
BAB 38
Selama satu minggu berada di luar kota Devano masih belum tau kapan dia kembali,tapi dia berusaha dalam waktu tiga hari ini kerjaan nya beres,karena sudah tidak tahan lagi menahan rindu terhadap istrinya,
Dia sangat khawatir dengan keadaan Zola yang hamil muda dan masih muntah2 sampai sekarang,entah sampai kapan Zola akan merasakan itu,walau dokter memastikan kandungan Zola baik-baik saja,tapi dokter tidak bisa menghentikan rasa mual Zola, karena setiap ibu hamil akan berbeda masa nya apalagi hamil muda,,dan itu membuat Devano tidak konsentrasi bekerja,padahal kerja di sana sangat menuntut untuk di Devano mengawasi pembangunan proyek saat ini, tapi memang Devano selain berwajah tampan dia juga seorang yang cerdas,jadi pekerjaan yang menumpuk dengan cepat terselesaikan walau sesekali dia menahan kesal karena belum tau kapan dia akan kembali
Beberapa menit kemudian ponsel Devano berdering terlihat panggilan vidio call di layar ponsel nya yang tertera di sana " istriku "
senyum Devano mengambang
Setelah menekan tombol hijau tampak di sana wajah istri yang di rindukannya
"Hai sayang..."panggil mesra Devano
"Sayang..."balas Zola manja
"Kamu sibuk,,?"tanya Zola
"Mmm lumayan..."jawab Devano dengan senyum manis nya
"Berarti aku ganggu ya.."tanya Zola yang merasa tidak enak
"Tidak sayang,kamu tidak ganggu sama sekali,justru aku senang kamu telpon biar aku makin semangat kerja disini agar bisa cepat pulang..."terang Devano menatap mesra istrinya
"Kamu sudah makan..?kamu di sana jangan telat makan ya,,jaga kesehatanmu,dan istirahat yang cukup,"Zola mengingatkan suami nya
"Iya sayang...!"seru Devano
"Gimana Dede nya rewel gak,,,?apa kamu masih muntah-muntah...?kamu sudah makan,minum obatnya ya.."tanya Devano beruntun membuat Zola bingung harus jawab mana
dan tanpa di jawab pun Devano sudah tau jawabannya,karena setiap jam makan dan minum obat Zola,Devano selalu menelfon Nanik untuk mengingatkannya dan itu tidak boleh telat
"Udah sayang...."jawab Zola dengan lembut
"Tadi kamu kan telfon Nanik,
dan aku gak muntah lagi,"ujar Zola lagi
Devano nyengir melihat kan gigi putih nya
"Kamu kapan pulang,,,?"tanya Zola ragu-ragu
takut konsentrasi suaminya terganggu karena Zola sudah tidak tahan lagi menahan kerinduan terhadap suaminya
"Secepatnya aku pulang..."ujar Devano menenangkan istrinya
"Baiklah..."ucap Zola pelan
"Ya udah,aku lanjut kerja dulu ya sayang,jaga kesehatanmu jaga baby kita,,"ucap Devano lembut
"Iya sayang,kamu juga ya,dan satu lagi jangan nakal,,"seru Zola mengangkat jari telunjuknya
Devano Ketawa melihat tingkah istri dan Zola memanyunkan bibirnya membuat Devano semakin merindukannya
"Iya sayang,aku gak akan nakal,aku mencintaimu,"ujar Devano
"Aku juga mencintaimu,"balas Zola tersipu malu
Zola mengakhiri panggilannya
Suasana ruangan Devano sepi kembali
"Ya tuhan..kapan kerjaan ini berakhir,aku sudah tidak tahan lagi,aku merindukannya,"seru Devano dengan mengangkat kedua tangannya ke atas dan mengusap kasar mukanya
Setelah jam makan siang,,Devano kembali mengerjakan tugasnya,Devano memilih lembur agar ia cepat kembali,lagian kalau di hotel pun dia akan sendiri juga begitu pikirnya
Beberapa detik kemudian ponsel
Devano kembali berdering ternyata Danu yang nelpon
"Tumben banget ni anak nepon gw.."batin Devano
setelah menekan tombol hijau
"Yaa...saut Devano pura-pura malas
"Van..masih sibuk lu.."tanya Danu
"Ngapain lu tanyai gw,,?kemana aja lu baru nepon gw..?"ucap Devano sedikit jengkel karena sudah beberapa hari ini ia sulit di hubungi
Danu hanya diam tak bergeming,hanya mendengarkan celoteh sahabatnya ini
__ADS_1
"Ni anak sekarang jadi pendiam ya,batin Devano
"Dan,,Dan,,woy,,masih idup kan lo...?'tanya Devano lagi
"Eh iya..."jawab Danu yang lagi melamun,,memikirkan bagaimana cara meminta tolong sama sahabatnya ini
"Lo kenapa,?
