
BAB 23
Di perjalanan
Menuju ke kontrakan Zola,mereka berdua resmi menjadi pasangan kekasih,,tangan Zola tak lepas dari genggaman Devano,sesekali Devano mencium punggung tangan Zola membuat wajah Zola merona
"Minggu ini kita ketemu ayah ya...!!"minta Devano
"Untuk apa,,?"memangnya kamu gak sibuk..?"tanya Zola
"Kalau soal pekerjaan pasti tidak akan ada habis nya,,!!"ujar Devano
"Aku ingin merencanakan pernikahan kita..."ucap Devano lagi
Zola kaget mendengar kata Devano tentang pernikahan
"Apa gak terlalu buru-buru,,,?"kita baru kenal,dan baru saja jadian,,"terang Zola
"Aku mau melanjutkan pacarannya setelah kita menikah aku takut khilaf,,!!"jawab Devano nyengir
Devano sendiri menyadari dia tidak pernah seperti ini sebelumnya,,bahkan pacaran dengan Jeni pun Devano hanya memeluk dan mencium Jeni saja,karena dalam hal ini Devano ingin memiliki Zola se utuh nya
Ia tidak ingin menodai Zola sebelum mereka mempunyai ikatan resmi yaitu pernikahan
"Baiklah.."ucap zola pelan
tapi masih bisa di dengar oleh Devano
dan membuat Devano senang
Tiba di persimpangan
sebelum Zola turun dari mobil,tangan Zola masih di ada di genggaman Devano
Entah Devano pura-pura atau sengaja menggoda Zola ia pun tak tau,,harusnya sekarang Devano melepaskan tangannya dan biarkan ia turun
"Vano...!!!"panggil Zola
"Ya...!"seru Devano
"Tanganmu,,"dengan mimik mata yang melirik ke tangan Devano yg masih menggenggam tangannya
"Eeeeh...masih nyangkut,Hehehe,,maaf ya,," dengan melepas kan tangan Zola dan sambil nyengir kuda
Zola menggeleng-geleng kan kepalanya lalu turun
Devano membuka kaca mobilnya,,,
Besok aku jemput lagi ya,,,"seru Devano dengan mengedipkan satu mata nya ke Zola
__ADS_1
Membuat menahan malu dan memerah lagi di pipinya,,hal itu yang selalu membuat Devano senang melihat pipi merah Zola
Devano melajukan mobil nya dan Zola menuju kontrakannya
Sampai di kontrakan Zola melihat Rara yang duduk selonjoran di depan pintu masuk rumah Zola
"Rara..!!"panggil Zola
yg di panggil pun nengok
"Zola,,,kamu gak papa kan,,"aku dengar dari anak-anak katanya ada pengunjung yang ngerjain kamu ya,,,??"tanya Rara dengan khawatir
Karena kejadian tadi siang di cafe,Rara di belakang istirahat makan siang dan tidak tau kejadian yang sebenarnya
"Iya Ra..!!"jawab Zola dengan muka sedih
"Ini tas kamu,,dengan menyerahkan tas Zola
"Mereka bilang tadi ada yang bawa kamu keluar dari cafe,,pasti cowok yang jemput kamu tempo hari kan...??"tanya Rara penuh selidik
"Iya Ra..!!"jawab Zola
"Ya udah..kamu ceritanya besok aja,,aku udah dengar semua dari anak-anak dan cerita yang sebenarnya aku tunggu penjelasan dari kamu,,"terang Rara
"Aku pulang dulu ya...udah lepek ni,,"Rara pergi melambaikan tangannya
"Makasih Ra..."balas Zola melambaikan tangan
Devano tidak mau mengulur waktu lagi,,ia pun segera menyampaikan niatnya pada sang ayah,,bahwasannya dia akan menikahi Zola,,entah angin apa yang membawanya sangat ingin menghalalkan Zola secepat nya,,yang jelas ia ingin membahagiakan Zola
flashback on
Devano datang menjemput Zola saat pulang kerja,setelah mereka berada di dalam mobil Devano menyerah kan paper bag ke tangan Zola
"Ini apa...??tanya Zola
"Kamu buka aja,,pasti kamu suka.."jawab Devano dengan mengusap lembut puncak kepala Zola
setelah di buka isinya handphone pengeluaran terbaru
niat hati ingin memberi kejutan,,malah Devano yang terkejut dengan perubahan sikap Zola
"Kenapa,,?kamu tidak suka,,,?kita beli yang model lain lagi ya,,yang model terbaru,,"bujuk Devano
