
"Tantee..," ucap Diana.
"Kalian harus bertanggung jawab!!" seru mama Raihan.
"Paman, Paman.. Tolong bilang sama ibu paman jangan menyuruh kita menikah seperti ini dong." ucap Diana yang meminta pertolongan kepada Raihan.
"Kau ingin membunuh ibuku ya, Lihatlah keadaannya seperti itu." jawab Raihan yang acuh tak acuh.
"Ini namanya pemaksaan, paman." ucap Diana sambil menepuk dahinya.
"Lalu, siapa yang tiba-tiba ke kamar hotel ku dan membuat adegan seperti itu." Raihan terus mencoba membalik perkataan Diana.
"Ya aku, Tapi..tapi kan itu tidak sengaja, Paman." jawab Diana.
"Aku tidak mau tahu, aku tidak ingin ibuku benar-benar bunuh diri karena malu." jawab Raihan yang kemudian melihat ibunya yang tertidur di kamarnya.
"Kau mau ke mana, gadis tengil!" seru Fahmi kepada Diana. Saat melihat Diana hendak pergi dari rumah Raihan.
"Mau pulang, Paman." jawab Diana.
"Enak banget lu mau pulang, setelah membuat tanteku seperti ini!" seru Fahmi kepada Diana.
"Lah..,terus aku harus ngapain disini?" tanya Diana yang kebingungan.
"Lo nggak boleh pulang sampai tante gue bangun, oke!" seru Fahmi yang kemudian meninggalkan Diana bersama dengan mama Diana di kamarnya.
"Aduh mimpi apa aku semalam, masa aku baru terlepas dari guruku yang gila itu sekarang harus terjebak dengan paman tua itu." guman Diana yang ternyata didengar oleh Mama Raihan. wanita setengah baya itu nampak tersenyum dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh gadis cantik yang ada di depannya.
"Aku bakal menjadikanmu istri Putraku, tidak akan kubiarkan kau lepas." guman Mama Raihan dalam hati sambil melirik Diana yang mondar-mandir di kamarnya.
"Heeeee....," Mama Raihan berakting menangis sejadi-jadinya saat dia membuka matanya. "Huaaaa!!!" tangis mana Raihan Kembali.
"Tante, tante apa yang sakit?!" seru Diana yang melihat Mama Raihan menangis histeris.
"Aku mau bunuh diri saja, aku malu!" seru Mama Raihan yang berakting.
Diana kebingungan dengan perlakuan Mama Raihan yang seperti itu, terlihat gadis itu ingin membantu sesuatu namun dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
__ADS_1
"Tante mau apa, mau aku masakan, Apa mau ku buatkan sesuatu?" tanya Diana kepada Mama Raihan.
"Lebih baik tante mati saja, daripada tante harus di hina oleh orang-orang mengenai Putra tante!" seru Mama Raihan yang berakting menangis kembali.
"Jangan gitu dong Tante, kejadian di hotel itu cuma salah paham." jawab Diana yang kebingungan dan mencoba untuk menenangkan Mama Raihan. gadis manis itu terus mengelus punggung Mama Raihan dan menyingkap rambut mama Raihan yang ada di wajahnya.
"Dia adalah satu-satunya anak tante, Jika dia membuat kejadian yang memalukan seperti ini.. lebih baik tante bunuh diri saja, tante tidak kuat menahan malu!" seru Mama Raihan yang kemudian berakting berlari untuk mencari sesuatu. Diana sangat terkejut, Gadis itu langsung berdiri dan mencoba menghentikan Mama Raihan yang ingin bunuh diri.
"Tante..tante jangan seperti itu, dong. baiklah aku akan menikah dengan Putra Tante, Tapi jangan terburu-buru ya, Tan." ucap Diana kepada nama Raihan. gadis muda itu terlihat menatap wajah mama Raihan yang ada di depannya.
"Tidak, dalam seminggu ini kalian harus menikah. tante tidak kuat jika harus digunjing oleh orang-orang, jika foto-foto kalian sudah tersebar pasti mana bisa mati." ucap Mama Raihan sambil menangis histeris. air mata palsu itu ternyata membuat Diana ketakutan setengah Mati.
