikit kelabu.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Fahmi kepada Raihan.
"Aku mau mencari rumah makan yang ada di sekitar sini karena perutku Sudah kelaparan, soalnya dari tadi kita terus mendengar persentasi dari para karyawan." jawab Raihan yang kemudian mencari tempat parkir untuk menaruh mobilnya.
Di sebuah restoran kecil Raihan dan Fahmi memarkirkan mobilnya, terlihat 2 pria itu tertawa sembari mengenang masa-masa mereka kuliah.
"Selamat datang!" seru salah satu pekerja yang ada di restoran tersebut. Fahmi dan Raihan memasuki restoran itu kemudian memesan beberapa makanan.
Tatapan mata Fahmi tidak sengaja menatap seorang gadis muda yang sedang tersenyum kepada teman-temannya, seorang gadis muda yang sangat familiar. Fahmi terus menatap seorang wanita muda yang berada di dalam restoran,
"Bukankah itu gadis yang dicari oleh tante." guman Fahmi dalam hati sembari menatap seorang gadis muda yang bekerja di restoran tersebut.
"Lihat apa sih, bro?" tanya Raihan kepada Fahmi.
Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Fahmi, hal itu membuat Raihan melihat ke arah tatapan mata Fahmi.
"Bro.. bro lihat deh, Bukankah itu gadis rese' yang sudah nolongin lho." ucap Fahmi kepada Raihan. Raihan langsung menatap ke arah tujuan mata Fahmi, terlihat disana benar dia adalah gadis SMA yang telah menolongnya. sudah tiga bulan lamanya Bunda Raihan mencari keberadaan Diana.
"Lo benar." jawab Raihan. kedua pria itu menatap seorang wanita muda dengan pakaian pekerja yang ada di restoran itu, sangat berbeda dengan yang mereka temui Beberapa bulan yang lalu. seorang murid SMA dengan rambut yang diikat dan dandanan yang begitu imut.
"Bro, Apa benar dia gadis yang nolongin elu. Lihatlah.. lihat gadis ini lebih dewasa daripada gadis yang nolongin elu itu." ucap Fahmi.
"Benar juga, Apa mungkin karena dia pakai seragam SMA dan sekarang dia pakai baju biasa." jawab Raihan. Fahmi dan Raihan saling menatap satu sama lain, Tak lama kemudian Diana mengantarkan makanan yang dipesan oleh Raihan dan Fahmi.
"Silakan dinikmati, Paman." ucap Diana kepada Raihan dan Fahmi.
Nampak tatapan kedua pria itu menatap gadis SMA yang dulu menolong dirinya.
"Benar bro, Dia gadis yang nolong gua!" seru Raihan yang membuat Diana langsung menatap pria itu.
"Apa Paman kenal saya?" tanya Diana.
"Ha-ha-ha.. benar bro, Dia gadis yang nolongin elu!" seru Fahmi sembari tertawa lepas. sedangkan Diana nampak wanita itu menatap 2 pria yang umurnya jauh lebih tua dari dirinya.
"Ngapain sih, Paman. tertawa melulu, memangnya aku ini komedian apa." ucap Diana yang kemudian hendak meninggalkan meja Raihan dan Fahmi.
__ADS_1
"Hey Gadis penolong, lupa ya sama aku!" seru Raihan kepada Diana. gadis itu menoleh kepada Raihan.
"Paman kenal aku?" tanya Diana .
Raihan dan Fahmi langsung tersenyum saat mendengar sebuah sebutan yang begitu familiar di telinga mereka.
"Paman lagi, Paman lagi!" seru Fahmi kepada Diana. sesaat kemudian gadis SMA yang telah lulus itu mencoba mengenali dua pria yang sok kenal itu.
"Tunggu-tunggu, Paman ini kan korban kecelakaan waktu itu!" seru Diana sembari menunjuk wajah Raihan.
"Ha-ha-ha... ternyata Lo ingat kami!" seru Fahmi.
"Heh Paman resek, ngapain terus tertawa seperti itu. nggak capek ya mulutnya terus tertawa!" seru Diana kepada Fahmi.
