JANJI DI BAWAH REMBULAN

JANJI DI BAWAH REMBULAN
Kalian harus menikah


__ADS_3

Diana hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar, saat dia harus menerima permintaan orang tua Raihan. bingung, tidak tahu apa yang terjadi.


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Fahmi kepada Raihan.


"Sedang menertawakan hidupku." jawab Raihan.


"Memangnya Apa yang sedang kau tertawakan?" tanya Fahmi.


"Aku mencari Gadis itu berbulan-bulan lamanya, bahkan wajahnya terus terngiang di pikiranku. namun Tuhan berkehendak lain, malah dia sendiri yang mendatangi ku dan membuat keributan seperti ini." jawab Raihan yang kemudian tersenyum kepada Fahmi. lesung pipit yang dimiliki Raihan menjadi menjadi ciri khas yang membuat pria itu semakin tampan, bahkan Raihan adalah idaman dari para gadis muda.


"Kau benar juga, bahkan sudah berapa bulan tante terus mencari keberadaan Gadis penolong mu itu. malah yang terjadi sekarang Gadis itu terjebak sendiri dalam pelariannya." jawab Fahmi sambil tertawa saat mengingat semua drama kehidupan itu.


"Kau jangan meledeknya tahu, kalau dia mendengar pasti dia akan marah. kau tahu sendiri seperti apa gadis muda itu." jawab Raihan.


"Memangnya apa yang terjadi di hotel itu dan apa yang sedang dilakukan gadis tengil itu di sana?" tanya Fahmi.


"Dia bilang dia di jebak gurunya." jawab Raihan.


"Maksudmu?" tanya Fahmi.


Akhirnya Raihan menceritakan semua yang terjadi pada Diana, cerita mengenai gurunya yang sangat tergila-gila padanya.


"Dasar guru brengsek, pria seperti itu lebih baik dipenjarakan!" seru Fahmi yang terlihat tidak terima dengan cerita yang dikatakan oleh Raihan.


"Santai lah bro, berkat hal itu akhirnya Gadis itu malah datang padaku kan." ucap Raihan yang kemudian tersenyum kepada Fahmi.


"Benar juga." Jawab Fahmi yang kemudian menatap wajah sepupunya itu.


"Apa kau mau ke kamar Mama mu?" tanya Fahmi.


"Iya, aku mau tahu Gadis itu sedang melakukan apa." jawab Raihan yang kemudian pergi ke kamar ibunya.


"Yang pasti Gadis itu sedang melihat akting kedua orang tuamu." jawab Fahmi sambil tersenyum.


Raihan ikut tersenyum kemudian berjalan kearah kamar orang tuanya, terlihat di sana ibu dan ayah Raihan masih tetap berakting untuk meluluhkan hati Diana.


"Raihan, Cepat kau antar menantuku ini untuk mengambil barang-barangnya!" seru Mama Raihan kepada Raihan.


"Memangnya apa yang akan dia lakukan, Ma?" tanya Raihan.

__ADS_1


"Mulai sekarang dia akan tinggal di tempat ini, karena seminggu lagi gadis ini akan menjadi istrimu!" seru Mama Raihan.


Fahmi dan Raihan saling menatap satu sama lain, tentu saja mereka terkejut. namun ada baiknya pula Kejadian ini yang menjadi anugrah buat Raihan karena orang tuanya membuat Gadis itu tidak bisa berkutik sama sekali.


"Heh.." suara helaan nafas Diana. gadis itu hanya menghela nafasnya karena dia kepalang tanggung sudah berjanji kepada Ibu Rita kalau dia akan menjadi istri anaknya.


Bukan maksudnya untuk meminta waktu satu minggu, Namun karena takut melihat ekspresi sepasang suami istri itu.. akhirnya Anindita harus pasrah, Raihan mengantarkan gadis itu ke sebuah kos-kosan yang ada di sekitar restoran tempat dia bekerja.


Sekitar 40 menit kemudian Raihan dan Diana sudah sampai di tempa kos-kosan Diana.


"Paman ini benar-benar membuatku terjebak dalam kejadian seperti ini." guman Diana yang kemudian membuka pintu mobilnya.


