Jatuh Cinta Pada Gadis Yang Keras Kepala

Jatuh Cinta Pada Gadis Yang Keras Kepala
Masalah mulai datang


__ADS_3

Bab 41


Hari-hari yang di lalui begitu menyenangkan di saat orang tercinta berada di samping kita apalagi sekarang ada yang di nantikan kehadirannya yaitu buah cinta dari pasangan suami istri yang saling mencintai yaitu Devano dan Zola


Di awali dari pertemuan yang tidak sengaja,sampai perjodohan yang di rencanakan sang ayah untuk putra semata wayang nya,seiring waktu berjalan dua insan berbeda kasta ini akhirnya bertemu tanpa ada pemaksaan


Devano yang awalnya menolak permintaan sang ayah untuk di jodohkan dengan Zola,begitupun dengan Zola yang merasa tidak pantas menjadi pendamping Devano dengan alasan hanya dari kalangan biasa,dan akhirnya Devano menyerah dan menerima perjodohan ini dengan harapan hanya untuk membahagiakan sang ayah


Tapi seiring waktu berjalan kedekatan mereka bejalan bagaikan air mengalir,Devano mencoba membuka hatinya untuk Zola disaat kekasihnya Jenifer mengkhianatinya,karena besar harapan hanya Jeni lah yang akan menjadi pendamping nya kelak,tapi semua hanya angan sang kekasih mengkhianatinya dengan mencari kesenangan dengan lelaki lain di belakang nya.


Lihat dari paras Zola memang cantik bahkan lebih cantik dari mantan kekasih nya Devano,tapi yang namanya Zola yang hidup jauh dari kata mewah hanya menyimpan kecantikannya dengan dandanan yang sedikit lusuh,dan bagi wanita yang satu ini tidak memerlukan penampilan yang bagus yang penting dia bisa kerja mencari uang halal hanya untuk sesuap nasi,justru itu yang membuat Devano jatuh hati pada gadis keras kepala ini


Keras nya hidup membuat Zola menjadi watak yang keras,sebenarnya ia hanya gadis yang rapuh tapi ia membentengi diri supaya menjadi gadis yang kuat apalagi ia hanya hidup sebatang kara karena itu ia menjadi seorang yang keras kepala,yang mau bekerja apa saja yang penting halal,karena itu sang ayah mertua jatuh cinta di awal pertemuan mereka yang tidak sengaja, jatuh cinta dalam artian cinta yang pantas untuk putranya Devano,karena di lihat dari semua wanita yang mendekati anaknya hanya mengejar harta dan ketenaran


Sekarang mereka hidup bahagia,tapi kebahagiaan mereka sedikit terusik karena datangnya seseorang dari masa lalu


Ya...yaitu jenni,setelah kejadian itu dimana Zola pingsan saat Devano di angkat menjadi CEO di perusahaan ayahnya,yang membuat Devano murka,dan ingin membalas perbuatan Jeni kepada istrinya dan di saat ingin membalas Zola datang memohon untuk tidak memperpanjang masalah ini


Karena Zola tau Jeni hanya cemburu wajar saja karena wanita itu masih mencintai suami nya Zola paham akan itu,dan akhirnya Devano mengalah membiarkan Jeni melarikan diri ke luar negri untuk menghindari kemurkaan Devano karena Jeni tau mantan kekasih nya itu paling tidak suka miliknya terusik apalagi dengan orang di cintai tapi Jeni menanggapi dengan percaya diri bahwasanya Devano masih mencintainya


Karena Jeni merasa Devano masih mencintainya dengan bukti Devano diam saja tidak membalas atas perbuatannya atas apa yang dia lakukan terhadap Zola,padahal Devano diam karena permintaan istrinya,apalagi dengan keadaan Zola yang sedang hamil,Devano tidak mau membuat istrinya menjadi kepikiran


Dan hari ini Jeni kembali lagi dengan rasa percaya diri yang tinggi,tambah lagi dengan masukan sorang teman yang menyuruhnya untuk kembali


Hari ini jeni kembali ke indonesia dengan rencana yang sudah di susun dengan rapi untuk mendekati Devano lagi


Tiba di bandara Soekarno Jeni di jemput oleh sopir keluarganya,menaiki mobil yang sudah di bukakan pintunya


dengan senyum yang tak lepas dari bibir seksi nya Jeni bergumam


"Tunggu aku sayang..."


