
Bab 14
Tiba di mansion
Devano langsung menemui ayahnya,,seperti biasa ayahnya selalu duduk di kursi goyang kesukaannya
Entah ayah nya lagi tidur atau apa yg jelas sang ayah memejamkan matanya
"Mungkin ayah lagi tidur...pikir Devano
ketika melangkah menaiki tangga Devano di panggil ayahnya
dan Devano pun menghampiri ayahnya
'Kau sudah pulang...??tanya ayah nya
di balas anggukan oleh Devano
"Ya sudah istirahatlah...suruh ayahnya
Devano pun berlalu pergi ke kamarnya
Tapi Devano heran kenapa ayah tidak bertanya lagi tentang permintaanya siang itu..?
"Apa ayah tidak mau memaksaku atau menunggu dari aku langsung...??
"Ah...lebih baik aku istirahat dulu...!!batin Devano..karena diapun sudah memutuskan pilihannya
***
Esok harinya
Pagi ini sangatlah cerah secerah hati Zola..ya...karena hari ini Zola gajian dan Zola makin semangat untuk berangkat kerja
Zola bersiap-siap mandi sarapan dan pergi kerja seperti biasa Zola yang selalu senyum ramah yang tak lepas dari di bibirnya
Di mansion
Sarapan pagi seperti biasa tidak ada suara,,hanya sendok dan garpu menari nari di atas piring di dalangi tangan masing-masing..
Devano diam dengan pikirannya sendiri tidak tau harus memulai dari mana soal perjodohan dengan pilihan ayahnya
Dan saat melihat ayah nya semakin hari semakin membaik Devano merasa ini lah saat yg tepat untuk bicara pada sang ayah
"Ayah..bagaimana kesehatan ayah,,?Vano liat akhir2 ini ayah semakin sehat,,?"tanya Devano kepada sang ayah
"Seperti yang kau lihat,,ayah semakin sehat di tambah lagi dengan perhatianmu .."puji sang ayah yg membuat Devano bangga
"Vano senang yah...lihat ayah semakin sehat.."seru Devano
"Sekarang apa rencana mu selanjutnya..?'tanya sang ayah se olah-olah melupakan keinginannya untuk menjodohkan sang anak dengan pilihannya
Karena memang dalam hal ini ia tidak akan memaksakan kehendak nya
Dan Devano pun langsung peka dengan pertanyaan ayahnya..
"Tidak ada yah,,,Vano akan menyelesaikan pekerjaan yg tertunda dulu,setelah itu Vano akan menemui jodoh Vano yang ayah pilihkan,,"lirik Vano dengan senyuman pada ayah nya
Sang ayah menghembuskan nafas kasar
"Kenapa yah...??apa yg ayah fikirkan..?'tanya Devano heran
"Naaak,kalau hal ini akan menjadi beban untuk mu ayah tidak akan memaksakan keinginan ayah,,ayah hanya ingin kebahagiaanmu,,kalau memang kamu ada pilihan lain ayah tidak akan memaksa,,"lirih sang ayah
"Tidak yah,,,dalam hal ini kita sama-sama memikirkan kebahagiaan kita,jadi ayah tenang saja Vano sudah memantapkan hati Vano untuk menerima pilihan ayah,,pilihan ayah pasti yang terbaik.."seru Devano dengan senyumannya
__ADS_1
"Entah kenapa Devano mendapatkan asupan energi setelah melihat senyum bahagia sang ayah
***
Di kantor
Devano berjalan menuju keruangan pribadi nya dengan senyum yg terkembang di bibirnya,,sampai-sampai para karyawan yang melihat terheran-heran melihat perubahan anak bos nya itu
Devano pun merasa langkahnya begitu ringan..semenjak melihat senyum sang ayah
sampai-sampai Danu yang keluar dari toilet pun heran
"Manis banget senyumnya,,,"Danu berucap tanpa sadar
"Eeeh gw masih normal kalee...ngapain gue muji senyumannya,,,"batin Danu
"Ada apa ya..?"tanya Danu sendiri
Di ruangannya Devano langsung bergelut dengan laptop nya menyelesaikan pekerjaan yang tertunda
***
Sesaat kemudian
Seseorang mengetuk pintu dari luar
"Masuk...!!"seru Devano
"Maaf pak,,,di luar ada nona Jeni ingin betemu dengan bapak,,,"ujar sekretarisnya
Devano menghembuskan nafas kasar,,mood nya langsung berubah setelah mendengar nama Jeni
"Ya sudah suruh dia masuk,,"seru Devano
Karena memang Devano belum memutuskan hubungan mereka dan ini lah saatnya
Jadi Jeni ingin meluruskan hubungan mereka kembali,karena uang bulanan Jeni belum di kirim Devano bulan ini
Glek...pintu terbuka
Dengan tidak tau malunya Jeni langsung menghamburkan tubuh seksinya ke Devano
"Sayaaaaang aku kangen,,,,"seru manja Jeni,,"karena memang begitulah cara Jeni menkaluk kan Devano
karena tidak ada balasan dari Devano..Jeni pun melepaskan pelukannya..
