
Bab 14
Di kediaman Jeni
Jeni berlari ke kamarnya sambil nangis-nangis bombay,,sang mama pun heran melihat anak nya yg tidak biasa nangis seperti itu
"Dia kenapa...??"batin mama
karena khawatir di susul mamanya ke kamar karena kamar gak di kunci mamanya masuk melihat sang anak tengah menangis sesegukan
"Kamu kenapa sayang...?"tanya sang mama
"Jen di putusin Devano mah...!"jawab Jeni
"Loh kenapa,,,?"bukannya Devano cinta sama kamu...?? kenapa tiba-tiba putus...??tanya mama nya lagi
"Jen juga gak tau alasannya,,,tadi dia bilang jen musti mikirin sendiri apa salah Jen..."jawab Jeni tanpa dia sadari kesalahannya
"Tapi tunggu..."pikir Jeni sejenak
apa jangan-jangan Devano udah tau hubungannya dengan alex tapi dari mana dia tau,dia kan sibuk,,,"batin Jeni
O iya nama selingkuhannya Alex Pradana putra salah satu pengusaha di negri ini..lupa author hahahaha (maaf keun)
Tapi memang selama ini Jeni yg menghindar dari Devano
Karena sibuk dengan Alex yg memberi kebebasan pada Jeni dalam berpakaian tapi bodo amat lah yg penting Jeni tetap tidak terima di putusin (egois banget sih)
Beda dengan Devano hubungan mereka hanya sebatas ciuman dan pelukan
Jeni awalnya berharap lebih dari devano karena tidak ingin melepas Devano begitu aja
Karena Jeni selalu di manjakan Devano mulai dari uang bulanan,jalan-jalan,sampai barang bermerek,Jeni tidak mau semua itu berlalu sedikitpun
Jeni selalu memancing Devano dengan berpakaian seksi yg jelas-jelas Devano tidak menyukai itu
Tapi di balik itu semua Jeni ingin berhubungan lebih dari sekedar ciuman atau pelukan tapi apa yg dia dapat Jeni malah melampiaskan semua Nafsu pada Alex
Dan mungkin pikirnya Devano akan percaya begitu saja dengan alasannya,tapi terlambat Devano sudah mengetahui semuanya (nyaho' lu)
***
1 minggu berlalu
Zola di undang secara khusus oleh pak Ibrahim untuk makan malam dirumahnya,sekalian menyampaikan tujuannya untuk mempertemukannya dengan putra semata wayang nya
Zola di jemput asisten Bram,Zola tetap berpenampilan apa adanya tapi tetap manis
Karena memang Zola tidak mempunyai pakaian mahal,tapi itu tidak membuat Zola minder yg penting tidak malu-maluin
Sesaat kemudian sampailah Zola di kediaman pak Ibrahim
cabut lagi kata malu-maluin
Ternyata mata Zola melebar melihat kediaman pak Ibrahim
melihat Zola dengan ekspresinya seperti itu asisten Bram tersenyum tipis banget
Ini bukan rumah tapi istana
Zola mulai ragu
"Gw balik pulang aja deh kata Zola bicara sendiri,seketika itu nyalinya kisut,beda saat dirumah tadi
Jangan minder yg penting gak malu-maluin,tapi apa dia malah minder sendiri merasa tidak pantas dan gak pernah ngebayangin kalau pak Ibrahim sekaya ini
Melihat Zola ragu untuk masuk pak Ibrahim keluar,menyambut Zola
__ADS_1
"Masuk nak...!!!" seru pak Ibrahim
dan Zola menyalami dan mencium punggung tangan pak Ibrahim dengan sopan
"Pak..sepertinya Zola mules,,Zola pulang aja deh.."alasan Zola dan itu membuat pak Ibrahim tertawa
Karena pak Ibrahim tau Zola hanya mencari cari alasan supaya makan malam ini batal
Setelah di bujuk pak Ibrahim Zola masuk juga akhirnya
Tiba di dalam mansion Zola di kejut kan lagi dengan ruangan yang begitu luas megah dan indah di pandang mata
Seperti mimpi terasa di dunia dongeng bener-bener seperti istana gumam Zola sambil geleng-geleng kepala
nyali Zola semakin menciut
Keringat dinginnya keluar saat itu juga,,seperti menyesali sudah menerima perjodohan ini
Zola diam seribu bahasa
bagaimana mungkin org sekaya pak Ibrahim memilih calon menantu seperti dia
