JANJI DI BAWAH REMBULAN

JANJI DI BAWAH REMBULAN
Sikap dingin Rayhan


__ADS_3

Hari itu Raihan benar-benar kebingungan karena dia tidak bisa menemukan keberadaan Diana, pasti mamanya akan sangat marah kalau dia mengatakan Diana pergi dari tempatnya.


"Kalau Gadis itu tidak kutemukan, bisa-bisa Mama membunuhku." ucap Raihan yang terlihat menatap jalanan. kedua bola matanya terus mencari keberadaan Diana yang dari tadi belum dia temukan. salahnya sendiri menurunkan anak orang di tepi jalan, Dia kira Diana Itu barang bisa diambil kemudian dibuang. Raihan terus menyusuri jalan dan menatap setiap orang yang berlalu lalang di jalanan, pria itu berharap salah satu orang yang sedang berjalan adalah Diana, namun dari tadi dia memutari jalanan untuk mencari Diana nyatanya dia tidak mendapatkan keberadaan Diana juga.


"Aku tidak menyangka Gadis itu akan sangat marah padaku karena aku menghinanya tadi pagi." guman Raihan kembali dengan tatapan mata yang masih melihat di sekitar jalanan.


Sekitar 2 jam kemudian, akhirnya Raihan menyerah dan kembali dengan raut wajah yang begitu kebingungan. Raihan memasuki rumahnya, dia memegang dadanya karena dia tahu dia akan mendapatkan omelan bahkan semprotan caci maki dari mamanya.


"Tenang-tenang Raihan, tenang. bilang aja kalau Gadis itu kabur karena tidak ingin menikah denganmu." guman Raihan yang mencoba mencari alasan untuk membela dirinya di hadapan ibunya. "Tapi kalau aku mengatakan hal itu, pasti Mama bilang apa yang telah kulakukan." ucap Raihan dalam hati.


Sesaat kemudian akhirnya dia lebih memilih untuk memasuki rumahnya, pria itu memasuki gerbang rumahnya dan memarkirkan mobilnya di tempat parkir rumah. dia keluar dari mobilnya dan berjalan lesu, karena dia tahu mamanya akan sangat marah.


"Hahaha...,"


Terdengar di sana suara canda gurau seorang wanita yang begitu Raihan kenal, langkah kaki Raihan dipercepat hingga menuju ruang tamu. terlihat disana mama Rita sedang bercanda gurau dengan Diana.


"Kau ini dari mana saja, Raihan. Mama kan menyuruhmu untuk mencari Diana, malah sekarang kau baru kembali!" seru Mama Rita kepada Raihan.


Terlihat Raihan tidak ingin menatap wajah pria itu, bahkan Diana terlihat melengos dan sangat enggan untuk menatap Raihan.


"Sebenarnya dari tadi Raihan mencari Gadis itu Ma, namun tidak ditemukan dan restorannya sudah tutup." jawab Raihan yang terus ngeles.


"Tentu saja sudah tutup Tuan, karena aku sudah menutupnya saat siang." jawab Rizky.


"Siapa kau?" tanya Raihan kepada Rizky.


"Saya Rizki, pemilik restoran tempat Diana bekerja." jawab Rizki.


"Kau ngapain kamu disini?" tanya Raihan kepada Rizky.


"Maaf Paman, saya cuma mengantarkan Diana." jawab Rizky.


"Paman, paman, kau kira aku pamanmu apa!" seru Raihan yang tidak terima dipanggil oleh pria itu dengan sebutan paman.


"Jangan dimasukkan ke hati Mas, biasa om ku itu orangnya sangat galak." ucap Diana kepada Rizki. Rizki menganggukkan kepalanya wajahnya sedikit memerah saat Anindita menepuk pundaknya.


"Sudah-sudah, sebaiknya nak Rizki kembali, karena Diana harus istirahat dan terima kasih karena sudah mengantarkan Diana." ucap Mama Rita yang kemudian mengantarkan Rizki keluar dari rumahnya.


Sedangkan Raihan pria itu menatap Diana yang senyum-senyum kepada pria muda yang telah mengantarkannya pulang.

__ADS_1


"He bocah tengil, Kau ingin mempermainkanku ya. aku mencarimu dari tadi malah kau sedang keluyuran dan berpacaran!" seru Raihan.


"Lagian siapa yang keluyuran dan berpacaran, siapa juga yang menurunkan ku di tengah jalan." jawab Diana yang kemudian meninggalkan Raihan menuju kamarnya.


