
Bab 42
Di apartement
Sepasang suami istri yang sedang makan malam,ya Zola dan Devano kini mereka tengah menikmati makan malam mereka tapi rasanya ada yang aneh dengan sifat Devano malam ini
Semenjak pulang dari kantor tadi Devano lebih banyak diam,entah apa yang ada di pikirannya
Zola hanya diam dan takut untuk bertanya,mungkin suaminya lagi banyak kerjaan,tapi sejauh ini yang Zola tau sebanyak apapun pekerjaannya Devano tak pernah seperti ini apalagi sampai mendiamkan nya,apa pekerjaannya begitu rumit,,?apa yang terjadi...?"Zola bertanya dalam hati
"Apa ini ada hubungannya dengan Jeni...?Apa yang terjadi siang tadi...?"
Kerena sifat Devano begitu kentara dengan kejadian siang tadi
Sebenarnya Zola tidak ingin berprasangka buruk tapi di lihat dari perubahan Devano membuatnya sedikit kecewa dengan sikap suaminya
Selesai makan malam, Devano langsung menuju ke ruang kerja nya,daripada memilih untuk berdua dengan istrinya
Ya mungkin suaminya lagi sedang banyak pekerjaan Zola tetap tidak mau berprasangka buruk tapi yang namanya perasaan tetap tidak bisa di bohongi,Zola merasa Devano masih ada perasaan terhadap mantan kekasihnya itu
Lama Devano tak kunjung keluar dari ruang kerjanya,Zola pun tak mau mengganggunya
Zola memilih untuk kembali ke kamar dan beristirahat
Malam menjelang Devano kembali ke kamar nya sungguh kejadian tadi membuat ia melupakan istrinya
Melihat sang istri sudah tertidur lelap Devano mendekati istrinya,membenarkan selimut yang sedikit melorot ke Kebawah mengelus rambutnya dan mencium kening istrinya lama dengan penuh kasih sayang
"Aku tidak akan membiarkan siapapun yang menghinamu sayang,,,"ucap Devano sambil mengusap perut istri nya,,tak berapa lama Devano menyusul Zola ke alam mimpi
***
Pagi hari
Zola yang merasa tidurnya terusik dengan susah payah membuka matanya,Devano yang jail mengelus pipi istrinya yang chubby
"Mmm,,,,"Zola menggeliat membuat Devano semakin gemas
"Sayang..."panggil Devano lembut
Setelah matanya sudah terbuka sempurna,Zola melihat sekilas suami tampannya tersenyum manis
"Pagi sayang,,"sapa Devano mencium pipi istrinya
"Pagi,,"balas Zola tersenyum menghindari tatapan suaminya
"Semalam kenapa tidak memanggilku,,hmm,,!"tanya Devano
masih yang menciumi pipi istrinya
"haah,,Aku,aku capek,taunya ketiduran,,maaf ya..?"jawab Zola sedikit gugup
"Kalau bicara liat aku sayang,,"ujar Devano memegang pipi Zola dan mengarahkan pandangan mata Zola ke matanya
Zola yang berusaha menghindari manik suaminya karena Devano akan curiga karena dia habis menangis semalam,saat Devano masuk kamar tadi malam Zola belum sepenuhnya tertidur karena posisi nya sedikit miring dengan punggung menghadap ke suami nya,takut Devano tau kalau dia habis menangis
"Sayang...!!!"panggil Devano sedikit mengeraskan suaranya,,Devano mengerutkan dahinya,merasa istrinya sedang menghindarinya saat ini
Setelah mereka beradu pandangan Devano melihat manik istrinya sedikit sembab dengan lingkaran hitam di matanya
"Tapi tunggu,matamu sembab,kamu habis nangis,,,?"kamu kenapa,kamu sakit sayang,,,?"di cecar dengan banyak pertanyaan membuat pertahanan Zola runtuh seketika
"Hikz,,,hikz,,,hikz menutup mata dengan kedua tangannya,bahunya bergetar menahan tangis
"Sayang,kamu kenapa,?apa ada yang sakit,?ayo kita ke rumah sakit sekarang,,,"ajak Devano yang khawatir melihat istrinya seperti ini
Dengan cepat Zola menghapus air matanya
__ADS_1
"Tidak,aku tidak apa-apa,aku aku hanya merindukanmu jawab Zola memeluk suaminya
Bukannya Devano tidak senang dipeluk istrinya tapi Devano curiga bukan itu jawaban dari pertanyaan nya yang barusan,tapi Devano tetap membalas pelukan istrinya mencium puncak kepalanya masih dengan menahan tangis bahu Zola masih terasa bergetar oleh Devano