tiba-tiba Zola menangis dan membuat Devano makin bingung
"Kamu kenapa...??"tanya Devano lagi
Devano mengusap air mata Zola
__ADS_1
"Kamu malu liat aku pakai handphone jadul ini...??"tanya Zola menatap tajam Devano
Devano mengernyitkan ke dua alisnya
"Maksud kamu apa..??dan kenapa aku harus malu..??seru Devano heran
"Kalau kamu tidak malu,,kenapa Kamu membelikan aku handphone yang jauh lebih canggih dari handphone yang aku punya...??"ujar Zola
pertanyaan polos yang keluar dari mulut Zola
"Kamu tidak akan pernah bisa memasuki duniaku yg sangat sederhana ini Vano
"Aku orang yang tidak mempunyai apa-apa,tidak mempunyai siapa-siapa,aku menghidupi diriku sendiri aku mencoba menghemat setiap hasil pencarian ku sendiri,,karena kamu tidak akan pernah tau bagaimana rasanya hidup dengan serba kekurangan,dengan aku hidup seperti ini,dan dengan pemberian barang mahal mu itu apa kata orang-orang yang akan menilai tentang kehidupanku,,apa kamu ingin orang-orang memandangku lebih rendah lagi
Zola akhirnya menangis lagi
"Saat orang tuaku masih ada kami tetap hidup dengan kesederhanaan,,ayah ku hanya seorang buruh tani dan ibu seorang buruh cuci,mereka berusaha mencukupi kehidupanku membiayai sekolahku belum lagi dengan biaya sehari hari dan itupun aku ikut turun tangan untuk membantu mereka dengan berjualan kue di sekolah,,menjual masakan ibu keliling kampung
"Karena ayah sudah mulai sakit-sakit an kami bekerja keras mencari biaya untuk mengobati penyakit ayah,,ibu tetap menjadi buruh cuci dan aku berjualan keliling kampung
"Dan pernah waktu itu ibu di ajak temannya untuk menghadiri acara syukuran di kampung kami
"Di sana ibu di suruh memasak,karena mereka tau ibu sangat pandai memasak,, karena yang punya syukuran banyak mengundang teman-temannya yang dari kota,, dan mereka puas dengan masakan ibu yang enak-enak,mereka memberi ibu bonus sangat banyak,,dan ibu membelikan ponsel ini
"Awalnya ibu mau membelikan smartphone yang lumayan canggih biar aku sama dengan anak-anak yang lain tapi aku tidak mau,,kesehatan ayah lebih penting
"Kalaupun ibu membelikan smartphone masih banyak sisa dari uang dari bonus itu,tapi aku tetap tidak mau,,ibu sudah susah mencari uang dengan membesarkan ku dengan kasih sayang mereka saja itu sudah cukup bagiku aku tidak mau yang lain lagi dan ponsel ini pemberian terakhir ibuku
"Dan ternyata tuhan lebih sayang mereka saat wisuda sekolah ayah dan ibu mengalami kecelakaan,,Zola masih menangis dengan mengenang kedua orang tuanya
"Maafkan aku,,aku tidak bisa menerima ini
"Ini bukan karena harganya,,tapi hanya ini kenangan-kenangan dari ibu yang aku punya
Entah kenapa Zola mau menceritakan kehidupan pribadi pada seseorang,Rara yang dekat dengan Zola pun tak pernah ia bercerita
Setelah Zola sadar cepat-cepat dia menghapus air matanya
"Cerita ku tadi cukup kamu dengar saja ya,,anggap aja aku lagi curhat,mungkin aku nya yang terlalu sensitif,sekali lagi aku minta maaf,,,!!"seru Zola
Tiba-tiba Zola di peluk Devano dan membelai puncak kepalanya dan membisikan sesuatu ke telinga Zola
"Izinkan aku membahagiakan mu,Ku mohon jangan menolak ku..aku sangat nyaman berada di dekatmu
"Seharusnya aku yang minta maaf,,aku hanya memikirkan kebahagiaanku saat aku membelikan mu barang itu aku tidak mempunyai maksud apa-apa,mungkin hanya caraku yang salah untuk membuatmu tetap tersenyum,,,,"ujar Devano yang masih memeluk Zola,
Zola melepaskan pelukan Devano
dan ia pun tersenyum
__ADS_1
BERSAMBUNG
🌿🌿🌿