
Bab 45
Pagi hari di rumah sakit Zola membuka matanya perlahan,menatap sekeliling nya,,ini seperti bukan tempat biasa ia tidur,aah iya Zola ingat semalam ia di larikan ke rumah sakit karena sakit di dada menyerang nya
Di lihatnya tangan kekar suami nya sedang menggenggam tangan mungilnya dengan wajah menelungkup dengan posisi sedang duduk di kursi sebelah bad tempat nya beristirahat
Pasti posisi itu sangat tidak nyaman sekali,Zola mengingat ingat kembali kalau semalaman ia tak sadarkan diri setelah sampai di rumah sakit
Perlahan Zola membelai lembut rambut suaminya,belum ada niat untuk membangunkan suaminya karena mungkin semalam suami nya tidak tidur karena lelah menunggu Zola sadar
Merasa terusik dengan belaian tangan seseorang Devano mendongakkan wajah nya melihat ke arah istrinya yang masih terlihat pucat tapi tidak se pucat tadi malam
"Selamat pagi sayang,,,"sapa Zola dengan tersenyum lembut menatap suaminya
"Pagi sayang,,,"balas Devano langsung berdiri dan duduk di sebelah istrinya dan memeluk istrinya dengan sangat erat dan menangis
Devano masih merasa bersalah dengan kejadian tadi malam yang mengakibatkan istrinya di rawat lagi di rumah sakit
"Apa ada yang sakit,,,??"tanya Devano di sela tangisnya
"Maafkan aku,,,aku yang membuatmu seperti ini,,,"ujar Devano lagi
"Tidak sayang,aku tidak apa-apa,jangan cemas,ada kamu di sisi ku aku merasa sehat kembali,,,"tutur Zola lembut dan masih merasa lemas di tubuh nya
"Sejak kapan istriku pandai menggombal...?"seru Devano melihat tingkah istrinya
"Sejak bangun tadi,,"jawab Zola asal
Devano melonggarkan pelukannya
menetap sendu wajah pucat istrinya
"Maafkan aku,,,"ucap Devano lagi
"Untuk apa,,,?"jawab Zola yang heran dari tadi suami nya minta maaf terus
"Untuk kejadian semalam..."jawab Devano lirih
"Aku tidak butuh maafmu,,yang aku butuh penjelasanmu."ujar Zola dengan wajah yang berubah sedih mengingat semalam foto yang dikirim seseorang melalui ponsel nya
Devano mendekatkan lagi tubuh nya dan menyandarkan kepalanya ke pundak Zola
"Aku akan berterus terang tentang yang sudah terjadi beberapa hari ini,,"ucap Devano
Hal ini yang di tunggu- tunggu Zola yaitu penjelasan dari suaminya,tapi ada rasa yang mulai menghantui di dirinya yang membuatnya merasa takut
Seandainya Devano mempunyai wanita lain dan akan meninggalkan dirinya,perasaan itu segera di tepis Zola
Devano menghela nafas mengeluarkan secara kasar,dia benci akan hal ini tapi bagaimanapun dia harus menjelaskan pada istrinya apa yang sebenarnya terjadi
"Andai waktu itu kamu mengizinkan aku untuk memberi Jeni pelajaran mungkin kejadiannya tidak seperti ini
"Aku tau kamu sakit karena memikirkan kejadian dua hari yang lalu,dimana Jeni datang ke perusahaan untuk memintaku kembali kepadanya
Benar dugaan Zola,Jeni datang menggoda Devano lagi
"Aku sangat marah mendengar ocehannya dia merasa bahwasanya aku masih mencintainya
"Dengan tetap diam dan tidak membalas atas apa yang telah dia perbuat padamu
__ADS_1
"Dengan percaya diri dia datang untuk kembali dan menghina mu,aku tidak terima akan hal itu,aku tidak akan segan-segan menghancurkan orang yang sudah menghina keluargaku apalagi istriku,tapi semua harus izin darimu
Zola masih mendengarkan secara seksama penjelasan suaminya
"Aku sangat mencintaimu..tidak akan aku biarkan siapapun yang menghina dirimu
"Dua hari ini aku memikirkan cara bagaimana aku bisa menghindari Jeni agar tidak datang lagi ke perusahaan,aku ingin menjaga perasaanmu,agar kamu tak lagi di bayang-bayangi oleh Jeni yang akan memperburuk rumah tangga kita
"Makanya aku memikirkan cara itu sendiri tanpa harus melibatkan mu
"Ternyata aku salah,malahan ini menjadi Bumerang untukku,,"ujar Devano panjang lebar
Zola mulai merasa tenang mendengar penjelasan dari suaminya,setidaknya dia merasa lega kalau suami nya sudah tidak memiliki perasaan terhadap mantan kekasihnya
Tapi foto itu sebelum Zola berucap Devano menjelaskan lagi agar semua nya jelas
flashback kejadian semalam
Dalam perjalanan pulang,Devano singgah dulu ke minimarket dekat Apartemennya untuk membeli cemilan,karena selama kehamilan Zola memasuki bulan ke lima hobinya ngemil terus,tapi tetap camilan sehat
Setelah selesai dengan belanjaannya Devano keluar dari minimarket,lalu menuju parkiran sebelum masuk mobil Devano melihat seorang wanita yang menangis di pinggiran jalan,
