JANJI DI BAWAH REMBULAN

JANJI DI BAWAH REMBULAN
Penguntit


__ADS_3

"Siapa dia?" guman Andin dalam hati.


Sekarang terlihat Andin sangat kebingungan kalau biasanya sih dia bersama dengan Arya dan tidak akan ada yang berusaha untuk mendekatinya. namun saat ini tentu saja Andin sangat kebingungan dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Andin mengunci pintu apartemennya berulang kali, wanita itu menaruh meja atau sesuatu untuk mengganjal pintu apartemennya.


Andin tidak bisa memikir apapun, wanita itu langsung menelpon Arya namun panggilan teleponnya tidak tersambung. "Ke mana sih pria itu." guman Anggun yang terlihat benar-benar sangat kebingungan.


Sesaat kemudian Anggun mulai menelpon kembali Arya, tidak ada jawaban panggilan itu tidak terjawab hingga membuat Andin benar-benar sangat kebingungan. panggilan yang ketiga sudah tersambung.


"Ada apa kamu menelponku?" tanya Arya di seberang tempat.


"Kau ada di mana?" tanya Andin kembali.


"Memangnya kenapa kau menanyakan hal itu, aku tidak perlu laporan padamu kan." jawab Arya.


"Kamu ada di mana?!" seru Andin dengan suara yang benar-benar putus asa.


BRAKKK..


BRAKKK...


pintu apartemen Andin terus di dobrak oleh seseorang.


"Memangnya ada apa? Kenapa kau menanyakan hal itu padaku?" tanya Arya.


"Cukup jawab sekarang kok ada di mana. Apakah kau masih ada di luar kota atau di mana?" tanya Andin.


Arya yang berada di tempat yang sedikit jauh itu dia mendengar suara gaduh yang ada di tempat Andin. "Kenapa nada suaramu sedikit ketakutan?" tanya Arya.


"Bisakah kau segera pulang kemari, ada sesuatu...," perkataan Andin yang belum selesai.


"Aku tidak bisa pulang, aku masih berada di luar kota." jawab Arya.


Andin benar-benar sangat ketakutan, dia tidak tahu lagi harus menelpon siapa. sesaat kemudian tiba-tiba Andin menelpon salah satu pengusaha yang bekerjasama dengannya.


"Halo Nyonya Andin!" seru si pengusaha yang sudah menjawab telepon Andin.


"Tuan, Bisakah kau menyuruh seseorang untuk ke apartemenku?" tanya Andin.


"Memangnya ada apa, Nyonya Andin?" tanya pengusaha.


"Ada seseorang yang mendobrak pintu apartemenku terus-menerus, tuan. dari beberapa hari yang lalu ada seseorang yang terus-menerus meneror ku." jawab Andin.


"Apa!" seru si pengusaha yang kemudian meminta beberapa anak buahnya untuk segera ke tempat Andin.


Terlihat wanita itu benar-benar sangat ketakutan, dia berusaha untuk mempertahankan dirinya.


"Siapa kau!!" seru Andin yang sudah berdiri di balik pintu apartemennya.


"Bukalah pintunya, Aku ingin masuk!!" jawab si pria.


"Pergilah dari sini, aku tidak mengenalmu!!" teriak Andin.

__ADS_1


"Bukalah pintunya, Aku ingin menemuimu!" teriak si pria kembali sembari menggebrak pintu apartemen Andin. tentu saja Andin tidak mau membuka pintu apartemennya, wanita itu benar-benar sangat ketakutan. dia berdoa dalam hati untuk segera datang pertolongan.


Si pengusaha nampak menelepon Arya, pria itu menceritakan kalau ada seorang yang sudah menguntit Andin selama beberapa hari ini.


"Pergi dari sini, Jangan menggangguku!!" teriak Andin.


"Aku tidak akan mau pergi dari sini, aku kemari karena aku ingin menemuimu!!" teriak si pria.


BRAKKK...


BRAKKK...


BRAKKK..


Pria itu terus menggebrak pintu apartemen Andin,tentu saja pintu itu tidak akan bisa terbuka. tiga kunci pengaman serta ada dua kunci di bagian atas.


"Bukalah Sayang, aku ingin menemanimu. kau kesepian kan!!" teriak si pria.


