Jatuh Cinta Pada Gadis Yang Keras Kepala

Jatuh Cinta Pada Gadis Yang Keras Kepala
Membalaskan sakit hati


__ADS_3

BAB 48


Tiga bulan berlalu


Devano dan Zola sudah mempersiapkan segala keperluan untuk buah hati mereka mulai dari kamar,kamar set dan perlengkapan bayi lainnya


Seminggu yang lalu Devano telah membeli sebuah Rumah mewah di kawasan elit di kota itu


Sekarang mereka sudah pindah ke rumah mewah yang harganya fantastis,Devano ingin menyambut buah hatinya dengan sesuatu yang baru,karena memang niatnya membelikan Zola rumah yang nyaman,walau di apartemen pun sudah terbilang nyaman


Awal mula nya Zola yang menolak, lebih memilih tinggal di apartemen daripada membeli rumah,dengan alasan pemborosan,ia tidak menyadari berapa banyak kekayaan suaminya yang tak kan pernah habis


Tapi Zola tak mau tau,kadang sering di pancing Devano memperlihatkan semua aset dan berbagai tabungan di segala Bank, Zola hanya bilang yang penting tetap bersyukur dan bersedekah cuma dua kata itu yang terlontar di bibir istrinya itu


Tapi sekarang sepertinya Zola sudah terbiasa dengan kebiasaan suaminya,apapun sesuatu yang baru Devano selalu membelikan untuk istrinya,mau tidak mau Zola harus menerimanya,tak boleh dibantah


***


Rumah yang di beli Devano tinggal di tempati,yang di bawa dari apartemen hanya pakaian mereka saja,itupun hanya beberapa,karena di kamar utama Devano sudah menyiapkan segala keperluan istrinya


Rumah berlantai dua yang bernuansa minimalis namun tak mengurangi kemewahannya,dengan delapan kamar,empat di bawah empat di atas dan beberapa paviliun di halaman belakang untuk para pelayan tinggal


Halaman yang besar beserta garasi terdapat beberapa mobil sport yang berjejer koleksi Devano waktu masih belum menikah,di tambah dengan mobil Zola yang di beli Devano awal pernikahan mereka untuk mengantar Zola kemana-mana


Cukup sudah kebahagian mereka di tambah lagi kandungan Zola yang tinggal menunggu hari,mereka sudah tidak sabar menanti kebahagiaan yang sebenarnya,harta yang paling berharga yaitu buah hati mereka yang berjenis kelamin yang masih di rahasiakan


***


Di lain tempat


Seorang wanita cantik sedang merencanakan sesuatu,hasil kerja beberapa bulan yang lalu gagal begitu saja,dan harus membuatnya sedikit bersabar,dan tibalah saatnya sekarang ia membalaskan lagi dendamnya


Wanita itu adalah Jeni,tapi kali ini Jeni tidak sendiri ia di bantu oleh seseorang pria,pria itu adalah orang yang di kenalkan Clarissa lewat kartu nama yang di berikan kepada Jeni waktu itu


Entah kenapa,pria itu langsung tertarik dengan Jeni,mungkin karena kecantikannya atau permainan ranjangnya entahlah hanya mereka berdua yang tau


Sudah lebih dari tiga bulan ia tidak di beri uang belanja oleh ayah nya,karena ayahnya sudah tak peduli lagi dengan nya,kepada pria inilah ia menggantungkan hidup tanpa ikatan dan hanya memikirkan kepuasan,


Di tambah lagi pria ini memang menaruh Dendam ke Devano karena pernah menolak kerja sama dengannya dulu,jadi mereka balas dendam ke orang yang sama


Hal itu membuat Jeni tak perlu berpikir untuk membayar orang,sekarang ATM berjalannya sudah ada,ia tak peduli pria ini memperlakukannya seperti apa yang penting Jeni bisa memenuhi segala kebutuhannya


Dua orang ini sedang merencanakan misi mereka yaitu menghancurkan keluarga kecil yang tengah bahagia saat ini yaitu keluarga