"Sayaaaang,,,kamu kenapa,,?Kamu gak kangen sama aku...?kamu tau akhir akhir ini aku sibuk,,kamu harusnya ngertiin aku dong sayang,manja nya Jeni menjadi jadi,membuat Devano semakin muak
"Sayang jawab aku dong...??rengek Jeni
Seketika itu Devano tepuk tangan dengan senyum sinis nya
"Udah cukup dramanya...?" tanya Devano
Jeni pun bingung ternyata Devano benar-benar berubah tidak seperti dulu lagi
"Maksud kamu apa sayang...?"tanya Jeni lagi
"Cukup jen..!!aku sudah muak...!!"bentak Devano
"Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi..!!"ujar Devano
Dan untuk hal ini aku tidak akan memberikan alasannya sama kamu,,cukup dengan menyadari semua kesalahan-kesalahan yg sudah kamu lakukan selama ini,Sekarang keluar...!!"bentak Devano
Jeni pun keluar dari ruangan Devano dengan air mata yg membanjiri pipi mulusnya...dan membanting pintu karena kesalnya
__ADS_1
Devano menghempaskan tubuhnya ke sofa..dia merasa kesal,marah,benci tapi pada dirinya sendiri
Kenapa dia begitu bodoh percaya dengan mulut manis Jeni,dan bertengkar dengan ayahnya demi membela Jeni,Devano benar-benar merutuki dirinya sendiri
Melihat Jeni berlalu pergi menuju parkiran Danu pun heran.....karena berlari sambil menangis
"Wah...datang lagi si ulat bulu,Eh tunggu tapi kayaknya dia lagi nangis deh..'batin Danu
jangan-jangan...!!!
Danu pun berlalu pergi keruangan Devano
Dia khawatir bukan karena Jeni nangis,tapi karena Devano,,,biar gak bego lagi dia..."pikir Danu
Tiba di ruangan Devano
glek pintu terbuka...
"Bisa nggak kalau masuk ketuk pintu dulu...?"teriak Devano
"Sori bro gw khawatir sama lu..."jawab Danu cengengesan
"Tadi gw liat Jeni nangis-nangis sambil lari-larian seperti pelem2 india gitu..."ujar Danu lagi
"Apa hubungan lu bener-bener udah selesai sama tu cewek...?'tanya Danu
"Bukannya lu seneng gw putus sama dia..?dari dulu kan lu gak pernah suka sama hubungan gw ama dia..!!"ujar Devano
"Gw bener-bener khawatir sama lu bro,,gw gak mau lu kayak kemaren-kemaren yang gampang luluh dengan sifatnya manja nya,,'ujar Danu
"Dan lu sendiri kan udah ada buktinya,,jadi gw gak perlu lagi jelasin apa-apa sama lu
"Idiiiiih,,"perhatian banget lu sama gw
"Jangan bilang ya lu naksir ama gw...jadi lu cari kesempatan,,,"seru Devano
"Gila lu ya,,gw sadar bro gw ini jomblo tapi gw masih normal.."seru Danu marah
"Lu berani bentak gw...??ancam Devano
"Hehehehe...dikit..'jawab Danu asal
"Ayo buka...!!"seru Devano
belum selesai Devano bicara Danu langsung menutup dada dengan kedua tangannya
"Mau ngapain lu...??"tanya Danu pura-pura takut
"Pliiiisss gw masih perawan..!! seru Danu memelas
sontak Devano marah,,
"Apa-apaan sih lu...??dasar omes (otak mesum)
"Maksud gw..buka pintu nya terus keluar,,,"seru Devano kesal
'Kerjaan gw numpuk...mesti selesai minggu ini juga,,biar gw bisa ketemu ama calon bini gw
"APAAAAA.....?"teriak Danu
"Jadi dia serius terima perjodohan ini batin Danu
BERSAMBUNG
πΏπΏπΏ
__ADS_1
Hay para reader...bagi ada baca karya perdanaku mohon like and comment nya ya,,biar dapat masuk2an yg bermanfaat makasih semua ππ₯°