
BAB 33
3 bulan berlalu
Devano di sibuk kan dengan pekerjaannya,,itu membuat waktu Devano kurang dengan istrinya
Zola pun mengerti dengan pekerjaan suami nya,apalagi Devano akan mengadakan acara kenaikan jabatan sebagai CEO untuk menggantikan sang ayah
Ya setelah tiga bulan belakangan ini ayah nya sudah mulai bekerja kembali,,,untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk kenaikan jabatan anaknya
Karena bagai manapun juga sang anaklah yang akan mewariskan seluruh hartanya,,dan janji itu di tepati nya ketika sang anak sudah berumah tangga
Apalagi proyek beberapa bulan yang lalu hampir 90% berhasil dan semua klien puas dengan hasil kerja Devano,,tidak di pungkiri semua berkat ayahnya yang selalu mendukungnya
Acara ini akan di laksanakan Minggu depan sekalian Devano ingin memperkenal kan istri ke seluruh karyawan perusahaannya
Tak lupa Devano mengundang semua stasiun tv swasta untuk menyaksikan kenaikan pangkat anak seorang yang tersohor di negri ini
Setelah bujukan dari sang suami akhir nya Zola mau menghadiri acara ini
Awalnya ia menghadiri untuk kenaikan jabatan suaminya saja,,tidak mau menunjuk wajah nya sebagai seorang istri dari sang pewaris tunggal itu
Setelah membujuk dengan penuh drama akhirnya Zola mau juga tapi tetap dengan kecemasannya sendiri,,karena Zola tidak biasa dengan acara yang seperti ini,tapi ia pun tidak mau melihat suaminya kecewa
Semua sudah di persiapkan Devano,mulai dari pakaian,dan make up untuk istrinya
Zola pun sudah biasa di manjakan oleh suaminya,,karena itu semua Devano yang ingin bukan Zola yang minta
Tibalah saatnya hari yang di tunggu-tunggu Devano
ia mengundang seluruh relasi,klien,orang-orang penting,semua teman-teman dan sahabatnya ke acara itu
Mereka semua sudah berkumpul di aula perusahaan miliknya,,,dan tak lupa dia mengundang Jeni juga,,karena Devano tak pernah ada dendam dengan Jeni,,dan ia mau hubungan nya dengan Jeni tetap terjalin sebagai teman walau Jeni tidak terima itu
Saat Devano dan Zola masuk ke aula, semua mata tertuju pada mereka berdua
Zola dengan anggun berjalan berdampingan dengan suaminya dengan gaun mewah yang ia belikan di butik terkenal di kota ini,,saat jalan menuju panggung yang sudah di sedia kan oleh pengisi acara
Mata Devano tak lepas dari pandangan istrinya,ia sangat memuja kecantikan istrinya yang membuat kaum Adam iri melihat mereka,apalagi kaum hawa yang melihat Devano semakin tampan dengan tuxedo mewah yang ia pakai
Mereka sangat iri dengan seseorang yang berjalan berdampingan dengan Devano,ada yang memandang kagum dan ada pula yang memandang sinis ke Zola
__ADS_1
"Gila makin cantik aja,,,Decak kagum teman-teman Devano yang ikut memuji kecantikan istrinya
"Iya ya,,,teman kita ini beruntung banget dapetin dia,,,ujar temannya lagi
Di tambah lagi dengan wajah masamnya Evita yang tetap memandang Zola hanya seorang gadis kampung
Apalagi lagi Jeni yang semakin geram melihat kemesraan mereka dan saat ini Jeni dan Evita membangun kubu untuk memojokkan Zola
"Harusnya aku yang berada di sana,,bukan gadis miskin itu
"Kamu liat saja nanti...!!untuk sekarang ini tersenyumlah,,,,!!!gumam Jeni dengan sangat emosi tapi dia tetap mengekspresikan mukanya seolah-olah dia baik-baik saja
Beda lagi dengan Sandra yang memandang sahabatnya itu dengan kagum dan ikut berbahagia
Setelah kenaikan jabatannya selesai,,Devano menambahkan satu pengumuman lagi
