JANJI DI BAWAH REMBULAN

JANJI DI BAWAH REMBULAN
Pembalasan Bu Yuli


__ADS_3

Para tamu terlihat begitu terpukau dengan pesta malam itu, tuan Sunbil memperkenalkan seorang wanita yang beberapa tahun yang lalu telah dia nikahi. senyum yang ditunjukkan oleh Pak Mamat seketika hilang saat melihat wajah mantan istrinya yang sudah berdiri di samping Tuan Sunbil. pria asli Korea itu nampak memeluk Bu Yuli dengan begitu erat.


"Perkenalkan dia adalah istri saya, dia wanita yang paling saya cintai." ucap tuan Sunbil yang memperkenalkan Bu Yuli.


Raut wajah Pak Mamat seketika begitu kacau, senyum yang dia tunjukkan tiba-tiba hilang saat para tamu nampak bertepuk tangan saat melihat istri cantik dari pengusaha hotel dari Korea tersebut. Tak ada kata yang bisa diucapkan oleh Pak Mamat raut wajahnya benar-benar begitu aneh, beberapa tahun tidak bertemu dengan mantan istrinya namun sekarang istri yang sudah dicerahkan itu kembali dengan suami kaya raya dan berasal dari negara lain.


Bu Yuli nampak tersenyum, Dia memberikan sambutan terima kasih kepada para pengusaha yang sudah bekerja sama dengan suaminya. Memangnya apalagi yang bisa dilakukan oleh Bu Yuli hari ini, dia akan membalas dendam atas semua yang dilakukan oleh mantan suaminya. sebuah pembalasan yang begitu cantik, sebuah kehidupan yang akan dihancurkan oleh Bu Yuli.


Bu Ema dan pak Mamat menatap satu sama lain, mereka tidak akan pernah mengira wanita yang telah mereka hianati sekarang kembali dengan kebanggaan yang luar biasa. menjadi istri pria kaya raya yang ternyata mempunyai hotel di seluruh dunia termasuk Indonesia.


"Ternyata istri anda sangat cantik, Tuan." ucap salah satu pengusaha.


"Tentu saja dia adalah wanita yang paling cantik di usiaku yang sekarang ini aku baru menemukan istriku, dia wanita yang baru aku nikahi sekitar 5 tahun yang lalu." jawab tuan Sunbil yang memeluk Bu Yuli dengan begitu erat, sebuah kekecewaan amarah dan kata-kata yang terus diucapkan oleh Pak Mamat, dia tidak akan pernah menyangka kalau Mantan istrinya sekarang kembali dengan kekayaan dan jabatan yang sangat luar biasa.


Senyum menghina ditunjukkan oleh Bu Yuli kepada mantan suami dan pembantunya tersebut, sebuah senyum yang seolah mengatakan kalau sekarang dirinya sudah hidup lebih baik daripada dua orang yang sudah mengkhianatinya. tidak ada kata namun dari senyum yang ditunjukkan oleh Bu Yuli itu bisa mengisyaratkan kalau wanita itu sekarang hidup bergelimang harta dengan semua kekayaan yang dimiliki oleh suaminya yang sekarang.


"Bagaimana bisa wanita itu sekarang bersama pria itu." ucap Pak Mamat yang terlihat terus menatap Mantan istrinya. tatapan mata yang terlihat oleh Bu Yuli nampak menatap mantan suaminya, tatapan mata itu benar-benar mengisyaratkan kalau sekarang dia sudah menjadi wanita kaya bahkan sangat kaya. sedangkan Mantan suaminya sekarang sudah menjadi miskin.


"Pasti wanita itu melakukan sesuatu kepada pria itu hingga dia menjadi istri dari orang kaya itu." cibir Bu Ema.


Pak Mamat terus menatap Bu Yuli, sebuah kebahagiaan benar-benar terpancar di mata Bu Yuli ketika melihat mantan suami dan pembantunya benar-benar sangat terkejut saat melihatnya sudah menjadi istri pria kaya.


Sekitar satu jam kemudian terlihat Bu Yuli sedang duduk di salah satu tempat yang sudah dia persiapkan, Pak Mamat yang melihat hal itu tentu saja pria itu langsung menghampiri Bu Yuli.


