JANJI DI BAWAH REMBULAN

JANJI DI BAWAH REMBULAN
Sendiri


__ADS_3

"Sekarang katakan Siapa yang telah menolong Putraku!" seru Mama Raihan kepada Fahmi.


"Tapi tante, kalau tante melakukan hal itu apa tante yakin?" tanya Fahmi.


"Emangnya kenapa?" Jawab Mama Raihan dengan nada yang begitu sewot.


"Yang menolong Putra Tante itu masih sekolah SMA lo, Tan." jawab Fahmi.


Mama Raihan langsung menatap Fahmi sembari tersenyum kepada pria itu.


"Dia kan sudah SMA, bukan anak SMP." jawab Mama Ilham dengan sangat ringan. nampak Ayah Raihan menggelengkan kepalanya, karena yang jelas kalau mama Raihan sudah mengatakan sesuatu seluruh keluarganya tidak akan bisa mengatakan tidak.


"Coba katakan di mana sekolahnya?" tanya Mama Raihan kepada Paman Samsul.


Paman Samsul mengatakan kalau sekolah Diana berada di sekolah swasta yang cukup ternama, akhirnya Mama Raihan menganggukkan kepalanya, wanita itu senang karena dia akan bertemu dengan calon menantunya itu, wanita yang sudah menolong putranya.


"Baiklah kalau begitu, terima kasih karena anda sudah menolong Putraku dan untuk imbalannya jangan khawatir, katakan saja dimana rumahmu..,aku akan segera kesana." ucap ringan Mama Raihan yang kemudian menatap putranya itu. Sedangkan Ayah Raihan nampak pria itu mengajak Paman Samsul untuk berbincang-bincang.


"Bagaimana wajah Gadis itu?" tanya Mama Raihan kepada putranya Raihan, wanita itu begitu penasaran dengan sosok gadis yang menolong putranya.


"Tidak terlalu jelas Ma, kan Raihan kecelakaan." jawab Raihan.


"Fahmi, bagaimana tampang Gadis itu?" tanya Mama Raihan.


"Kalau dia sedikit dewasa, Tante. Gadis itu bisa dibilang sangat cantik loh." jawab Fahmi sembari membayangkan wajah Diana yang sudah berada di tempat lain.


Sesaat kemudian nampak Mama Raihan langsung memukul salah satu lengan Fahmi, wanita itu sangat gemas saat membayangkan wajah seorang gadis yang berusia muda.


"Kamu Jangan berpikir macam-macam ya, dia itu calon menantu ku, tahu!" seru Mama Raihan.


"Hufff...," Raihan hanya menghela nafasnya, toh benar apa yang dikatakan Raihan kalau penolongnya itu masih SMA.


Dua hari setelah kejadian itu, nampak Mama Raihan mencari keberadaan Diana. yang terlihat belum ada jejak Gadis itu, karena kata sekolah sudah 3 hari ini Risa tidak masuk.


Beberapa hari kemudian Mama Ramon mencari keberadaan Diana ketempat paman Samsul.

__ADS_1


"Tuan." panggil mama Raihan.


"Nyonya." jawab mama Raihan.


"Aku kesini mencari keberadaan wanita itu." ucap Mama Raihan.


"Yang saya tahu, Nyonya. kalau Gadis itu sering sekali keluar dari gang itu. namun beberapa hari yang lalu setelah kejadian kecelakaan Putra nyonya, yang Saya dengar di rumah itu terjadi kebakaran dan menewaskan seorang wanita." jawab Paman Samsul.


"Lalu siapa wanita itu?" tanya Mama Ramon.


"Yang saya dengar, dia adalah Bibi dari Gadis itu." jawab Paman Samsul.


"Lalu dimanakah gadis itu sekarang?" tanya Mama Ramon kepada Paman Samsul.


"Saya tidak tahu, Nyonya namun yang Saya dengar waktu itu.. waktu saya mencari keberadaan Gadis itu, karena saya ingin menolongnya namun entah dimana keberadaannya. Saya juga tidak tahu." jawab Paman Samsul.


"Kenapa kau tidak tahu!?" seru Mama Raihan yang tidak terima.


"Saya tidak tahu, Nyonya. kalau saya tahu bakal saya bawa Gadis itu, kasihan sekali gadis itu." ucap paman Samsul.


Sedangkan di tempat lain, nampak Diana telah tinggal bersama dengan salah satu temannya. Ibu dari teman Diana sangat kasihan dengan gadis itu, bibinya telah meninggal dalam kebakaran itu. Sekarang Diana benar-benar menjadi seorang yatim piatu, dia harus mengejar cita-citanya untuk bisa meraih masa depan. Shinta teman Diana satu-satunya.


"Kau tidak boleh sedih seperti itu terus Diana, Ingat pesan bibi mu. kau harus mengejar cita-cita mu untuk menjadi seseorang yang hebat." ucap Shinta yang terus menenangkan temannya itu. karena yang terlihat Diana terpuruk saat melihat kematian bibinya itu, Diana tak mampu menolong bibinya saat dia telah pulang dari rumah sakit, terdengar suara ledakan dari tabung elpiji yang ada di dalam rumah Diana.


"Aku tahu Sinta, namun aku sangat shock dengan kejadian itu. aku sekarang tidak punya keluarga, Sinta." ucap Diana sambil menangis di pelukan temannya itu.


"Kau tidak sendirian Anin, masih ada bibi dan Shinta." ucap Ibu Sinta. Diana tersenyum kepada wanita yang berumur 45 tahun itu.


"Terima kasih ya Tante, sudah mau menerima Anin di tempat tante." ucap Diana kepada ibu Sinta.


"Kau tidak perlu khawatir, nanti Tante akan mencarikan mu pekerjaan paruh waktu. jadi kau tidak boleh memikirkan kesedihanmu itu terus-menerus." ucap Ibu Sinta kepada Diana. Diana sangat senang mendengar berita dari Ibu Shinta, karena dia harus mencari uang sendiri untuk melanjutkan sekolahnya yang tinggal 2 bulan.


Hari-hari yang dilalui Diana kini semakin berat, gadis periang itu harus mendapatkan uang untuk melanjutkan sekolahnya karena tidak mungkin bagi Diana untuk memutus sekolahnya yang tinggal 2 bulan lagi.


"Apa yang sedang kau pikirkan Diana?" tanya pak Arif wali kelas Diana kepada Diana.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, pak." jawab Diana.


"Aku turut berduka cita atas meninggalnya bibi mu ya, Diana." ucap pak Arif.


Diana menganggukkan kepalanya.


"Aku baru tahu dari ibu guru yang lain, karena bapak baru pulang dari tugas dinas yang diberikan oleh sekolah ini." ucap pak Arif.


Diana masih menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan sepatah katapun, Gadis itu terlampau sedih dengan kepergian bibinya yang begitu mendadak, hingga membuat dirinya sekarang menjadi sendirian tidak mempunyai keluarga dan tempat tinggal. Diana harus memikirkan Bagaimana nasibnya kelak, Jika dia tetap seperti ini maka dia akan menjadi gelandangan. tidak mempunyai apapun atau mungkin dia akan menjadi gembel di jalanan.


"Kau harus tegar ya, Diana." ucap pak Arif.


"Terima kasih ya Pak." jawab Diana yang kemudian pergi meninggalkan Pak Arif sendiri.


Seorang pria yang bernama Arif sekaligus wali kelas Diana di SMA tempat Diana bersekolah. pria itu selalu memberikan perhatian yang begitu spesial kepada Diana, entah pria itu mempunyai perasaan kepada Diana atau tidak.., namun Pak Arif adalah satu-satunya orang yang ada di sekolah itu memberi perhatian kepada Diana bahkan memberikan semangat kepada gadis yang sekarang tidak mempunyai keluarga satupun. hanya air mata yang tertahan, Diana tidak boleh menyerah dengan semua keadaan yang mungkin akan membuatnya hancur dan dia akan menjadi wanita lemah.


** bersambung **


Mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak, terima kasih atas dukungannya selalu 😊👍👍👍❤️❤️❤️😊


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mantan terindah


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


- my little wife


- Janji di bawah rembulan

__ADS_1


__ADS_2