JANJI DI BAWAH REMBULAN

JANJI DI BAWAH REMBULAN
Satu apartemen dengan Arya


__ADS_3

"Huffff...," Andin menghela nafasnya dengan begitu kasar.


** Satu jam kemudian **


Terlihat Arya sudah keluar dari kamarnya, pria itu mencium aroma yang membuatnya langsung lapar.


Andin yang berada di dapur apartemennya nampak wanita itu sedang memasak, dia dengan sangat santainya memasak makanan untuk dia makan.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Arya yang sudah berada di dapur. Andin yang sangat terkejut wanita itu langsung menoleh menatap Arya yang sudah berada di belakang tubuhnya.


"Kenapa kau ada di sini?" tanya Andin yang membuat Arya hanya menggelengkan kepalanya.


"Kau sedang masak apa?" tanya Arya kembali.


Andin tidak menjawab, wanita itu hanya menunjukkan masakannya. seketika Arya mengambil piring untuk di makan.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Andin kepada suami kontraknya itu. tentu saja mau makan jawab Arya tanpa bersalah sama sekali.


"Enak aja mau makan, Kalau kau mau makan beli saja di luar!" bentak Andin yang sangat kesal dengan Arya.


"Kenapa aku harus beli? di sini kan ada makanan gratis." jawab Arya.


Andin langsung menyembunyikan masakannya, wanita itu menatap Arya dengan sangat kesal.


"Pelit amat sih." ucap Arya yang kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Andin.


Arya yang mempunyai tinggi 187 cm itu tentu saja tidak akan sebanding dengan tinggi Andin. Andin tingginya hanya 160 cm, wanita itu memang tidak terlalu tinggi, Hal itu membuat Andin yang mendapat perlakuan seperti itu tentu saja dia langsung terkejut.


"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Andin dengan nada yang sangat keras.


"Aku? Tentu saja aku mau makan." jawab Arya tanpa rasa bersalah sama sekali.


Karena takut terjadi sesuatu dengannya tentu saja Andin langsung meletakkan ayam goreng serta nasi goreng dan kerupuk yang sudah dia goreng. dengan begitu lahapnya Arya langsung memakan masakan Andin.


"Masakanmu cukup enak." ucap Arya yang mengomentari masakan Andin.


"Tidak usah banyak komentar, lebih baik segera kau makan setelah itu aku mau tidur." ucap Andin. karena begitu lelah Andin langsung tertidur lelap tanpa membersihkan dapurnya, Arya yang melihat hal itu seketika pria itu membantu istrinya membersihkan dapur dan mencoba melakukan sesuatu.

__ADS_1


** keesokan pagi **


pagi ini Andin harus pergi ke salah satu tempat yang harus dia datangi, terlihat wanita itu menatap dapur. sudah ada makanan di sana kelihatannya Arya menyuruh seseorang untuk memasak. Arya tidak ada di tempat itu Andin yang melihat makanan tentu saja wanita itu langsung memakannya.


"Pasti pria itu sudah pergi." ucap Andin yang kemudian melahap makanan yang sudah tersaji. tatapan mata Andin menatap Arya. ingin sekali wanita itu segera mengusir Arya dari apartemennya, pagi ini Andin harus segera ke tempat pembangunan apartemen yang ada di Denpasar.


Di sebuah tempat terlihat seorang pria yang sedang menatap Andin dengan tatapan mata yang begitu tidak menyenangkan. Andin tidak tahu kalau saat dia baru datang di wilayah apartemen itu ada salah satu tetangganya yang selalu menatap Andin.


Beberapa jam kemudian Andin sudah berada di wilayah pembangunan, wanita itu menatap Arya yang sudah meminta beberapa pekerja untuk segera melakukan pengukuran di wilayah itu.


"Nyonya Tiara." Panggil seorang pengusaha.


"Ya Tuan." jawab Andin.


"Saya akan mengantarmu ke salah satu hotel yang sudah selesai dibangun, kita akan mendekorasi tempat itu agar para tamu betah berada di hotel." pinta salah satu pengusaha.


"Boleh, Lalu kapan kita akan berangkat?" tanya Andin.


"Hari ini aku akan berbicara dengan Tuan Arya sebentar." ucap si pengusaha.


