Jatuh Cinta Pada Gadis Yang Keras Kepala

Jatuh Cinta Pada Gadis Yang Keras Kepala
Gadis tangguh


__ADS_3

BAB 57


[Beralih sebentar dari kisah Devano dan Zola,bab ini sedikit menceritakan kehidupan Vina wanitanya Danu,yuk ikuti kisahnya]



Alvina Faradhisa


Gadis berparas cantik ini sudah hampir empat tahun bekerja sebagai sekretaris Devano,Vina gadis yang mandiri,tegas namun polos ini memutuskan hidup sendiri di kota besar dan menjauh dari keluarga,datang dari keluarga broken home tak membuatnya minder justru membuat nya menjadi lebih dewasa sebelum umurnya


Dan Vina sangat beruntung mempunyai atasan seperti Devano,walau mempunyai perawakan yang tegas tapi berhati baik dan tulus Devano pun menganggapnya seperti adik,tak pernah sedikitpun membuat kesalahan dalam menjalani tugas yang Devano berikan


Mengerti akan hidup,Vina menjalani hari-harinya tanpa ada keluarga yang mendampingi


Setelah perceraian kedua orang tuanya Vina yang tak bisa memilih antara ayah dan ibu nya memutuskan untuk hidup sendiri,pergi menjauh dari keluarga bukan tanpa alasan,karena kedua orang tua nya selalu memperebutkan dirinya,Vina merasa tidak di sayangi lagi,karena memperebutkannya hanya demi ego masing-masing


Kalau boleh memilih,Vina ingin sekali mempunyai keluarga yang utuh tidak bercerai berai seperti ini,tapi Ia tak mau egois Demi kebahagiaan ayah dan ibu nya Vina menyetujui keputusan mereka untuk bercerai


Sekarang ayah dan ibu nya sudah mempunyai keluarga masing-masing,bukan tak cocok dengan keluarga baru orang tua nya,Vina yang mempunyai sifat yang pendiam banyak dari keluarga baru orang tua nya yang tidak menyukai dirinya dan bilang kalau dia itu sombong,dan Vina tidak peduli dengan pemikiran mereka


Vina menjadi pribadi yang tertutup semenjak pertengkaran kedua orang tuanya, kala itu Ia berumur Dua belas tahun,banyak pertengkaran yang ia dengar,mulai dari hal baik,sampai dari hal terburuk sekalipun,disitu ia merasa kalau bercerai adalah keputusan yang terbaik


Keputusannya untuk hidup sendiri membuktikan kalau Ia bisa menjalani hidup tanpa orang-orang terdekatnya,tak pungkiri kadang Vina merindukan kedua orang tua nya,bagai manapun keadaannya sekarang Vina tetap menyayangi kedua orang tuanya,tak ada benci,tak ada dendam yang singgah di hatinya sedikit pun.karena zaman yang sudah moderen,,Vina melepas kerinduannya lewat Video call saja,itu sudah lebih dari cukup karena masih bisa melihat senyum kedua orang tuanya


Banyak yang menyukai gadis ini,tapi Vina tidak pernah menanggapi,trauma akan kehidupan rumah tangga orang tua nya membuatnya menutup diri,kadang Ia berpikir dengan umur yang hampir menginjak Dua puluh tiga tahun ingin rasanya mempunyai ingin pendamping hidup,tapi masih takut untuk berkomitmen,entah lah Vina butuh waktu untuk memikirkan hal itu


Akhir dari ketakutannya selama ini,sekarang Vina menjalin hubungan dengan seorang laki-laki yang hampir sama kehidupannya dengan dirinya yaitu Danu,pria tampan yang berhasil menaklukkan hati seorang gadis tangguh ini


Berawal dari lingkungan yang membuat mereka terikat satu sama lain,Vina yang menjadi sekretaris Devano,dan Danu yang menjadi asisten Devano yang membuat mereka selalu Dekat,mulai dari lembur,sampai meeting keluar saat Devano tidak bisa hadir