"Kau gila ya, Aku bukan wanita kesepian aku sudah mempunyai suami!!" teriak Andin. tubuh Andien sedikit bergetar dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. ingin menelpon George namun itu tidak mungkin, George masih berada di Korea dia belum bisa datang ke Indonesia dengan semua kesibukannya.


"Ya Tuhan, tolonglah aku siapa pria ini." guman Andin dalam hati.


BRAKKK...


BRAKKK...


BRAKKK...


pria penguntit itu terus-menerus mendobrak pintu apartemen Andin, Andin tidak tahu apa yang dia lakukan. terlihat wanita itu membawa sebilah pisau dia tidak akan membiarkan orang yang mendobrak pintu apartemennya bisa memasuki tempat itu.


"Dasar wanita brengsek, buka pintunya. Aku ingin masuk!!" teriak si penguntit.


"Aku tidak akan membiarkanmu masuk ke tempatku." jawab Andin.


"Buka pintunya!!" seru si penguntit.


Andin terlihat menatap pria itu, wanita itu mencari sesuatu untuk melukai pria itu. pria itu tidak akan bisa membuka pintu ini sekitar 30 menit kemudian beberapa polisi serta anak buah Tuan pengusaha sudah berada di tempat itu.


TOK..


TOK...


TOK..


pintu apartemen Andin di ketuk oleh seseorang.


"Pergi dari sini, jika tidak aku akan membunuhmu!!" teriak Andin yang sudah kehilangan akal karena ketakutan.


"Maaf Nyonya, Kami adalah para polisi. tadi anda sudah menelpon kami." jawab beberapa polisi.


Seketika Andin melihat dari lubang pintu tersebut dan ternyata benar ada beberapa polisi dan dua anak buah dari tuan pengusaha, Andin membuka pintu apartemennya perlahan-lahan menatap seorang pria yang tidak dia kenal yang berusaha untuk memasuki tempatnya.

__ADS_1


Tatapan mata Andin terus menetap pria itu, dia benar-benar tidak mengenal siapa pria yang ada di depannya itu. "Apakah Nyonya Andin mengenal pria ini?" tanya pak polisi.


Andin menggelengkan kepalanya, pria itu menatap Andin sembari tersenyum. Andin yang sedikit ketakutan nampak wanita itu memegang dadanya kemudian menghembuskan nafasnya berulang kali.


"Apakah Nyonya Andin baik-baik saja?" tanya dua anak buah Tuan pengusaha. Andin menganggukkan kepalanya sesaat kemudian tatapan mata Andin menatap pria penguntit yang sudah menakutinya dari tadi.


BUKK..


BUKK..


Andin langsung memukul pria itu berulang kali, Wanita itu sangat kesal dia hampir kena serangan jantung karena tidak bisa menenangkan hatinya. "Dasar pria brengsek, siapa kau Siapa yang menyuruhmu!!" teriak Andin dengan sangat keras. pria itu hanya tersenyum dia tidak menjawab pertanyaan Andin.


"Kami akan membawanya ke kantor polisi, Nyonya. apakah Anda mau memberikan kesaksian?" tanya pak polisi.


Andin menganggukkan kepalanya, wanita itu diantar oleh dua anak buah tuan pengusaha yang sudah dia kirimkan. "Kami akan mengantar Anda nyonya, Andin." ucap dua pengawal itu. Andin menurut langkah kakinya keluar dari apartemennya. seorang pria terlihat baru memasuki apartemen Andin, tatapan mata Andin menatap seorang pria yang benar-benar dikenal oleh Andin.


"Mas." Panggil Andin yang membuat si pria menoleh. ternyata George baru datang hari ini, dia kebingungan mencari alamat Andin.


"Andin!!" seru George yang terlihat berjalan mendekati Andin. "Kamu mau ke mana, Andin?" tanya George kepada Andin.


"Aku mau ke kantor polisi Mas." jawab Andin.


"Memangnya ada apa?" tanya George kembali.


"Ada pria penguntit yang menguntitku beberapa hari ini Mas, aku benar-benar ketakutan." ucap Andin George memeluk Andin pria itu menatap pria penguntit yang sudah ditangkap oleh polisi.


"Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja." ucap George yang kemudian mengantarkan Andin ke kantor polisi.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar

__ADS_1


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


__ADS_2