
BAB 55
DANU PRASETYA
Laki-laki jangkung hampir mengalahkan ketampanan Devano,pria konyol ini banyak juga di idolakan para wanita,apalagi wanita-wanita di perusahaan Devano,tapi tak pernah di ambil pusing,baginya wanita nomor sekian,karena kehidupannya yang keras yang harus berjuang sendiri untuk menghidupi diri sendiri setelah orang-orang di sayang pergi meninggalkannya,mungkin karena Danu memang sosok yang ceria jadi tak sedikitpun orang yang tau tentang kehidupan pribadinya
Awal Danu mulai dekat dengan Devano saat mereka masih duduk di bangku sekolah menengah pertama sampai mereka kuliah,saat itu lah Devano meminta Danu menjadi asisten pribadinya,persahabatan mereka terjalin sampai sekarang,begitupun pak Ibrahim sudah menganggap Danu sebagai anaknya sendiri,melihat kegigihannya membuat pak Ibrahim menyayanginya,dari remaja Danu sudah menjalani kerasnya hidup ulah sang ayah yang tidak peduli padanya
Setelah perceraian kedua orang tuanya Danu tinggal di rumah neneknya,namun tak berapa lama sang ibu pergi meninggalkan nya untuk selama-lamanya,ibunya sakit semenjak perceraian kedua orang tuanya dan sang ayah menikah lagi di hari kematian sang ibu,tinggal di rumah sederhana tempat ia tumbuh dewasa,setelah itu sang nenek pun meninggal karena sakit komplikasi yang di derita,sekarang Danu tinggal di apartemen yang ia beli dengan hasil keringatnya sendiri,rumah sang nenek di tinggalkannya,sekali seminggu ada orang yang membersihkan rumah neneknya,sampai sekarang rumah itu masih terawat bagaimanapun rumah itu peninggalan neneknya
Hidup Danu tak kalah menderita saat ayahnya memutuskan menikah lagi dengan selingkuhannya,sedikitpun Ia tak di nafkahi oleh lelaki paruh baya itu,padahal kehidupan nya boleh di bilang masih cukup,meninggalkan tanggung jawab sebagai seorang ayah,Danu pun tak menuntut pertanggung jawaban dari ayahnya,karena dari mulai sekolah menengah pertama Danu sudah bisa membiayai dirinya sendiri,tak pungkiri setelah menjadi asisten pribadi Devano kehidupannya pun berubah menjadi lebih baik bahkan sangat baik maka dari itu Danu mengabdikan diri pada keluarga SANJAYA yang sudah di anggap keluarganya sendiri
***
"Selamat pagi Bro...!"sapa seseorang di balik pintu
"Heemm...!"jawab Devano
"Wah...ayah Jill semakin tampan saja...!!!'rayu Danu pada atasannya
Devano yang mencium aroma-aroma yang ada mau nya curiga melihat asistennya pagi ini,tak biasanya Danu seperti ini
"Kenapa Lu...?"tanya Devano mengernyit alisnya
"Gak ada..."jawab Danu singkat duduk di depan meja kerja Devano
"Kalau gak ada ngapain kesini...?"seru Devano yang masih setia memandang laptopnya
"hehehe....!!"Danu hanya nyengir kuda
"Ini masih pagi,udah kerja sana,Gue Gaji Lu bukan untuk cengengesan..!!!"usir Devano
"Serius amat Lu,nyantai dikit lah,,kerjaan Gue udah beres pun...!!!"alasan Danu
"Ya udah,,sekarang gue kasih Lu kerjaan,Lu itungin sana mobil yang lalu lalang di pinggir jalan...!!!"perintah Devano sok serius
"Yang bener aja Lu,,,,!!!"seru Danu geram
"Terus mau nya apa,,,?Kerjaan Gue banyak nih,,kalau mau ngobrol ntar aja,pergi sana...!!!"ujar Devano mengibaskan tangannya mengusir Danu
"Hello...yang ngajak Lu ngobrol siapa...???gue kesini cuma mau ijin sama Lu..ujar Danu
"Perasan dari tadi Lu ngomel mulu kayak mak tiri
"Jadi Lu salahin Gue...?"tunjuk Devano pada dirinya
"Apa tadi,Ijin,,?kayak anak sekolah aja..!!! mau Ijin kemana..?mau pulang ganti pembalut...?"seloroh Devano
"Makanya kalau pergi bawa stok dari rumah biar ada persiapan..."ujar Devano lagi
"Makin tak beres ayah satu anak ini makin sengklek aja,wibawanya kemana,,,??berubah sih berubah tapi gak gini juga kaleeeee..."pikir Danu
Danu hanya diam tak tau lagi harus bicara apa.Devano yang sadar diamnya Danu akhirnya mengalah
"Ya udah,,,Lu mau kemana...???"tanya Devano serius
"Ini masih pagi bro,,mau kemana pagi-pagi gini,KUA pun pagi ini orangnya masih pada beres-beres..!!!"seru Devano yang sudah gak lagi menahan ketawanya
"Hahahahaha....!!!"tawa Devano pecah
Wajah Danu sudah berubah masam,sejak kapan sih atasannya jadi kayak gini
"Gue keluar...Danu menuju pintu dan keluar dengan kesal
"Ngambekan banget sih jadi orang,,"teriak Devano
Tak berapa lama,suara panggilan masuk ke ponsel nya dari seseorang
__ADS_1
"Hallo...!!!
