
BAB 51
Dua jam kemudian
Oeeeek...oeeeek...oeeeek
Dalam kegelisahannya Devano mendengar tangisan bayi yang baru saja keluar dari rahim sang ibu
itu di yakinkan adalah bayinya,buah cintanya,ia tidak tau harus senang atau bersedih
Salah satu perawat wanita keluar dari ruangan operasi membawa bayi dalam gendongannya
"Tuan Devano..bayi nya laki-laki, semuanya normal dan sehat..."ujar perawat wanita itu dan menyerahkan bayi itu ke tangan Devano
Devano hanya diam terpana melihat bayi mungil itu,semua terasa bagai mimpi bahagia dan bersedih nya bercampur menjadi satu
Setelah bayi itu dalam dekapannya tangis Devano pecah,pikirannya melayang,suka dan duka berada di depan mata karena sampai saat sekarang ia belum tau bagaimana keadaan istrinya
"kami akan membersihkan bayi ini dulu tuan,biar sebentar lagi tuan bisa mengadzani nya,,,"ucap perawat wanita tadi
Devano menyerahkan bayi nya kepada perawat tersebut,untuk di bersihkan dan di adzanin
Tak berapa lama dokter keluar dari ruangan operasi
Saat itu Devano,Danu,dan Bang Jack langsung tersadar dan mendatangi sang Dokter
"Bagaimana keadaan istri saya Dokter,,"tanya Devano cemas
Dokter menghela nafas
"Saat ini istri anda sedang kritis karena dalam keadaan Dehidrasi hebat,di tambah lagi luka-luka yang ada di bagian tubuh nya,dan lagi dengan air ketuban yang sudah mengering,beruntung bayi anda tidak keracunan air ketuban...!!!"ujar sang Dokter menjelaskan
Seketika itu Devano jatuh pingsan mendengar penjelasan Dokter karena saat kejadian penculikan itu terjadi kondisinya sudah tidak fit lagi
Beruntung di sana ada Danu dan Bang Jack menuntun Devano masuk keruang perawatan untuk mendapatkan pertolongan pertama
Devano sudah tidak bisa lagi menopang badan kekarnya,seolah separuh nyawanya di bawa oleh sang istri,benar-benar Devano menjadi laki-laki yang sangat lemah saat ini
Ia tidak peduli dengan apa kata orang yang berada di sekitar rumah sakit,yang jelas sekarang Devano merasa tidak sanggup mendengar penjelasan Dokter beberapa saat tadi
Istri yang teramat di cintai nya sekarang dalam keadaan kritis,sungguh cobaan yang teramat berat bagi nya setelah sang ibunda pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya dan sekarang Devano merasakan lagi
Sesak di dadanya yang membuat Devano tidak bisa menahan tubuh yang ambruk seketika
Tapi bagaimanapun Devano harus kuat demi buah hatinya yang baru hadir ke dunia ini,Dokter belum bisa memastikan kapan Zola akan sadar
Karena selain luka-luka yang ada di beberapa bagian tubuhnya,Zola juga mengalami trauma yang cukup serius
__ADS_1
Dokter menjelaskan lagi,karena tadi belum sempat menjelaskan secara rinci,karena Devano sudah ambruk duluan,tapi kali ini Dokter menjelaskan kepada Danu,biar Danu perlahan yang akan menjelaskan kepada Devano,karena saat ini belum keadaan yang belum memungkinkan
Beberapa saat kemudian
Pak Ibrahim datang dengan asistennya Bram,berjalan ter buru-buru setelah mendapatkan kabar dari Danu kalau Zola akan melahirkan
Danu tidak menceritakan keadaan Zola yang sebenarnya,takut nanti akan berakibat fatal akan kesehatan pak Ibrahim yang mengidap penyakit jantung
"Danu...!!!"Teriak pak Ibrahim
Danu menoleh kebelakang setelah mendengar penjelasan Dokter tadi dan pergi menghampiri Pak Ibrahim
"Bagaimana keadaan Zola nak,,,??"Tanya pak Ibrahim tak kalah khawatirnya dengan Devano
Danu tidak tau harus menjelaskan apa,keadaan ini benar-benar membuat Danu bingung,menjelaskan keadaan Zola rasa nya ia tidak mampu,di tambah lagi dengan keadaan Devano sekarang
"Kita keruangan Devano dulu om.."Jawab Danu
Pak Ibrahim mengernyitkan alisnya
