Jatuh Cinta Pada Gadis Yang Keras Kepala

Jatuh Cinta Pada Gadis Yang Keras Kepala
Makan malam


__ADS_3

Bab 14


Di kediaman Jeni


Jeni berlari ke kamarnya sambil nangis-nangis bombay,,sang mama pun heran melihat anak nya yg tidak biasa nangis seperti itu


"Dia kenapa...??"batin mama


karena khawatir di susul mamanya ke kamar karena kamar gak di kunci mamanya masuk melihat sang anak tengah menangis sesegukan


"Kamu kenapa sayang...?"tanya sang mama


"Jen di putusin Devano mah...!"jawab Jeni


"Loh kenapa,,,?"bukannya Devano cinta sama kamu...?? kenapa tiba-tiba putus...??tanya mama nya lagi


"Jen juga gak tau alasannya,,,tadi dia bilang jen musti mikirin sendiri apa salah Jen..."jawab Jeni tanpa dia sadari kesalahannya


"Tapi tunggu..."pikir Jeni sejenak


apa jangan-jangan Devano udah tau hubungannya dengan alex tapi dari mana dia tau,dia kan sibuk,,,"batin Jeni


O iya nama selingkuhannya Alex Pradana putra salah satu pengusaha di negri ini..lupa author hahahaha (maaf keun)


Tapi memang selama ini Jeni yg menghindar dari Devano


Karena sibuk dengan Alex yg memberi kebebasan pada Jeni dalam berpakaian tapi bodo amat lah yg penting Jeni tetap tidak terima di putusin (egois banget sih)


Beda dengan Devano hubungan mereka hanya sebatas ciuman dan pelukan


Jeni awalnya berharap lebih dari devano karena tidak ingin melepas Devano begitu aja


Karena Jeni selalu di manjakan Devano mulai dari uang bulanan,jalan-jalan,sampai barang bermerek,Jeni tidak mau semua itu berlalu sedikitpun


Jeni selalu memancing Devano dengan berpakaian seksi yg jelas-jelas Devano tidak menyukai itu


Tapi di balik itu semua Jeni ingin berhubungan lebih dari sekedar ciuman atau pelukan tapi apa yg dia dapat Jeni malah melampiaskan semua Nafsu pada Alex


Dan mungkin pikirnya Devano akan percaya begitu saja dengan alasannya,tapi terlambat Devano sudah mengetahui semuanya (nyaho' lu)


***


1 minggu berlalu


Zola di undang secara khusus oleh pak Ibrahim untuk makan malam dirumahnya,sekalian menyampaikan tujuannya untuk mempertemukannya dengan putra semata wayang nya


Zola di jemput asisten Bram,Zola tetap berpenampilan apa adanya tapi tetap manis


Karena memang Zola tidak mempunyai pakaian mahal,tapi itu tidak membuat Zola minder yg penting tidak malu-maluin


Sesaat kemudian sampailah Zola di kediaman pak Ibrahim


cabut lagi kata malu-maluin


Ternyata mata Zola melebar melihat kediaman pak Ibrahim


melihat Zola dengan ekspresinya seperti itu asisten Bram tersenyum tipis banget


Ini bukan rumah tapi istana


Zola mulai ragu


"Gw balik pulang aja deh kata Zola bicara sendiri,seketika itu nyalinya kisut,beda saat dirumah tadi


Jangan minder yg penting gak malu-maluin,tapi apa dia malah minder sendiri merasa tidak pantas dan gak pernah ngebayangin kalau pak Ibrahim sekaya ini


Melihat Zola ragu untuk masuk pak Ibrahim keluar,menyambut Zola

__ADS_1


"Masuk nak...!!!" seru pak Ibrahim


dan Zola menyalami dan mencium punggung tangan pak Ibrahim dengan sopan


"Pak..sepertinya Zola mules,,Zola pulang aja deh.."alasan Zola dan itu membuat pak Ibrahim tertawa


Karena pak Ibrahim tau Zola hanya mencari cari alasan supaya makan malam ini batal


Setelah di bujuk pak Ibrahim Zola masuk juga akhirnya


Tiba di dalam mansion Zola di kejut kan lagi dengan ruangan yang begitu luas megah dan indah di pandang mata


Seperti mimpi terasa di dunia dongeng bener-bener seperti istana gumam Zola sambil geleng-geleng kepala


nyali Zola semakin menciut


Keringat dinginnya keluar saat itu juga,,seperti menyesali sudah menerima perjodohan ini


Zola diam seribu bahasa


bagaimana mungkin org sekaya pak Ibrahim memilih calon menantu seperti dia


"Apa anaknya jelek...?"Zola berperang dengan batinnya tapi tidak mungkin pak ibrahim kan tampan walau tua,tapi perawakan nya tetap gagah dan mempesona