"Selamat pagi tuan Devano..."sapa seseorang di seberang sana
"Ya selamat pagi...!!!"balasnya
"Ini tuan...pesanan anda sudah di depan parkiran perusahaan anda Tuan
"Oh ya sudah..titip ke satpam saja,,sebentar lagi saya turun,,,"jawab Devano
"Terima kasih Tuan..."seru yang di seberang
"Hmm..."jawab Devano menutup ponsel nya
Devano merenggangkan ototnya,lalu meraih ponselnya mendial nomor seseorang lalu keluar menuju lantai bawah
"Hallo..."Suara malas seorang
"Turun Lu.…gue udah di lantai bawah,Gue ada perlu....!!!
"hmm..."jawabnya malas berdiri keluar dari ruangannya
Ya Devano baru saja menghubungi Danu lewat ponselnya menyuruh ke lantai bawah Dengan langkah malas pria jangkung itu tetap menjalani perintah atasannya
"Mau ngapain lagi sih,katanya banyak kerjaan..untung bos Gue kalau gak udah Gue pites kaya kutu..."Gerutu Danu kesal pada Bosnya
Setelah di lantai bawah Danu melihat Devano di sedang berdiri di lobi,Danu mendekati Devano,Danu hanya diam tak mengeluarkan sepatah katapun,karena masih kesal
"Hai bro apa kabar,,,???"Sapa Devano pura-pura nanya kabar
Danu hanya menaikan kedua bahu nya,hari ini dia benar-benar Badmood ulah atasannya ini,sekarang lagak nya seperti gak ada kejadian aja
"Lo masih marah...?kayak cewek Lu..gitu aja ngambek..!!!"ujar Devano cuek
"Nih,,Devano melempar sebuah kunci ke arah Danu,Danu yang belum siap gelagapan menangkap kunci itu
"Kira-kira dong Lu,,kaget nih...!!!"Danu makin kesal
"Impian Lu kan...?"tunjuk Devano ke sebuah mobil rubicon pengeluaran terbaru sungguh ini serasa mimpi
Apa ini...???mobil...??iya mobil impiannya ada di depan mata
Mulut Danu ternganga melihat sebuah mobil impiannya dari dulu,bukannya tak mampu beli tapi Danu berfikir buat apa beli mobil mahal,sedang kan sekarang ia ingin menabung untuk di hari tua nya nanti,apalagi sekarang sudah ada seseorang yang sudah membolak balikkan perasaannya saat ini,dan sudah saatnya Danu memikirkan hal itu
"Van....!!!"panggil Danu
"Jangan becanda deh,,gak lucu tau,,,"ujar Danu masih tidak percaya
"Emang gue ngelawak,,,!!!"seloroh Devano
"Maksud gue becanda nya jangan keterlaluan,Gue baper nih,,"seru Danu meyakinkan apa yang ada di depan matanya
Puas becandain sahabatnya ini,Devano menghampiri Danu
"Itu buat lu,,,ntar malam lu janjian ama Vina kan...?ya udah lu bawa calon istri keliling pake mobil ini,mobil lama Lu terserah mau lu apain,bukan urusan Gue,dah lah Gue kerja dulu..."ujar Devano beranjak pergi menuju lift meninggalkan Danu yang melongo
Tersadar dengan Devano yang sudah pergi saat akan memasuki lift
"Van..."panggil Danu lagi
Devano menoleh,tiba-tiba Danu memeluk Devano
"Makasih Van..."ucap Danu tulus
"Lu pantas menerima ini Dan,ini belum seberapa di bandingin dengan kerja keras Lu selama ini,Lu gak pernah ninggalin Gue saat Gue dalam kesulitan,udah saat nya Lu bahagia sekarang,sama kayak Gue bahagia bersama Zola dan Jill,,"ucap Devano masih memeluk sahabatnya ini
"Van...!!!"panggil Danu lirih
__ADS_1
"Hemmm..."jawab Devano
