
Bab 9 semuanya selesai
Akhirnya Devano tau semuanya,,dengan kalap ia melempar handphone milik Danu hingga pecah,melempar semua yang ada di ruangannya
Danu lari keluar ruangan itu merasa bersalah dengan menyerahkan semua bukti-bukti itu pada Devano yg akhirnya tanpa di duganya sama sekali.
Seketika ruangan itu hancur berantakan
dengan tubuh bergetar Devano berucap
"Apa salahku Jen,,,?kenapa kau mengkhianati ku,,?dengan berteriak seperti mengeluarkan isi tenggorokannya
"Sungguh besar harapanku untuk membahagiakanmu,,memberikan seluruh duniaku hanya untukmu,,bahkan aku berani menentang ayahku demi memperjuangkan mu tapi apa yang kau lakukan padaku....?lirih Devano yg suaranya sudah mulai serak karena teriak-teriak
"Ayaaaaaaah...!! lirih Devano memanggil sang ayah
dia sungguh malu terhadap ayah nya
apa yang akan dia katakan kalau seandainya ayahnya tau
"Ayaaaaah...!maafin Vano "Yaaaaaah...!"seru Devano lagi dengan suara bergetar
"Semuanya selesai Jen..."seru Devano membatin
Kenapa disini Devano merasa sangat bersalah pada ayahnya,,karena dia pernah melawan ayahnya,karena se umur-umur Devano tak pernah membangkang kepada ayahnya,dan demi Jeni,,demi mempertahankan hubungannya dgn Jeni dia berani melawan ayahnya
Dan sejak saat itu hubungan antara ayah dan anak mulai renggang
Devano jarang pulang ke mansion
pulang dari kantor langsung ke apartemennya itu berlangsung hampir 1thn belakangan ini
dan memang pak Ibrahim pada dasarnya seseorang yang lunak dan tidak pernah keras terhadap anak nya ia lebih memilih diam
Ayahnya mencoba membuka diri untuk menerima Jeni sebagai calon menantunya,,apapun yang terjadi kebahagiaan anaknya lah lebih utama
Disitu lah Devano begitu terpukul dengan semua yang terjadi padanya,,,
kantor pun di hebohkan dengan kejadian langka yg tak pernah mereka duga selama ini
Wakil direktur yang terkenal dingin dan tegas hari ini menampakkan kelemahan nya hanya demi seorang Jeni
Karena telah mampu membuat seorang Devano menangis histeris karena ulahnya
Andai Jeni tau betapa bangga nya dia sebenarnya ini bukan karna cinta, tapi karena jijik selama ini mencintai wanita yang salah
Puas teriak-teriak dgn melampiaskan segala sakit hatinya,,ruangan itu hening seketika seperti tidak ada penghuni,,ruangan yang selalu bersih dan tertata rapi sekarang luluh lantah karena penghuninya...
__ADS_1
Dengan suasana yang menghebohkan di kantor,,tentu jadi bahan perbincangan oleh seluruh karyawan yang bekerja di sana,,sehingga sampai ke telinga sang direktur utama yaitu IBRAHIM SANJAYA.kalau anaknya sedang menangis histeris di ruangannya
Betapa pilu hati sang ayah mendengar dari asisten Bram apa yang terjadi di ruangan anaknya
Mencoba tetap tenang tapi tidak bisa sang ayah tetap merasakan apa yang di rasakan anaknya selama ini
Mencoba berdamai dengan hati sendiri begitu juga dengan anaknya dan ia pun sudah mulai membuka hati untuk menerima Jeni sebagai pendamping anaknya
Dengan kejadian ini tentu ayahnya tak terima,,mencoba tetap berlapang dada setelah asisten Bram menjelaskan semua kepada sang atasan
Dalam diam direktur utama mencoba mencerna satu per satu apa yang di jelaskan asisten Bram tadi,,sambil memegang dada yang sudah mulai terasa sakit dan akhirnya
Bruuk....Direktur utama jatuh pingsan...