"Zola...."panggil pak ibrahim


membuyarkan lamunan Zola


"Iya pak.."sahut Zola


pak Ibrahim menyuruhnya duduk sebelum makan malam di mulai ngobrol dulu di ruangan tamu


dengan ekspresi Zola seperti itu pak ibrahim senyum sendiri melihat Zola yang sedang kebingungan


Tak lama kemudian minuman pun datang


"Eh iya,,,"terima kasih kata Zola sopan


Tanpa banyak bicara mata Zola menyapu setiap ruangan yang ada dan tiba-tiba matanya tertuju pada seseorang yang turun dari tangga


"Tampan sekali..."tidak sengaja ucapannya di dengar oleh pak Ibrahim seketika itu zola langsung menutup mulut nya


Pak Ibrahim tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah Zola yg menurutnya sangat lucu dan apa adanya


"Eh tapi tunggu,,,dia kan yang waktu di rumah sakit,,"gumam zola


Zola mulai takut dan tertunduk karena malu udah bentak devano waktu di rumah sakit,,belum lagi waktu ketemu di jalan waktu itu saat hampir tertabrak


Saat Devano mendekat untuk berkenalan


Zola tetap menundukkan kepalanya tidak berani menatap Devano dia benar-benar panik apa yg harus dia lakukan


Zola benar-benar minder, kepercayaan dirinya menciut


tanpa di suruh ayah nya Devano mendekat


"Hay...kenalin...Devano..!"dengan nada dinginnya


"Zola,,"jawab Zola singkat tapi tetap menunduk


"Ni cewek kenapa,,gak pegel tu leher nunduk terus,,?"batin Devano


"Pandang gw kenapa..??gak ada wanita yg gak terpesona dengan aura nya tapi ni cewek malah gak mandang dia sama sekali


Saat Devano duduk tepat di depan Zola


Devano baru ingat

__ADS_1


"Inikan cewek yg waktu di


rumah sakit...!!


"Oh ya saat di jalan juga waktu bentak-bentak gw


"Awas lu...gw kerjain lu..batin Devano dengan senyum miring nya


Devano se olah-olah melupakan kejadian di jalan dan di rumah sakit waktu itu


Zola bingung


"Kok dia gak kenal ya sama gw...???


"Pasti dia lupa,,dan Zola pun lega


"Syukur deh kalau dia lupa,,se nggak gw gak perlu takut,,"gumam Zola dalam hati


"Pasti dia mikir gw lupa,,,enak aja mana mungkin gw lupa sama kelinci kecil ini.."Batin Devano lagi


Pak Ibrahim pun mulai bingung melihat kedua insan di depannya ini seperti ada sesuatu yg meraka tutupi


Setelah berperang dengan batin masing-masing,tiba-tiba lamunan mereka buyar ketika pelayan datang untuk mempersilahkan ke meja makan,karena makan malam sudah siap


"Silahkan tuan besar,tuan muda dan nona makan malamnya sudah siap


Mereka bertiga mendekati meja makan


Zola di kejut kan lagi dengan sajian menu makan malam yang mewah sebanyak ini


"Ini mah untuk makanan se RT.."gumam Zola


"Kalau sering kaget gini gw bisa jantungan ini..."batin Zola


"Ayo nak Zola...silahkan duduk


dan nikmati makan malam yg sederhana ini..."ucap pak Ibrahim


"Haaaah..sederhana,,?ini bukan sederhana pak tapi malah mewah banget menurut saya hehehe..."ucap Zola nyengir


Pak Ibrahim ketawa setika itu juga mendengar ucapan polos Zola


Devano heran "Ayah ketawa nya renyah banget,,kayak kerupuk habis di goreng,,"gumam Devano


"Ya sudah ayo makan,,,jangan malu-malu anggap rumah sendiri..."kata pak Ibrahim lagi


Tanpa pikir lagi Zola makan dengan lahap nya karena memang dari sepulang kerja tadi perutnya belum di isi apa lagi masakan enak-enak menurut Zola,makanan di cafe mah lewat


Devano hanya geleng-geleng kepala


"Ni cewek makan nya lahap banget,,gw jadi pengen nambah.."batin Devano


Dengan menambah kan nasi dan lauk ke piring nya mereka seperti berpacu siapa yang habis duluan


Zola memang sengaja mempercepat makannya biar dia cepat-cepat pulang hahaha


(gak sopan banget sih,udah kenyang pulang)


Zola tidak melihat sekitar hanya fokus dengan piring dan makanan yang ada di depannya saja supaya makan malam ini cepat berakhir


Zola udah gak sanggup rasanya kalau membahas tentang perjodohan mereka..."Mudah-mudahan pak Ibrahim lupa..."batin Zola


"Huuuuh,,,selesai juga makannya


BERSAMBUNG


🌿🌿🌿

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE N COMMENT NYA PARA READER SEKALIAN πŸ˜πŸ€—


__ADS_2