
BAB 22
Di mansion
pagi hari menjelang berangkat kerja,devano ber siap-siap dengan wajah cerianya sambil bersiul siul ria
Sambil memandang cermin devano berdecak kagum melihat bayangannya sendiri
"Ternyata aku makin tampan ya,,,?"puji Devano pada dirinya sendiri
Selesai itu ia sarapan dengan ayahnya,,
ayahnya hanya geleng-geleng kepala melihat Devano turun dari tangga sambil bersiul siul
"Selamat pagi ayah...!!!"sapa Devano
"Selamat pagi nak...!!!"balas ayahnya
"Wah,,ayah liat akhir-akhir ini kamu semakin bersemangat,,,ada apa nak...?
boleh ayah tau...?"tanya ayah penasaran
Devano tertawa liat ayah nya yang sedikit kepo
"Besok-besok ayah akan tahu sendiri,,sekarang Vano berangkat kerja dulu ya yah,,mau jemput seseorang.."balas Devano nyengir
Ayahnya sudah tau sebenarnya,karena asisten Bram sudah menyelidiki semua nya,,ayah bahagia dengan kedekatan mereka
Tidak sia-sia ayah nya kenalkan Zola dengan devano tidak perlu dengan paksaan,anak nya sendiri yang berinisiatif
ayahnya mau berjalan sesuai keadaan,tidak mau memaksa anaknya,,
tinggal menunggu kabar baik saja
***
Di tempat lain
Jeni mencak-mencak sendiri setelah mendengar kabar dari orang kepercayaannya
Kalau Devano sedang dekat dengan seorang gadis dan Jeni sudah mendapatkan fotonya
Awalnya Jeni tidak percaya setelah beberapa hari di selidiki Devano dekat dengan gadis yang sama
Tapi yang namanya Jeni tidak akan berputus asa,,karena saingannya hanya seorang gadis miskin yang kerja di cafe
"Ooh...jadi seperti ini gadis yang dekat denganmu sekarang...??"seru Jeni memandang sepele
"Berani sekali dia,dasar gadis miskin,apalagi yang dia harapkan kalau bukan uang nya Devano,,bahkan mungkin dia sanggup memberikan tubuh nya untuk memenuhi semua keinginannya,,,"ujar Jeni dengan pemikirannya sendiri
"Gampang sekali bagiku untuk menyingkirkannya,,,"ujar Jeni lagi
***
Di cafe
Zola masih sibuk seperti biasa,,karena jam makan siang jadi cafe ramai sekali pengunjung
Di saat Zola sibuk dengan kerjaannya Jeni pun datang bersama tiga temannya yaitu Tari,Mia dan melly
Jeni ingin memastikan apa benar gadis itu bekerja di cafe ini dan bagaimana dia bisa dekat dengan Devano sekalian memberi pelajaran padanya
Pelayan datang melayani Jeni end the gengs memesan makanan dan minuman
Setelah itu makanan pun datang yang kebetulan Zola yang menyuguhkan
semua mata yang ada di meja itu memandang remeh Zola,,Zola pun merasa risih
Dan salah satu teman Jeni yang bernama melly berkata
"Hai gays,,kalian yang tau gak,,katanya pelayan di cafe ini ada yang lagi deketin anak orang kaya loh,,"kata melly menyindir
"Oh ya..??"seru Mia
"Gw denger juga gitu...gak tanggung-tanggung anak orang kaya yang terkenal di kota kita loh gays,,!"kata Melly lagi
"Gw mau dong belajar dari dia,,!!gimana cara deketin cowok-cowok tajir,,,!!!"seru Tari
Mereka berempat tertawa sambil menatap Zola
"Apa maksud mereka,,kenapa mereka ngomong nya kencang banget..."gumam Zola dalam hati
"Siapa gadis itu,,?pelayan sini,,?"gumam Zola dalam hati
Karena pada dasarnya Zola memang tidak tau kalau Devano dan pak Ibrahim orang terkenal di kota ini,Zola hanya menilai pak Ibrahim orang yang sangat baik
Ya mungkin karena Zola gaptek gak pernah liat-liat berita di televisi atau smartphone,,makanya Zola cuek aja
Karena merasa di cuek in,,Jeni makin menjadi setelah namanya di sebut
"Gw denger sih namanya ARUMI ZOLA
Karena namanya di sebut,Zola menatap mereka dengan tangan meremas ujung celemek nya,,Zola berusaha untuk diam
Karena dia tidak mau terpancing emosi oleh hal hal yang tidak penting ini,,karena melihat perubahan muka Zola,Jeni langsung menatap tajam zola
"Kenapa kamu melotot gitu,,?"tanya Jeni setengah teriak
"Tidak suka,,?atau kamu merasa,,?"tanya Jeni lagi
__ADS_1
"Oh berarti benar ya,,jadi kamu yang namanya Zola,,?"dengan tatapan sinis Jeni
Zola tetap diam,,,dengan mata yang sudah mulai bekaca kaca,,zola berusaha untuk tidak menangis
"Kenapa kamu diam,,?udah berapa banyak laki-laki yang coba kamu rayu,,?Ternyata ada juga ya laki-laki yg masuk perangkap kamu,,gimana caranya..??