"Terima kasih kepada seluruh hadirin yang ada di acara ini,,dan satu pengumuman lagi yang harus kalian ketahui,saat ini saya akan memperkenalkan seseorang yang sudah mengisi hari-hariku,yang membuat hidupku lebih berarti selain ayah yang selalu ada untukku
Di tambah lagi dengan kehadiran nya disini membuat kebahagiaanku semakin lengkap perkenalkan ARUMI ZOLA istriku
Dengan meraih tangan istrinya utk naik ke podium dan mencium kedua punggung tangan istrinya
Semua hadirin bertepuk tangan dan bersorak ditambah lagi dengan sorotan kamera yang tak lepas dari mereka
Acara bebas ini membuat mereka mulai bergosip,ada yang memuji Zola,dan ada pula yang penasaran dengan kehidupan Zola
Bisik itu di dengar langsung oleh Zola,tapi Zola menyadari itu,,itulah resiko yang harus ia hadapi,tapi selagi tidak mengganggu Zola tetap merasa biasa saja
Zola berjalan sendiri menuju meja hidangan,karena perutnya terasa lapar,,setelah meminta izin suami nya untuk mengambil beberapa cemilan,Devano berbincang-bincang dengan para relasi ada yang memberikan selamat padanya atas kenaikan jabatannya
Tiba Zola di meja hidangan,,Zola di kejutkan dengan suara yang berbisik ke telinganya dari belakang
"Hai gadis miskin...!!sapa Jeni dengan pandangan yang meremehkan
Ternyata dia tak sendiri di temani seorang wanita yang menyukai Devano sejak dulu yaitu Evita
"Ni orang mau apa lagi sih,,,??batin Zola
Zola tidak peduli dengan mereka berdua,ia tetap menikmati makanannya
Saat Zola mau pergi tangan Zola di cengkram oleh Jeni
__ADS_1
"Sombong banget Lo,,,??seru Jeni marah
"Maaf ya,,aku tidak punya waktu untuk meladeni kalian...permisi,,,!!seru Zola mau pergi
Tiba-tiba lengan Zola di cekal Jeni dengan kuat
Jeni makin marah,dan makin mengeratkan cengkraman nya,,membuat Zola meringis kesakitan karena kuku Jeni yang panjang
"jangan mentang-mentang lo udah jadi istri dari seorang Devano jadi besar kepala ya...??ujar Evita
"Lo itu tetap gadis miskin,kampungan yang gak ada apa-apanya di banding dengan kita-kita..!! ujar Evita
"Lagian apa sih yang Devano ambil dari lo,udah tampang pas-pasan tidak berpendidikan lagi,,seru Jeni lagi
Zola tetep tidak peduli
pikirnya yang Meraka katakan itu memang benar adanya makanya Zola tak peduli
"Asal Lo tau aja,,Devano itu gak akan betah dengan satu wanita,,gw yang kaya dan cantik aja masih di tinggalin apalagi lo yang cuma gadis kampung yang miskin atau jangan-jangan Lo pakai pelet..??ujar Jeni
Jeni yang melihat ekspresi Zola semakin semangat meruntuhkan perasaan Zola
Zola menghembuskan nafas panjangnya ia mencoba tidak peduli,tapi kata-kata Jeni membuat Zola sedikit percaya,tapi Zola masih bisa menepis perasaan itu
"Sekali lagi maaf ya nona-nona cantik yang terhormat,aku tau aku bukan orang yang berpendidikan dan hanya seorang gadis miskin,,kenapa memang nya...??toh buktinya Devano pilih aku jadi pendamping hidupnya
"Masalah nya apa dengan kalian,,?kalau memang kalian seorang yang berpendidikan apa peduliku,,coba tunjukan sekolah tinggi kalian untuk mendapat kan Devano,,dan kau Jeni kalau kau memang seorang gadis yang pintar,kau tidak akan menunjukkan kwalitas mu padaku,dirimu sendirilah yang menjadikanmu seorang yang bodoh
"Lagian kamu masih percaya ya dengan yang namanya pelet,,kenapa gak kamu coba saja....!!seru Zola menghentakkan tangan Jeni dari lengannya
Kata-kata Zola membuat mereka semakin geram,mereka pikir Zola akan takut dengan mereka tapi ternyata tidak
Membuat Zola tidak berselera lagi untuk makan
kepalanya sudah mulai pusing dan pandangan nya sedikit mengabur
dan
Bruuukk
Pingsan
__ADS_1
BERSAMBUNG
🌿🌿🌿