
BAB 58
Waktu terus berganti,tak terasa sekarang Jill sudah berusia satu setengah tahun,bocah laki-laki itu selain sudah pandai berjalan,sudah bisa berbicara walau belum lancar tapi mudah di mengerti oleh orang-orang sekitar nya
Sekarang bocah itu sedang merajuk,ingin ikut ayahnya ke kantor,entah kenapa sebelum nya bocah cuek itu biasa saja ketika ayah nya pergi kerja,masih menangis sesegukan
"Itut ayah huu...!!!"sungut Jill
"Nanti ayah pulang cepat nak,Jill sama Bunda aja ya,,,!!!"bujuk sang Bunda
"Ndak au nda...!!!"masih menangis
Zola menghela nafas
Devano keluar dari ruang ganti,bersiap-siap untuk pergi kerja
menyisir rambut nya di depan cermin meja rias
"Jill kenapa Bun,,,???"tanya Devano
"Katanya mau ikut ayah...!!"jawab Zola
"Tumben,,,biasanya gak kayak gini...!!!"heran Devano
"Iya nih,,,beberapa hari ini Jill sedikit rewel Yah,,,tapi gak demam,,,!!!"ujar Zola memegang kening anaknya
"Ya udah kalau memang ikut Ayah,Bunda juga ikut,lagian kerjaan Ayah hari ini gak terlalu banyak,cuma tanda tangan berkas aja,habis makan siang kita pulang,,,"seru Devano
"Mana ada orang kerja bawa anak istri yah,ayah ini ada-ada aja,,,!!"seru Zola menggelengkan kepala
"Ada kok,,Bunda aja yang gak tau,,satu-satunya peraturan itu hanya ada di perusahaan ayah,,,,!!"ucap Devano
"Emang iya,,ayah gak marah gitu,,,ada karyawan ayah yang bawa anak istri...?"tanya Zola polos
"Ngapain ayah marah,,,orang ayah sendiri kok yang bawa anak istri,,,!!!"jawab Devano tersenyum melihat kekesalan istrinya
"Udah sana siap-siap,,,kasian Jill dari tadi gak Diem,,,gantian Devano yang membujuk anaknya sembari Zola menyiapkan segala kebutuhan Jill
"Jagoan ayah,udah nangisnya,,,oke,,,!!!"Jill mau ikut ayah kan...!!seru Devano menggendong anaknya menuju ruang makan
"Enelan yah...!!!"seru bocah itu mengusap air mata nya
"Makanya jangan nangis lagi,,,!!!"Seru Devano dan bocah itu langsung Diam
Begitu antusiasnya Jill pengen ikut ayah nya,setelah mandi,ia ambil sepatu sendiri di lemari sepatu yang ada di sudut kamar,setelah selesai memakai sepatu dengan posisi terbalik tau-tau Bundanya melarang tidak boleh ikut ayah kerja,alasannya pasti akan mengganggu
Betapa sedihnya bocah itu menangis
Selesai sarapan mereka berangkat,kali ini Devano memakai jasa supir berangkat kerja,kalau sewaktu-waktu Jill minta pulang,bocah itu memilih duduk di pangkuan ayahnya,padahal sudah jelas-jelas ia ikut ayahnya pergi kerja,tak henti nya Devano menciumi puncak kepala anak nya
"Ayah dari tadi cium Jill terus,,bunda belum di cium lho yah,,,"seru Zola cemberut
"Aduh,,,ada yang cemburu nih,,,!!!"ucap Devano meraih tekuk istrinya dan mencium seluruh wajah Zola
Dengan posisi Jill di pangkuannya,Zola merapat membenamkan wajahnya ke lengan kekar Devano
"Kalian belahan jiwaku..."seru Devano memeluk kesayangannya
***
Tiba di perusahaan
Devano melangkah menuju ruangannya,banyak karyawan yang menyapa menunduk hormat pada CEO tampan ini,tak lupa mereka memberi hormat kepada istri sang atasan
"Selamat Pagi Tuan...!!!