Devano dan zola


mereka adalah Jeni dan teman pria nya yang bernama Bryan


"Apa kau sudah siap sayang,,,,??"tanya Bryan dengan seringai licik nya


"Tentu saja,ini lah yang aku tunggu-tunggu...!!!"jawab Jeni


"Baiklah,,semua kau yang atur,,,masalah bayaran kau tak perlu cemas,,,!!"ucap Bryan


"Ok,,,besok jadwal wanita kampungan itu ke dokter kandungan,ini kesempatan kita, karena Devano tidak bisa menemaninya, sebab besok ada pertemuan penting para investor bagaimanapun itu tidak bisa di tunda..!!"ujar Jeni


"Baiklah sayang,,sebelumnya kita bisa membereskan hal yang lebih menyenangkan lagi...!!!"seru Bryan dengan seringai yang penuh nafsu


"Dengan senang hati sayang,,,!!!"jawab Jeni yang sudah tau apa keinginan Bryan


***


Di kediaman Devano


setelah selesai makan malam seperti biasa Devano dan Zola bersantai sejenak sebelum mereka tidur,karena seharian tadi mereka hanya di rumah karena weekend


"Sayang,,,!!!gimana ke Dokter nya di tunda lusa saja,,,?"tanya Devano sambil memainkan rambut istrinya

__ADS_1


"Besok mungkin aku sibuk,para investor mengadakan pertemuan jadi tidak bisa di tunda,Gimana....?"tanya Devano lagi


"Gak bisa sayang,,lagian aku kan tinggal nunggu hari,Dokter ingin cek kandungan aku dulu,bisa gak aku normal


"Mau aku sih normal ya,tapi kalau Dokter bilang harus sesar ya mau gimana lagi,yang penting anak kita sehat dan selamat,,,"ujar Zola menerangkan panjang lebar


"keselamatanmu juga penting sayang,,,!!!"seru Devano lirih


"Iya makanya aku mau besok ke dokternya


"Kamu tenang aja,aku gak bakalan kenapa-napa,,"ujar Zola menenangkan


"Kamu yakin sayang,,,???"tanya Devano ragu,entah kenapa hati nya sedikit was was melepas istrinya pergi ke dokter sendiri


"Iya sayang...kan ada Nanik,dia temani aku ke dokter besok,,,?"jawab Zola meyakinkan


"Baiklah,,istriku yang keras kepala,,,kamu hati-hati ya,kalau ada apa-apa segera hubungi aku,,"seru Devano mengecup pipi istrinya lama


"Ya udah,,yuk tidur ini sudah malam..."ajak Devano meraih tangan istrinya menuju ke kamar mereka


***


Esok hari nya


Devano sibuk dengan berkas-berkas untuk persiapan pertemuannya siang ini dengan para investor,karena kebetulan ini pertemuan tiap tahunnya


Sibuk dengan pekerjaannya sejenak Devano teringat akan istrinya yang mau check up ke dokter kandungan


Tak lama telfon berdering,senyumnya mengambang karena yang menelpon istri tercintanya


"Ya sayang,,,"ucap Devano lembut


"Sayang,,aku udah di jalan menuju rumah sakit,,kamu yakin gak mau tau jenis kelamin anak kita,,,"ujar Zola


Karena memang Devano ingin jenis kelamin anak nya menjadi kejutan untuknya nanti,laki-laki atau perempuan pun tak jadi masalah yang penting istri dan anaknya sehat dan selamat


"Ya udah deh,nanti kamu jangan telat ya makan siangnya,jaga kesehatanmu,gak tau nih,,hari ini aku kangen banget sama kamu,,,"ujar Zola sendu


"Nanti aku akan cepat pulang setelah pertemuanku dengan para investor selesai aku langsung pulang ya,,,bujuk Devano


Entah kenapa ia pun merasakan hal yang sama karena pagi tadi Zola sangat manja sekali tidak seperti biasanya


"Baiklah sayang,,udah dulu ya,,ini sudah mau dekat,,"seru Zola manja


"Ok sayang,,,aku tutup ya..."ucap Devano


***


Setelah selesai melakukan check up Zola segera menuju parkiran di tuntun Nanik


Karena Zola merasakan gerakan anaknya terlalu aktif sampai Zola merasakan sakit di titik sensitifnya