Karena Vina memang gadis yang kalem,selain pintar Ia juga bisa meyakinkan para klien melalu ide-ide nya,itu lah membuat Danu mengaguminya


Perhatian-perhatian kecil yang Danu berikan tidak membuatnya langsung membuka hati,Danu butuh kerja keras untuk menaklukkan hati sang pujaan,berkat ketulusan hati nya Akhirnya Vina menerima cinta Danu,sekarang mereka menjalin hubungan yang lebih serius lagi


***


Suasana kantor


"Selamat pagi pujaan..!!!"sapa Danu mengedipkan satu matanya


Membuat Vina tersipu malu,entah kenapa gadis polos ini tetap malu kalau Danu bersikap romantis padanya,dan hal ini lah yang paling di sukai Danu melihat pujaan hati nya merona karena malu


"Pagi mas...!!!"Balas Vina menundukkan kepalanya


"Orang nya disini lo...!!!"tunjuk Danu ke dirinya sendiri


"Eh iya mas,..!!!"jawab Vina


padahal ia menyembunyikan pipinya yang memerah


"Jangan malu-malu gitu...aku ini calon suami kamu...!!'seru Danu


"ah...!!!"Vina melongo mendengar ucapan Danu


"Emang udah ada lamaran gitu...???"tanya Vina


Danu hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Belum sih,tapi mau,,,!!!"jawab Danu


"Oooh...!!!"jawab Vina tanpa sadar


"Haah...beneran mas...???"tanya Vina setelah sadar


"Iya...kamu mau kan nikah sama aku...???"tanya Danu memastikan


"Yah...mas Danu nih,gak romantis banget,masa lamar nya di kantor sih mas,,"balas Vina yang merasa Danu sudah melamarnya


"Yaaaak...aku belum melamar kamu sayang,aku cuma mau mastiin aja...kamu gak nolak aku saat aku lamar kamu nanti..."ucap Danu


"Ya tapi kan jawabannya gak harus sekarang mas..!!!"seru Vina merasa Danu gak romantis


"Ya harus sekarang lah,,ntar kalo kamu nolak, aku kan bisa rugi,,,!!!"seru Danu


"Udah pesan tempat yang romantis,bayar mahal-mahal,tapi hasilnya gak ada,,,"seloroh Danu lagi


"Pelit banget sih...!!!"Seru Vina mengerucutkan bibirnya


"Bukannya aku pelit,tapi aku ingin kerja kerasku membuahkan hasil,,,"seru Danu tak mau kalah


sebenarnya bukan itung-itungan hanya memastikan supaya usahanya gak sia-sia hehehe (sama aja)


"Huh....!!!mas Danu gak romantis,,,"seru Vina berlalu pergi ke belakang

__ADS_1


"Gitu aja ngambek...!!!"Dasar perempuan celoteh Danu beranjak ke ruangannya


Menarik nafas,Danu masuk ke ruangannya


***


Jam makan siang


Pintu ruangan Danu di buka Devano,meraka janjian makan siang bersama,nampak lah sosok yang lagi melamun


"Wooi....!!!"seru Devano menggebrak meja


otomatis yang ngelamun ngamuk


"Bangsat...kaget Gue....!!!"seru Danu mengelus dadanya


"Ngapain Lu...??"tanya Danu jutek


"Harusnya Gue yang nanya,,,Lu kenapa...???"seru Devano kesal


"Au ah..."balas Danu menyandarkan kepalanya ke sofa


Devano menghela nafas kasar


"Yang atasan siapa sih,,kok malah dia yang galak dari Gue,,,"seloroh Devano bicara sendiri


Menunggu beberapa menit


"Kalo Lu kayak gini terus,Gue paketin Lu ke kutub utara main air laut sama beruang....Mau...???"tekan Devano membuat Danu melebarkan matanya


