
Bab 10
Setelah 2 minggu berlalu..keadaan ayah Devano mulai membaik..tapi tetap harus di tangani secara intensive
pihak rumah sakit belum mengizinkan untuk pulang,,,Devano tidak meninggalkan ayah nya sedikitpun
Devano membawa kerjaan nya ke rumah sakit agar selalu bisa menjaga sang ayah
Mulai dari menyuapi ayahnya makan,sampai me lap badan ayah nya semua di lakukan Devano
Kadang diam-diam Devano menangis sendiri dia takut terjadi apa-apa pada ayah nya maka dari itu Devano ingin merawat ayah nya karena hanya ayahnya yang dia punya
Ayahnya adalah segala gala nya baginya,,dia merasa bersalah dengan sakitnya ayah dialah penyebabnya
Beda lagi dengan pikiran sang ayah dengan kejadian ini justru ia bisa dekat dengan anaknya bahkan lebih dekat lagi..semua ada hikmah nya
****
Di cafe Zola kerja seperti biasa entah kenapa fikiran nya sedikit tidak tenang,,,pikirannya tertuju pada pak Ibrahim ia sendiri pun menyadari semenjak pak ibrahim datang mencarinya ke cafe ini dia mulai merasa pak Ibrahim memang org baik dan hangat ia teringat sosok ayahnya yang hangat seperti pak Ibrahim
"Pak ibrahim apa kabar ya...!"tanya Zola membatin
Zola ingat kartu nama yang di kasih pak Ibrahim waktu itu
"Nanti pas makan siang aku telpon aja deh..."batin Zola lagi
***
Saat jam makan siang
Zola memberanikan diri untuk menelpon pak Ibrahim,
di sebrang sana ada yang menjawab telpon Zola
"Selamat siang pak...!!"ucap Zola
"Selamat siang nona...?"jawab yang di sana
"Haah...Nona...?"batin Zola bertanya
"Eeeh maaf pak..saya bicara sama siapa ya...??"tanya Zola sopan
"Saya asitennya pak Ibrahim
__ADS_1
"Saya mau bicara sama bapak Ibrahim pak.."pinta Zola
Awalnya asisten Bram ragu memberi tahu Zola tentang keadaan tuan besarnya
Karena di lihat dari Ponsel pak Ibrahim sudah tertera nama zola karena memang diam-diam asisten Bram minta no handphone Zola pada manager nya itupun perintah dari tuan besarnya.. berarti bagi pak Ibrahim Zola adalah orang pilihan pak Ibrahim
"Begini nona Zola pak ibrahim sedang sakit..."ujar asisten Bram
"Apa...!"seru Zola setengah teriak
"Iya nona pak Ibrahim sedang sakit,,,"jawab asisten Bram
"Entah kenapa seketika Zola pun menangis dan memohon pada sekretaris Bram untuk mengizinkannya menjenguk pak Ibrahim
"Baik nona..nanti saya kirim kan alamat rumah sakit nya.."ucap asisten Bram
"Baik pak...terima kasih banyak pak.."ujar Zola lagi
"Kalau menunggu pulang kerja seperti tidak mungkin pasti kemalaman,aku harus pergi sekarang minta izin manager dulu kalau seandainya tidak di boleh kan Zola nekat pergi juga,,walaupun di pecat besok lagi di pikirkan..."batin Zola
Masuk ke cafe mencari manager nya untuk izin setengah hari kerja
dengan alasan menjenguk teman sakit akhirnya Zola di izinkan managernya pulang
"Aku ganti baju dulu gak ya baju ku kan kotor,,,ah gak mungkin juga aku pulang dulu, rmh sakit nya beda arah,,,ya udah lah aku langsung pergi saja..
Setelah sampai di rumah sakit Zola setengah berlari menuju ruangan rawat inap bapak Ibrahim,entah kenapa dia begitu khawatir dengan bapak Ibrahim
Karena kurang hati-hati Zola menabrak seseorang Zola jatuh dengan posisi badan di atas seseorang di bawah mata mereka saling pandang
"Eeh maaf...saya tidak sengaja sambil,,"seru Zola membetulkan pakaian nya
"Kamu...?"ucap Devano
"Haaah...?"Zola pun heran siapa ya
Zola baru ingat laki-laki ini yang hampir menabrak dirinya waktu itu
"Ngapain kamu disini...?"tanya Devano ketus
"Heeh ini rumah sakit...bukan rumahmu..!!"jawab Zola tak kalah nyolot
"Ya jelas lah liat org sakit...ujar Zola lagi
__ADS_1
"Udah lah saya gak punya waktu ngeladeni kamu...karena ada yang lebih penting dari kamu.."ujar Zola berlalu pergi,,sambil berlari
"Gilaa...masih sama ternyata...
masih sama judesnya..!!!"kata Devano tersenyum miring
Sampai di ruangan rawat inap pak Ibrahim
Zola mengetuk pintu
Pak Ibrahim menyangka itu Devano katanya tadi dia mau mencari makan untuk mengisi perutnya yang kosong setelah seharian bergelut dengan laptopnya tapi kenapa mesti ketuk pintu,batin pak Ibrahim
Pak Ibrahim kaget ternyata yang datang itu Zola
"Zola...!"seru pak Ibrahim
Zola berlari menuju bad pak Ibrahim istirahat ia langsung memeluk pak Ibrahim dan menangis sesegukan
Pak Ibrahim pun terharu melihat Zola menangis
"Udah nak...bapak tidak apa-apa.."ujar pak Ibrahim menenangkan
Zola melepaskan pelukannya
"Duduk disini..pak Ibrahim menunjuk kursi yg ada di sebelah bad rumah sakit
"Maafin Zola pak..."ucap Zola masih menangis
"Zola tidak tau kalau bapak sakit.."ucap Zola lagi sambil menghapus air matanya
Pak Ibrahim tersenyum
entah kenapa Zola membawa aura baik untuknya,,apalagi melihat Zola datang memeluk nya serasa mempunyai anak gadis
Kalau bukan karena penyakit yang di derita istrinya dulu mungkin Devano mempunyai adik
Karena memang dokter melarang istrinya hamil lagi,,karena setelah lahirnya Devano baru ketahuan kalau ibu Devano mengidap penyakit kanker rahim dan melakukan operasi pengangkatan rahim
Tak lepas dari itu karena sel kanker udah menyebar akhir nya ibu Devano meninggal saat devano berumur 10 tahun
Karena kematian sang ibu lah Devano jadi pendiam dan dingin pada semua org kecuali dengan ayah nya dan Danu sahabatnya..
BERSAMBUNG
__ADS_1
πΏπΏπΏ
LEGA NYA π