Menunggu beberapa saat sebelum sopir datang Zola di kaget kan dengan sebuah mobil berhenti tiba-tiba di depannya


Dua orang bertubuh tinggi besar menghadangnya,mencengkram lengan Zola dengan kuat,memaksanya memasuki mobil tersebut


Nanik yang berada di sebelah Zola berusaha untuk melindungi majikannya dari orang-orang itu


"Lepaskan nyonya saya,,,apa yang kalian lakukan..."hardik Nanik


Karena kesal salah satu pria itu memukul pundak Nanik sampai pingsan


Zola yang melihat Nanik pingsan berusaha berteriak,tapi gagal sapu tangan yang sudah membekap mulutnya membuat Zola tidak sadarkan diri


Baru lah pak Ujang sang sopir datang mendekati Nanik yang pingsan


Pak Ujang bingung harus berbuat apa,karena nyonya nya juga tidak ada di tempat hanya Nanik yang tergelatak pingsan

__ADS_1


"Nanik bangun,,,"seru pak Ujang panik menepuk pelan pipi Nanik


Nanik mengerjapkan matanya,setelah sadar Nanik menangis


"Nyonya Zola pak Ujang,,,hiks..hiks


nyonya Zola,,"hanya itu yang bisa Nanik ucapkan


"iya nyonya Zola kenapa,,,'hardik pak Ujang semakin bingung


"Nyonya Zola di culik pak,,,seru Nanik lagi,,"tangisnya semakin keras


Seketika pak Ujang kaget,cemas campur takut itulah yang di rasakan pak Ujang saat ini


pasalnya cemas akan keselamatan nyonya nya,takut karena bagaimana cara memberitahu Tuan mudanya,sudah jelas tuan mudanya akan sangat murka mendengar istri kesayangannya di culik


Tapi bagaimanapun tuan mudanya harus tau


Dengan perasaan takut pak Ujang menghubungi Devano


Devano heran melihat nama yang tertera di ponselnya karena tadi ia berpikir istrinya lah menelpon tak taunya pak Ujang,dengan cepat Devano mengangkat panggilan pak Ujang


"Ada apa...?"tanya Devano tanpa basa basi


mendengar suara tuan mudanya pak ujang jadi semakin takut


"i,itu tuan muda,,nyonya Zola di culik..."ucap pak Ujang terbata


Deg....


Devano memejamkan matanya,tiba-tiba tubuh nya lemas mendengar kabar barusan,tak sanggup lagi bicara karena ponsel sudah jatuh kelantai


sekujur tubuhnya terasa tak berdaya,kedua kakinya sudah tak sanggup lagi menopang tubuh kekarnya,Devano merosot kelantai


Danu yang melihat atasannya seperti itu dengan segera meraih ponsel Devano yang tadi jatuh ke lantai


"Ya,,,ada apa pak Ujang,,apa yang terjadi,,,?"tanya Danu mulai panik


"Nyonya Zola di culik tuan,,,"seru pak Ujang dengan bibir yang masih bergetar


"Apaaaaaaa,,???"Danu kaget


"Sekarang pak Ujang posisinya dimana,,,,???"tanya Danu


"Saya masih di rumah sakit tuan,saat saya menjemput nyonya,nyonya tidak ada di tempat hanya Nanik yang tadi pingsan


"Baiklah,,,biar saya yang urus sekarang pak ujang pulanglah,,"Danu menutup panggilan diponsel milik Devano


"Van,,,Lo tenang dulu,,,!!!"Seru Danu menenangkan


"Zola masih memakai anting yang Lu kasih bulan lalu kan...??"tanya Danu


Devano hanya mengangguk kepalanya tak mengeluarkan sepatah katapun kekhawatiran terhadap istrinya membuat otak nya buntu


"Oke,,, kita lacak posisi Zola sekarang,,,"ujar Danu mengecek ponsel Devano kebetulan Zola memakai anting yang ada GPS nya


"Istri gue Dan,,,"lirih Devano terisak


"Bentar gue cek dulu,,"ujar Danu cekatan


"Shiit...!"marah Danu karena Zola di bawa jauh dari kota


"Dan...!!!


BERSAMBUNG


🌿🌿🌿

__ADS_1


__ADS_2