
Cerita untuk bagian kedua ini menceritakan mengenai seorang wanita yang bernama Diana. seorang wanita yang harus merasakan kemelut cinta yang begitu berliku.
Sinar mentari pagi telah membangunkan seorang gadis belia yang bernama Diana, seorang gadis muda yang berumur 18 tahun, 2 bulan lagi Diana akan lulus dari sekolah SMA. Gadis itu begitu bahagia hingga raut wajahnya selalu terpampang senyum yang begitu menawan.
Diana merupakan gadis dengan keteguhan hati yang sungguh luar biasa, gadis itu hidup dengan bibinya semenjak masih kecil. karena orang tua Diana meninggal saat Diana masih berusia beberapa bulan.
Hari itu Diana sedang bersepeda untuk menuju sekolahnya, gadis muda itu menggunakan sepeda agar dirinya bisa lebih cepat. Diana merupakan gadis yang tidak sombong, dia menerima kehidupannya yang apa adanya.
"Ya Tuhan, kenapa Hari ini macet banget ya. kok tumben sekali dari biasanya." ucap Diana ketika dirinya nya tidak bisa melanjutkan perjalanan ke sekolah karena suatu keadaan.
"Paman Ada apa sih, kok tumben banget macet?" tanya Diana kepada pengguna jalan lain.
"Katanya di depan ada kecelakaan dan salah satu mobilnya ada yang terbakar." jawab salah satu pengguna jalan.
"Apa benar?" tanya Diana.
"Iya, itu salah satu mobil sudah meledak dan mobil yang lain Kelihatannya sudah mengeluarkan asap." jawab para pengguna jalan.
Diana meletakkan sepedanya di sebelah toko makanan, sesaat kemudian Gadis itu berjalan mendekati tempat kejadian yang dibicarakan oleh Paman pengguna jalan.
"Mana sih?" tanya Diana saat dirinya telah memecah kerumunan yang melihat mobil kebakaran.
"Ya ampun... bener, mobilnya terbakar." ucap Diana saat melihat salah satu mobil sudah terbakar. namun sebelum mobil itu terbakar sang pemilik sudah keluar, sedangkan salah satu dari mobil nampak pemiliknya terjepit di dalam.
Orang-orang tidak berani mendekati mobil itu, karena mobil itu sudah mengeluarkan asap yang yang begitu banyak.
Tatapan mata Diana tertuju pada mobil yang belum terbakar itu, terlihat nampak jelas di kaca mobil itu sebuah tangan menyentuh kaca. Diana menatap dengan tatapan yang begitu penasaran, sesaat kemudian benar ya Apa yang dilihat oleh mata Diana. di sana terlihat jelas ada seorang pria yang terjebak di dalam mobil.
__ADS_1
"Paman, paman semua Kenapa tidak ada yang menolong pria di dalam mobil itu!" seru Diana.
"Jangan ke sana, nanti mobil itu akan meledak!" seru para pengguna jalan.
"Orang itu bisa mati Paman, orang yang ada di dalam mobil itu!" seru Diana kembali.
"Mungkin nasibnya sudah sampai di sini." jawab para pengguna jalan. nampak Diana jantungnya berdenyut kencang, karena tidak mungkin dirinya membiarkan seseorang mati di depan matanya. apalagi terlihat pria yang ada di mobil itu mencoba mencari pertolongan.
Mata Diana nampak mencari sesuatu dan ingin membantu pria itu. sesaat kemudian nampak tatapan mata Diana seperti tertuju pada sebuah batu yang begitu besar, tanpa menunggu lama Diana langsung memecah kerumunan dan berlari menuju salah satu mobil yang belum terbakar.
"Jangan, Apa yang kau lakukan!" seru para pengguna jalan yang melihat Diana sudah berlari menuju mobil yang belum terbakar.
"Masa' bodoh, daripada aku terus melihat seperti Paman semua. Lebih baik aku mencoba menolong pria itu!" seru Diana yang kemudian memecahkan kaca mobil.
BUKKK..
BUKKK.
Kaca mobil itu nampak sudah pecah, terlihat di sana seorang pria kakinya terjepit di salah satu bagian mobil. Diana langsung mengambil pisau lipat yang ada di tasnya, karena hari ini dia ada eksperimen untuk mengoperasi beberapa hewan.
Diana langsung memotong sabuk pengaman pria itu, nampak di sana pria itu sudah kehabisan nafas. Diana kebingungan harus melakukan apa karena memang Diana sedikit mengetahui cara melakukan pertolongan pertama.. tanpa berpikir panjang Diana langsung memberikan nafas buatan kepada pria itu terlebih dahulu sebelum Diana menarik kaki yang terjepit itu.
Setelah melakukan nafas buatan Diana nampak mencium bau hangus dari dalam mobil pria yang ditolong. dengan segera Diana langsung menarik paksa kaki pria itu, sesaat kemudian nampak ada seorang pria tua yang ikut menolong Diana.
"Kita tarik Paman!" seru Diana.
"Baiklah, aku akan menarik tubuhnya.. kau tarik kakinya!" seru pria tua. akhirnya Diana melakukan aba-aba agar mereka berdua melakukan pertolongan yang yang telah disepakati.
__ADS_1
1,2,3... akhirnya pria itu dapat tertolong. dengan segera Diana dan Paman tua yang ikut menolong dengan segera membawa lari pria tersebut. benar apa yang dicium oleh Diana, beberapa saat kemudian nampak mobil itu telah meledak.
DUARR..
Terlihat Diana langsung menutupi tubuh pria itu dengan tubuhnya, nampak jelas wajah pria itu menatap wajah Diana yang sedang berada di atas tubuhnya Sambil mencoba untuk melindungi sang pria..
Nafas Diana memburu saat dirinya sudah berhasil menolong pria itu, sesaat kemudian nampak Diana menatap pria yang ada di bawah tubuhnya.
"Cepat Paman, kita tolong pria ini..bawa dia ke rumah sakit!!" seru Diana yang meminta pertolongan kepada pria tua itu. nampak pria itu langsung menelpon ambulans agar membawa pria yang telah mereka tolong.
** bersambung season 2 **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mantan terindah
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1