Dengan sigap asisten Bram membopong tubuh Direktur utama itu membawanya ke rumah sakit
Semua karyawan menyaksikan keadaan direktur utama mereka
Karena terdengar heboh dari dalam ruangannya Danu keluar menanyakan apa yang terjadi kepada salah satu karyawan di sana
"Ada apa...??"tanya Danu
"Pak direktur utama pingsan pak Danu...itu di bawa sama pak Bram ke rumah sakit...!!"jawab karyawannya
"Astaga...!!!" seru Danu berlari ke ruangan Devano
"Ngapain lu kesini,,,?"tanya Devano penuh amarah
"Lu mastiin keadaan gua sekarang...?" lirih Devano
"Lu liat kan...gua hancur...!!"ucap Devano lagi
"Van...!!!"seru Danu
"Ayah lu.."ucap Danu lagi
"Gua udah gak punya muka untuk bisa melihat ayah ,gua udah gak sanggup liat muka ayah lagi Dan...gua malu.....!!"kata Devano lirih
"Masalah nya beda lagi Van...!!ujar Danu
Devano menatap Danu bingung...
"Ayah lu di larikan ke rumah sakit karena pingsan...
Deg
seketika dunia Devano berhenti berputar...dadanya terasa sakit air mata nya lolos membasahi pipi mulus nya,setelah Devano bisa mengimbangi badannya yang terasa lemah,,dia berlalu keluar kantor menuju rumah sakit
__ADS_1
Melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,,tak peduli dengan pengendara lain
Dalam perjalan Devano kembali berteriak memanggil ayahnya,,memukul stir dengan tangan sekuat tenaga nya
"Ayaaaaaaah.....jangan tinggalin Vano yah...ayaaaaaah,"kata Devano histeris lagi
Tiba di rumah sakit Devano memarkir mobil asal,,dia berlari di lorong sakit tidak peduli dengan orang yang ada di sana,dia menangis dan terus menangis...terus menuju ruangan khusus ayah nya biasa di rawat karena rumah sakit itu
Menyediakan tempat khusus untuk keluarga Devano karena memang rumah sakit itu milik bapak Ibrahim Sanjaya (oooh sultan punya segalanya)
Disana Devano melihat asisten Bram sdg menunggu atasannya
"Om...!"asisten Bram kaget mendengar suara Devano memanggil nya
"Bagaimana keadaan ayah om...?"tanya Devano cemas
Oh ya kenapa Devano memanggil asisten Bram dengan sebutan Om karena umur Bram beda jauh dari Devano tidak mengurangi rasa hormatnya jadi Devano panggil Om
"Ayahmu masih di tangani dokter...kamu tenang ya,,ayahmu orang kuat,,"ucap asisten Bram berusaha memenangkan Devano
"Kenapa ayah bisa pingsan Om..?"tanya Devano lagi..
Dan asisten Bram menceritakan semuanya bagaimana ayahnya bisa tau
Devano terduduk di lantai rumah rumah sakit seluruh badannya terasa tak bertulang Devano memejamkan matanya berharap ini semua cuma mimpi
dengan memanggil ayah nya Devano menangis lagi
"Ayah...ayah harus sembuh..!! lirih Devano di sela tangisnya
Kemudian keluar Dokter dari ruangan operasi...
dengan cepat Devano menghampiri Dokter yang menangani ayahnya dan bertanya
"Bagaimana keadaan ayah saya Dokter....???
"Pak Ibrahim kena serangan jantung...sekarang keadaan beliau kritis karena terlalu banyak pikiran dan sering menahan emosi.!!"kata dokter menerangkan
"Lakukan yang terbaik dokter...berikan yang terbaik untuk ayah saya..."tangis Devano pecah
"Kami akan melakukan yang terbaik untuk bapak Ibrahim..."kata dokter..
Sekarang beliau sedang di rawat di ruangan ICU..!!ujar Dokter
BERSAMBUNG
πΏπΏπΏ
__ADS_1
HADEEH SEDIKIT LEGA,SUSAH TERNYATA MEMILIH KATA2 YANG MUDAH DI CERNA SI PEMBACA π