
BAB 49
"Dan...!!!"Hanya kata itu yang terucap dari bibir Devano,tak tau lagi harus bicara apa
"Cepatlah,,kita susul Zola sekarang,mereka membawa nya jauh dari kota sebelum kita kehilangan jejak,,,"ajak Danu meraih lengan kekar Devano
Mereka keluar dengan buru-buru dengan setengah berlari menuju ke basemen masuk ke mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi
***
Di perjalanan
Devano terus memperhatikan ponsel nya melacak jalan yang di lalui Zola dan komplotan penjahat itu
Sesekali Devano mengusap kasar wajahnya,rasa cemas,takut, khawatir menyelimuti perasaannya saat ini
"Van,,,mending Lo hubungi bang Jack sekarang,minta tolong beberapa anak buahnya untuk nyusulin kita..."ujar Danu memberikan ponselnya
"Iya,,,dengan cepat Devano meraih ponsel Danu
Setelah selesai menghubungi bang Jack,Devano kembali fokus ke ponsel nya
"Sepertinya Gue pernah ke arah sini Dan...Beberapa tahun yang lalu.."ujar Devano yang tetap fokus menatap ke ponselnya
Devano mengingat ingat lagi..siapa dulu yang pernah mengundangnya ke suatu acara yang lokasinya seperti yg di lihat di ponsel itu
"Bryan,,,!!!
satu nama yang teringat jelas di benak Devano
"Bryan....???"beo Danu
"Iya gue ingat,ini jalan menuju Villa Bryan Dan...!!"seru Devano semakin panik
Devano ingat saat bryan mengadakan suatu acara di Villa nya dia mengundang beberapa rekan bisnisnya termasuk Devano
Saat itu lah hubungan nya dengan bryan renggang,bahkan los kontak sampai sekarang,waktu itu Bryan mengajak kerja sama menggabungkan salah satu perusahaan mereka masing-masing
Bukan Devano tidak mau bergabung dengan Bryan tapi Devano sebelumnya sudah mengetahui kelicikan Bryan yang menghalalkan segala cara untuk mengembangkan perusahaannya,belum lagi bisnis kelam yang dijalani Bryan
Devano tidak mau nama baik keluarganya tercemar dan lebih memilih tidak mau bekerja sama dengan Bryan,sejak saat itu mereka tidak berhubungan lagi
Bukan itu saja para pebisnis lainpun tidak mau untuk bergabung dengan Bryan ,mereka berpikir Devano yang dekat dengan nya saja tidak mau di ajak kerja sama,apalagi mereka yang hanya sesama rekan bisnis begitu pemikiran mereka
"Jadi Bryan yang menculik Zola,,?"lirih Devano semakin panik
"Lo yakin,ini perbuatan Bryan...?"tanya Danu
"Gue yakin,dia pasti masih dendam sama Gue,,,!"seru Devano
"Gimana kalau dia mencelakai Zola Dan...??"tanya Devano dengan isak tangisnya
Wibawanya sebagai pemimpin perusahaan hilang sudah mengingat sang istri dalam bahaya,Devano lemah kalau sudah berhubungan dengan istrinya
"Lo tenang aja,gue yakin Zola baik-baik aja,,,"ujar Danu berusaha menangkan atasan sekaligus sahabatnya ini
Devano memijat pelipisnya,sesekali dia menjambak rambutnya,perjalan menuju villa Bryan terasa sangat lambat,padahal Danu membawa mobil sudah dengan kecepatan penuh
Di Villa Bryan
Zola dengan keadaan yang belum sadarkan diri akibat bius saat penculikannya tadi,kaki dan tangan terikat mulutnya Di lakban,mereka mencegah agar Zola tidak berteriak saat sadar nanti
Beberapa menit berlalu,Zola mengerjapkan matanya,kepalanya terasa sangat pusing,penglihatannya mengabur saat Zola membuka kedua matanya,Zola sangat terkejut dengan keadaan nya sekarang kaki dan tangannya terikat,membuat nya tidak bisa bergerak sama sekali
__ADS_1
Setelah itu Zola melihat sekelilingnya ruang yang pengap berdebu dan tak terurus seperti sebuah gudang,Zola hanya bisa menangis ketakutan karena ia tidak tau dimana ia berada sekarang,tenggorokannya yang kering dan terasa sakit karena kekurangan air minum
"Dimana ini,,?"lirih Zola dalam hati
Zola semakin ketakutan dan ia tidak tau siapa yang sudah menculiknya,yang ia tau dia tidak mempunyai musuh.
