
BAB 62
Manusia di ciptakan berpasang pasangan,ada pria ada wanita,sudah ada jodohnya masing masing,kita tidak tau seperti apa pasangan yang akan mendampingi hidup kita kelak,yang pasti kita tetap berdoa agar mendapatkan yang terbaik,begitu juga dengan rezeki setiap manusia sudah ada kadar rezeki nya masing masing yang penting kita selalu bersyukur
Begitu juga dengan Danu yang sudah yakin dengan pasangan nya,setelah prosesi lamaran romantis nya,Danu sudah melamar Vina secara resmi kepada kedua orang tua Vina
Orang tua Vina sangat bahagia,melihat anak nya yang akan melepaskan masa lajangnya,putri kecil mereka yang memutuskan hidup sendiri di kota kini sudah menemukan jodohnya,sempat takut melihat sikap Vina yang selalu menutup diri untuk dekat dengan siapapun
Akhirnya mereka bernafas lega,dalam waktu dekat ini mereka akan mengadakan pesta di salah satu hotel mewah milik keluarga Sanjaya
Devano dan ayahnya ikut dalam pengurusan pesta pernikahan Danu,awalnya Danu yang selalu menolak tidak ingin merepotkan keluarga Sanjaya untuk pestanya ini,tapi keluarga sultan ini tetap ngotot ingin membantu dan tidak ada penolakan
Beda lagi dengan Zola sekarang yang kandungannya sudah memasuki bulan ke lima,bertambah kebahagiaan keluarga kecil ini dengan sudah mengetahui kelamin anak ke dua mereka,seperti keinginan Devano yang ingin memiliki anak perempuan
***
Sekarang adalah waktu yang di tunggu tunggu Danu,acara persiapan pesta pernikahannya sudah rampung,sebentar lagi Danu akan melepas masa lajangnya dengan akan segera mengucap kan ijab kabul
Sungguh bahagianya Danu saat ini,di tambah lagi permasalahanya pun dengan sang ayah tahun lalu berakhir dengan perdamaian ,Danu datang dengan berlapang hati meminta restu kepada sang ayah agar di lancar kan segala urusannya dan mereka sudah saling meminta maaf
Di acara pesta
Para tamu undangan sudah banyak yang berdatangan,mulai dari para kolega,rekan bisnis,sampai beberapa pejabat pemerintahan setempat,terang saja siapa yang tidak kenal dengan keluarga Sanjaya,di tambah Ayah Danu pun sebagai pebisnis banyak juga yang mengenalnya
Saat ijab kabul akan dilaksanakan Danu yang di dampingi Devano siap-siap akan menaiki panggung tempat untuk melaksanakan ijab kabul,di sana sudah menunggu keluarga inti,Pak Ibrahim,Asisten Bram, kedua orang tua Vina,Ayah Danu,Zola dan Si bocah nakal Jill
Setelah Danu duduk di atas kursi yang sudah di sediakan WO acara nya pun segera di mulai
Satu tarikan nafas,saat para saksi mengatakan sah Danu dan Vina sudah sah menyandang status suami istri,semua keluarga terharu,termasuk Devano yang menangis nya sedikit lebay,Danu juga terharu melihat atasan sekaligus sahabatnya ini menangis haru
lanjut ke acara sungkeman,tak kalah terharunya Danu sungkeman kepada kedua orang tua Vina,ayahnya,pak Ibrahim dan terakhir ke Devano yang masih menangis di pelukan sahabatnya,semua pasti tak sama lagi,pertemanan mereka yang sudah seperti saudara,mengingat mereka yang sudah mempunyai pasangan masing masing
Devano menghadiahkan satu unit rumah mewah sebagai kado pernikahan mereka,untuk bulan madu,Danu dan Vina sepakat tidak pergi kemana mana,mengingat dulu Devano tidak jadi bulan madu karena banyaknya pekerjaan,bulan madu tak bulan madu hasilnya tetap sama kan
( pasti mengerti )
Sekarang Devano memikirkan untuk mencari pengganti Vina sebagai sekretaris barunya,karena memang peraturan perusahaan hubungan suami istri tidak di benarkan satu kantor,Vina pun memutuskan akan menjadi ibu rumah tangga,saat dia sudah menjadi seorang istri,karna memang istri harus di rumah untuk untuk mengurus rumah tangga
Devano mau sekretaris nya yang sekarang seorang pria,Devano sangat menghindari orang baru yang masuk di kehidupannya apalagi yang namanya wanita
"Udah Mas,jangan berlebihan nangisnya,gak malu sama Jill,,,??"Ujar Zola,Jill pun yang bingung melihat ayahnya menangis
__ADS_1
"Ayah di malahin Opa ya,,,?"Tanya Jill polos,sambil memakan cake coklat dengan mulut yang belepotan,terang saja anak sekecil ini jelas belum mengerti
Devano melengos,Jill merusak suasana haru nya saja
"Enggak,Ayah hanya bahagia aja,melihat uncle Danu udah bahagia juga,,"Jawab Devano
"Oooh.."jawab Jill singkat,lalu melanjutkan makan kue yang tersedia di acara pesta,seperti dia mengerti saja
"Aku ingin bikin pesta seperti ini sayang,,,"Ujar Devano memelas,ia ingat dulu pesta pernikahannya yang sederhana ,bukannya Devano iri,tapi Ia ingin saja,apakah ini termasuk ngidam,?
