JANJI DI BAWAH REMBULAN

JANJI DI BAWAH REMBULAN
Hidup baru


__ADS_3

** Singapura **


* Apartemen Phoenix *


"Ingat, kau tidak boleh kemana-mana kalau bukan aku yang menjemputmu!" seru Fahmi kepada Diana.


"Tenang saja Om ganteng, Diana tidak bakal pergi kemana-mana kalau bukan sama Om ganteng." jawab Diana sambil tersenyum kepada Fahmi.


"Jangan pakai acara tebar senyum gitu ya, Nanti Mas Fahmi enggak bisa menahan sesuatu punya mas lho." ucap Fahmi yang membuat Diana sedikit berpikir, entah Gadis itu memikirkan sesuatu atau dia benar-benar tidak terpikir sesuatu yang jelas Diana hanya bisa tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.


"Emangnya apaan sih, Om?" tanya Diana.


"Udah, nanti aja kalau kamu udah dewasa. bakal tak kasih tahu." jawab Fahmi yang malah tersipu malu dengan pertanyaan balik dari Diana, itu namanya menyerang malah diserang balik.


"Ana Kan udah dewasa Om, bahkan usia Ana sekarang sudah 19 tahun loh. mau jalan 20 tahun." jawab Diana yang membuat Fahmi membisikkan sesuatu di telinga Diana.


"Ih...,om ganteng genit deh!" seru Diana yang membuat Fahmi tertawa terbahak-bahak.


"Ha-ha-ha...,makanya jadi cewek tuh jangan tengil dan suka mengganggu Mas Fahmi!" seru Fahmi yang kemudian menyuruh Diana untuk memasuki apartemen tempat dia berada, sedangkan Fahmi Pria itu menunggu Diana memasuki apartemennya.


"Om ganteng ngapain enggak masuk ke dalam apartemen Om sendiri?" tanya Diana sambil menunjuk pintu apartemen milik Fahmi yang ada di depan apartemen milik Diana.


"Kamu masuk dulu aja, nanti setelah kamu masuk Mas Fahmi baru masuk." jawab Fahmi.


Terlihat di sebuah tempat yang tidak jauh dari tempat Fahmi dan Diana, seorang pria sedang menatap Diana yang sedang berbicara dengan Fahmi dengan begitu manja.


"Semakin lama kau semakin seksi dan cantik." ucap Arif yang ternyata selalu menguntit Diana selama hampir 2 tahun.


Diana tidak akan pernah tahu kalau selama ini bekas gurunya selalu menguntit dirinya, pernah sekali Arif merasakan sakit hati yang luar biasa. saat mengetahui Diana akan menikah dengan Raihan, Namun ternyata sesaat kemudian kabar terdengar kembali kalau Raihan pergi setelah acara pernikahan. pria itu begitu bersemangat untuk mencari tahu keberadaan Diana.


* Pukul 10.00 waktu Singapura **


"Diana, buka pintunya. kita harus segera pergi ke tempat pertemuan!" seru Fahmi yang memanggil Diana dari luar pintu apartemen Diana.


"Sebentar Mas." jawab Diana yang berjalan mendekati Pintu. Tak lama kemudian Diana membuka pintu apartemennya untuk melihat Fahmi yang sedang berdiri di luar apartemennya,

__ADS_1


"Kamu ini berdandan pakai cara apa sih, Kok lama banget." gerutu Fahmi yang membuat Diana mencibir tidak karuan.


"Namanya juga perempuan, gimana sih Om ganteng Ini." jawab Diana yang membuat Fahmi menghela nafasnya secara kasar.


"Ya sudah, kamu tuh kalau tidak pakai bedak pun sudah cantik Ana, ngapain juga pakai riasan dengan waktu yang begitu lama." ucap Fahmi kepada Diana.


"Yailah Om ganteng, masa orang dandan sedikit aja nggak boleh." jawab Diana yang terlihat tidak terima saat Fahmi mengatakan hal itu padanya.


"Memangnya kau mau mencari cowok?" tanya Fahmi sambil menyelidiki dan menatap wajah Diana seolah pria itu sedang menyelidiki apa yang ada di pikiran Diana.


"Mungkin Om, siapa tahu kalau ada cowok yang ingin mendekati Diana." jawab Diana. saat mendengar perkataan dari Diana, Fahmi langsung melotot, pria itu langsung mendekati Diana sembari memegang dagu Diana dan mendekatkan wajahnya.


"Kamu Itu cuma punya Mas Fahmi, enggak boleh ada cowok lain yang ingin memiliki Diana. kamu mengerti?" ucap Fahmi yang begitu dekat dengan bibir Diana. hingga membuat Gadis itu jantungnya berdebar tidak menentu, nafasnya terasa terhenti saat hembusan nafas Fahmi mengenai wajahnya.


"Ih Mas Fahmi ini suka ngibulin terus." ucap Diana yang kemudian hendak meninggalkan Fahmi.


Seketika Fahmi menarik salah satu tangan Diana hingga membuat Diana bersandar di dinding pintu apartemen.


Cup..


Satu ciuman langsung mendarat di bibir Diana saat Fahmi mengutarakan semua isi hatinya


Jantung Diana serasa copot saat Fahmi langsung mendaratkan ciuman di bibirnya, nafasnya terasa mencekat. tubuhnya terasa bergetar luar biasa.


"Kenapa kau diam seperti batu, Ayo cepat kita pergi." ucap Fahmi yang kemudian memeluk pinggang Diana dan membawanya pergi


Saat mendapatkan perlakuan seperti itu, Diana terasa mempunyai sesuatu yang berharga. ada seseorang yang akan menjaganya.


"Ih.. Mas Fahmi jangan suka merayu aku deh, kalo aku benar-benar mengharapkan cinta mas Fahmi, namun Mas Fahmi sudah punya pacar gimana." gerutu Diana dengan wajah yang sangat cemberut.


"Nggak bakal Mas Fahmi punya cewek lain selain kamu, Mas Fahmi sudah jatuh cinta sama kamu semenjak pertemuan kita di rumah sakit waktu itu." jawab Fahmi yang membuat wajah Diana langsung bersemu merah.


Seketika Diana tersenyum dengan perkataan Fahmi yang begitu romantis.


"Hallah.. mas Fahmi gombal deh." ucap Diana.

__ADS_1


"Mas nggak bakal gombal, Mas bakal buktiin kalau cinta Mas buat kamu seorang." jawab Fahmi kepada Diana.


Seorang pria yang melihat adegan Fahmi sedang mencium Diana, pria itu begitu marah, ingin sekali Arif mendatangi Fahmi dan menghajarnya. mungkin umur Fahmi dan Arif sama, nyatanya kedua pria itu mempunyai sifat yang sangat berbeda jauh.


Fahmi mencintai seseorang dengan caranya seperti air mengalir, namun Arif mencintai seseorang dengan caranya yang memaksa dan harus menerima cintanya.


Di sebuah perusahaan yang ada di Singapura, Diana dan Fahmi telah melakukan kunjungan kerja. terlihat di perusahaan itu Diana sudah mengatakan semua rencana kerja yang dia miliki.


"Apakah kau tahu, tuan Fahmi. ternyata sekretaris mu itu tidak hanya cantik. namun dia sangat pandai dalam persentasi kerjanya." ucap salah satu pembisnis yang ada di Singapura.


"Dia bukan hanya sekretarisku saja Tuan, namun dia juga adalah calon istri saya." jawab Fahmi yang begitu tegas dan mengatakan kalau Diana adalah calon istrinya.


"Tapi, kelihatannya sekretaris mu itu masih berusia sangat mudah." ucap pembisnis yang bernama Muhammad Fajar.


"Usia tidak harus menjadi pedoman suatu cinta kan Tuan, Saya mencintai gadis itu sudah lama dan saya yakin kalau kami akan menjadi suami istri yang bisa mengarungi rumah tangga yang sakinah mawadah dan warohmah." ucap Fahmi.


"Good job Tuan Fahmi, Saya sangat suka dengan jawaban anda." ucap Tuan Fajar yang kemudian menjabat tangan Fahmi.


"Tentu saja saya juga harus berterima kasih karena Tuan mau bekerja sama dengan kami dan mau menerima kami." Fahmi yang terlihat menjabat tangan tuan Fajar. kedua pembisnis yang berbeda usia itu benar-benar akan menjalin kerjasama, sebuah kerjasama yang mungkin akan menjadi titik temu dari sebuah kehidupan baru.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mantan terindah


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


- my little wife

__ADS_1


- Janji di bawah rembulan


__ADS_2