"Ayah...Ibu tolong Zola,,,,!!"jerit Zola dalam hati dan menangis ketakutan
Zola ingat akan suaminya,apa Devano tidak tau atau kah Devano akan datang untuk menolongnya
Beberapa saat kemudian pintu terbuka dengan sangat keras
Braaaak
Zola terkejut dengan orang yang barusan masuk keruangan tempat ia di sekap
setelah penglihatan nya jelas,Zola lebih terkejut lagi siapa yang berada di depannya ini
"Jeni...!!!"kaget zola dengan mata yang membulat sempurna
"Hai gadis kampung,,,,"sapa Jeni dengan seringai menyeramkan
"Gimana...?apa kamu terkejut liat aku...?"ujar Jeni
Jeni mendekat dan menarik lakban yang melekat di mulut zola dengan sangat kasar membuat bagian mulut zola memerah
"Aaaaah....!"jerit Zola
"Apa mau mu Jen...?"tanya Zola dengan rasa takut yang luar biasa
Zola takut Jeni akan melukai anak yang ada dalam kandungannya
"Mau ku...?*beo Jeni
"Yang jelas pasti kamu tau apa mauku,melenyapkan mu dan anakmu lalu menghancurkan Devano melalui dirimu,,,!!!"seru Jeni dengan tersenyum sinis dan menyeramkan
Seketika Air mata zola luruh mendengar kata-kata Jeni barusan,tanpa perasaan Jeni ingin melenyapkannya dan anaknya
Jeni mendekat lalu menjambak rambut panjang zola
"Jangan Jen,,,anakku tidak bersalah,,"Zola menggelengkan kepalanya memohon agar Jeni tidak menyakitinya
"Anakmu memang tidak bersalah,tapi kamu lah yang bersalah saat kamu masuk di kehidupan Devano dan itulah kesalahan terbesarmu dan suamimu harus merasakan kehancuran ku....!!!"Seru Jeni marah dengan nafas naik turun
"Hidupku hancur karena mu Zola,perusahaan papaku bangkrut,butik ku tutup Karena ulah suamimu
"Kamu pikir aku akan tinggal diam,,,membiarkanmu hidup bahagia dengan suamimu itu,,jangan mimpi Zola..."seru Jeni tertawa seperti orang kesurupan
"Perbuatan mu ini perbuatan kriminal jen,itu akan merugikan dirimu sendiri,apa kamu mau menjadi pembunuh hanya karena dendam,aku akan bilang sama Devano untuk mengambilkan perusahaan ayahmu dan butik mu,,"ujar Zola menangis dan ketakutan
Plaaak
Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Zola,sudut bibirnya mengeluarkan darah,Jeni benar-benar menyeramkan
"Sudah terlambat Zola,,hidupku sudah hancur,papaku sudah terlanjur membenciku,di tambah lagi Devano yang tidak akan pernah kembali lagi ke pelukanku
"Karena dia sangat mencintai istrinya,dan aku akan melenyapkan mu Zola,,,"ujar Jeni
"Jadi untuk saat ini,kita bermain-main dulu,,,suamimu masih lama datang kesini,karena tempat ini jauh dari keberadaan suamimu
"Baiklah....katakan padaku bagian mana dulu yang harus aku lukai,,,Jeni mengeluarkan sebuah pisau dari saku belakang celananya
Zola semakin ketakutan,Jeni sungguh menyeramkan,Zola takut Jeni akan melukai anaknya,Zola hanya bisa menangis
__ADS_1
Minta tolong pun percuma karena tidak ada yang akan menolongnya dengan keadaan terikat seperti ini,mustahil baginya untuk melarikan diri,hanya satu yang bisa saat ini yaitu pasrah dengan keadaan,jangkauan nya untuk menghubungi Devano tidak ada tas dan ponsel tertinggal di tempat ia di culik tadi
Zola merasa walaupun pak Ujang sudah menghubungi Devano,Devano pasti masih dalam pencariannya karena Jeni membawanya jauh dari kota,Zola tau kalau ponselnya sudah di pasang GPS tapi dengan keadaan seperti ini kemungkinan besar Devano akan datang terlambat karena ponsel Zola yang tertinggal
"Ayo katakan padaku,yang mana dulu aku lukai,biar saat Devano datang dia tidak akan mengenali mu lagi,,,"ucap Jeni