"Apa kamu bayar dengan tubuhmu,,?"seru Jeni lagi dan membuat Zola naik pitam
Sebuah tamparan keras melayang ke pipi mulus Jeni
Karena Jeni tidak terima Jeni pun membalas tamparan Zola
Dari postur tubuh Jeni yang tinggi dan sedikit berisi jadi zola kalah tenaga
Bibir zola pecah dan berdarah akibat tamparan Jeni
Tidak tanggung-tanggung Jeni menyiram dengan minuman yang tersedia di meja tadi,,semua pengunjung menyaksikan kejadian ini,,segala hinaan dan cercaan keluar dari mulut Jeni
"Jadi begini cara orang tuamu mengajarimu,cara merayu laki-laki dan memoroti uang nya
"Kamu tau Devano kan,dia tunangan ku calon suamiku,mana mau dia sama gadis miskin sepertimu kalau tidak kamu rayu dengan tubuhmu
"kamu harus ingat satu hal, apa kata orang-orang melihat kamu dekat dengannya,kamu hanya pelayan cafe,sedang kan dia anak dari seorang pengusaha terkenal,yang ada malah kamu malu-maluin dia,,,!!"seru Jeni berapi api
Pertahannya Zola akhirnya runtuh juga,air mata yang ditahan sedari tadi akhirnya keluar dengan derasnya
Bukan karena tamparan Jeni tapi dengan membawa orang tua dan semua hinaan Jeni yang membuat zola merasakan sesak di dada nya
Seketika itu seseorang masuk dengan wajah yang penuh emosi,dia membuka jas nya dan mengalungi ke tubuh Zola yang sudah basah karena di siram minuman sama Jeni
Jeni terkejut melihat perlakuan Devano begitu lembut pada Zola,,selain mengalungi jas nya, Devano menghapus air mata Zola yg membuncah sedari tadi
"Tutup mulutmu,,!!!"tunjuk Devano ke muka Jeni
"Semua perkataan mu tadi cocoknya untuk dirimu sendiri,,jangan pernah menghinanya,,bagiku dia sangat berharga,dia tidak pernah merayuku,aku yang mengejar-ngejarnya,,dan dia tidak pernah aku sentuh sama sekali
"Dan aku peringatkan jangan pernah coba-coba mengganggunya lagi,,harusnya kamu malu dengan semua ucapan yang kamu katakan tadi,masalah kita tidak ada hubungan nya dengan dia,,dan semua itu datang dari dirimu sendiri
"Aku mengenalnya setelah hubungan kita berakhir..!!"jelas Devano penuh dengan emosi
Tanpa menunggu penjelasan dari Jeni
Devano merangkul bahu Zola dan membawa Zola keluar dari cafe itu
"Lu beresin semua Dan...!!kasih uang tanggung jawab sama manegernya,,,!!"perintah devano pada Danu,,yang sedari diam melihat devano emosi
"Beres bos,,lu tenang aja,,!"seru Danu
Semua mata pengunjung yang tadinya melihat Zola dengan tatapan sinis,kini beralih ke Jeni dengan tatapan membunuh
Devano memang sengaja tidak memberi tahu Zola kalau ia akan makan siang di cafe itu
Tapi apa realita tidak sesuai ekspektasi Devano malah menyaksikan semua perlakuan Jeni terhadap Zola
"Oh...jadi ngaku-ngaku aja calon suaminya,,"
"Huuuh malu-malu in aja,,"bisik orang-orang sekitar melihat Jeni
"Kalau memang tunangannya kok gak di belain sih,,,apa jangan-jangan dia lagi halu aja,,"kata pengunjung lain dan masih banyak cemoohan yang Jeni dapat kan dari mulut mak-mak gaul yang ikut nongkrong di cafe itu
