Jatuh Cinta Pada Gadis Yang Keras Kepala

Jatuh Cinta Pada Gadis Yang Keras Kepala
Ancaman untuk jeni


__ADS_3

BAB 24


Setelah bicara dengan ayahnya Devano dan Zola meminta kepada ayah nya mengadakan pesta sederhana saja,tidak perlu mewah dan sang ayah ingin pesta yang mewah juga


Setelah di bujuk akhirnya sang ayah mengalah juga


***


Setelah satu minggu berlalu Devano dan Zola sedikit di sibukkan dengan persiapan acara pernikahan mereka


Devano tak mau mengulur waktu lagi karena ia sudah memantapkan hatinya untuk menikahi Zola gadis yang menurut nya keras kepala ini


Bagaimana tidak Devano ingin mengadakan pesta pernikahan yang mewah Zola malah ingin pesta sederhana saja,yang akan di hadiri oleh orang terdekat saja,entah apa yang ada di pikiran gadis itu yg jelas dia mau pesta sederhana


Akhirnya Devano mengalah padahal ia hanya ingin melihat pujaan hatinya bahagia,tapi Devano tidak bisa bicara banyak lagi


Zola mempunyai alasan tertentu agar tidak mengadakan pesta mewah ini akhirnya mereka sepakat akan mengadakan pesta pernikahan sederhana seperti permintaan Zola


"Sayang,,kita makan siang dulu ya,,!sisanya biar Danu yang beresin,,"ucap Devano


"Kenapa Danu,,aku gak mau merepotkannya,,,"ujar Zola


"Siapa bilang repotin dia,,lagian semuanya kan udah beres,tinggal undangan nya yang belum di sebarin,lagian undangannya kan tidak banyak,,nanti biar Danu bantu sebarin jadi dia gak akan repot,,"terang Devano


"Baiklah...!"seru Zola


"Makan siang udah lewat ini,,nanti sakit kamu kambuh lagi,,"ujar Devano dengan melajukan mobilnya mencari restoran terdekat


Dari jauh lain sepasang mata menyaksikan kebahagiaan mereka,,ya...siapa lagi kalau bukan Jeni yang sedari tadi membuntuti mereka


"Jadi hubungan mereka semakin dekat,,?tapi sepertinya mereka akan mengadakan sebuah pesta,,pesta apa ya...?"gumam Jeni bertanya tanya


Karena dia lihat Devano dan Zola banyak membeli keperluan-keperluan seperti ingin mengadakan pesta saja


"Aku harus cari tau.."seru Jeni mengikuti mereka lagi


Setelah makan siang Devano langsung mengantarkan Zola pulang ke kontrakan nya,,dia liat zola sudah kelelahan karena bolak balik masuk toko ke luar toko mencari keperluan untuk acara pernikahannya


Tapi beda dengan Devano lelahnya justru membuatnya bahagia,,karena dalam hitungan hari Zola akan menjadi istrinya


Tiba di persimpangan Zola turun dari mobil nya,tapi tangan Devano tiba-tiba memegang tangan Zola


"Ada apa..?"tanya Zola


"Apa kamu bahagia...?"tanya Devano dengan menatap mata Zola


"Ya,,aku sangat bahagia..!"jawab Zola tersenyum


"Tinggal beberapa hari lagi kau akan menjadi istriku..."ujar Devano mengedipkan satu mata nya benar-benar membuat Zola bersemu merah lagi


Sekarang menjadi kebiasaan Devano menggoda gadis ini,ya mungkin karena ini pengalaman pertama Zola yang tidak pernah pacaran jadi Devano makin semangat membuat gadis itu malu malu mau


Setelah keluar dari mobil Zola melambaikan tangannya ke Devano dan berjalan menuju kontrakannya


setelah membuka kunci dan masuk Zola duduk selonjoran untuk melemaskan otot kakinya


Beberapa menit kemudian,seseorang dari luar mengetuk pintu rumah Zola,,Zola heran siapa yang datang,,karena jarang sekali Zola kedatangan tamu,,kalau Rara pun gak mungkin ,ini kan masih jam kerja gumam Zola dalam hati