"keruangan Devano,,?ada apa dengan Devano...?"tanya Pak Ibrahim bingung
"Devano hanya membutuhkan istirahat Om,keadaannya memang tidak fit dari pagi tadi...!!"jawab Danu mencari alasan
"O ya,,,kenapa kalian ada di kota ini,,,?apa yang terjadi...?"tanya Pak Ibrahim penasaran
Danu makin kelabakan dengan pertanyaan pak Ibrahim
Pak ibrahim semakin bingung dengan tingkah sahabat anaknya ini
"Ya sudah,cepat antar Om ke ruangan Devano sekarang...!!!"pinta pak Ibrahim karena sedari tadi tak dapat jawaban yang pasti dari Danu dan ini pasti terjadi sesuatu..pikir pak Ibrahim
"Ayo om..."ajak Danu
Menuju keruangan Devano di rawat di ikuti asisten Bram dari belakang
Di ruang rawat Devano
Beruntung Devano sudah sadar dari pingsannya,jadi Devano bisa menjelaskan kepada pak Ibrahim
"Vano...!!!"panggil Pak Ibrahim
Devano kaget mendengar suara sang ayah yang memanggil nya
"Ayah...!!!"lirih Devano
"Ada apa ini nak...?"tanya Pak Ibrahim melihat anaknya yang di infus
__ADS_1
Devano melihat kearah Danu yang ada di belakang ayah nya dengan tatapan tajamnya
Danu menciut melihat tatapan sahabatnya yang seperti akan menelannya hidup-hidup
Danu hanya pasrah dengan keadaan ini,bagaimanapun pak Ibrahim harus tau apa yang sebenarnya terjadi,tapi disisi lain Danu tau apa yang ada di pikiran Devano saat ini,takut terjadi apa-apa dengan ayahnya
"Ayah...!!!"panggil Devano lagi
Semakin bingung dengan keadaan pak Ibrahim sudah merasa pasti ada yang tidak beres
Pak ibrahim menghela nafas kasar
"Apapun yang terjadi,ayah siap mendengarnya,,"ujar pak Ibrahim yang mengerti dengan kebingungan anaknya
Devano meraih tangan ayahnya,mereka berdua berpikir dan sama-sama memberi kekuatan apapun yang terjadi
"Cucu ayah telah lahir,,,"ujar Devano dengan suara berat yang menahan tangisnya
"Cucu ayah laki-laki...dia sangat tampan seperti ayah,dia sehat tidak kurang satu apapun..."ucap Devano lagi
"Apapun yang terjadi sekarang,Devano harap ayah kuat,demi cucu ayah,Devano mohon yah,ayah kuat ya,,ucap Devano yang sudah tidak bisa lagi menahan tangisnya
"Zola kritis yah,,,,"Ucap Devano memejamkan matanya
Lalu Devano menceritakan semua kejadiannya tanpa ada yang di tutupi
Pak Ibrahim mendengarkan semua yang di ceritakan anaknya,berusaha tegar agar sang anak mendapatkan kekuatan, bahwasannya ia tak sendiri masih ada ayah nya,mereka sama-sama menguatkan
"Kita sama-sama berdoa ya yah,,Devano yakin Zola wanita kuat...!!!"ujar Devano lagi
Setalah meyakinkan hati mereka masing-masing dan Devano pun sudah merasa agak mendingan setelah menceritakan semuanya kepada sang ayah
Setelah Devano mengadzani anaknya,sekarang saat nya Devano melihat Zola di ruangan ICU belum boleh masuk,tapi Devano memohon kepada sang Dokter agar di izin kan masuk walau sebentar saja
***
Pak Ibrahim,Danu,Bang Jack dan Asisten Bram mereka hanya bisa melihat di balik kaca tempat Zola di rawat
"Sayang...anak kita sudah lahir,dia menunggumu,anak kita sangat tampan,seperti katamu,kalau anak kita laki-laki dia akan tampan sepertiku,,,"Devano tersenyum miris
"Bangun sayang,,aku tidak tega melihatmu seperti ini,maafkan aku yang tidak bisa menjagamu..."ucap Devano lagi-lagi tak bisa menahan tangisnya
"Anak kita membutuhkanmu...kamu bilang akan memberinya ASI,tanpa susu formula
"Bangunlah sayang..."ucap Devano lirih
Pak Ibrahim yang melihat di balik kaca menitikkan air mata,tidak sanggup melihat anaknya seperti itu,apalagi menantu nya yang terbaring lemah tak berdaya,sungguh kejadian ini tidak pernah terpikirkan olehnya,menantunya yang tak tau apa-apa menjadi korban akibat obsesi seorang wanita
__ADS_1
BERSAMBUNG
🌿🌿🌿