"Ada apa ini,,?kenapa Zola begini...?"gumam Devano dalam hati
Tapi ia tidak ingin memaksa istri untuk bicara dulu biar nanti saja kalau sudah merasa baikan,mungkin bawaan hamil Devano masih menebak-nebak
"Kamu yakin tidak apa-apa sayang,,?"tanya Devano lembut membelai rambut panjang istrinya,yang di jawab anggukan oleh Zola yang masih dalam posisi memeluk suaminya,perasaan nya sudah sedikit mereda tapi masih takut untuk bertanya
"Ya udah kalau gitu,aku akan menemanimu di rumah,,"seru Devano
setelah melonggarkan pelukannya Zola melihat ke arah suami
"Aku tidak apa-apa sayang,kamu tidak perlu harus bolos kerja,bukannya hari ini kamu ada meeting penting.."seru Zola meyakinkan suaminya
"Kamu lebih penting dari apapun sayang,lagian kan ada Danu biar dia yang ngehandle semua,mendengar kata-kata suaminya Zola langsung bersemu merah
Devano menyadari kalau istrinya sedang malu makin semangat menggodanya
"Lagian uangku banyak,aku gak bakalan rugi,apa saja yang diminta istriku aku bisa mengabulkannya,kamu tenang saja suamimu yang tampan ini kaya raya...!!!"ujar Devano pongah
Zola mencebik kan bibirnya,suaminya sekarang sedang kerasukan setan narsis
"Iya aku percaya,suamiku yang tampan ini uang nya banyak,,,"balas Zola dengan nada bercanda
"Pergilah bekerja,aku baik-baik saja tadi aku hanya merindukanmu,,"yakin Zola lagi
"Baiklah,,aku siap-siap dulu Devano beranjak turun dari ranjang menuju kamar mandi dan Zola merapikan tempat tidur lalu menyiapkan sarapan untuk suami nya
Semua sudah beres,mereka sarapan bersama,sarapan pagi ini terasa hangat mereka saling melempar senyuman seperti para abegeh yang sedang jatuh cinta
***
Di perusahaan
Devano bersiap siap untuk menghadiri rapat penting pagi ini,dengan setelan jas bewarna navy menambah pesona ketampanannya tapi tetap ber aura dingin
"Hmm..."jawaban singkat Devano
"Mari silahkan tuan,para direksi sudah menunggu anda meeting room,,"
Meeting hari ini berjalan lancar,cuma para direksi agak sedikit heran melihat Devano tak banyak bicara,bicara pun seadanya walau sebelum nya memang irit bicara juga tapi kali ini mereka menilai berbeda,tapi mereka tidak berani untuk bertanya,Devano tidak ambil pusing toh meeting berjalan lancar
Setelah semua bubar hanya tinggal Devano dan Danu saja di meeting room ini
Karena penasaran melihat tingkah atasannya, Danu memberanikan diri untuk bertanya
"Apa ada masalah tuan,tentang rapat kita tadi,,?"tanya Danu
Danu kalau masih jam kerja dia memakai bahasa formal dia selalu bersikap profesional walau Devano adalah sahabatnya
Devano melirik sebentar ke arah Danu dan mengalihkan pandangannya lagi
menghembuskan nafas kasar
"Apa setelah ini ada pertemuan lagi,tanya Devano tanpa menjawab pertanyaan Danu barusan
"Ada tuan,sebelum makan siang dengan PT Dunia akhirat,mereka sudah memasukkan proposal, tinggal pertemuan dengan pemilik perusahaan dan menanda tangani surat kontrak tuan,,"jawab Danu tegas
"Apa itu pertemuan penting,,?"tanya Devano lagi
"Itu perusahaan baru tuan,mereka mencoba menjalin kerja sama dengan perusahaan kita untuk keuntungan kedua belah pihak,,"jelas Danu lagi
"Ok,,,kamu yang handle saya akan pulang sekarang,nanti setelah jam makan siang saya kembali..."ujar Devano beranjak dari kursi nya dan berlalu pergi
Danu menghela nafas nya
__ADS_1
"Nasib bawahan,,,"ujarnya pelan
"Saya dengar Dan..."sahut Devano
"hehehe,maaf tuan,"seru Danu nyengir
Devano berlalu pergi dari meeting room
"Sepertinya sibos lagi ada masalah,tingkahnya sedikit aneh,,"
Ah iya Danu baru ingat kemaren dia melihat seorang wanita keluar dari ruangan Devano tapi Danu tidak tau itu siapa
"Apa Devano sedang bertengkar dengan istri nya,,?sebab setelah wanita itu keluar Zola juga ada di ruangan Devano