"Dasar bocah resek!" seru Raihan yang berteriak karena kesal, sedangkan Diana sudah memasuki kamarnya dan Fahmi datang dan melihat saudaranya itu sedang marah-marah.


"Ada apa bro?" tanya lFahmi kepada Raihan.


"Dasar bocah tengil, dia selalu membuat kepalaku pusing saja!" seru Raihan.


"Jangan sering marah-marah bro, nanti benci benci jadi cinta lo." jawab Fahmi yang membuat Raihan melotot.


"Kalau tidak gara-gara Mama, mana mau aku menikahi bocah tengil itu!" seru Raihan.


"Kalau tidak mau kasihin aja gua, gua mau kok ngerawat dia!" seru Fahmi.


"Kalau lo mau ambil saja." Jawab Raihan yang kemudian pergi ke kamarnya. terlihat Fahmi tersenyum menatap saudaranya yang sangat marah itu.


Pagi telah menjelang, terlihat Diana sudah berpakaian rapi. semua keluarga Atmaja sudah duduk di kursi meja makan dan memulai ritual makan mereka,


"Diana, nanti berangkat sama Mas Raihan ya!" seru Mama Rita.


"Raihan tidak bisa Ma, karena hari ini Raihan harus segera berangkat ke kantor. Raihan ada meeting di perusahaan." jawab Raihan.


"Nanti Diana berangkat sama aku saja, Tan." jawab Fahmi.


"Nggak keberatan Om nganterin aku ke tempat kerja?" tanya Diana.


"Nggak usah pakai embel-embel om dong!" seru Fahmi yang kemudian mencubit pipi Diana.


"Om ini tangannya main cubit-cubit aja!" seru Diana yang kemudian memukul tangan Fahmi dengan sendok.


"Mas Fahmi gemes deh lihat kamu, pengen cubit aja." jawab Ilham yang membuat Diana hanya mencibirkan mulutnya.


"Aku pergi Ma!" seru Raihan yang kemudian pergi meninggalkan meja makan tersebut.


"Berangkat sekarang atau nanti?" tanya Fahmi.


"Berangkat sekarang aja Om," jawab Diana.

__ADS_1


"Kan sudah dibilang jangan panggil Om!" seru Fahmi.


"Panggil apa dong?" tanya Diana yang begitu imut.


"Mas." seru Fahmi kepada Diana.


"Abang Fahmi tersayang, boleh nggak." canda Diana yang membuat Fahmi wajahnya langsung bersemu merah, bahkan jantungnya langsung berdebar saat Diana mengatakan hal itu.


"Kok Mas Fahmi diam saja sih, Boleh nggak dipanggil gitu?" tanya Diana yang kemudian mendekati Fahmi.


"KHem..KHemm.. boleh-boleh." jawab Fahmi yang kemudian malah berjalan terlebih dahulu dan meninggalkan Diana. sedangkan Mama Rita nampak wanita itu menatap sikap Raihan yang terlihat kasar kepada Diana.


"Raihan, lRaihan. Mengapa kau harus melakukan hal itu, kalau kau terus melakukan hal itu tidak sedikit pria yang akan menerima Diana dengan senang hati." guman Mama Rita dalam hati yang membuat wanita itu. sedikit menghela nafasnya kasar.


"Kita biarkan saja Ma, biar Raihan mengerti perasaannya kepada Gadis itu, jika lRaihan tetap bersikukuh tidak mau menikahi Anin. biarkan saja kita adopsi Diana dan kita jadikan dia Putri kita." ucap pak Atmaja yang membuat Mama Rita langsung menatapnya.


"Entahlah, namun aku ingin Diana menjadi menantu ku bukan menjadi putriku." jawab Mama Rita.


"Mama Rita benar-benar menginginkan Diana menjadi menantunya bukan menjadikan wanita itu putrinya ada sesuatu yang membuat Mama Rita sangat menyukai semua kesederhanaan dan kesantunan Diana. walaupun Gadis itu terkadang membuat pusing tujuh keliling, Hal itu membuat Mama Diana Rita selalu bahagia saat Diana selalu bersikap begitu bersemangat.


"Terserah Kalau begitu, tapi kita berdoa saja semoga Raihan mau menerima Gadis itu." ucap pak Atmaja.


"Semoga saja ya pa, aku tidak mau kehilangan Gadis itu." jawab Mama Rita.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mantan terindah


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


- my little wife

__ADS_1


- Janji di bawah rembulan


__ADS_2