
Fahmi nampak tersenyum saat dia menatap ekspresi Raihan yang tersedak saat Ilham terus memanas-manasi pria itu. dia tahu kalau sepupunya itu terus menatap calon istrinya.
"Diana, Nanti ikut mas Ilham cari baju ya." pinta Fahmi kepada Diana.
"Memangnya mas Fahmi cari baju apa sih?" tanya Diana.
"Pokoknya pilihan kamu Om ganteng mau." jawab Diana.
"Bener nih..," ucap Diana yang kemudian menghabiskan es krim yang ada di mangkok dengan begitu lahap nya. "Udah selesai, ayo!" seru Diana.
"Ayo." jawab Fahmi yang kemudian membayar es krim yang telah dimakan oleh Diana.
"Kak Firly, Mas Raihan. Aku pergi dulu ya!" seru Diana yang kemudian berpamitan kepada ada Firly dan Raihan.
"Tunggu Diana, Kak Firly mau ikut dong!" seru Firly yang kemudian meninggalkan meja dan mengikuti Diana kemanapun dia pergi.
"Ngapain Kita harus ikut mereka sih?" tanya Raihan kepada Firly.
"Kenapa sih?" tanya Firly.
"Ya biarkan mereka berdua dong, jangan diganggu." Jawab Raihan yang sebenarnya. dia sudah merasakan kecemburuan.
"Ada apa, memang kau cemburu dengan mantan istrimu itu?" tanya Firly kepada Raihan.
"Ya tidak juga, maksudku itu ngapain Kita harus mengikuti dia terus!" ucap Raihan kepada Firly.
"Kau lihat sendiri kan, bahkan gadis itu tidak membencimu sama sekali. aku yakin Gadis itu sangat baik." ucap Firly yang kemudian menarik tangan Raihan untuk mengikuti Diana yang sudah memasuki mobil dengan Ilham.
Di suatu pusat perbelanjaan yang ada di Singapura, dua pasang kekasih itu memasuki pusat perbelanjaan.
"Om ganteng mau cari baju apa?" tanya Diana.
"Pokoknya Om ganteng minta dicariin yang spesial." jawab Fahmi.
"Emangnya Om ganteng biasanya pakai baju apa?" tanya Diana kembalikan.
__ADS_1
"Kau sudah tahu bagaimana selera pakaianku." jawab Fahmi.
Akhirnya Diana membawa Fahmi ke sebuah distro pakaian, terlihat disana sebuah kaos dan jaket langsung menempel dibadan Fahmi.
"Om ganteng, aku suka sama baju ini." ucap Diana yang sudah berdiri di depan kaca yang ada di distro itu.
Sebuah kaos dan jaket coklat sudah melekat ditubuh Fahmi.
"Oke Deal, mas mau pakek ini." jawab Fahmi.
Tak lama kemudian tiba-tiba Fahmi mengajak Diana ke sebuah toko perhiasan, di sana pria itu membawa Diana dan membisikkan sesuatu di telinga gadis itu.
"Om ganteng mau beli apa?" tanya Diana yang kebingungan. karena dirinya sudah dimasukkan Fahmi di sebuah toko perhiasan.
"Tentu saja Mas mau beliin kamu cincin nikah." jawab Fahmi sambil tersenyum kepada Diana.
"Benarkah, emang Diana boleh milih sendiri?" tanya Diana kepada Fahmi yang sudah berada di belakang tubuh Diana. terlihat Fahmi terus menatap Diana yang yang terus menunjuk satu-persatu cincin yang ada di toko perhiasan itu.
"Diana beli dua cincin boleh nggak?" tanya Diana.
"Memangnya buat siapa lagi?" tanya Fahmi.
"Kalian sedang Cari apa?" tanya Firly kepada Diana karena melihat Diana dan Fahmi melihat mereka masuk ke toko perhiasan.
"Aku mau membelikan dia cincin buat pernikahan kami yang tinggal beberapa minggu lagi." jawab Fahmi.
DEG...
Tiba-tiba jantung Raihan berdetak tidak karuan, saat mendengar kalau Fahmi akan menikahi Diana. tiba-tiba kaki Raihan terasa lemas, keringat dingin serasa mengucur dari tubuhnya.
"Kenapa aku merasa tidak tenang seperti ini?" tanya Raihan ketika dia mendengar kalau lFahmi akan menikahi Diana.
"Benarkah?!" seru Firly.
"Iya Kak, Mungkin dua sampai tiga minggu lagi Om ganteng akan menikahiku." jawab Diana yang membuat Firly tersenyum.
__ADS_1
"Memangnya kau mau cincin apa?" tanya Firly.
"Tuh..,cincin sepasang, aku mau mencobanya sama Om ganteng." jawab Diana sambil menunjuk cincin couple.
"Nona Tolong ambilkan cincin itu." pinta Fahmi kepada penjaga toko perhiasan. sebuah cincin dengan ukiran yang begitu Indah.
"Coba Om." pinta Diana yang kemudian memasukkan cincinnya di jari Fahmi dan Fahmi memasukkan cincin Di jari Diana.
"Cocok!" seru Firly ketika melihat cincin yang dipakai oleh Diana dan Fahmi begitu pas.
"Bener Kak, ternyata cincin ini sangat cocok denganku dan Om ganteng." jawab Diana yang kemudian melepas cincin itu dan meminta Fahmi untuk membelinya.
"Apa kamu tidak ingin yang ada berliannya atau yang lebih mahal, Ana?" tanya Fahmi kepada Diana.
"Cinta tidak harus diukur dengan perhiasan, namun cinta harus diukur dengan hati dan kesetiaan." jawab Diana yang membuat Fahmi tersenyum.
Sedangkan Raihan nampak pria itu begitu tersentak saat Diana mengeluarkan kata-kata yang begitu menohok di dada Raihan. karena dulu Raihan selalu mengira kalau Diana adalah wanita matre yang hanya ingin menumpang hidup dengan Mama dan dirinya saja.
"Diana, kalau nikah undang kak Firly ya!" seru Firly.
"Tentu dong!" jawab Diana yang kemudian meminta Ilham untuk menyimpan cincin nikah mereka.
"Ayo Om, kita pulang. besok pagi kita harus melakukan meeting dengan beberapa pengusaha!" seru Diana kepada Fahmi.
"Ayo." jawab Fahmi yang kemudian menggandeng tangan Diana dan membawanya keluar dari pusat perbelanjaan itu. mereka terlihat begitu bahagia dengan semua kebahagiaan yang begitu sempurna.
Pahit, sungguh pahit kenyataan yang harus dilihat oleh Raihan. ketika dirinya harus mengetahui sifat-sifat dari Diana ketika pria itu sudah meninggalkannya. mungkin rasa bersalah dan dan penyesalan telah merasuki hati Raihan.
** Keesokan hari **
Akhirnya Fahmi dan Raihan sudah berada di perusahaan Atmaja yang berada di Malaysia, nampak di sana Fahmi dan Diana terus menebar senyum mereka hingga mereka berdua bertemu dengan Raihan dan tuan Fajar.
"Selamat siang tuan Fajar." sapa Diana kepada tuan Fajar yang datang bersama Raihan.
"Hai gadis cantik, hari ini kau senang sekali?" tanya Tuan Fajar Yang menatap wajah cantik Diana.
__ADS_1
"Tentu Tuan, kenapa harus murung terus..Lihatlah kemarin aku telah diberikan cincin oleh kekasihku ini." ucap Diana yang membuat wajah Raihan langsung pias. sedangkan Fahmi nampak pria itu tersenyum kepada Diana dengan senyum yang begitu cantik.
** bersambung **