***


Sekarang kandungan Zola memasuki bulan ke enam jadi selama itu pula lah Jeni menghilang,dan Jeni tidak tau kalau istri mantan kekasih nya itu tengah hamil,karena setelah insiden itu Jeni langsung kabur entah kemana,Jeni mendengar kabar dari teman-temannya kalau Devano tidak pernah membawa istrinya keluar rumah padahal sebelumnya Devano memperkenalkan istrinya di depan publik


"Apa Devano sudah bosan ya..?"itu lah yang ada dalam pikiran Jeni saat ini


Setiba di kediamannya,Jeni mengistirahatkan tubuhnya barang sejenak,sebelum ia mengunjungi mantan kekasih nya yang sebentar lagi menjadi kekasih nya kembali


Jeni mempersiapkan diri untuk menemui sang mantan kekasih untuk makan siang yang kebetulan waktu sudah mendekati jam makan siang


Beberapa menit berlalu tiba lah Jeni di Gedung yang menjulang tinggi yang dulu nya dia datang dan pergi sesuka hati,sekarang Jeni datang untuk menjalankan misi nya mendapatkan hati CEO tampan itu lagi


Setelah sampai di lobi Jeni bertanya kepada resepsionis yang bernama Vanya


"Apa Devano nya ada...?"tanya Jeni dengan nada sombongnya,memang karakter Jeni tak pernah berubah


"Maaf nona,apa anda sudah ada janji dengan Tuan Devano...?"tanya Vanya dengan ramah


"Belum,tapi saya yakin Devano tidak akan menolak,,


kamu tau kan siapa saya...?"ujar Jeni percaya diri


"Tau Nona,anda kan mantan kekasihnya tuan Devano,,,!"ucap Vanya menyembunyikan senyum nya


"Dasar wanita tidak tau diri,,!"ujar Vanya dalam hati,


"Cuma mantan tetap aja masih sombong,,"gumam Vanya lagi


Jeni yang menyadari Vanya menertawakan nya menjadi geram

__ADS_1


Jeni menggebrak meja membuat resepsionis wanita ini terlonjak kaget


"Kamu jangan main-main ya sama saya,kamu hanya karyawan biasa disini,saya tau kamu hanya mempermainkan saya,dan sekarang cepat hubungi Presdir kamu,saya ingin menemuinya,saya memang tidak janjian dengan nya tapi setidak kamu tau siapa saya dan jangan buang-buang waktu saya...!!"jelas Jeni panjang lebar di sertai emosi


Karena sedari dulu Jeni memang seperti ini suka merendahkan orang hingga semua karyawan Devano berpikir kenapa Presdir mereka bisa mencintai wanita Sombong ini,dan sekarang mereka bersyukur Devano tidak menjadikan Jeni sebagai istrinya


"Ba Baik nona,saya akan menghubungi tuan Devano dulu.."jawab Vanya sedikit takut


Setelah menghubungi presdirnya Vanya mempersilahkan Jeni menuju ruangan presdirnya


"Kamu liat kan,,?dia tidak menolak saya,"ucap Jeni yang berlalu pergi


Vanya hanya mengelus dada karena masih terkejut dengan gebrakan meja tadi


Setelah sampai ke lantai yang di tuju Jeni masuk begitu aja seperti biasa yang dia lakukan waktu menjadi kekasih Presdir


Saat Jeni masuk Devano tak sedikitpun melirik ke arahnya,dia tetap mengerjakan berkas-berkas yang berserakan di atas meja kerja nya,sedikit canggung Jeni menyapa