Atauuuuuuu...."Danu berpikir
"O iya,,Jeni,wanita kemarin pasti Jeni,dia kan sudah kembali dari luar negri,kok gue bisa kecolongan sih,bisa kacau ini kalau dia mencoba lagi mendekati Devano,awas lu ya jen kalau mencari masalah,hancur hidup lu,Danu ngomel sendiri sebab kemarin pekerjaannya memang sangatlah banyak,sampai-sampai makan siang harus di bawakan Zola karena tidak sempat makan siang keluar kantor
***
Di Apartment
Zola yang mendapat telpon dari suaminya akan makan siang di rumah begitu bahagianya,wanita ini pasalnya suami nya yang super sibuk meluangkan waktu untuk makan siang bersama dirinya,sekarang Zola sedang bergelut di dunia ibu-ibu yaitu dapur,Zola memasak masakan kesukaan suaminya sungguh ini membuat Zola bahagia rasanya tak pantas untuk nya mencurigai suaminya tentang perasaan Devano pada mantan kekasihnya itu,,biarlah dulu,Zola akan menunggu penjelasan dari suaminya
Zola tidak mau di bantu oleh para pelayan,ia mau menyiapkan sendiri untuk suami tercintanya,pelayan hanya membantu menghidangkan di meja makan,,setelah selesai Zola membersihkan dari kotoran dapur yang menempel di tubuh nya
Selesai dengan ritualnya,,Zola keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk saja,saat berjalan menuju ke meja rias betapa terkejutnya Zola melihat suaminya sudah duduk di sofa dekat ranjang sambil memperhatikannya
"Sayaaaang,kau mengagetkan ku.."jerit Zola memegang dadanya
Lucu sekali melihat istri nya seperti ini,Devano terus memandangi istri nya yang makin lama makin terlihat seksi dengan perut yang membuncit pipi yang chubby
ah,,,rasa nya penghuni di bawah sana sedang mengamuk ingin di lepaskan
Devano mendekati istri nya yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di tangannya
Devano memeluk istri nya dari belakang,mencium keruk leher Zola lama,wangi ini yang selalu di rindukannya saat kerjaan sedang menumpuk,sungguh membuat jiwanya tenang berada di dekat wanita ini
Zola tetap dengan aktifitas nya mengeringkan rambut,Devano juga sibuk bergelut dengan aktifitasnya mencium leher sampai belakang telinganya,sejenak membuat Zola meremang
"Sayang,,,"panggil Zola memecah keheningan
"Hmm,,"jawab Devano tidak menghentikan aktifitasnya
"Aku geli,,,"Zola berusaha melepaskan pelukan suaminya
ciuman Devano di leher istrinya semakin menuntut,karena sudah kebiasaannya,ini hal yang paling di sukainya jika bersama sang istri
"Aku merindukanmu,,,"bisik Devano dengan suara beratnya ia sudah tidak tahan lagi untuk tidak menyentuh istrinya ini,sungguh tubuh ini yang selalu membuatnya candu
"Ayo sayang,,,"memegang tangan Zola dan menuntun istrinya menuju ke ranjang
terjadilah yang seharusnya terjadi
******* dan erangan meraka berdua memenuhi isi kamar itu,menjadi saksi bisu dari penyatuan kedua insan ini,mereka berdua berusaha untuk memuaskan satu sama lain bagaimanapun mereka berdua manusia normal,munafik rasanya kalau aktifitas ranjang tidak di butuhkan
Bagaimanapun pria dewasa dengan tubuh sehat ini adalah laki-laki normal,Zola takut suaminya akan mencari pelampiasan lain walau itu tidak akan mungkin di lakukan suami nya,tapi Zola tetap berusaha memuaskan suaminya selagi dia bisa
Satu jam berlalu setelah pelepasannya,Devano ambruk di samping istrinya
Zola memejamkan matanya sejenak menormalkan detak jantungnya yang berpacu dengan gerakan suaminya tadi
Melihat istrinya memejamkan matanya, Devano merapikan rambut istrinya yang berantakan akibat ulah nya dan mencium puncak kepala nya dengan sayang
"Aku sangat mencintaimu sayang...!"ucap Devano,sebelum beranjak turun dari ranjang untuk membersihkan diri
Setelahnya mereka makan siang bersama dengan lahap,mengembalikan stamina yang tadi terkuras habis
__ADS_1
BERSAMBUNG
🌿🌿🌿