Dengan penasaran Devano bertanya
"Anda baik-baik saja nona,,,?tanya Devano
Karena wanita itu menunduk Devano tidak melihat wajahnya
wanita itu mendongakkan wajahnya melihat Devano karena jalanan agak sedikit gelap hanya lampu jalan yang menerangi mereka
Itupun tidak terlalu terang tapi masih bisa melihat siapa wanita itu dengan menghapus air matanya
Tanpa menjawab pertanyaan Devano tadi wanita itu langsung Menebak
Devano mengernyitkan dahinya heran
"Iya,,,"Jawab Devano singkat
Wanita itu langsung menghamburkan tubuhnya ke Devano,membuat Devano kaget mendapat pelukan mendadak
"Heei...jangan seperti ini,,"Dengan segera Devano menyingkirkan tubuh wanita itu menjauh dari nya
"Menyingkirlah...Saya sudah menikah..."ujar Devano lagi
Tanpa menghiraukan perkataan Devano barusan wanita itu berkata
"Aku tau kau sudah menikah,,siapa yang tidak tau,anak dari pengusaha terkenal di negeri ini bahkan sampai luar negri yang Menikah dengan wanita biasa..."jelas wanita itu meremehkan
"Apa kau masih mengenaliku,,?"tanya wanita itu lagi
"Siapa yang tidak mengenalimu,Clarissa wanita yang jadi simpanan Sugar Daddy..!"Jawab Devano tak kalah sinis saat mendengar istrinya di sebut wanita biasa oleh wanita di depannya ini
Wanita itu terkejut dengan perkataan Devano karena tak biasa Devano menyinggung tentang kehidupannya
Apa tadi dia merasa tersinggung telah mengatakan menikah dengan wanita biasa,apa sebegitu cintanya Devano dengan wanita yang sebagai istrinya itu,,gumam Clarissa dalam hati
Ya wanita itu adalah Clarissa teman dekat Jeni saat mereka sekolah dulu,hubungan pertemanan Jeni dan Clarissa terbilang dekat dari mereka memasuki sekolah menengah pertama sampai sekarang
Makanya Devano kenal,tapi tidak terlalu dekat,dan entah kenapa Tiba-tiba saja wanita ini muncul kembali itupun secara tidak sengaja
__ADS_1
Karena masih jengkel Devano berlalu pergi dari begitu saja dari hadapan Clarissa
"Hei Vano,,apa kau tidak berniat untuk menolongku,,,?"seru Clarissa menyusul Devano menuju ke tempat mobilnya terparkir
"Untuk apa aku menolongmu,,,?jawab Devano,ia malas meladeni wanita bar bar ini
"Aku tadi kena jambret semua nya ada dalam tas,aku bingung pulang dengan apa uangku semua ada dalam tas,,,"jelas Clarissa yang membuat Devano jengah
"Kau ini sudah susah masih saja sombong,,,"ujar Devano kesal
"Ah kau tersinggung tentang perkataan ku tadi...?Oke
aku minta maaf,,kali ini aku benar-benar membutuhkan bantuan mu..."ujar Clarissa dengan wajah memelas
"Baiklah,,,apa yang harus aku bantu,,"seru Devano malas
"Ya ampun Devano,ternyata penyakit tidak peka mu masih bersarang di otak mu ya,,!"
Devano heran dengan ucapan Clarissa
Clarissa menghembuskan nafasnya
"Kau tau kan aku barusan di jambret,,?tak punya apapun,sekarang kau masih bertanya bantuan apa..."Clarissa menepuk dahinya
"Anterin aku pulang Van...!"seru Clarissa memohon
"Aku tidak bisa,,istriku menunggu di rumah,,"jawab Devano tak peduli
"Kau hanya mengantarkan ku sampai apartemen bukan untuk menginap,istrimu pasti mengerti..."jawab Clarissa sangat kesal
"Kalau begitu kau di antar Danu saja,biar aku telfon dia dulu,aku benar-benar tidak bisa ini sudah malam,istriku pasti menungguku di rumah
"Ya elah Vano,semua orang tau kalau kamu sudah menikah,tapi apa kamu tega membiarkan temanmu ini pulang jalan kaki
Devano berpikir apa salah nya mengantar Clarissa pulang sebagai rasa kemanusiaan apalagi seorang wanita,toh dari dulu Devano tidak pernah bermasalah dengan Clarissa
Tapi ia masih ragu dan sedikit curiga pasalnya Clarissa dengan Jeni perangai nya sama,sama-sama murahan
"Baiklah aku akan mengantarmu,ayo masuk..."ajak Devano pasrah
Clarissa masuk mobil Devano lebih dulu sambil tersenyum,sebelum Devano menyusul masuk mobil Devano mengirim pesan singkat dulu pada Danu yang isinya
"Cepat tunggu gue di depan apartemen Clarissa,gue lagi anter dia pulang"
pesan terkirim Devano melajukan mobilnya menuju apartemen Clarissa
Tak lama sampai di depan parkiran
Clarissa heran dengan kedatangan Danu
"Ngapain si Danu kesini juga,?gawat bisa gagal ini rencana gue..."batin Clarissa
Saat Clarissa turun dari mobil Devano
"Hay Dan....!"sapa Clarissa ke Danu basa basi
Tanpa membalas sapaan Clarissa,Danu langsung menyodorkan pertanyaan yang membuat Clarissa menciut
"Masih hidup lu....?"
__ADS_1
BERSAMBUNG
🌿🌿🌿