"Mas mau nikah lagi,,,?"tanya Zola polos tapi penuh penekanan
Wajah Devano berubah kesal,pertanyaan macam apa itu,,,?tak habis pikir istri polosnya ini berpikir ia akan menikah lagi,benar benar merusak suasana
"Ayo jawab mas,mas mau nikah lagi,,,?"dengan mata melotot Zola melihat suami nya yang diam saja,seolah membenarkan pertanyaannya tadi
"Yang mau nikah lagi siapa sayang,?"tanya Devano menahan kesal
"Itu tadi kamu bilang,mau pesta seperti ini,,!!"Jawab Zola mengerucutkan bibirnya
Devano menghela nafasnya,tidak jadi marah melihat bibir Zola yang sudah maju membuatnya semakin gemas
"Bukan begitu sayang,,!!"Devano mencubit lembut pipi Zola yang sudah chuby itu
"Tidak perlu mas,,cukup kamu sayang dan mencintai keluarga mu saja,bagi ku sudah lebih dari pesta mewah,,,!!!"Ujar Zola bijak
Zola merangkul lengan suaminya,menyandarkan kepalanya manja
"Mas tau tidak...?"Tanya Zola
"Tidak,,,!"Jawab Devano asal
"Aku belum ngomong mas,,,!!!ujar Zola manja
"Hehehehe,,,!!!"Devano cengengesan membelai rambut istrinya
"Aku sudah sangat bahagia dengan kehidupan ku sekarang,ada kamu,ada ayah,ada Jill,dan ada calon anak kita lagi,,,!" Zola mengelus perutnya
"Baiklah sayang,kalau memang itu katamu,mas akan selalu mencintai kamu,Jill,dan calon bayi kita ini,!!!"Devano mengelus perut istrinya
Devano mencium kening Zola dengan penuh kasih sayang
__ADS_1
tidak apa lah pestanya tidak jadi yang penting sekarang mereka bahagia
"Bunda,Abang mau lagi,,,!!!"Jill menunjuk cake coklat yang udah di makannya beberapa potong
"Udah nak,tadi makannya banyak,nanti giginya sakitnya,gak boleh lagi,,,!"Ujar Zola memperingati
Bibir melengkung kebawah ala Jill sudah tercetak di mulut mungil nya
"Ayah,Bunda nakal,,,!!!"Jill mengadu pada ayahnya
"Sini sayang,sama Ayah,!"meraih Jill duduk di pangkuannya
"Nanti ayah cubit Bunda ya,!"Bujuk Devano supaya Jill jangan menangis karena matanya sudah berkaca kaca
"Tak Boleh Yah,,,!!"pekik Jill mendengar bundanya mau di cubit
"kalau gak boleh,ngapain ngadu,,,!"Gumam Devano
"Ayah ndk boleh cubit Bunda,Jill malah,,!!,membela bunda nya
Zola mengulum senyum nya,semakin gemas liat tingkah Jill
"Liat mas,masih kecil aja Jill udah belain aku,,!" Zola tertawa kecil
"Terus maunya gimana,,,?"tanya Devano bingung
"Mau itu,,,!"Tunjuk Jill lagi ke cake coklat tadi
"Sepertinya Jill mau bobok siang mas,,udah rewel dianya,,,!"Seru Zola
Devano menggendong Jill yang masih merengek
"Ya udah kita ke kamar,,sekalian kamu istirahat sayang,,,,!"Ajak Devano meraih tangan Zola
"Gak papa mas,kalau kita ninggalin pesta,?ini belum selesai lo mas,!"Ujar Zola
"Gak papa,mereka ngerti, kamu kan lagi hamil,Ayo sayang...!"Melangkah menuju ke kamar yang sudah di sediakan untuk tuan rumah
Pesta masih berlanjut dengan meriah,banyak yang mengucapkan selamat kepada Danu,terpancar kebahagiaan di wajah mereka berdua ,menikmati pesta menjadi raja dan ratu sehari,menyambut tamu yang datang memberi selamat pada mereka
BERSAMBUNG
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀🍀