
BAB 61
Dua minggu telah berlalu
Saat bangun pagi tangan Devano meraba sesuatu di sebelah nya,tapi yang di raba tak terasa sama sekali hanya dataran rendah yang tidak enak di sentuh
Devano kehilangan istri nya,karena lelapnya tidur Devano tidak merasakan istrinya turun dari ranjang
Devano beranjak turun dari ranjang,mencari istri tercintanya di kamar mandi tapi yang dicari tidak ada
"Sayang.." Panggil Devano Suaranya menggema di seluruh kamar
Entah kenapa akhir akhir ini Devano bersikap manja kepada Zola,bahkan terlalu manja melebihi Jill,makan di suapi,bahkan makan siang pun sengaja dirinya pulang untuk di suapi istrinya makan
Devano turun ke lantai bawah,rupanya Zola sedang menyuapi Jill makan,bocah itu berjalan ke sana kemari tidak mau diam,untuk duduk di toddler seat saja dia tidak mau
Melihat ayahnya turun dari tangga,Jill segera menghampiri ayahnya
"Ayaah,,,!" Panggil Jill berlari
"Jagoan ayah,lagi makan ya,,,?"Tanya Devano
Bocah itu mengangguk kan kepalanya
"Sri mana sayang,,,?kenapa kamu yang nyuapin Jill,,,?" Tanya Devano ke istrinya
sambil mendudukkan Jill dalam pangkuannya
"Di Dapur,ngambil minum buat Jill,minum nya habis,,!aaaa Sayang,Zola menyuapi Jill,,,,!"Bocah itu membuka mulutnya
"Pinter...!"seru Zola gemas
"Kamu kok gak bangunin aku sih,tadi bangun tidur taunya kamu udah gak ada,,,"ujar Devano manyun
"Tidur kamu enak banget kayaknya,aku gak tega bangunin kamu mas,aku pikir karena sekarang weekend ya udah aku biarin aja kamu tidur...!!"Terang Zola memberi pengertian ke suaminya
Devano menghela nafasnya,mengelus rambut istrinya
kejadian minggu yang lalu masih ia rasakan sampai sekarang,walau tidak separah awalnya
Flashback on
Dua Minggu yang lalu
Devano terkena Sindrom couvade,dari dua minggu yang lalu,sudah di datang kan seorang Dokter setelah tiga hari berturut turut Devano muntah-muntah tidak berhenti,sampai tubuhnya terasa lemas
setelah Devano mengalami morning sickness karena kehamilan simpatik
Devano tidak mau di rawat di rumah sakit,maunya di rumah saja,biar dia bisa menjaga istrinya,padahal saat ini dialah yang butuh di perhatikan tapi malah memikirkan istrinya Di rumah,terpaksa di rawat di rumah saja
__ADS_1
"Jadi kamu dulu seperti aku ini ya sayang,,?"Tanya Devano saat selesai di periksa,terfikir kan oleh nya Zola merasakan seperti yang ia rasakan sekarang
"Iya mas,,!"Jawab Zola lirih.
Zola kasian melihat suaminya yang biasa kuat tapi sekarang tak berdaya dengan selang infus di tangannya karena kurang cairan
Devano memeluk istrinya,mencium setiap inci wajah imut itu,seperti ini lah yang dirasakan Zola selama hamil Jill,badan lemas,susah makan,kadang muntah,sekarang Devano yang merasakan semua itu
Devano menitikkan air matanya,dengan masih memeluk istrinya,teringat ibu dan Zola yang pasti sudah merasakan hal sama sepertinya saat ini
Sungguh wanita itu luar biasa,walaupun tidak semua wanita yang mengalaminya tapi setidaknya itulah salah satu pengorbanan seorang wanita,belum lagi merasakan sakit saat melahirkan,sungguh Devano tak pernah membayang hal seperti itu
"Aku mencintaimu,sangat mencintaimu,,!"Ucap Devano dengan suara serak seperti menahan tangis
Zola mengurai pelukan suaminya,ternyata mata Devano sudah memerah karena menangis tanpa suara
"Mas kenapa,,,,? Apa ada yang sakit...??"Tanya Zola cemas
Devano menggelengkan kepalanya
" Lalu..?"Tanya Zola lagi
"Aku membayangkan kamu,saat kamu mengandung Jill dulu,kamu sering muntah muntah kan,? di belakang aku,setiap aku tanya kamu selalu bilang tidak apa-apa, dan sekarang aku yang merasakan nya,ternyata itu tidak mudah,maafin aku ya sayang udah membuatmu susah,terima kasih udah mau mengandung keturunanku dengan segala pengorbanan mu...!!"ujar Devano mengelus lembut pipi istrinya
Zola menghela nafas,
"Itu sudah kodratnya wanita mas,bagaimanapun juga takdirnya memang seperti itu,aku ikhlas menjalaninya,suami ku pekerja keras,aku tidak tau di luar sana entah berapa banyak otaknya terkuras untuk berpikir, agar usahanya di percayai oleh orang banyak,untuk mencukupi kehidupan kelurganya.aku hanya berusaha untuk tidak menambah beban suamiku di saat masalah pekerjaan yang menuntutnya harus bisa,apalagi aku yang datang di kehidupanmu hanya membawa cinta,jadi mas jangan merasa bersalah seperti ini,aku yang harusnya berterima kasih,,,!"ujar Zola lirih
Devano tersenyum mendengar penuturan Zola yang tak terpikirkan olehnya,pikirannya wanita yang di depannya ini sangat Dewasa,harusnya dalam hal ini sudah sepatutnya ia menikmati kekayaan suaminya,apa lagi mengingat hidup nya dulu yang serba kekurangan,dia membayangkan susah suaminya mencari uang,padahal uang suaminya tak terhitung banyaknya,sampai jill dan anak keduanya nanti dewasa uang Devano tak akan habis
Saat ini tubuh Devano sudah tidak merasakan lemas lagi,hanya saja matanya mengantuk karena tidur malam yang terganggu karena muntah
akhirnya Devano tertidur
Flashback off
Karena weekend Devano tidak bisa pergi kemana mana,dengan kondisi badan yang masih lemas,apalagi dengan Zola yang hamil muda Devano memutuskan untuk di rumah saja.
Devano berencana akan mengadakan barbeque di rumah nya dengan mengundang Danu dan Vina
Para pelayan sudah menyiapkan semua bahan bahannya tinggal menunggu mereka datang
Jill sudah tidur,Sri membawanya bocah itu ke kamarnya,semenjak Jill pakai pengasuh,kamar yang dulu di sediakan di huni Jill sekarang,ternyata Jill cepat dekat dengan Sri hanya tiga hari saja Jill sudah mau di gendong Sri
Danu dan Vina sudah datang mereka membawa buah tangan dan tak lupa membawa mainan untuk Jill,bocah itu sekarang setiap bertemu Danu selalu meminta mainan,padahal mainan yang dia punya sangatlah banyak dan tentu mahal harganya
Danu menghampiri Devano,dan Vina menuju ke dapur melihat Zola menyiapkan sesuatu untuk acara mereka
"Hai Bro,,,!!!"Sapa Danu yang melihat Devano yang duduk di ruang tengah dengan laptop di tangannya sambil memeriksa Email yang Danu kirim tadi siang,dengan kondisinya sekarang Devano yang belum bisa berangkat kerja
__ADS_1
"Hmm,,,"Jawab Devano
Devano mematikan laptopnya dan meletakkan di sisi Sofa tempat Ia duduk
"Gimana kondisi Lu,,,?" Tanya Danu
"Lumayanlah,daripada kemaren kemaren,,,!"Jawab Devano
"Kayaknya anak Lu yang sekarang lebih nakal deh dari Jill,,,!"Seloroh Danu
"Sialan Lu,ngatain anak Gue,mana ada,,,!" Kesal Devano
"Buktinya dia ngerjain Bapaknya,,,!" Balas Danu
"Ck,,,!"Devano berdecak
"Ngidam Zola aneh gak,,,?" tanya Danu penasaran
Pasalnya dulu waktu Zola hamil Jill,Devano selalu bertanya kepadanya, Ngidam ibu hamil itu seperti apa,kenapa Zola tidak meminta yang aneh aneh,dia ingin Zola ngidam dan seterusnya,membuat Danu gerah,padahal Danu sendiri tidak tau apa jawabannya secara kan dia belum menikah,Danu pusing sendiri jadinya
"Dikit...!"jawab Devano asal
"Dikit ..?"Beo Danu
"Ngidam aneh nya dikit,,!"Jawab Devano lagi
Danu mengernyit kan alisnya
"Dia paling seneng nyium ketek Gue,,,!"Jawab Devano
Danu jijik mendengarnya
"Apa dia gak muntah gitu habis nyium ketek lu,,,?" Tanya Danu dengan ekspresi jijiknya
"Enggak tuh,,,!"ketek gue kan wangi
seru Devano bangga
Memang iya,Zola paling suka sama bau ketek Devano,membuatnya geli ketika Zola sudah mengendus ketek bau sultan itu,suka katanya,Devano pun lebih menyukai nya pasalnya Zola sangat manja padanya,itulah yang Devano tunggu tunggu
Danu membeliak kan matanya,mana ada ketek wangi, kalau gak di semprot parfum atau deodoran ada ada saja
"Serah lu dah,,,"jawab Danu kesal
"Mulai yuk,"ajak Danu melihat para pelayan sudah menyiapkan bahan bahan untuk barbeque
BERSAMBUNG
🌿🌿🌿
__ADS_1