"Ha-ha-ha..Ternyata Gadis resek ini masih tetap resek ya!" seru Fahmi.
"Dasar pria tua, sudah tua sukanya cengengesan!" seru Diana yang membuat Fahmi langsung terdiam dan tidak melanjutkan tertawanya.
Satu lemparan bom langsung mengenai hati Fahmi.
"Gadis resek, jangan terus-terusan panggil kita Paman!" seru Fahmi.
"Hai gadis resek, Jangan panggil aku Paman dong. gini-gini aku ini pria tampan dan kaya raya tahu!" seru Fahmi.
"Emangnya gue pikirin, lu kaya apa lu miskin." jawab Diana yang kemudian meninggalkan dua pria kaya dan tampan itu.
"Cantik, menarik dan perfect." ucap Raihan yang melihat Diana pergi meninggalkan meja tempat mereka berada. tatapan mata Raihan terus menatap Diana yang sedang melayani orang-orang yang ada di restoran itu.
"Dasar gadis resek, masa setiap kali ketemu kita dia selalu memanggil kita paman-paman!" seru Fahmi yang tidak terima karena dirinya dipanggil Paman oleh Diana.
"Ya pantes aja lah bro kita dipanggil Gadis itu Paman, usia kita sudah 30, dia aja usianya masih 18 tahun." jawab Raihan yang membuat Fahmi wajahnya langsung kusut.
"Elu sih, punya kenalan cewek SMA udah cantik tapi masih bocah lagi!" seru Fahmi.
"Siapa bilang dia bocah, dia sudah lulus SMA kali." jawab Raihan kepada Fahmi.
"Kalau dia manggil gue Paman terus, bakal gue nikahi dia sekarang juga!" seru Fahmi.
"Jangan rese lu, dia itu incaran mama gue tahu!" seru Raihan.
__ADS_1
Fahmi menatap wajah Raihan, kemudian pria itu tersenyum. "Jangan-jangan lu jatuh cinta pada pandangan pertama sama gadis resek itu?" sindir Fahmi.
Raihan nampak terdiam tidak mendengar dan menjawab perkataan sahabatnya itu.
Khem...
"Dasar resek lo, diem!" seru Raihan yang kemudian memakan masakan yang telah dia pesan.
Fahmi terus menatap seorang gadis muda yang telah menolong saudaranya itu, entah mengapa senyumnya terus terukir ketika dia menatap gadis muda yang baru lulus SMA.
"Ngapain juga aku menatap gadis resek itu terus, kalau gue natap dia terus bisa bisa gue jatuh cinta sama tu gadis resek." guman Fahmi dalam hati.
Raihan memanggil salah satu pelayan kemudian pria itu memberikan tulisan kepada salah satu tu pekerja yang ada di restoran itu.
"Kau berikan nomor telepon Gadis itu padaku." bisik Raihan di telinga salah satu pekerja pria yang ada di restoran. sesaat kemudian pria itu memberikan nomor telepon kepada Raihan.
"Terima kasih, Tuan." ucap salah satu pekerja di restoran tempat Diana bekerja. karena Raihan memberikan pria itu uang yang cukup banyak, karena dia telah memberikan nomor telepon Raihan.
"Ayo bro, kita balik ke perusahaan. sebentar lagi ada rapat direksi!" seru Raihan kepada Fahmi.
"Ok kita pergi, lagian juga gue berada di sini. bisa-bisa gue diajak berantem terus tuh sama gadis resek." ucap Fahmi yang kemudian pergi bersama dengan Raihan ke perusahaan.
Di restoran nampak Diana terus melayani para pembeli, banyak dari pembeli tersebut sangat menyukai sikap Diana yang sangat ceria dan suka menolong. salah seorang pembeli yang selalu datang ke restoran itu terlihat menyukai Diana, pemuda itu adalah putra dari pemilik restoran tempat Diana bekerja.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mantan terindah
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
- my little wife
__ADS_1
- Janji di bawah rembulan