Zola membukakan pintu


Gleek


Zola kaget..melihat seseorang yang sangat di kenalnya datang tiba-tiba menghampirinya


"Jeni,,?*panggil Zola dengan mata melotot

__ADS_1


"Hooh,jadi kamu masih ingat aku,,?"tanya Jeni dengan menatap tajam mata Zola


"Ada perlu kamu datang kesini..?apa perlakuan mu padaku tempo hari belum membuatmu puas...?"tanya Zola dengan sedikit kesal


"Harusnya aku yang bertanya padamu,,kepuasan apa yang kau berikan pada Devano sehingga dia makin menempel padamu...?"tanya Jeni sinis dan penuh selidik


"Dan aku lihat sepertinya kalian akan mengadakan sebuah pesta,jangan bilang itu pesta pernikahan,,?"tanya Jeni lagi dengan wajah penuh amarah


"Itu....!"Zola tidak mempunyai jawaban untuk pertanyaan Jeni


"Itu apa...?"tanya Jeni dengan mendekati Zola seperti akan menelannya hidup-hidup


"Ternyata benar ya,,kamu akan menikah dengannya...?"seru Jeni makin geram karena tidak ada jawaban dari Zola


"Jadi mau kamu apa...?"tanya Zola memberanikan diri


"Aku ingin kamu pergi jauh dari kehidupan Vano,Vano milikku,aku tidak akan biarkan siapapun dekat dengannya,,apalagi gadis miskin sepertimu,,"ucap Jeni penuh penekanan


"Jeni,,,antara kau dengan Devano sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi,,Devano sudah cerita sama aku semua,,tentang pengkhianatan mu tentang semua yang kau lakukan di belakangnya,,jadi tidak ada alasan untukku menjauhi nya,kita bertemu pun itu jauh dari berakhirnya hubungan kalian..!"terang Zola


Sebenarnya Zola tidak ingin mengatakan ini pada Jeni apa masalahnya dengan Devano tapi ia terpaksa mengatakannya, ia juga tidak ingin di ancam lagi oleh Jeni apalagi menghinanya seperti waktu itu


"Hubungan kami ini datangnya dari sebuah perjodohan,ayah nya yang menjodohkanku dengannya..!"jelas Zola


"Oooh...jadi judulnya di paksa menikah...?"tanya Jeni meremehkan


"Bukan,,itu judul novel sebelah,,"jawab Zola gugup


"Awal nya memang seperti itu,tapi perasaan kami timbul begitu saja,Devano cinta aku,aku cinta Devano ya udah dan kami jadian...terang Zola sedikit memanas manasi Jeni


Entah dari mana kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut gadis ini


"Jadi tidak ada paksaan di antara kami,,"terang Zola lagi


Jeni makin memajukan langkah nya,,membuat Zola sedikit memundurkan tubuhnya,tiba-tiba punggung zola terhenti oleh diding di belakang gadis itu


Jeni makin geram mendengarnya


Jeni menggenggam rambut Zola lalu menariknya dengan kasar,membuat Zola meringis kesakitan


"Jeni lepaskan,,,"teriak Zola menahan sakit


tiba-tiba seseorang datang lalu memelintir tangan Jeni kebelakang,,ya siapa lagi kalau bukan Devano


"Sudah aku katakan padamu jangan pernah ganggu dia lagi,apalagi menyakiti fisiknya,,aku tidak akan membiarkanmu menyentuh nya se ujung rambut pun,atau tidak aku akan menghancurkan mu,,!ujar Devano penuh penekanan


lalu mendorong tubuh Jeni ke pintu dan hampir membuat gadis itu terjatuh


"Vano,kenapa kamu jadi kasar seperti ini..?"tanya Jeni meringis sambil memegang pergelangan tangannya


"Apa kamu benar-benar sudah melupakan semua kenangan kita,"Jeni berusaha mengingatkan


"Ya..aku melupakannya dan itu semua berkat dirimu,,"seru Devano dengan senyum sinis nya


"Sekarang tinggalkan tempat ini.."usir Devano


Lalu Jeni pergi dengan wajah menahan tangis


"Sayang..kamu tidak apa-apa..?"tanya Devano sambil merapikan rambut Zola dan membelai puncak kepala Zola dengan lembut