Karena malu satu per satu teman-teman Jeni keluar dengan menutup muka masing-masing
Mereka tidak menyangka akan malu sendiri dengan sikap Jeni yang seperti itu
Ada juga yang menyesal karena sudah mengikuti perintah Jeni untuk mempermalukan Zola,,ini yang namanya senjata makan tuan
Setelah membayar makanan yang belum sempat mereka makan,Jeni pun keluar menyusul teman-temannya,,mereka memilih pulang naik taksi tidak mau bareng Jeni lagi
"Heeeey gays,,,,,kalian mau kemana..sini bareng gw aja..!!"ajak Jeni
"Gak usah,kita naik taksi aja,,"ujar Mia
"Ngapain naik taksi,,tadi kan kita barengan,,!!seru Jeni
Selesai berdebat meraka bertiga akhirnya naik taksi,,Jeni pun tidak bisa berkata apa-apa lagi
***
Di tempat lain
Devano langsung melajukan mobilnya dan membawa Zola ke suatu tempat
Devano ingin menenangkan Zola yang sedari menangis sambil menutup muka dengan kedua tangannya dan kedua bahu nya bergetar karena menangis
"Pasti kata-katanya Jeni sangat menyakitkan hatinya,,,"gumam Devano dalam hati
Setelah sampai ketempat tujuannya Devano memarkirkan mobilnya
dan Zola masih menangis
Devano meraih tangan kedua tangan Zola dari mukanya dan menghapus air mata Zola dengan lembut
Devano memandang wajah yang agak sedikit pucat,,karena Zola melewati makan siangnya
Devano mengeluarkan kotak p3k dan mengobati luka di pinggir bibir Zola
Membersihkan darah yang sudah mengering,dan bungkusan makanan yang isinya dua kentang goreng,dua burger dan dua air mineral lalu memberikannya ke Zola
"Ayo makan,,jam makan siang mu udah lewat nanti sakit kamu kambuh lagi,,!!"ujar Devano
__ADS_1
Zola pun menurut saja,,karena memang perut nya merasa lapar di jalan tadi
"Oh ya,,kamu dapat ini dari mana,,??"tanya Zola heran
"Tadi ada om jin yang nganterin pake karpet ajaibnya,,"jawab Devano asal
"Haah,,"mulut Zola menganga tidak percaya dengan jawaban konyol Devano barusan
Devano langsung tertawa dengan ekspresi Zola yang menurutnya sangat lucu
"Ya gak lah,,tadi aku beli di jalan saat kamu lagi asik-asiknya nangis,,"jawab Devano yang konyol
"Orang nangis kok di bilang asik sih.."seru Zola jengkel
"Tu buktinya aku beli makanan ini aja kamu gak tau,,,berarti kamu lagi asik kan.."jawab Devano
Dan Zola pun tertawa dengan jawaban konyol Devano
"Nah,,gitu dong,,kalau kamu tertawa seperti ini kamu makin imut,,"rayu Devano
wajah Zola merona karena malu
"Kamu pinter banget ya merayu nya,kamu berhasil bikin aku malu,"seru Zola dengan wajar memerahnya
Dan mereka berdua tertawa seolah-olah lupa dengan kejadian tadi dan memakan makanan mereka
"Vano...!!!"panggil Zola
"Hmm.."jawab Devano menoleh ke Zola
"Cewek tadi,,,"tanya Zola terputus karena langsung di jawab Devano
"Dia mantan pacarku namanya Jeni
"Mantan,,??bukannya tadi dia bilang kamu tunangannya dan calon suami nya..??"tanya Zola lagi
"Bukan sayang....dia hanya mantan pacarku
