Jatuh Cinta Pada Gadis Yang Keras Kepala

Jatuh Cinta Pada Gadis Yang Keras Kepala
Kehancuran Jeni


__ADS_3

BAB 47


Di sebuah kediaman yang terbilang mewah sepasang orang tua yang sangat menyesal atas perbuatan anaknya


Ya mereka adalah orang tua Jeni yang sedang memarahi anak semata wayangnya,mereka menyesal atas tindakan yang sudah di perbuat anaknya demi kepentingan pribadinya


"Dasar anak tak tau diri,,kau lihat kan semua perbuatanmu yang sudah merugikan perusahaan ku,saham ku anjlok,siapapun tidak akan percaya lagi padaku,,!!"ujar ayah Jeni berang


Jeni hanya bisa menangis,karena tidak mungkin lagi untuk mendapatkan Devano,kalau soal perusahaan ayahnya dia tidak peduli karena hubungan Jeni dengan ayahnya memang tidak terlalu dekat karena ayahnya lebih memprioritaskan perusahaan daripada dirinya dan ibunya


"Aku memberikan kebebasan padamu bukan berarti kau bisa berbuat se enaknya


"Lihatlah bukan kau saja yang hancur tapi juga perusahaanku...!!"bentak ayah Jeni lagi


"Sudah lah pa..sekarang kita cari jalan keluarnya..."ucap mama Jeni yang hanya menangis sambil memeluk anak gadisnya


"Diam kau,,"hardik ayah Jeni yang mukanya sudah merah padam karena amarahnya


"Ini semua salahmu yang terlalu memanjakannya,,Kalian berdua sama saja,sama-sama menyusahkan ku,,,!"tunjuk ayah Jeni pada mereka berdua berlalu pergi keruangan kerja nya yang di lantai atas


Tinggallah mereka berdua yang sedang meratapi nasib kehidupan mereka kedepannya,tidak ada lagi yamg mereka harapkan


Menunggu kebaikan Devano...?tidak mungkin,karena Devano tidak sebaik yang mereka kira


Di Apartemen


Setelah pulang dari rumah sakit Zola langsung istirahat,para pelayan sibuk menyiapkan makanan untuk kedua majikan mereka,bukan untuk berdua tapi untuk berempat,Ayah Devano dan Danu memutuskan untuk makan siang bersama di apartemen Devano


Setelah semua nya beres mereka makan siang bersama,setelah makan siang Danu dan ayah Devano kembali ke kediaman mereka masing-masing


Di kamar


Zola sudah mulai jengah dengan sikap posesif suami nya,Zola hanya di suruh untuk diam tidak boleh melakukan apa-apa kecuali main game di ponselnya


"Seperti sakit keras saja,,!!"gumam Zola


kata-kata Zola barusan tak luput dari pendengaran Devano


Devano hanya terus memperhatikan istri nya yang sedang main game sambil memeluk istrinya dan menyenderkan kepalanya ke bahu istrinya,posisi yang nyaman sekali sambil mengelus perut Zola mengikuti gerak bayinya,tapi tidak dengan Zola


Mulutnya Komat Kamit berucap tidak jelas Devano hanya mengulum senyuman melihat tingkah istri nya itu


Zola menyudahi permainan gamenya,ia benar-benar merasa bosan sekali setelah makan siang tadi ia hanya rebahan


Maklum Zola memang seorang yang tak pernah diam badan nya terasa pegal kalau tidak melakukan sesuatu


Meletakkan ponselnya di nakas membalikkan tubuhnya memeluk pinggang suaminya dan meraba dada bidang suaminya yang sedang polos dan membentuk gambar abstrak dengan jarinya membuat Devano menahan nafas

__ADS_1


"Sayang,,,Aku bosan...!!!"seru Zola dengan wajah memelas


"Aku ingin melakukan sesuatu...!!!"ujar Zola lagi


"Dasar istri keras kepala...!!!"gumam Devano


"Baiklah...lihat aku sudah bertelanjang dada,lakukanlah sesuka hatimu tubuhku ini milikmu,,!!!"seru Devano yang masih menahan diri untuk tidak tertawa


Zola yang paham dengan kelakuan suaminya itu,menggeleng gelengan kepala tak habis pikir kenapa suaminya se mesum ini


Zola mendekatkan mulutnya ke telinga Devano dan membisikkan sesuatu


"Kau sungguh mesum Tuan Muda,,,!!"seru Zola


Devano membalas bisikan istrinya


"Aku mesum dengan istriku Nona...!!!"ujar Devano


"Jangan pancing aku,bisikkan membuat penghuni yang di bawah ini marah...!!!"ujar Devano lagi dengan suara yang sudah mulai berat menahan hasrat


Zola yang tau itu saat dia mau berdiri menghindari suami mesumnya, langsung ditahan pinggang nya biar tidak pergi


"Mau kemana,,,?tuntaskan ini dulu..!!!"ujar Devano sambil menunjuk bagian bawah nya yang udah mengeras