"Apa maksudmu, siapa yang yang menjebak mu? seharusnya aku yang bilang seperti itu!" seru Raihan yang tidak terima saat Diana mengatakan hal itu.


"Sudahlah paman, aku capek.. Aku mau ngambil barang-barangku!" seru Diana.


Raihan tersenyum, sesaat kemudian Diana menatap pria itu. "Kenapa Paman tidak turun?" tanya Diana.


"Mau apa aku ke sana?" Jawab Raihan.


"Ya tentu saja bantu aku untuk mengemasi barangku, Paman!" seru Diana.


"Ogah banget." jawab Raihan.


"Ini bocah sukanya main gertak saja." ucap Raihan yang kemudian mengikuti kemana arah langkah kaki Diana pergi. sebuah rumah kos-kosan yang begitu kecil tempat Diana tinggal, Diana membuka kamarnya yang hanya berukuran sekitar 2,5 x 2,5 meter, begitu kecil dan sempit.


"Ini kamar apa kandang kucing." ucap Raihan yang membuat Diana marah.


"Kalau menghina itu lihat situasi dong, tunggu aku pergi dulu kek. orang tua kok enggak punya sopan santun!" gertak Diana yang membuat Raihan menatap gadis itu.


"Biarin." jawab Raihan.


"Dasar tak bermartabat." cibir Diana.


Akhirnya Raihan membawa beberapa barang Diana yang diperlukan, pria itu senang sekaligus bingung karena gadis muda yang ada di depannya itu akan menjadi istrinya. mungkin benar Raihan memang menyukai Diana semenjak pertemuannya pertama kali pada waktu kecelakaan itu.


2 hari kemudian..


Pagi-pagi sekali Diana sudah terbangun, Gadis itu berjalan menuju dapur sembari mengalunkan sebuah nyanyian.

__ADS_1


"Ternyata Nona Diana pandai memasak ya." ucap salah satu pembantu yang ada di rumah Raihan.


"Tidak juga bik, tapi aku cuma bisa memasak ini saja." Jawab Diana.


"Tapi bibi harus akui kau itu gadis muda yang pandai." ucap Bibi tua yang ada di rumah tersebut.


Tak lama kemudian akhirnya Mama Raihan sudah terbangun dan menuju dapurnya, terlihat di sana Raihan sudah memasak bersama salah satu pembantunya. Gadis itu tersenyum riang saat berada di dapur.


"Kenapa kau bangun pagi-pagi sekali, sayang?" tanya Mama Raihan kepada Diana.


"Tidak apa-apa, tante. lagian Diana juga suka memasak kok." jawab Diana.


Mama Raihan menganggukkan kepalanya, Wanita itu sangat bersyukur karena gadis muda yang ada di depannya ini adalah calon istri yang begitu sempurna untuk putranya. daripada dia harus menerima begitu banyak calon istri Raihan yang mempunyai watak yang begitu jelek bahkan cara berpakaian yang begitu menjijikkan.


Tak berselang lama terlihat Raihan sudah berpakaian rapi dan duduk di kursi meja makan. tua itu menatap Diana yang sudah selesai memasak.


"Cepat makan, sayang!" seru Mama Raihan yang menyuruh anak dan suaminya untuk makan.


"Mengapa masakannya berbeda, Ma?" tanya Raihan.


"Tentu saja berbeda, Sudah dari kemarin kan berbeda.. karena menantu Mama yang memasaknya." jawab Nyonya Rita yang membuat Diana tersenyum. seketika Raihan menatap gadis muda yang ada di depannya,


"Ternyata walaupun dia masih muda Dia sangat pandai memasak dan lumayan mengerti tatakrama juga." ucap Raihan yang tersenyum sambil memakan masakan Diana.


"Apakah enak?" tanya Diana kepada Raihan. pria itu menganggukkan kepalanya, Nyonya Rita sangat menyukai semua perlakuan Diana. sopan baik dan tidak berpura-pura. ibu Rita benar-benar sangat bersyukur mengenai hal itu.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mantan terindah


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar

__ADS_1


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


__ADS_2