"Hay Van...!!"sapa Jeni


"Hmm.."jawab Devano cuek


"Apa kabar,,?"tanya jeni lagi


"Seperti yang kamu liat,jauh lebih baik,'jawab Devano masih dengan mode datarnya


"Sialan gue di cuekin,,"umpat jeni dalam hati tapi dia gak bakalan menyerah begitu saja,Devano bersikap seperti itu hanya untuk menutupi kerapuhan nya setelah hubungan mereka kandas,itu yang ada di pikiran Jeni sekarang


"Kalau dia marah pasti dia udah maki-maki gue sekarang,buktinya dia diam aja,,,"masih bermonolog sendiri


Beberapa menit di landa kecanggungan Jeni memberanikan diri untuk bertanya


"Gimana hubungan kamu dengan dengan Zola,,"tanya Jeni tidak memakai kata istri bertanya hanya untuk basa basi


"Ya mana aku tahu,makanya aku bertanya,"jawab Jeni selembut mungkin,karena Devano akan luluh dengan suara lembut Jeni tapi itu dulu sekarang dia malah muak


"Bisa kita bicara sebentar...?"tanya jeni lagi


"Ya udah bicara saja,perasaan dari tadi kamu bicara terus,"jawab Devano yang sudah mulai jengah


"Brengs*k,,!bisa-bisa nya dia bicara seperti itu,,"gumam nya dalam hati


"Tenang Jeni sebentar lagi dia akan menjadi milikmu,dia akan bertekuk lutut di hadapanmu cinta nya hanya untuk kamu,bukan untuk wanita kampungan itu,mereka menikah karena jodohkan,Jeni sudah ngehalu tingkat kabupaten


"Maksud aku,kita makan siang di luar tempat favorit kita dulu,kamu kan paling seneng makan disana,suasana nya romantis,,"ajak Jeni dengan semangat


"Itu dulu jen,sekarang gak lagi,bahkan kalau mau aku bisa menghancurkan tempat itu sekarang juga biar kamu tidak ber angan-angan lagi,,,"jawab Devano pongah sekaligus muak


Sudah tidak tahan dengan mode cuek nya Devano,Jeni mulai menyampaikan niatnya


"Van,,aku tau kamu marah bahkan kecewa sama aku,aku minta maaf,,tapi kamu tak semestinya cuek begini,aku tau kamu masih cinta sama aku,buktinya kamu masih mau ketemu sama aku kan..?"


"Jangan seperti ini Van,aku tahu kamu tidak bahagia dengan perjodohanmu dengannya,aku maklum itu,maafin aku Van,,"Jeni sudah mulai mengeluarkan air mata buayanya supaya Devano luluh


"Kalau kamu mau,aku rela jadi istri keduamu,kalau kamu tidak bahagia bersama istrimu,ayo Van kita wujudkan lagi janji kita yang dulu,kita pasti akan bahagia,,"ujar Jeni menggebu-gebu


Devano masih diam,ia masih ingin mendengar lagi angan-angan Jeni yang tidak akan pernah terwujud itu


"Aku tau,wanita itu bukan tipe kamu,gadis kampung bisa apa dia mendampingi mu menjadi pasangan hidupmu,dia hanya akan mempermalukan kan kamu di hadapan rekan-rekan bisnismu,"jelas Jeni lagi


Devano mulai tidak tahan mendengar wanita di hadapannya ini menjelek-jelekkan istrinya

__ADS_1


Dengan emosi yang memuncak Devano mengebrak meja kerjanya dan berdiri dengan mata sorot mata yang merah padam


Braaaaaaakkkkkkkk


Membuat Jeni terkejut melihat kemarahan Devano dan langsung berdiri mereka saling berhadapan hanya meja kerja saja sebagai pembatas mereka


"Tau apa kau tentang kebahagiaanku...?"


"Tau apa kau tentang rumah tanggaku...?"


"Tau apa kau tentang istriku...?"