Zola menghela nafas pasrah


Selesai dengan olah raga ranjangnya,Devano menciumi seluruh wajah istrinya dan segera membersihkan diri dan Zola kembali tidur karena lelah melayani nafsu suami nya


***


Pagi hari menjelang siang dua insan yang betah berada di alam mimpi, masih tertidur pulas,usai kegiatan panas mereka setelah subuh terulang kembali


Waktu sudah menunjukkan pukul 10,30 mereka masih bergelut dengan selimut,dan kedua majikan mereka belum juga menampakkan batang hidungnya dan para pelayan pun paham dengan keadaan ini


***


Satu Minggu berlalu


Di tempat lain


Dua orang wanita tengah menikmati sarapan di sebuah cafe terkenal di kotanya,mereka melakukan pertemuan setelah rencana mereka gagal satu Minggu yang lalu


Ya mereka adalah Jeni dan Clarissa,mereka seperti dua orang yang sedang bermusuhan,bagaimana tidak di sini Clarissa merasa sangat di rugikan ulah sahabatnya ini,karena rencana konyolnya mereka semua menjadi hancur


Mereka seperti enggan membuka suara setelah kejadian itu,mereka hanya asik dengan pikiran masing-masing


Clarissa yang sudah mulai jengah dengan kelakuan Jeni akhirnya membuka suara

__ADS_1


"Apa kamu akan diam saja seperti ini,waktuku banyak untuk meladeni pecundang sepertimu,sudah relakan saja,Devano sudah bahagia..."ujar Clarissa tanpa menoleh ke arah Jeni


Merasa terpancing Jeni pun sedikit emosi mendengarnya


"Diam,aku tidak akan membiarkan siapa saja yang dekat dengan Devano saat ini,termasuk istrinya yang kampungan itu,,,!!"ucap Jeni yang emosi nya hampir meledak


"Sudahlah Jen,kalau kau ingin menghancurkan mereka jangan mengajakku lagi,aku sendiri sudah hancur,ini semua karena ulahmu,aku tidak mau berurusan lagi denganmu,,,!!":seru Clarissa tak kalah emosi dan beranjak pergi


"Kau boleh pergi tapi kembalikan dulu uang yang sudah transfer,,!!"ujar Jeni


clarissa menghentikan langkahnya


"Hello,,,apakah seorang jenifer sudah se miskin ini...?sampai uang yang tak seberapa itu di minta lagi...???"ucap clarissa dengan tersenyum sinis


Jeni yang merasa tersindir dengan ucapan Clarissa hanya diam,Jeni sebenarnya malu dengan meminta lagi uang yang sudah ia berikan kepada Clarissa,tapi ia terpaksa melakukannya


Karena ia tak lagi di beri uang saku oleh ayah nya karena perbuatannya sendiri,dan tabungannya benar-benar terkuras habis untuk membayar orang suruhannya,termasuk Clarissa


"Sudah...kau jangan banyak bicara,sekarang kembalikan saja uang itu,,,!!!"hardik Jeni


"Baiklah,,,kalau kau ingin uang itu kembali kau minta saja pada orang ini,,,!!"ujar Clarissa dengan menyodorkan kartu nama dan org itu salah satu rekan bisnis Clarissa bukan hanya itu,orang ini juga rekan Clarissa di ranjang


Jeni mengernyitkan dahinya


"Maksudnya apa,,,???"tanya Jeni bingung


"Iya,,kau minta saja padanya karena uang itu sudah ku kasih semua ke orang ini,untuk membayar hutangku,dan kalau kau mau,kau juga bisa tidur dengan nya dia pasti mau membayarmu lebih itupun kalau kau masih virgin,,,!!!"jawab Clarissa enteng


Jeni benar-benar di buat emosi dengan Clarissa saat ini,seakan-akan Jeni dibuat seperti pelacur saja


"Dasar tidak tau diri,cukup kau saja yang seperti itu jangan bawa-bawa aku,aku tidak murahan seperti dirimu,,,'ucap Jeni


Clarissa mendengus kesal mendengar ucapan Jeni


"Murahan...?ya memang aku murahan,tapi aku tidak munafik seperti dirimu,kau pikir aku tidak tau dengan perbuatanmu selama ini,,?kau tidur dengan laki-laki lain saat kau masih menjalin hubungan dengan Devano,apa itu tidak termasuk murahan,disini siapa yang lebih tidak tau diri...?"seru Clarissa tak mau kalah


Jeni kalah telak dengan ucapan Clarissa


"Aku tau sekarang kau sangat membutuhkan uang,jadi jangan sok jual mahal,kalau kau mau hubungi saja orang ini,kalau tidak aku juga tidak memaksa,kalau kau mengharapkan uang mu kembali,uang itu sudah tidak ada lagi...!!!"ujar Clarissa melempar kartu nama tadi dan berlalu pergi dari hadapan Jeni


Hal ini benar-benar membuat Jeni geram


"Awas kau Devano,tak akan ku biarkan kau bahagia dengan wanita sialan itu..kau sudah menghancurkan hidupku...!!"gumam Jeni


BERSAMBUNG


🌿🌿🌿

__ADS_1


__ADS_2