
BAB 63
Pagi menjelang
Disaat semua orang masih bergelut dengan mimpi,berbeda lagi dengan pengantin baru ini,mereka baru selesai membuat mimpi sendiri yang akan membawa mereka untuk tidur karena lelahnya raga dalam penyatuan cinta mereka,mereka baru selesai melaksanakan malam pertama siapa lagi pasangan penganten baru Danu dan Vina
Acara pesta selesai sampai tengah malam,Danu tidak memberi kesempatan Vina untuk istirahat,dengan alasan pekerjaan di perusahaan menunggu,Vina melengos,alasan macam itu,padahal Devano memberi mereka cuti satu minggu untuk menikmati masa pengantin baru,masa iya istirahat barang sejenak saja tidak bisa,dasar Danu yang keterlaluan
Danu masih terus ******* bibir manis sang istri yang sudah kelelahan akibat olah raga ranjang mereka,Danu benar benar menggempur Vina sampai kehabisan tenaga,untuk bicara saja Vina sudah tidak sanggup,otot kawat,tulang besi sama seperti gatot kaca,sungguh kau mas Danu me rapel semua tenaga yang tersimpan selama jomblo
***
Ditempat lain
"Udah selesai sayang,,,?" Tanya Devano sambil menggendong Jill
"Udah mas,,,!!"Jawab Zola yang akan menenteng tas keperluan Jill
"Biar saja sayang,gak usah kamu yang bawa,Bell boy udah menunggu di luar,biar dia yang bawain barang kita,,!!"Ujar Devano menggenggam tangan istrinya dan melangkah ke pintu,mereka langsung pulang tanpa izin pengantin baru dulu,jelas lah orang mereka lagi ngadon,Danu dan Vina tidak menunda untuk mempunyai momongan karena kebahagiaan mereka adalah anak,yang akan mereka buktikan kalau mereka bisa membesarkan anak dengan kedua orang tua yang lengkap
itu lah keinginan terbesar mereka
Diperjalanan pulang
"Mas,,,!!" Panggil Zola manja seperti ada yang ia ingin kan
"Kenapa sayang,,,?" Tanya Devano
"Aku boleh tidak ikut kursus menjahit,?"Minta Zola
Devano mengernyit kan dahinya
"Menjahit,,?"Beo Devano
"Mmm..."Zola menganggukkan kepalanya
"Iya mas,kadang aku bosan di rumah gak ngapa ngapain,apalagi kalau Jill lagi tidur," ucap Zola memanyunkan bibir nya
Duh gemasnya,kalau sudah begini Devano pun tidak bisa menolak,rasa nya kursus menjahit tidak ada salah nya
"Boleh ya mas,,," Seru Zola dengan wajah memelas,karena dari tadi Devano hanya diam,padahal suami nya sedang membayangkan saat dirinya ******* bibir manyun ini,sudah kerasukan pikiran mesum
"Mas,,," Teriak Zola
"Eh iya sayang,,!" Devano tersadar
__ADS_1
"Kalau boleh bilang mas,kalau gak,aku juga gak maksa,tapi jangan di bawa diam gini,lagian ini cuma sampai aku lahiran aja kok,kan masih ada waktu empat bulan lagi ," Sungut Zola
Devano hanya tersenyum menanggapi istri yang lagi ngoceh sendiri,semakin cerewet saja
"Baiklah sayang,senyaman kamu saja,asal pelatih nya yang kerumah,yang penting jangan sampai kamu kelelahan ya,,,?" Devano mencium,******* bibir istrinya dengan gemas,daripada membayangkan lebih baik di laksanakan mumpung orangnya ada disini,tanpa memikirkan orang yang ada di sekitarnya
"Mas,,, !!"Zola mendorong dada bidang bidang suaminya,agar menjauh ,kesal Devano tidak melihat situasi,jelas ini masih di perjalanan pulang,mana ada pak ujang lagi,Zola merutuki tingkah suaminya,muka Zola memerah karena malu
"Kenapa,,,?"Tanya Devano pura pura polos
"Kenapa pelatihnya yang ke rumah mas,itu bukan kursus namanya,tapi privat,,,,!!"Jelas Zola merasa kesal
"Hah,itu dia privat,kamu pintar sayang,,,!" mencubit lembut dagu Istrinya
"Aku tidak akan pernah mengizinkan kamu ada kegiatan luar apalagi dalam keadaan hamil,,aku mohon sayang,takutku yang dulu sampai sekarang belum hilang,aku tidak bisa membayangkan sesuatu terjadi padamu,aku bisa mati,mengerti ya,,,"Ujar Devano mengelus puncak kepala istrinya
'Iya mas,"Jawab Zola pelan
"Menjahitnya boleh kok sayang,tapi seperti yang aku bilang tadi,Ayo dekat sini jangan ngambek lagi,! Seru Devano meraih tangan istrinya lembut Zola masih memanyunkan bibirnya
"Kondisikan bibirmu sayang,kamu mau kita melakukan adegan panas disini,,,,?" Ujar Devano berbisik di telinga Zola seketika itu mata Zola membola mengeratkan rahangnya
"Mesum,"!! Balas Zola berbisik
