
Bab 8 Bukti menunjukkan
Di kantor Devano di sibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk di tambah lagi dengan kerajaan Danu.ya karena memang Danu di perintah kan menjadi mata-mata kekasihnya Jeni,,jadi mau tak mau mereka harus bekerja sama,,
"Pasti lembur ini..."batin Devano
"Kalau tidak selesai ayah pasti akan marah.."ujar Devano lagi
huufh
Diluar sana ada seseorang yang mengetuk pintu
"Masuk...!!"perintah Devano
glek...pintu terbuka
"Eh ayah...!!"Devano kaget
tidak biasanya sang ayah datang ke ruangannya hanya untuk berbasa-basi
pasti ada sesuatu yg serius...batin Devano
"Kau sibuk...??"tanya ayahnya
"Seperti ayah lihat...!!"jawab Devano
"Danu mana,,??"Bram bilang Danu sering keluar kantor sebelum jam makan siang..apa kau ada masalah dengannya..???tanya ayahnya lagi
"Tidak yah...kami baik-baik saja..!!"jawab Devano..
Sang ayah cuma mengangguk paham
"Ayah sudah makan..??"tanya Devano
karena kebetulan jam makan siang sudah lewat
"Sudah...tadi Bram mengantarkan makan siang buat ayah...!!"jawab ayah nya
Devano hanya mengangguk
Karena Devano sibuk dengan kerjaan nya...dengan ragu ayahnya bertanya lagi
"Vano..!"(panggilan sayang sang ayah)
"Ya ayah..!!"jawab Devano
__ADS_1
"Ayah bertanya sekali lagi tentang hubunganmu dengan Jenifer..karena ayah tak pernah mendapatkan jawaban yang tepat darimu...!!!'ucap ayah nya dengan nada pelan
Devano pun menutup laptop nya,,dia berfikir mungkin saatnya sang ayah tau perihal hubungannya dengan Jeni
"Jawabanku tidak tau ayah...!!ujar Devano
"Kenapa..??tanya ayahnya heran
"Karena akhir-akhir ini kami sudah jarang berkomunikasi..??"jawab Devano
"Lalu...?"tanya ayahnya lagi
"Suatu saat nanti kalau seandainya Jeni membuatku kecewa aku akan melepaskan nya...!!"jawab Devano buang muka
Dan akhirnya walau sangat kecewa Devano harus terima semua itu,karena memang hanya Jeni yg buat Devano bahagia,,,dan disini Jeni lah yang menghindar dari nya,Jeni begitu banyak alasan untuk tidak bisa bertemu...bahkan jam makan siang pun Jeni tetap punya alasan
"Ya aku harus terima semua itu..."ucap Devano lagi
Setelah mendengar jawaban dari anaknya pak Ibrahim kembali ke ruangannya
dan sang ayah sedikit lega
***
Di tempat lain
"Misi selesai tinggal di serah kan pada Devano nantinya,,"ucap Danu bangga
Danu sampai melupakan makan siang nya...karena kebetulan Danu duduk di cafe
lalu Danu memesan makanan nya,,,setelah pelayan datang Danu memesan pesanannya dan pesanan pun datang
Sedikit kaget dengan pelayan wanita yg cantik itu,,dia sering kesini tapi tak pernah melihat gadis ini,,pasti dia baru bekerja disini..??batin Danu
"Silahkan menikmati tuan..."ucap pelayan wanita ini dgn ramah
"Eh iya...makasih..!!!jawab Danu
Danu agak sedikit salting sih,,tapi si pelayan wanita ini tetap cuek,,hihihi
Selesai Danu makan... ia langsung kembali kekantor,,tidak butuh waktu lama Danu pun tiba
memasuki lift khusus bagi orang-orang penting di perusahaan itu...
langsung masuk keruangan nya tanpa lapor dulu ke Devano...
__ADS_1
Di ruang Devano ia sudah mulai tidak bisa konsentrasi pada kerjaan nya.pikirannya sangat kacau setelah dia bicara sama ayahnya tadi,,tubuh nya bergetar mengingat perlakuan Jeni terhadap nya,,dia tidak terima dengan sikap Jeni yg sudah mulai menghindar darinya
Belum lagi nanti dia akan melihat bukti-bukti yg di dapat dari Danu,,entah apa yang akan terjadi...?
Seketika dia ingat Danu,,,mungkin Danu sudah mendapatkan bukti-bukti itu
"Ya aku harus siap...aku harus kuat...demi ayah...!"batin Devano
(kenapa Devano begitu galau,,karena Jeni adalah cinta pertamanya,,,makanya dia begitu memanjakan gadis itu)
Ketika itu handphone Danu berdering,,siapa lagi yg telfon kalau bukan Devano
Menekan tanda hijau
"Hallo dimana lu...??"tanya Devano
Danu heran mendengar suara Devano bergetar
"Di ruangan gua,,!!jawab Danu
"Ya udah cepat lu ke ruangan gue..??"seru Devano lagi
"Kenapa dia..?"batin Danu ber tanya-tanya
Tiba di ruangan Devano
Melihat Devano seperti tertekan seperti banyak masalah yg menumpuk menimpanya..
dengan ragu Danu bertanya...
"Ada apa Van...?"tanya Danu
"Mana bukti-buktinya gw mau liat...!!"pinta Devano
kalau keadaannya begini Danu tidak mau memberikannya tapi Devano sepertinya udah menahan amarah,,seperti mau menelan Danu bulat bulat
"Sini mana buktinya...?"bentak Devano lagi
akhirnya Danu memberikan handphone nya pada Devano
ingin rasa nya Danu mencegah tapi wajah Devano sudah berubah
Dan finisnya Devano melihat semua bukti-bukti yg di dapat dari Danu bukan cuma foto di tambah lagi dengan video-video saat Jeni berduaan dengan seorang laki-laki yang seumuran dengannya mereka begitu mesra,dengan pakaian Jeni yang terbuka Jeni begitu nyaman saat di peluk laki-laki itu
BERSAMBUNG
__ADS_1
πΏπΏπΏ
IIH....BABANG DEVANO DALEM BANGET CINTA NYA π£π£