"Aku tidak pernah mengira setelah kita bercerai Ternyata kau langsung mencari pria kaya." ucap Pak Mamat.

__ADS_1


Bu Yuli hanya tersenyum saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Pak Mamat, kenapa aku harus memikirkan hal itu aku adalah wanita yang bebas aku bisa melakukan apapun.


"Buat apa aku takut dengan semua yang sudah kau lakukan." jawab Bu Yuli.


Bu Ema benar-benar sangat geram, wanita itu ingin sekali melakukan sesuatu kepada Bu Yuli.


"Kau!" seru Bu Ema.


"Memangnya kenapa?" tanya Bu Yuli.


"Apakah kau menjual diri hingga pria itu mau menikahimu?" tanya Pak Mamat yang benar-benar menghina Mantan istrinya tersebut.


Namun sebuah senyum yang dia tunjukkan oleh Bu Yuli seolah bisa menjadi peringatan yang akan membuat Pak Mamat hancur dalam sekejap mata.


"Apa yang telah kau lakukan hingga kau menjadi istri dari pria itu? jangan-jangan kau hanyalah istri simpanannya?" cibir Bu Ema.


"Berani sekali kau mengatakan hal itu kepada istriku, Apakah kau ingin aku berikan pelajaran atas semua yang telah kalian lakukan kepada istriku?!" seru tuan Sunbil yang sudah berada di belakang tubuh Pak Mamat dan Bu Ema. pria itu hanya diam saja dari tadi, dia mendengar semua yang dikatakan oleh Pak Mamat dan Bu Ema.


hatinya benar-benar meradang pria itu tidak akan membiarkan siapa saja berusaha untuk menghina istrinya.


"Berani sekali kau mengatakan hal itu pada istriku, lihat saja aku pasti akan memberikan kalian pelajaran aku pasti akan memberikan kalian hadiah atas kelancangan kalian." ucap tuan Sunbil yang kemudian mengajak sang isteri.


Malam itu akan menjadi saksi kehancuran yang akan diterima oleh Pak Mamat, karena sudah berani menghina istri dari pengusaha perhotelan tersebut.


"Bukan seperti itu Tuan, Sunbil, Apakah Tuan tahu siapa wanita ini." ucap Pak Mamat.

__ADS_1


"Tentu saja saya tahu siapa istri saya, Kau kira saya tidak tahu." jawab Tuan Sunbil.


"Apakah Anda tahu kalau dia adalah wanita yang sudah pernah menikah?" tanya Pak Mamat sambil tersenyum, sesaat kemudian Dia mendekati Pak Mamat.


"Apakah kau ingin mengatakan dia adalah mantan istrimu? seorang wanita yang telah menikah denganmu? seorang wanita yang telah kau khianati, telah kau campakkan bahkan seorang wanita yang telah kau bohongi selama puluhan tahun pernikahan kalian." ucap tuan Sunbil yang membuat Pak Mamat tidak bisa mengatakan apapun. raut wajah Bu Ema seketika memerah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Tuan Sunbil.


"Kenapa kamu diam saja, seorang wanita yang begitu mulia dan baik seorang wanita yang kau tukar dengan wanita lain yang statusnya Hanya wanita murahan. wanita yang telah kau tukar dengan pembantu yang bersedia memberikan tubuhnya secara cuma-cuma." ucap Tuan Sunbil kembali yang membuat Pak Mama benar-benar begitu malu. Apa yang dikatakan oleh Tuan Sunbil itu semuanya benar.


"Kau tidak usah mengatakan apapun suamiku, pria ini dan wanita itu adalah pasangan tidak tahu diri dan tidak tahu malu. Percuma saja kau mengatakan hal itu Percuma saja kau berdebat dengan orang-orang yang tidak tahu malu. Bu Yuli yang kemudian mengajak sang suami pergi meninggalkan Pak Mamat dan Bu Ema.


Sepasang suami istri itu benar-benar sudah tidak mempunyai muka karena mereka sudah mendapatkan sebuah serangan yang sangat luar biasa.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mantan terindah


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar

__ADS_1


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


__ADS_2