
Diana Habibah adalah nama yang sekarang dipakai oleh Diana. Akhirnya Diana meninggalkan dua pria tua yang ada di rumah sakit.
"Maaf ya Om, saya harus pergi dulu karena hari ini aku sudah membolos sekolah, besok aku harus memikirkan cara bagaimana aku harus menghadapi wali kelasku itu." ucap Diana yang kemudian menarik tangan pria itu dan menciumnya, terlihat pria itu begitu terkejut saat melihat gadis muda yang ada di depannya itu langsung menarik tangannya dan mencium tangannya, seolah dia itu Ayahnya.
"Apa-apaan nih, bocah. berani banget.. dia kira aku ini bapaknya apa, main tarik tanganku lalu menciumnya pakai salim segala." gerutu Fahmi.
Sekitar satu jam kemudian, nampak pria yang mengalami kecelakaan itu telah terbangun. tatapan matanya mencari gadis yang telah menolongnya, yang terlihat malah temannya sekaligus partner kerjanya.
"Apa yang lu lakukan di tempat ini?" tanya seorang pria yang bernama Raihan Aditya.
"Sudah sadar loh." ucap Fahmi kepada Raihan.
"Tentu saja sudah sadar, Kau kira aku ini tidur selamanya apa." ucap Raihan kepada Fahmi. nampak tatapan Raihan terus mencari keberadaan gadis muda yang memberikannya kehidupan baru itu.
"Lo, mencari siapa?" tanya Fahmi.
"Dimana Gadis itu?" tanya Raihan kepada Fahmi.
"Bocah rese itu, ya." ucap Fahmi.
"Bocah rese yang mana?" tanya Raihan.
"Itu bocah yang nolong loh, itu. masa dia narik tangan gua dan ngajak gua Salim sih, dikira aku ini bapaknya apa." gerutu Fahmi sembari menatap wajah Raihan.
"Mungkin bapaknya seumuran lo." jawab Raihan sambil tersenyum dan menahan sakitnya.
"Gila lu ya, gue punya anak segede gitu.. pantasnya dia itu gue jadiin bini, tahu. Bukannya gue jadiin anak, semprul." umpat Fahmi kepada Raihan yang baru terbangun dari obat bius yang diberikan oleh dokter.
"Di mana sekarang tuh, bocah?" tanya Raihan.
"Katanya pergi ke rumahnya, mau memikirkan cara bagaimana besok mau menghadapi wali kelasnya." jawab Fahmi sembari tertawa kepada Raihan.
"Ternyata dia masih sekolah, ya?" tanya Raihan kepada Fahmi.
"Pantes aja lu nggak tahu, lawong lu pingsan." ucap Fahmi.
__ADS_1
"Kalau gue kecelakaan nggak pingsan, gimana caranya gue di operasi, bro!" jawab Raihan sembari tersenyum kepada temannya itu.
"Di luar ada pria yang ikut nolong lo bersama bocah tengil itu." ucap Fahmi kepada Raihan.
"Suruh tuh orang masuk ke sini, aku mau mengucapkan terima kasih padanya. sekalian aku mau tahu bocah tengil yang kamu bicarakan itu." ucap Raihan yang kemudian meminta segelas air putih kepada Fahmi.
Tak lama kemudian nampak Paman Samsul telah memasuki kamar Raihan.
"Paman, Terima kasih ya udah nolong aku." ucapRaihan kepada Paman Samsul.
Paman Samsul menatap Raihan dengan tatapan yang begitu lega, bagaimana tidak. mereka begitu ketakutan dengan kondisi orang yang terluka parah.
"Tidak apa-apa nak, yang penting kau sudah sadar. apalagi yang nolongin kamu itu bukan aku." jawab Paman Samsul.
"Lah.. terus siapa!" tanya Fahmi.
"Gadis tadi yang masuk ke sini." jawab Paman Samsul kepada Raihan dan Fahmi. nampak kedua pria itu saling menatap satu sama lain, tidak lama kemudian orang tua Raihan nampak berlari ke arah putranya itu.
"Apa yang terjadi padamu, Putraku yang tampan!" seru Mama Raihan kepada putranya. itu. sesaat kemudian nampak Raihan langsung menarik tubuhnya sedikit menjauh dari ibunya.
"Ma... jangan sampai mendekat ya, aku masih sakit!" seru Raihan sambil terbata-bata.
"Aduh papa.., aku ini mau memeluk Putraku yang tampan itu, Lihatlah wajahnya kini boncel semua gara-gara kecelakaan itu." ucap Mama Raihan yang membuat Ilham menahan tawanya. karena jelas mamanya itu adalah seorang wanita yang kalau berbicara tidak memandang situasi.
"Ya tahulah mah, kalau putramu itu boncel semua.. lah dia kan habis kecelakaan." jawab Ayah Raihan.
Sesaat kemudian nampak mama dan ayah Raihan menatap seorang pria yang ada di kamarnya itu.
"Terima kasih Tuan, terima kasih kau telah menolongku putraku." ucap Mama Raihan kepada Paman Samsul.
Seketika pak Samsul langsung menggelengkan kepalanya. "Bukan saya yang menolong Putra Nyonya." jawab paman Samsul.
"Lah.. terus?" tanya Mama Raihan.
"Ini. ini, 2 pria ini tahu siapa yang menolong Putra Nyonya." jawab Paman Samsul.
__ADS_1
Nampak Mama Raihan menatap Ilham yang ada di ruangan itu.
"Baiklah kalau begitu, karena dia telah menolong putraku.. kalau dia seorang pria maka dia akan kujadikan direktur di perusahaan suamiku, tapi kalau dia perempuan maka dia akan ku jadikan menantu ku!" seru Mama Raihan. nampak Fahmi dan Raihan sangat terkejut, apalagi Paman Samsul yang mendengar hal itu. bagaimana tidak Raihan yang berusia sudah 30 tahun itu akan menikahi seorang gadis muda yang masih berumur hampir 18 tahun.
"Ma.. jangan sampai membuat sayembara seperti itu, ya! seru Ayah Raihan.
"Mama tidak peduli, Yang penting katakan Siapa yang menolong Putraku ini!" seru Mama Raihan.
Sesaat kemudian Fahmi mengatakan kepada Mama Raihan Siapa yang menolong putranya itu. Seorang gadis muda yang masih berstatus pelajar SMA.
"Benarkah?" tanya mama Raihan.
"Benar, Tan." jawab Fahmi.
"Lalu?" tanya mama Raihan.
"Ya, cuma seperti itu." jawab Fahmi.
"Kok, cuma seperti itu?" tanya mama Raihan.
"Emang gitu, tam." jawab Fahmi.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mantan terindah
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
__ADS_1
- my little wife
- Janji di bawah rembulan