"Tan...,Diana ini tidak mempunyai keluarga, tidak mempunyai rumah dan tidak mempunyai orang tua. jika tante ingin menikahkan aku dan Putra tante dengan Diana, Diana harus bagaimana." ucap Diana yang membuat Mama Raihan langsung tersentak. wanita itu begitu terkejut saat mendengar kata-kata Diana.
"Baiklah kalau begitu mulai besok kau tinggal di rumah Tante saja, bekerjalah dari sini dan biar nanti supir tante yang akan menjemput kamu." jawab Mama Raihan.
"Tidak, tidak Tante..,Jangan seperti itu." ucap Diana. terlihat Mama Raihan mulai berakting kembali dengan menangis histeris, wanita itu langsung menangis sambil tersungkur di lantai sembari tangannya dipukul-pukul ke lantai.
"Lebih baik aku mati saja, aku malu!" seru Mama Raihan yang sudah berakting. sedangkan di tempat lain nampak Raihan sudah selesai mandi dan duduk bersama dengan ayahnya dan Fahmi.
"Mengapa kalian tidak memperbolehkan Ayah untuk bertemu dengan Mama kalian?" tanya pak Atmaja kepada putra dan keponakannya.
"Memangnya tantemu lagi ngapain." tanya pak Atmaja.
"Tante lagi berakting untuk menjebak calon menantunya." jawab Fahmi. Raihan hanya tersenyum dengan kata-kata dan jawaban yang diucapkan oleh sepupunya itu.
"Calon menantu yang mana?" tanya pak Atmaja yang kebingungan.
"Itu, tuh.. gadis yang udah nyelamatin Putra Paman." jawab Fahmi. pak Atmaja langsung berdiri dan berlari menuju ruangan sang istri, sedangkan Fahmi dan Raihan yang meminum kopi yang ada di ruang tamu nampak kedua pria itu sangat terkejut dan saat pak Atmaja langsung berlari ke ruangan sang istri.
BRAKKK..
"Istriku!" seru pak Atmaja yang tiba-tiba langsung masuk ke dalam kamar istrinya. Diana dan Mama Raihan sangat terkejut saat tiba-tiba pintu di buka, dan seorang pria tiba-tiba masuk ke dalam kamar mereka.
Teguh Atmadja adalah Ayah Raihan, pria itu langsung berlari dan ikut berakting bersama sang istri. Wow.., ternyata mereka begitu luar biasa hebat.
"Istriku...,Mengapa Putra kita melakukan sesuatu hal yang sangat memalukan seperti ini!" seru pak Atmaja yang juga ikut berakting dengan Nyonya Rita atau Mama Raihan.
__ADS_1
Diana sampai melongo saat melihat sepasang suami istri itu berteriak histeris saat mendengar kabar insiden kemarin. mungkin piala citra akan di dapatkan oleh mereka saat menjadi artis.
"Mama, Apakah dia calon menantu kita?" bisik pak Atmaja ditelinga Mama Raihan.
"Benar Pa, Papa harus berakting sehebat mungkin agar gadis itu mau menjadi menantu kita." jawab Mama Rita.
Akhirnya sepasang suami-istri itu mulai berakting sehingga membuat Diana seperti wanita yang bersalah bahkan sangat bersalah.
"Aduh kok jadi gini." guman Diana dalam hati saat melihat kelakuan dua orang yang ada di depannya.
"Kau harus tanggung jawab." bisik Fahmi di telinga Diana.
Diana menoleh, dia menatap wajah Fahmi dengan raut wajah kesal. "Kok gitu?" Diana yang sangat kesal.
"Tentu." jawab Fahmi.
Diana menoleh menatap orang-orang yang ada di depannya, syok.., begitulah yang terjadi pada Diana saat ini. berbeda dengan orang tua Raihan yang tersenyum saat melihat wajah Diana yang begitu kebingungan.
"Hufff." suara helaan nafas Diana.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mantan terindah
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1
** bersambung **