Zola menggelengkan kepalanya
"Jangan Jen,,,aku mohon jangan sakiti aku,,aku dalam keadaan seperti ini,apa kamu tidak mempunyai hati dengan melukaiku dan anakku,,"ujar Zola memohon
Sabetan pisau mengarah ke lengan kanan Zola,cukup dalam sehingga mengeluarkan darah segar,Zola meringis kesakitan
"Bagiku kamu hanya sampah yang di pungut Devano lalu menjadikan mu istrinya,membuat mu seperti ratu,mencintaimu setulus hati,tapi bagiku sampah tetaplah sampah
"Aku tidak berharap Devano kembali ke pelukanku yang aku mau hanya melihat kehancurannya,bagaimana perasaannya melihat wanitanya mati menggenaskan
"Itu baru bisa membuatku bahagia,dan siapapun yang berada di dekat Devano sekarang tidak akan aku biarkan hidup tenang.."ucap Jeni dengan tertawa semakin keras
Memang efek kebencian Devano kepada Jeni membuat Jeni benar-benar hancur,dan sekarang saatnya Jeni yang akan membuat Devano hancur bahkan enggan untuk hidup lagi dengan melalui istrinya
Karena usaha apapun yang Jeni lakukan tidak pernah berhasil,karena minim nya bantuan,dan keberuntungan di tangan Jeni sekarang berkat bantuan Bryan laki-laki yang mendendam beberapa tahun yang lalu kepada Devano
walaupun Bryan menolongnya dengan imbalan tubuh Jeni yang di jajah Bryan setiap saat
"Jangan jeni,,,"Zola tetap memohon
Karena keadaannya yang sedang hamil besar,karena sedang hamil zola tetap berusaha memohon
Ia tidak ingin anaknya yang tidak bersalah ikut menjadi korban,kalau dirinya sendiri mungkin zola tidak jadi masalah
Kalau memang ia harus mati dengan cara seperti ini dia akan ikhlas,tapi ia tetap berharap kepada Jeni untuk tidak melukai anaknya
Satu sabetan lagi mendarat ke pipi kiri Zola
"Aaaaaaah,,,,"Zola berteriak kesakitan
"Jeni,,,ku mohon kita bicarakan baik-baik,aku berjanji akan membicarakan ini nanti pada Devano,Devano pasti mau mengembalikan perusahaan papamu dan butik mu lagi,,,"seru Zola masih menangis
Plaak,plak,plak
Tamparan bertubi tubi mengenai pipi Zola
Jeni semakin muak dengan Zola yang terus memohon
Zola yang sudah bersimbah darah,ulah Jeni menambah sabetan pisau yang ada di tangan nya,di lengan di pipi Zola,di tambah lagi di leher samping zola,Zola meringis kesakitan,matanya sudah mulai sayu,menahan sakit,di tambah perut nya yang terasa mulas
Zola tidak tau lagi harus berbuat apa,dengan keadaan yang terikat Zola hanya menahan sakit di bagian Luka-luka yang Jeni berikan di tambah lagi dengan perutnya yang semakin lama semakin sakit
"Aaaaaaghhhh...."teriak Zola kesakitan perutnya semakin sakit tubuhnya gematar menahan sakit
Zola merasakan sesuatu yang keluar di bagian selangkangannya air bercampur darah,Zola yakin dia akan melahirkan karena air ketuban nya sudah pecah,air mata yang tidak bisa di bendung lagi lagi-lagi Zola hanya bisa menangis
"Je..Jeni..tolong aku,,,!!!"Zola tidak bisa lagi berucap dengan bibir yang sudah memucat
Zola terus memintai pertolongan Jeni walau itu mustahil Jeni tak bergeming ia tetap dengan melihat dengan kebencian yang membuncah di hatinya
Mata zola mulai sayu,sekilas Zola mengingat suaminya yang begitu mencintainya
Zola semakin takut kalau seandainya Devano tidak menemukannya bagaimana nasib anaknya,Zola menangis mengingat itu semua,akan kah ia bisa berkumpul lagi dengan suaminya
"Sayang kamu dimana...???" lirih Zola memejamkan matanya dan sudah tidak sadar kan diri
Braaak....!!!
__ADS_1
BERSAMBUNG
🌿🌿🌿