"Wajah Zola makin memerah saat Devano memanggilnya sayang,ia sengaja bikin Zola salah tingkah karena Zola terlihat lucu
"Kalau memang dia tunangan ku,gak mungkin kan ayah jodohin kita,,dan perjodohan kita ini terjadi jauh sesudah aku putus dengannya
Zola hanya manggut-manggut paham
Yang ada di pikiran Zola sekarang,dia harus menjauhi Devano,karena dia tidak mau Devano malu dekat dengannya,,dan akan bicara dengan pak Ibrahim bahwasan perjodohan ini di batal kan saja
Zola tidak tau kalau pak Ibrahim tidak pernah memandang status sosial seseorang,tapi Zola sudah takut sendiri dengan pikiran orang2-orang terhadapnya apalagi Devano seorang yang terkenal di kota nya,sungguh kata-kata Jeni tadi mempengaruhi pikirannya
"Vano,,"panggil Zola lagi
"Yah...ada apa...?"tanya Devano
"Sebaiknya kita jaga jarak saja,,!!"ujar Zola ragu-ragu
Akhirnya yang di takutkan Devano terjadi juga,sedari tadi berpikir keras bagaimana supaya Zola tidak menjauhinya
"Kenapa,,??"tanya Devano dengan menatap mata Zola
"Betul kata Jeni,,aku hanya seorang pelayan cafe,,dan tidak pantas dekat denganmu,Itu akan membuat kamu malu,,"lirih Zola dengan mata yang mulai berkaca kaca
Devano langsung memeluk Zola dengan sangat erat,se akan-akan tidak mau lagi melepaskannya
Zola kaget karena di peluk secara tiba-tiba
"Kamu jangan bicara seperti itu,,aku dan ayah tidak pernah memandang status seseorang
"Dan aku tidak mau kamu menjauhi ku,,,ku mohon bisik Devano dengan suara yang mulai bergetar
"Ayah sendiri sudah tau siapa kamu,bahkan ayah mencari tau asal usul kamu,kalau memang ayah memandang statusmu mungkin ayah tidak akan mau menjodohkan kita
"Aku tidak peduli apa yang orang-orang bilang tentangmu,hanya aku dan ayah yang tau siapa kamu,,yang penting aku dan ayah menerima kamu apa adanya
Zola hanya diam di pelukan Devano dan tidak membalas pelukannya,, karena Zola masih bingung
"Aku jatuh cinta padamu Zola...!!!"seru Devano pelan
Zola membelalakkan mata nya tidak percaya dengan ucapan Devano barusan
Masa seorang Devano mau dengan seorang pelayan cafe sepertinya,,,pikir Zola sendiri
"Ini datang murni dari hatiku,,ayah pun tidak pernah memaksaku untuk menerimamu,sebagai calon istriku,tapi semua terjadi seperti air mengalir
"Aku benar-benar jatuh cinta padamu,,!"bisik Devano pelan ke telinga Zola
Zola pun terharu mendengar kata-kata indah yang keluar dari mulut Devano
Akhirnya Zola pun menangis haru dan membalas pelukan Devano,,Devano sangat senang sekali Zola menerima pelukannya
Zola pun merasakan hal yang sama terhadap Devano,tapi Zola mencoba untuk menepis perasaan itu
Karena ia tidak mau berharap sendiri,tapi perhatian-perhatian kecil dari Devano yang membuat Zola membuka hatinya dan karena Devano sudah mengungkapkan isi hatinya berarti cintanya tidak bertepuk sebelah tangan
Ternyata perasaan mereka berdua sama,,boleh dikatakan mereka saling mencintai
co cwit...
BERSAMBUNG
🌿🌿🌿
__ADS_1