
bab 13
Di lain tempat Zola masih di bingung kan dengan permintaan pak Ibrahim untuk menjodohkan Zola dengan putra tunggalnya
Zola benar-benar bingung karena ia melihat pak Ibrahim penuh harap,,sekarang ia di beri waktu oleh pak ibrahim untuk berfikir,karena pak Ibrahim bicara dulu dengan putranya
flashback on
satu bulan lalu di rumah sakit..waktu Zola menjenguk pak ibrahim dan disitu lah pak Ibrahim menyampaikan niat nya
"Zola ...!"panggil pak Ibrahim
"Iya pak ..!"jawab zola
"Kamu gadis yang baik,tulus,ceria dan pantang menyerah dalam menjalani hidup,,dan kamu berhak bahagia nak,ujar pak Ibrahim
Zola tersenyum mendengar pujian pak Ibrahim
"Saya boleh bertanya...?"ucap pak Ibrahim
"Boleh pak...!"jawab Zola
"Apa kamu sudah mempunyai kekasih...?"tanya pak Ibrahim
Zola kaget dengan pertanyaan pak Ibrahim
"Tidak mungkinkan gadis secantik dirimu tidak mempunyai kekasih...?"rayu pak Ibrahim sambil tersenyum
Zola hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Apa yang harus ia jawab yg memang pada kenyataannya ia tidak mempunyai kekasih
"Tidak pak,,,Zola tidak punya kekasih.."jawab Zola pelan
pak Ibrahim lega dengan jawaban Zola
"Kalau boleh Zola tau,,untuk apa bapak tanyakan itu...?"
pak Ibrahim menghela nafas
"Saya ingin menjodohkan mu dengan putraku.."ucap pak Ibrahim
Zola kaget,mendengarnya karena ia tak pernah berfikir sedikitpun tentang perjodohan ini
Zola hanya menunduk sedih dengan mata yang mulai berkaca kaca
"Maaf sebelumnya pak..,"bukannya Zola menolak,bapak tidak tau status Zola yang sebenarnya,,'Zola org tidak punya,,tidak mempunyai orang tua,,dan apa mungkin anak bapak mau dengan keadaan Zola seperti ini.."ujar Zola lirih
"Saya tau semua identitas kamu..karena itu saya tidak ragu menjodohkan mu dengan anakku.."jawab pak Ibrahim
Zola...!!panggil pak ibrahim lagi
"Saya ini orang tua yang hanya ingin melihat anaknya bahagia,,saya yakin kamu bisa membahagiakan anak saya,,dan saya yakin saya tidak akan salah pilih,,,"ujar pak Ibrahim..dan akhirnya tangis Zola pecah mendengar ucapan pak Ibrahim
"Jujur saja pak..setelah Zola mengenal bapak Zola teringat akan almarhum ayah yg sama seperti bapak,baik,hangat dan Zola tidak pungkiri itu,,seketika hidup Zola berubah saat Zola dekat dengan bapak
__ADS_1
Di tambah lagi dengan bapak yg sudah banyak membantu Zola,Zola tidak menginginkan apa-apa lagi.."ucap Zola masih menangis
Setelah pak ibrahim membujuk Zola dan memberi waktu untuk berfikir akhirnya Zola menerima tawaran pak Ibrahim
Walau sedikit berat hati,,mungkin dengan ini ia bisa membalas kebaikan pak Ibrahim selama ini
Dan dia tidak berharap anak pak brahim akan menyukai nya karena Zola tau diri,dan pasti itu tidak mungkin..lirih Zola dalam hati
flashback off
Di kantor Devano bingung dengan permintaan sang ayah yang justru tidak memaksanya untuk menerima perjodohan ini,tapi bagaimanapun sudah saatnya Devano untuk membahagiakan ayah nya karena selama ini hanya kekecewaan yg di berikan kepada sang ayah
tiba-tiba pintu di ketuk dari luar
tok tok tok..
"Masuk...!"seru Devano
"Selamat siang pak..!!"sapa Danu
ini berkas yang harus bapak tanda tangani
Devano hanya diam dan langsung menanda tangani berkas-berkas yg di berikan Danu
Danu pun dengan bingung melihat atasannya hanya diam dan langsung keluar tanpa permisi
"Kenapa lagi tu anak bos..?"tanya Danu dalam hati
"Pasti ada apa-apa nya nih...!"ujar Danu
"Kalau iya..bego lagi dah...??seru Danu dalam hati
"Tanya nanti ajalah ...ujar Danu masuk ke ruangannya
Jam pulang kerja saat semua karyawan siap-siap untuk pulang Danu Pun bersiap-siap untuk pergi ke ruangan Devano
Dalam ruangannya
Devano masih bergelut dengan laptop nya,,tapi pikirannya kemana mana
berapa saat kemudian seseorang mengetuk pintu dari luar
tok...tok..tok
"Masuk...sambut sang penghuni
pintu di buka glek
Devano masih bingung ternyata Danu belum pulang
"Kenapa...?lembur lagi...?"tanya Devano
"Gak...!"jawab Danu singkat
"Ngapain masih di pintu,masuk,!!! ujar Devano masih dengan ekspresi datarnya
__ADS_1
"loe lagi banyak kerjaan ya...?"tanya Danu
Devano hanya menggeleng
"Trus kenapa belum pulang,,,?loe bertengkar lagi sama om..?"tanya Danu
"Hah..!!mana berani gw dengan keadaan ayah kayak gini..."timpal Devano
"Trus...kenapa coba,,,muka loe kusut gitu,,??Danu semakin penasaran
"Kayak pakaian yg blm di setrika..!!"ucap Danu
"Kurang ajar,,,!"gw ini atasan loe,,,!!kata Devano dengan melempar pulpen ke Danu sampai menyenggol hidung mancung nya
"Eits,,jam kerja udah habis bro,,jadi gw bebas ngapa2in loe..."ucap Danu nyengir
"Loe kenapa...?"tanya Danu lagi
Devano menghembuskan nafas kasar
"Gw di jodohin sama ayah...?'jawab Devano
Seketika wajah Danu berubah dengar jawaban Devano
"Serius loe...?"tanya Devano gak percaya
hanya di balas angguk an oleh Devano
"Ooh jadi ini yg di pikirin ni anak..'ujar Danu dalam hati
"Trus loe terima...?"tanya Danu lagi
"Justru itu yg bikin gw bingung,,,ayah malah gak mau maksa gw',,"jawab Devano
"Bingungnya dimana bro,,,?"tanya Danu
"Lu kan bisa bilang enggak kalau loe gak mau di jodohin,,timpal Danu lagi
"Gw gak mau ngecewain ayah...!!"jawab Devano lirih
"Selama ini gw selalu nyusahin ayah,,bertengkar sama ayah,,udah bikin ayah sakit,,,"terang Devano menyesal
Setelah selesai mendengar curhat Devano akhirnya mereka memutus kan untuk pulang
***
Di perjalan pulang
Devano masih bingung dengan permintaan ayah nya tapi dia tidak mau mengecewakan ayah,memang dia belum bisa melupakan jeni,tapi juga tidak mungkin kembali lagi sama jeni
Setelah berpikir keras akhirnya dia sudah memutus untuk terima perjodohan dari ayah nya
"Kalau memang ini yang membuat ayah bahagia aku terima,,,"batin Devano
BERSAMBUNG
__ADS_1
🌿🌿🌿