"Aku tidak apa-apa..."jawab Zola merapikan bajunya yang berantakan


"Apa kamu tidak keterlaluan memperlakukan Jeni seperti itu..?"tanya Zola lagi


"Itu belum seberapa,,kalau dia masih memperlakukanmu seperti ini lagi,,aku tidak akan segan-segan menghancurkan hidupnya,,"ujar Devano dengan wajah emosinya membuat Zola ber gedik ngeri mendengarnya

__ADS_1


"Oh ya ada apa kamu datang kesini,,?"tanya Zola heran yang tiba-tiba Devano datang jadi malaikat penolongnya


"Ponsel kamu ketinggalan di mobil,,"jawab Devano sambil menyerahkannya ke tangan Zola


"Ya ampun sayang,kamu kan gak perlu repot-repot nganterin kesinibesok kita akan ketemu juga kan,,?"seru Zola


"Untung aku datang kesini,,kalau gak mungkin wanita itu akan menyakitimu lebih parah lagi,,"jawab Devano


"Lagian nanti malam aku ingin mendengar suaramu sebelum tidur.."bisik Devano ke telinga Zola dengan nada merayu nya


Zola tersenyum mendengarnya


Flashback on


Dalam perjalanan pulang Devano menyetel lagu favorit nya,,tiba-tiba matanya tertuju pada suatu benda yang tergeletak di sudut jok mobil nya


"Gadis ini meninggalkan ponsel nya,aku harus putar balik untuk mengembalikan ponsel ini,bisa rugi aku kalau tidak mendengar suaranya malam ini,,"gumam Devano memutar balik mobilnya


Tiba di kontrakan Zola,,Vano melihat pintu masuk rumah Zola sedikit terbuka dan dia melihat zola sedang di sudut kan oleh seorang gadis yang dia kenal,ternyata Jeni


Vano sengaja menguping pembicaraan mereka dan Devano mendengar semua apa yang mereka bicara kan,,tidak cuma itu Vano senyum-senyum sendiri mendengar ocehan Zola yang menggemaskan dan membuat Jeni emosi


Awalnya kalau hanya sekedar bicara Devano tidak akan masuk,dia akan mengurungkan niatnya untuk mengembalikan ponsel Zola,tapi karena Jeni menyakiti Zola maka Devano masuk juga akhirnya


flashback off


"Ya udah.,kemasi semua barang-barang mu pakaian dan semua yang penting-penting, tinggalkan kontrakan ini,aku tidak akan tenang kalau kamu tetap disini,,?"suruh Devano


"Lalu aku tinggal dimana...?"tanya Zola bingung


"Untuk sementara kamu tinggal di apartemen ku saja,,,!"jawab Devano


"Tapi...!!"ujar Zola gugup


"Kamu ke apartemenku lalu aku pulang ke mansion


"Kamu tenang aja, kita tidak akan tinggal serumah sebelum menikah,,,!!"terang Devano menangkan


Zola bernafas lega


"Sekalian belajar bersih-bersih..!"ujar Devano bercanda


"Haaah bersih-bersih,,?memang aku mau jadi pembantu mu,,??"ucap Zola memonyongkan bibirnya


"Hahahaha,,,bercanda sayang,,,,!"seru Devano memegang hidung Zola


"Lagian setelah nikah kita tinggal di apartemen juga kan,,,"ujar Devano


"Cepat kemasi barang-barang mu,,"lalu Zola di bantu Devano untuk mengemasi semua barang-barangnya


Mereka pergi menuju apartemen Devano


Setelah sampai di apartemen,Devano menunjukkan semua ruangan ke Zola,dimana kamar tidur,dapur dan kamar mandi


Devano pun pamit pulang


Devano menyuruh salah satu bodyguard nya yang bernama Denis untuk menjaga Zola dari luar


"Jangan biarkan dia keluar sendiri,,!!"perintah Devano


"Baik tuan muda,,!"jawab Denis dengan menundukkan kepalanya


Devano berlalu pergi,dan pulang ke mansion


"Akhirnya dapat alasan juga untuk nya keluar dari kontrakan itu..."batin Devano

__ADS_1


BERSAMBUNG


🌿🌿🌿


__ADS_2