habis ketelen sendok lu,?jadi pendiam gini,,"tanya Devano masih bercanda
"Masih sibuk lu...?"tanya Danu serius
"Ya gini deh sibuk gak sibuk sih.."jawab Devano asal
"Ada yang mau gw omongin nih...!!"ucap Danu dengan suara beratnya
Mendengar suara Danu seperti menyimpan sesuatu Devano pun penasaran
"Ada apa Dan...?"ngomong aja gw lagi nyantai kok..ujar Devano mulai khawatir
"Gini Van,Lo bisa balik gak dalam dua atau tiga hari ini,gw lagi ada masalah keluarga,bokap nyuruh gw pulang,"ujar Danu
"Tumben banget bokap Lo nyuruh Lo pulang,biasa dia cuek aja,,"seru Devano kesal
memang Devano tau karakter ayah nya Danu yang suka memaksakan kehendak makanya Danu lebih memilih tinggal bersama kakek nya
"Gw juga gak tau,katanya ada yang di omongin penting,jadi gw minta lu cepat balik biar bisa lu gantiin gw sementara..."pinta Danu
"Oke deh,gw usahain,lagian kerjaan gw juga gak banyak kok.."ucap Devano
"Sip gw tunggu ya,,kalau lo mau balik kabari gw ya,,biar gw disini juga siap-siap...."seru Danu
"Ok..."seru Devano
Panggilan di tutup Danu
"Ada masalah apa ya,,?seperti nya masalah serius nih,"batin Devano
***
Setelah tiga hari Devano kembali dan Danu pun siap untuk menemui ayah nya,besok ya Devano kembali ke kantor pusat seperti biasa
"Sayang...gak pa pa ya aku ke kantor...??tanya Devano hati-hati takut Zola akan marah karena tidak menepati janjinya
"Iya sayang...gak pa pa...!"jawab Zola lembut
Devano menatap intens istrinya,Zola yang sibuk dengan sarapan nya tidak memperhatikan Devano yang lagi menatap nya
"Ya tuhan..istriku sangat pengertian,,gak manja aku semakin mencintai nya,"batin Devano
Setelah itu baru Zola menyadari kalau dari tadi suami nya memandanginya
"Sayang...ada apa....?"tanya Zola heran
"Gak pa pa...kamu makin cantik..."rayu Devano membelai pipi istrinya
seketika wajah Zola merona malu
"Kamu ini aja-aja ada...jawab Zola yang masih merona
"Ada-adw aja sayang...!"timpal Devano
"Eh iya,udah ganti rupa nya,,,"seru Zola cuek tapi malu
"Iya aja deh..."jawab Fevano takut istrinya ngamuk
"Aku janji setelah Danu kembali aku akan menemani kamu kemanapun kamu mau,"ucap Devano mengecup semua sisi wajah istrinya
Zola tersenyum manja melihat perlakuan Devano terhadapnya
"Iya...!!"seru Zola
"Ya udah aku berangkat dulu ya,pamit Devano mengecup kening istrinya dan Zola mencium punggung tangan Devano
***
Setelah tiga hari kepulangan Danu,Danu kembali kerja seperti biasa,tapi kali ini Danu lebih pendiam tidak banyak bicara dan raut mukanya terlihat kacau,sebagai sahabat Devano heran melihat Danu seperti ini,Danu yang orang nya periang,dan juga konyol hilang dengan tatapan kosongnya,saat meeting berlangsung dia hanya memandang laptop nya dan tidak satu pun memberikan ide untuk meneruskan proyek baru mereka
Setalah meeting selesai mereka kembali ke ruangan masing-masing dan danu masih tetap diam seribu bahasa
"Dan,keruangan gw bentar,,,ucap Devano
__ADS_1
"Hmm,"jawab Danu singkat
Setelah di ruangan Devano
"Duduk..."suruh devano
Danu pun duduk
"Lu kenapa...?"tanya Devano
"Gak mau lu cerita sama gw,kalau ada masalah lu share lah sama gw,gw pasti bantuin Lu.inget Dan kita ini bukan cuma sahabat tapi kita udah seperti saudara..."ucap Devano meyakinkan
"Danu memandang inten wajah sahabatnya itu
"gw....!"suara Danu tertahan
"Ayo cerita sama gw..."ujar Devano
"Gw di jodohin sama bokap dengan anak rekan bisnisnya...!"ujar Danu
"APAAAA.....?" seru Devano setengah teriak
"Terus lu terima...?"tanya Devano makin penasaran
Danu hanya menaikkan kedua bahu nya
"Lu jalanin aja dulu,kalau cocok apa salahnya."ucap Devano