"Gue boleh nangis gak...?"ucap Danu melow
"Jijik Gue...!!!"Devano mengurai pelukannya dari Danu
"Terserah..."lu mau nangis,jungkir balik,mau guling-guling silahkan...tapi jangan disini...!!!"ujar Devano kesal
Laki-laki jangkung ini kalau udah terharu gak pernah liat tempat,menghilangkan wibawa seorang pejantan tangguh saja
Danu baru ingat dengan kata-kata Devano tadi
"Eh...Lu tau dari mana gue bakalan pergi bareng Vina...?"tanya Danu heran
"Perasaan,Gue belum ngomong deh..!!!"seru Danu lagi
Flashback on
"Pagi cantik,,,sapa Danu pada seorang wanita cantik yang sudah mengisi hari-harinya
yang di sapa tersenyum merona,malu-malu meong
"Pagi Mas,,,"jawab wanita itu
"Ah,,,serasa udah punya istri aku nya di panggil mas,pengen bawa pulang deh..."Rayu Danu
"Mas Danu bisa aja,,,ini kantor lo mas,ntar ada liat aku kan malu..."seru wanita itu
"Siapa bilang ini kuburan,kamu ada-ada deh,,tapi ini kan masih sepi gak ada yang liat hehehehe..."ucap Danu mencolek pipi wanita itu
"Ntar malam keluar yuk...??aku lagi gak lembur nih,,"ajak Danu penuh harap.pasalnya waktunya memang gak ada untuk berkencan,sibuk menyelesaikan pekerjaan atasannya
"Emang kita mau kemana mas,,"tanyanya polos
"Mau ke bulan,ngitungin bintang,tapi maunya sama kamu,,"jawab Danu asal
"Ah mas Danu ada-ada aja deh..."masih tersipu malu
"Kamu sih tanya nya seperti itu,ya kemana lagi kita,kalau bukan ke tempat yang romantis ntar kamu juga tau..."balas Danu
"Mas Danu gak nyulik aku kan,,,??"tanya nya lagi
"Ya elah masa mau nyulik ngajak-ngajak sih..."jawab Danu yang sudah mulai jengah dengan polos nya wanita di depannya ini,merusak suasana
"Iya deh mas aku mau...aku selesaiin pekerjaan aku dulu ya,sebelum tuan Devano datang,,,"jawab wanita itu girang
"Ya udah aku ke ruangan ku dulu,,,"seru Danu berlalu pergi menuju ke ruangannya
Tanpa mereka sadari seseorang yang mendengar percakapan receh mereka,siapa lagi kalau bukan sang atasan,Devano Jengah mendengar rayuan maut nya sang asisten,tidak menyangka Danu yang selalu dengan wibawanya merayu seorang wanita dengan rayuan yang pasaran,merayu Vina sekretaris Devano,mungkin akibat kelamaan menjomblo
Devano membeliak kan matanya,dengan lidah yang terjulur,benar-benar menjijikkan
"Padahal Gue udah ngerasa paling bucin sama bini ke gue,eh ternyata ada lagi yang lebih bucin..dasar alay...."Gumam Devano menuju ruangannya
"Selamat pagi tuan...!!!"Sapa Vina
"Pagi Vina...!!!"balas Devano pura-pura baru datang
"Saya minta semua laporan data pembukuan bulan ini, tiga puluh menit lagi saya tunggu di ruangan..."ucap Devano
"Baik tuan,,!!!"jawab Vina menghela nafas
flashback off
"Gue tau dari mana bukan urusan Lu..."Jawab Devano berlalu masuk lift
"Sejak kapan dia jadi cenayang,,,"gumam Devano
"Ah gak penting,,,Dia tau dari mana,,,hari ini gue Bahagia..."seloroh Danu yang dari di perhatikan seorang satpam yang hanya menggeleng-geleng kan kepala melihat tingkah tangan kanan atasan nya ini
__ADS_1
BERSAMBUNG
🌿🌿🌿