Devano tertawa melihat muka Zola benar benar memerah karena malu
Ditempat lain
"Hmm,,,!!" Jawab malas Danu,pasalnya mereka baru tidur menjelang subuh tadi,Vina pun juga terpaksa bangun karena tenaga nya benar benar habis terkuras karena sang suami tak kunjung selesai melepaskan hasratnya
"Mas,Aku lapar,!!" Ucap Vina memelas
Sesaat Danu tersadar kalau istri nya sedang menahan lapar
"Astaga,maaf sayang,aku pesan makanan dulu,kamu udah mandi,??"Tanya Danu merasa bersalah,bukan sarapan lagi tapi sudah masuk makan siang karena waktu menunjukan pukul 10-³⁰
"Udah mas,!!!" Jawab Vina
"Ya udah aku mandi dulu ya sayang,!!" Seru Danu setelah menghujani istrinya dengan kecupan yang bertubi tubi,Vina hanya pasrah berontak pun percuma tenaganya hanya tinggal ampas
Lucu sendiri Danu melihat istrinya dengan wajah pasrah tak bertenaga,se olah olah di apakan saja mungkin hanya akan menurut karena sudah tak ada daya lagi untuk melawan,tapi Danu tidak setega itu,Istrinya sudah sangat memuaskan dalam melayaninya tadi malam,walau pengalaman Baru bagi mereka yang jelas mereka tidak merasa canggung walaupun penganten baru awalnya aja malu malu,habis itu malu maluin,sisi manja Vina yang tidak pernah tampak selama mereka dekat,sekarang lah Danu melihatnya,tak masalah itulah yang Danu inginkan Mejadi pelindung untuk orang yang dia cintai
Gadis yang sedari kecil haus dengan kasih sayang,tapi dia tidak pernah meminta pada siapa pun,dan sekarang tambatan hatinya sudah ada yaitu suami tercinta,tidak apa apa kan Vina meminta lebih,toh tidak akan ada yang melarang,begitupun Juga dengan Danu,ia sangat mencintai gadis tangguh ini,berjanji akan memberikan kasih sayang yang berlimpah kepadanya,karena mereka berdua memang membutuhkan rasa itu,cinta kasih dari orang terdekat yang tidak mereka dapat kan dulu,sekaranglah saat nya mereka berbagi,mencurahkan segalanya dan saling mencintai,itu lah janji mereka pada keturunan mereka kelak
Makanan yang di pesan Danu sudah datang,banyak sekali makan yang pesan Danu,seperti mau makan berempat saja,padahal mereka hanya berdua
__ADS_1
"Selamat menikmati nona,"Sapa pelayan Hotel ramah
"Terima kasih,"jawab Vina
Pelayan hotel keluar,setelah nya Danu baru selesai mandi dan memakai baju casual,Danu tampak berbeda dari biasanya,Vina selalu melihat Danu dengan pakaian formal,sekarang Danu kelihatan lebih muda dengan pakaian santainya terlebih lagi bertambah tampan
"Ayo makan sayang,tapi katanya lapar,,!!"Ujar Danu melihat istrinya masih duduk diam memainkan ponselnya sedang kan Danu mengusap rambut nya yang masih basah
"Aku nungguin mas,cepetan ayok,,!!"Ajak Vina manja
"Kenapa gak makan duluan aja sayang biar tenaga kamu pulih lagi,"Ujar Danu mengusap rambut istrinya
"Gak sopan ah,makan duluan,"Vina cemberut
"Ya udah,makan yuk,,,!"Ajak Danu meraih tangan istrinya
"Mau Ku suapin,?"Tawar Danu
"Boleh,!!"Balas Vina
"Baiklah..!!!"
***
Di mansion sekarang di hebohkan lagi dengan tingkah Jill yang mau mandi hujan,Duh ini mintanya macam macam ya,tidak cocok sekali jadi anak sultan,kemaren minta berenang sama ikan,sekarang minta mandi hujan,Sri bingung sendiri dengan tingkah Tuan Muda kecilnya ini.
Semenjak kandungan Zola memasuki bulan ke enam Devano memboyong anak dan istrinya tinggal di mansion untuk beberapa waktu yang belum di tentukan,setidak nya Zola ada teman ketika Devano lembur
"Bundaaaa,bundaaaaa,!!! tangis Jill meratap melihat hujan semakin deras,semakin penasaran juga bocah ini merasakan air yang turun dari langit
"Iya sayang,bunda disini nak,,,!" Bujuk Zola menghapus air mata yang membanjiri pipi gembul itu
"Mau nda,,,,aaaaaa,,,aaaaaa,,,!!!" tangis nya Semakin menjadi
"Nanti ayah marah,kita mandi hujannya dikamar mandi aja ya,kan ada hujannya juga,,,!"bujuk Zola
Jill tidak mau,dia tetap mau mandi hujan di luar sana
Mungkin Zola yang berasal dari kampung masih lumrah dengan anak anak se umuran Jill sudah mandi hujan,tapi bagaimana dengan Devano,bisa ngamuk dia melihat anaknya bergelut dengan air yang turun dari langit ini
Jill benar benar membuat Bunda nya pusing
BERSAMBUNG
__ADS_1
🌿🌿🌿