"Eh...makan siang yuk....!!!"ajak Danu yang pura-pura gak dengar ucapan Devano barusan


Mereka keluar dari ruangan Danu menuju basemen


"Di giniin baru takut Lu...!!!"Gumam Devano


Di restoran xx


Mereka masuk melalui pintu Depan,banyak pasang mata yang terpana melihat ketampanan mereka berdua.siapa lagi kalau bukan Devano dan Danu


Banyak wanita-wanita yang menatap mereka karena kagum,mata lapar mereka seolah-olah ingin menerkam mangsa,tapi mereka cuek saja,karena hal ini udah biasa mereka alami


Pesan tempat di ruangan VIP adalah tempat ternyaman untuk mereka menikmati makan siang


"Lu kenapa sih,,,dari tadi diem aja,,habis nelen karet ya,,,,???"Tanya Devano yang sedang menikmati makanannya


"Sialan Lu,emang Gue ayam...!!!"balas Danu kesal


"Terus Lu kenapa...???"tanya Devano lagi tapi dengan nada yang naik satu oktaf


Danu menghela nafas kasar


"Vina lagi ngambek...!!!"Jawab Danu menundukkan kepalanya


"Bisa ngambek juga tu anak,dia kan kaku,kayak kanebo kering,,,!!!"seloroh Devano


"Tu mulut bisa di bandrol gak,,,dia itu calon istri Gue....!!!"geram Danu


"Calon istri...?udah di lamaran dong...?tanya Devano


"Wah selamat ya...bentar lagi lu jadi laki beneran..!!!"celetuk Devano menyeruput minumannya


"Bangsat lu,,,emang selama ini gue apaan...?melempar tisu ke muka Devano


Tawa Devano pecah melihat wajah Danu memerah karena marah


"Selama ini Lu kan jomblo,gebetan gak ada,pacar lagi,,,gue pikir Lu gak normal...!!!"Cemooh Devano bikin Danu bertambah panas


Kalau tidak memikirkan Devano atasannya,udah ia cekik laki-laki yang ada di depannya saat ini juga,dari tadi bahasa nya ngeselin,bukan mencari jalan keluar malah membuatnya semakin geram,terpaksa Danu hanya menelan kekesalannya


Devano me lap mulutnya dengan tisu


"Oke kali ini Gue serius...!!!"ujar Devano sok cool


"Kenapa si Vina ngambek,,,?bukannya kemaren-kemaren gue udah bilang sama Lu,Lu jangan sakiti dia,dia udah Gue anggap adek gue sendiri,kalau dia kenapa-kenapa Lu berurusan sama Gue...!!!"seru Devano panjang lebar


Danu menelan air ludahnya sendiri,belum apa-apa sudah dapat ancaman,,kalau macan yang satu ini ngamuk,sudah di pastikan Ia pulang tinggal nama


"Gue nggak ngapain-ngapain dia,,,!"seru Danu


Devano mengerutkan alis nya


"Lalu...???

__ADS_1


Akhirnya Danu menceritakan masalahnya tadi pagi,tak dipungkiri siapa saja pasti akan mengira kalau Danu pria yang perhitungan tapi beda dengan pemikiran Danu sendiri


"Iya deh,,,Gue akan minta maaf sama dia,sekalian mau lamar Dia ntar malam,Gue udah boking tempat,Lu doain Gue biar Gue gak di tolak,rugi Gue kalau di tolak...."seru Danu


lagi-lagi masih memperhitungkan laba dan rugi


Devano hanya membeliak kan matanya jengah,tak habis pikir dengan sahabatnya ini


"Kalau Lu ngelakuinnya dengan tulus,sebanyak apapun Lu mengeluarkan uang untuk orang yang Lu cintai,percaya sama Gue rezeki Lu ngalir seperti air...!!!"seru Devano mengingatkan


Selesai makan siang mereka kembali ke kantor


***


Setelah mempersiapkan segalanya untuk kejutan nanti malam,Danu menjemput pujaan hatinya,,Vina penampilannya sangat cantik malam ini,membuat Danu terpesona