"Selamat pagi nyonya...!!!"sapa mereka bergantian
Devano hanya mengangguk kan kepala nya dan Zola tersenyum ramah
Dengan Devano menggendong Jill dengan satu tangan,tangan yang satunya lagi menggandeng tangan istrinya
__ADS_1
Setelah sampai ke lantai atas
mereka di sambut oleh sekretaris Devano yaitu Vina
"Selamat Tuan,,,nyonya...!!"sapa Vina
"Selamat pagi Vina..."balas Devano
"Kosongkan jadwalku hari ini,,,tunda saja harinya...!!!" Ujar Devano
"Baik Tuan,,,"ucap Vina menunduk
Bocah kecil itu celingak-celinguk melihat sekitarnya seperti mencari sesuatu tapi siapa...???
"Ayah...Antel ana...???"tanya Jill ke ayah nya,Antel yang di maksud itu adalah Uncle yaitu Danu,Jill memang dekat dengan Danu
"Ada,,,Di ruangannya,,,kenapa sayang...???"tanya Devano
"Au Antel ayah..."Seru Jill
kebetulan Danu keluar dari ruangannya
Bocah itu langsung girang melihat seseorang yang di carinya dan meronta minta di turunkan dari gendongan ayahnya
"Antel...!!!"teriaknya berlari kecil setelah Devano menurunkan dari gendongannya
Danu merentangkan tangannya menyambut bocah kecil itu
"Wah...Jagoan Uncle tambah berat aja ni,,,!!!"seru Danu menciumi pangkal telinga bocah itu,karena geli Jill cekikikan menahan geli
Seketika muka Devano berubah dan itu di sadari oleh Danu
"Kenapa Lu...?Cemburu...?Jill lebih sayang sama Gue...?"ejek Danu dengan wajah slengean
"Janjiin apa Lu sama dia,,,?tadi di rumah dia merengek minta ikut,gak mungkin kalau gak Lu janjiin sesuatu...?"tanya Devano curiga
"Gak ada...bilang aja Lu cemburu...!"seloroh Danu
Dan akhirnya dua laki-laki dewasa ini berdebat gak jelas,memperebutkan Jill,
Devano jengah liat asistennya,dan bocah kecil ini lebih memilih bersama uncle nya
Zola hanya menggelengkan kepala,melihat suami dan asistenya ini berdebat,lebih memilih masuk duluan ke ruangan Devano karena tak kuat lama-lama berdiri
"Yes,,,Lu kalah,,,Jill milih Gue,,,!!!"seru Danu
"Jill kangen uncle ya,,?"tanya Danu percaya diri
Bocah itu menggeleng
"Ndak...!!!"jawabnya dengan wajah menggemaskan
Danu dan Devano mengerutkan alisnya
"Mau obot Antel...!!!"jawab polosnya
"Phhhhffff hahahaha...Gue baru ingat beberapa hari yang lalu Lu kan janjiin dia mau beliin robot..."seru Devano tertawa memegang perut nya
Danu pun baru ingat
"Bener dia ini bibit Lu..!!!ujar Danu kesal
"Maksud Lu apa...?"seru Devano tak terima
"Sama kayak Lu ketika ada mau aja ingat sama Gue,,,!!!"balas Danu
Jill menatap Danu dengan mata tajamnya ,bocah ini mengerti dengan apa yang di ucapkan Danu barusan
"Ampun komandan,,,!!!"seru Danu memberi hormat kepada Jill,takut bocah ini marah dan ngambek,lebih baik segera di belikan dari pada ngamuk di kantor ini,sifatnya sebelas dua belas sama ayah nya
"Gue cabut dulu,,Beli nya di depan kantor aja,gue takut ni bocah ngamuk,,,"seru Danu berlalu pergi membawa Jill beli robot mainan seperti yang di janjikan Danu tempo hari
Danu baru ingat setelah ia mengantar berkas yang ketinggalan di meja kerjanya,lupa meminta tanda Devano,terpaksa Danu membawa ke rumah Devano untuk di tanda tangani