Sebenarnya pengusaha itu tahu kalau Andin adalah istri dari Arya, namun pria itu sudah diperingati oleh Arya agar tidak mengatakan apapun kepada Andien. beberapa menit kemudian pengusaha yang berumur 50 tahun itu mengajak Andin ke sebuah hotel yang tidak jauh dari pembangunan apartemen, di sana ada seorang wanita dan 2 anak kecil yang bersamanya.


"Hai, Sayang." jawab si pengusaha.


Andin diperkenalkan oleh pengusaha itu kepada istri dan anak-anaknya, nampak Andin melihat ruangan itu dengan begitu Andin mulai menunjukkan kemampuannya memberikan gambaran desain untuk kamar-kamar yang ada di hotel tersebut.


** Satu jam kemudian


"Isteriku apa masih bersamamu?" tanya Arya.


"Benar, tuan." jawab si pengusaha.


"Jaga isteriku baik-baik, jika sampai terjadi sesuatu kepada mereka kau tahu sendiri kan apa yang akan menimpamu." ancam Arya yang membuat si pengusaha nampak menganggukkan kepalanya. pria itu tidak akan bisa macam-macam kepada istri seorang pria yang sangat berbahaya, entah Arya disebut apa namun pria itu adalah seorang pria yang paling ditakuti di kalangan para pembisnis.


"Pastikan istriku baik-baik saja, jika dia sudah selesai dengannya pekerjaannya segera kau antar ke apartemen. Jangan biarkan Wanita itu pergi sendiri karena aku masih mempunyai urusan yang harus aku selesaikan." ucap Arya.


"Baik tuan, tuan jangan khawatir. saya akan mengantarkan istri Tuan Arya sampai ke apartemen dengan selamat, saya dan anak serta istri saya yang akan mengantarnya." jawab si pengusaha.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian akhirnya Andin sudah sampai di apartemennya. "Terima kasih Ya Tuan, karena sudah mau mengantar saya." Andin yang terlihat benar-benar tidak enak karena si pengusaha itu mengantarkannya bersama keluarganya.


"Saya yang harus berterima kasih Nyonya Tiara, Saya harap anda berhati-hati." pinta si pengusaha.


Sesaat kemudian Andien menatap ponselnya, Arya mengirimkan pesan Kalau hari ini dia tidak akan pulang kemungkinan pulang agak pagi atau beberapa hari karena harus menyelesaikan salah satu urusannya. Andin tidak peduli toh ada pria itu atau tidak memang selalu sendirian.


Malam ini Andin tertidur dengan begitu lelapnya, wanita itu nampak kelelahan dengan seluruh aktivitasnya yang ada di pulau Bali. Beberapa hari kemudian nampak Arya belum kembali ke apartemen Andin, pria itu sedang mengurus sebuah bisnis yang tidak akan diketahui oleh Andin.


Malam ini Andin terlihat menonton televisi yang ada di apartemennya, wanita itu menonton televisi di ruang tamu sembari memakan masakan yang baru dia masak.


TOK...


TOK...


TOK...


tiba-tiba saja ada suara seseorang yang mengetuk pintu apartemennya, Andin mengira kalau sekarang Arya sudah pulang.


"Pria menyebalkan itu kan mempunyai kunci rumah ini, lalu ngapain Dia mengetuk pintu." Andin yang kemudian berjalan mendekati pintu apartemennya. saat melihat dari lubang pintu tidak ada siapapun di sana.


"Pasti pria brengsek itu ingin mengerjaiku." ucap Andin yang kemudian pergi dari pintu


Sesaat kemudian pintu apartemen Andin di ketuk kembali, wanita itu sangat kesal seketika melihat dari lubang dan hendak membuk pintu apartemennya. tidak ada orang di sana sesaat kemudian Andin tidak beranjak wanita itu terus menetap dari lubang pintu apartemennya, sesaat kemudian Andin dapat melihat sosok seorang pria yang sudah berdiri di luar apartemennya. Hal itu membuat Andin benar-benar terkejut karena dia tidak tahu siapa orang yang berdiri di luar apartemennya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mantan terindah


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar

__ADS_1


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


__ADS_2