"Masalahnya bukan cocok gak cocok bro,bokap gw bersikeras jodohin gw karena perusahaannya terancam bangkrut,dia kalah tender dan itu merugikan perusahaannya,"terang Danu
Devano hanya diam
"Salah gw apa coba...?"suara Danu terdengar berat
"Selama ini dia nikmatin kekayaannya sendiri bro,gak peduli sama gw dan nyokap,bahkan untuk berobat nyokap aja dia gak mau ngasih sampai nyokap gw meninggal dia pun gak Dateng,malah dia menikah dengan wanita simpanan nya itu,sekarang dia datang minta tolong dan jodohin gw sama anak rekan bisnis nya itu dengan perjanjian semua aset nya bakal di kembalikan kalau gw terima perjodohan ini
"Brengsek...!"teriak Danu
"Terus masalahnya dimana...?Lo kan tinggal nolak aja atau lu terima,apa salahnya,siapa tau lu jodoh men...!"bujuk Devano
"Awalnya gw berusaha terima bro,karena baik buruknya dia,dia tetap bokap gw,sehari dia bilang perjodohan ini gw selidiki tu perempuan,gak taunya perempuan gak bener,dia malah gak peduli padahal dia tau tu cewek gak bener,Gw di manfaatin bro...!!!"ujar Danu dengan suara beratnya
"Ternyata dia beneran gak peduli sama gw...!!" Danu menundukkan wajahnya
"Padahal gw sedikit berharap dia akan sadar kalau dia masih punya gw,tapi justru sebaliknya,Dia malah ngancem gw ,siapapun perempuan yang Deket sama gw bakal dia abisin,sampai gw mau terima anak rekan bisnisnya itu,Padahal gw berharap setelah kematian nyokap gw gak akan berurusan lagi sama dia,tapi kayak gini jadinya..."Danu semakin kalut...
Devano sangat kasihan dengan sahabatnya yang satu ini,karena hanya Devano dan ayahnya yang tau bagaimana seluk beluk keluarga Danu
"Gw gak mau Vina kenapa napa bro...!"seru Danu lagi dengan mata yang berkaca kaca
Seketika Devano kaget mendengar kata-kata Danu yang barusan
"Haaaah,,Vina,,???"seru Devano tidak percaya
Danu pun baru sadar apa yang barusan dia bilang kalau sekarang dia lagi dekat dengan sekretaris Devano
karena selama ini Danu tidak pernah cerita tentang kedekatan mereka jadi intinya sekarang bukan masalah perjodohan ini,tapi ancaman ayahnya yang membuat Danu takut apa lagi tentang keselamatan seseorang
"Ya...gw lagi Deket sama Vina bro,tanpa gw sadari gw jatuh cinta sama dia,gw gak mau dia kenapa napa gw takut aja bokap gw akan berbuat nekat dan menyakiti Vina,Lo tau kan Vina hidup sendiri,setelah kedua orang tua nya bercerai dia memilih hidup di kota besar ini sendiri,bahkan ke dua orang tuanya gak peduli sama dia,mereka sibuk dengan pasangan mereka masing-masing, sampai melupakan anak mereka sendiri,gw salut sama dia,balik senyum manis dan ceria nya, dia menyimpan sejuta kepahitannya,"seru Danu menerangkan kekagumannya
Devano serasa mendapat kejutan hari ini,baru kali Danu peduli dengan seseorang apalagi seorang perempuan padahal selama ini mereka sering berselisih paham
"Lu tenang aja,itu semua gak bakalan terjadi,gw janji masalah ini akan cepat selesai,dan untuk sementara lu sama Vina main cantik aja dulu,hindari ketemu nya di luar,lu tinggal jelasin aja ke Vina nya
"Tapi awas lu,,jangan ngajak dia ke apartemen lu...!!"ancam Devano dengan mata tajam yang sedikit bercanda nya
"Iye,,ya elah,,mana berani gw...'ujar Danu yang ceria lagi
"Kenapa...?lu takut Ama dia,,"tanya Devano mancing
"Gak lah,ma ada cewek yang berani sama gw,kalau gw mau mah gw tinggal nunjuk..."ucap Danu membanggakan dirinya
"Ciiiih,lagak lu,kayak yang udah berpengalaman aja Lo,,"ejek Devano
"Hahahaha,,"mereka tertawa bersama seperti lupa tentang masalah yang mereka bahas tadi
Begitu juga dengan Devano merasa lega melihat sahabatnya udah kembali ceria lagi
BERSAMBUNG
🌿🌿🌿
__ADS_1