__ADS_1
Saat pulang Danu melihat Jill di gendong Zola,karena rewel tidak mau makan,Danu mengambil alih Jill lalu menggendong Jill untuk membujuk bocah itu supaya mau makan,upaya nya berhasil setelah di janjikan beli mainan oleh Danu,lalu Danu pulang ke apartemen nya
***
Waktu menunjukkan pukul 11-⁴⁵
Jam makan siang tiba,Devano yang selesai dengan berkas-berkas nya,menemui Zola yang sedang beristirahat di kamarnya
Zola memilih istirahat dari pada menemani suaminya kerja,apalagi Jill sekarang berada di ruangan Danu
Dari pagi Zola di serang rasa kantuk,sudah beberapa hari ini Zola gampang lelah,karena Jill juga rewel walau tidak demam,mungkin kurang istirahat,entahlah yang penting sekarang ia mau rebahan memejamkan mata sejenak
"Sayang..."panggil Devano setelah mendekati Zola,membelai rambut istrinya
"Makan dulu yuk..."ajak Devano
Zola membuka matanya,lalu memejamkan lagi
"Mas aja deh,aku masih ngantuk,,,!!!"jawab Zola pelan
"Di kantin kantor aja mas makannya, sekalian ajak Jill,badanku lemes...!!!"ujar Zola lagi
Devano langsung panik,memegang kening istrinya
"Kamu sakit sayang,,,?apa yang kamu rasakan,,,?mana yang sakit,,,?"tanya Devano beruntun
Tidak mau terjadi apa-apa dengan istrinya,Devano yang selalu overprotektif tentang kesehatan istrinya
"Kamu kalau gak enak badan bilang-bilang sayang,,,"ujar Devano tambah khawatir pasalnya Zola masih betah memejamkan matanya
Salah Zola bilang kalau badannya lemas,kalau sudah seperti ini Ia sendiri yang repot mendengar omelan suaminya
"Aku gak demam,cuma lemes aja,demam sama lemes itu beda mas,badan aku aja gak panas...!!!"terang Zola membuka matanya tapi sedikit memaksa
"Lemes itu juga termasuk demam,gak ada cerita,nanti kita Dokter,,,,!!!"ujar Devano menekan kan kata-kata nya
kalau Devano sudah bicara dengan nada yang sedikit meninggi Zola terpaksa mendengarkan,takut suami nya ngamuk
"Iya Deh,,,"jawab Zola pelan
Devano mencium kening istri nya lama
"Maaf ya sayang aku sedikit keras sama kamu,aku tidak mau kamu kenapa-napa,cukup dulu kamu sering sakit-sakitan,tapi tidak untuk sekarang...!"Gumam Devano dalam hati
Devano keluar dari ruangannya,Menuju ruangan Danu mau mengajak Jill makan siang
Ceklek,,,pintu terbuka
"Jill...!!!"Panggil Devano
"Ayo sayang kita makan dulu,habis itu kita pulang,,,,!!!"ajak Devano
"Jill udah makan,,,itu sisa makanan nya masih ada,,,!!!" seru Danu menunjuk box makanan dengan dagunya
"Dia anteng sama Gue gak rewel dari tadi hanya main robot,,,!!!terang Danu lagi
"Oooh...!!!"jawab Devano kurang bersemangat
Devano menggendong Jill,bocah itu sudah mengusap matanya,mungkin karena mengantuk
"Ya udah,,,Gue ke kantin dulu mau pesan makanan buat Zola..."Devano beranjak ke pintu mau keluar
"Loh,,,emang Zola kenapa...???"Tanya Danu
"Tiba-tiba badannya lemes,mungkin kurang istirahat,rencananya habis makan siang ke Dokter dulu...!!!'Ucap Devano berlalu pergi
Danu sangat paham dengan sifat atasannya ini,kalau istrinya udah tidak enak badan sedikit saja,muka nya langsung berubah dingin,kalau sudah begini lebih baik menghindar dari pada di semprot
Danu melanjutkan pekerjaannya
BERSAMBUNG
🌿🌿🌿
__ADS_1