"Aku diam bukan berarti aku masih mencintaimu,aku diam karena istriku yang tidak ingin melihat kehancuranmu,kau tau kan siapa GILBERT DEVANO SANJAYA pantang bagiku untuk diam kalau milikku terusik,kau jangan terlalu percaya diri Nona,aku diam demi istriku,gadis yang kau bilang kampungan itu istriku,menekan kata ISTRI


"Aku sangat mencintainya,aku tidak akan pernah malu berdampingan dengannya


"Aku tidak akan pernah malu menunjukkan ke seluruh dunia kalau dia istriku


"Dan satu lagi jangan pernah bermimpi aku akan menjadikanmu istri kedua,,istriku satu sudah cukup yaitu ARUMI ZOLA


Terang Devano yang jengah melihat kepercayaan diri wanita yang satu ini


Dan jangan di tanya lagi apa yang di rasakan Jeni saat ini,sedih,sakit hati bercampur jadi satu selama ini laki-laki yang di cintai nya sudah tidak mencintainya lagi berbanding terbalik dengan perlakuan satu tahun yang lalu


Jeni yang di anggap ratu di hatinya sekarang yang ada hanya kebencian ulah perbuatannya sendiri,sungguh miris hatinya terasa begitu pedih mendengar kata-kata Devano,yang tadinya hanya air mata buaya,sekarang air mata kepedihan yang menetes di mata indah nya itu


Tak berapa lama masuklah seorang wanita cantik yang membawa tentengan di tangannya untuk makan siang bersama suami tercintanya ya itu Zola yang datang memberi kejutan untuk suami tapi malah dia sendiri yang terkejut


Bukan karena kecewa,tapi melihat raut wajah emosi suami nya,yang awalnya dia merasa takut melihat manik yang menatap tajam di depan itu,Devano yang sadar dengan ketakutan istrinya langsung menghampiri Zola dan memeluk nya dan itu membuat Jeni muak


Dan apa itu,perut yang sudah mulai membuncit


"Apa Zola hamil,,?”Jeni bertanya dalam hati


"Apa aku mengganggu,,?"tanya Zola ke suami nya dengan sedikit gugup


sepertinya mereka habis bertengkar,Zola bermonolog sendiri


"Gak sayang,,,sama sekali gak,,,!!!"jawab Devano lembut


"Ayo kamu duduk dulu,,,Devano menuntun istrinya untuk duduk di sofa dan mengambil alih rantang makan siang nya dari tangan Zola


Jeni melihat interaksi mereka,merasa tidak percaya Devano memperlakukan istrinya dengan sangat lembut,berbeda sekali dengan perlakuan Devano saat mereka masih pacaran dulu,,


"Apa ini,,?apa aku tidak salah lihat,,?Devano dia...!!"lirih Jeni tidak sanggup berkata-kata lagi memegang dadanya entah sakit hati entah terluka atas ucapan Devano tadi hanya Author yang tau


"Sayang,,kenapa tamu nya tidak di suruh duduk,,,?"tanya Zola melihat ke arah suaminya,karena melihat Jeni hanya berdiri,ia tau kalau itu mantan kekasihnya suaminya tapi kan cuma mantan Zola tidak ingin berprasangka buruk dulu


"Gak papa sayang,dia udah mau pulang kok,ini udah jam makan siang soalnya,dia udah janji sama temannya,,"alasan Devano mengusir secara halus


"Oh..."Zola manggut manggut


Jeni makin sakit hati mendengar alasan Devano yang hanya ingin mengusirnya untuk segera pergi dari kantor nya,mau tidak mau Jeni pergi dengan hati yang berkecamuk


berlalu pergi keluar dari ruangan Devano


Danu yang datang terlambat hanya memperhatikan punggung Jeni dari kejauhan


"Siapa tuh...?"tanya Danu dalam hati,lalu masuk keruangan Devano untuk makan siang mereka bertiga makan di ruangan Devano


BERSAMBUNG

__ADS_1


🌿🌿🌿


__ADS_2