Tiga puluh menit kemudian,mereka sampai ke tempat tujuan


"Kita ngapain kesini mas,,,?"tanya Vina


"Makan malam...!!!"jawab Danu singkat


"Restoran nya udah tutup ya mas...?kok sepi,,,?tanya Vina dengan wajah polosnya,benar-benar buat Danu gemas


"Kalau udah tutup,nanti aku yang minta bukain sama pemilik nya...!!!'jawab Danu asal


Vina hanya manggut-manggut nurut,tak mau bertanya lagi


Sampai di dalam restoran Danu meminta Vina menutup matanya.setelah matanya di tutup Danu menuntun Vina menuju ruangan VIP


"Kenapa tutup mata segala sih mas,aku kan gak ulang tahun,,,"Celoteh Vina terus berjalan


Danu hanya diam


setelah mereka masuk,Danu menyuruh Vina membuka matanya


"Sekarang buka matamu...!!!"pinta Danu


Vina membuka matanya,mulutnya ternganga mendapat kejutan yang tak pernah di impikannya selama ini


"Mas...!!!"panggil Vina pelan namun masih terdengar oleh Danu


"Ini...!!!"Vina tak bisa lagi berucap bibir nya kelu ini seperti mimpi,kalau bisa ia tak mau bangun lagi


"Iya sayang,Dan lihat itu,!!!"tunjuk Danu ke satu meja yang bertuliskan "WILL YOU MERRY ME"di meja itu sudah ada sebuah cincin yang bermata berlian bewarna biru


"Maukah kau menikah denganku,,,!!!"pinta Danu lagi


"Aku mau mas,,,!!!"jawab Vina dengan mata berkaca-kaca


Danu menghampiri meja yang ia tunjuk tadi,mengambil cincin dan memasangkan ke jari manis Vina dan mencium punggung tangan gadis itu dan memeluknya


"Terima kasih mas...!!!"ucap Vina


"Harusnya aku yang berterima kasih,bukan kamu,kamu sudah mau terima lamaran aku..."ujar Danu


"Maksudnya...terima kasih kejutannya,aku gak pernah sekalipun memimpikan hal ini,harusnya mas Danu gak perlu ngelakuin ini semua,,Seru Vina gak enak hati,pasti Danu sudah mengeluarkan biaya yang mahal untuk melamarnya


"Kamu pantas mendapatkan semua ini dan maaf tentang pagi tadi aku sudah buat kamu kecewa,harusnya aku gak ngomong seperti itu tadi,,,!!!"Ucap Danu merangkum pipi Vina dengan tangan kekar nya


Vina mengerutkan dahi nya


"Memang tadi pagi mas Danu ngapain...?trus kenapa aku kecewa...?Tanya Vina keheranan mendengar Danu minta maaf


"Bukannya tadi pagi kamu ngambek,,setelah aku ngomong tentang lamaran,kamu pergi ninggalin aku gitu aja..."tanya Danu lagi


Vina baru ingat


"'Oooh tadi pagi..Aku kebelet pipis mas,makanya aku pergi gitu aja,bukan nya marah sama kamu..."Seru Vina cekikikan


Jedaaaaar


Bukan ngambek Danu,tapi kebelet pipis,tadi udah curhat,malah pake di ancem lagi,eh orang ada di pikirannya malah menganggap tidak terjadi apa-apa


Padahal tadi ia berpikir Vina marah padanya,sampai-sampai makan tak enak hati,kerja tak nyaman Hadeeeh untung cinta


Setelah proses lamaran selesai,mereka melanjutkan malam yang tertunda,saling melempar senyum, mereka merasakan ini awal kebahagiaan dan semoga akan seperti ini seterusnya


Tinggal menunggu hari H


BERSAMBUNG

__ADS_1


🌿🌿🌿


__ADS_2