"Apa anaknya jelek...?"Zola berperang dengan batinnya tapi tidak mungkin pak ibrahim kan tampan walau tua,tapi perawakan nya tetap gagah dan mempesona
"Zola...."panggil pak ibrahim
membuyarkan lamunan Zola
"Iya pak.."sahut Zola
pak Ibrahim menyuruhnya duduk sebelum makan malam di mulai ngobrol dulu di ruangan tamu
dengan ekspresi Zola seperti itu pak ibrahim senyum sendiri melihat Zola yang sedang kebingungan
Tak lama kemudian minuman pun datang
"Eh iya,,,"terima kasih kata Zola sopan
Tanpa banyak bicara mata Zola menyapu setiap ruangan yang ada dan tiba-tiba matanya tertuju pada seseorang yang turun dari tangga
"Tampan sekali..."tidak sengaja ucapannya di dengar oleh pak Ibrahim seketika itu zola langsung menutup mulut nya
Pak Ibrahim tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah Zola yg menurutnya sangat lucu dan apa adanya
"Eh tapi tunggu,,,dia kan yang waktu di rumah sakit,,"gumam zola
Zola mulai takut dan tertunduk karena malu udah bentak devano waktu di rumah sakit,,belum lagi waktu ketemu di jalan waktu itu saat hampir tertabrak
Saat Devano mendekat untuk berkenalan
Zola tetap menundukkan kepalanya tidak berani menatap Devano dia benar-benar panik apa yg harus dia lakukan
Zola benar-benar minder, kepercayaan dirinya menciut
tanpa di suruh ayah nya Devano mendekat
"Hay...kenalin...Devano..!"dengan nada dinginnya
"Zola,,"jawab Zola singkat tapi tetap menunduk
"Ni cewek kenapa,,gak pegel tu leher nunduk terus,,?"batin Devano
"Pandang gw kenapa..??gak ada wanita yg gak terpesona dengan aura nya tapi ni cewek malah gak mandang dia sama sekali
Saat Devano duduk tepat di depan Zola
Devano baru ingat
__ADS_1
"Inikan cewek yg waktu di
rumah sakit...!!
"Oh ya saat di jalan juga waktu bentak-bentak gw
"Awas lu...gw kerjain lu..batin Devano dengan senyum miring nya
Devano se olah-olah melupakan kejadian di jalan dan di rumah sakit waktu itu
Zola bingung
"Kok dia gak kenal ya sama gw...???
"Pasti dia lupa,,dan Zola pun lega
"Syukur deh kalau dia lupa,,se nggak gw gak perlu takut,,"gumam Zola dalam hati
"Pasti dia mikir gw lupa,,,enak aja mana mungkin gw lupa sama kelinci kecil ini.."Batin Devano lagi
Pak Ibrahim pun mulai bingung melihat kedua insan di depannya ini seperti ada sesuatu yg meraka tutupi
Setelah berperang dengan batin masing-masing,tiba-tiba lamunan mereka buyar ketika pelayan datang untuk mempersilahkan ke meja makan,karena makan malam sudah siap
"Silahkan tuan besar,tuan muda dan nona makan malamnya sudah siap
Mereka bertiga mendekati meja makan
Zola di kejut kan lagi dengan sajian menu makan malam yang mewah sebanyak ini
"Ini mah untuk makanan se RT.."gumam Zola
"Kalau sering kaget gini gw bisa jantungan ini..."batin Zola
"Ayo nak Zola...silahkan duduk
dan nikmati makan malam yg sederhana ini..."ucap pak Ibrahim
"Haaaah..sederhana,,?ini bukan sederhana pak tapi malah mewah banget menurut saya hehehe..."ucap Zola nyengir
Pak Ibrahim ketawa setika itu juga mendengar ucapan polos Zola
Devano heran "Ayah ketawa nya renyah banget,,kayak kerupuk habis di goreng,,"gumam Devano
"Ya sudah ayo makan,,,jangan malu-malu anggap rumah sendiri..."kata pak Ibrahim lagi
Tanpa pikir lagi Zola makan dengan lahap nya karena memang dari sepulang kerja tadi perutnya belum di isi apa lagi masakan enak-enak menurut Zola,makanan di cafe mah lewat
Devano hanya geleng-geleng kepala
"Ni cewek makan nya lahap banget,,gw jadi pengen nambah.."batin Devano
Dengan menambah kan nasi dan lauk ke piring nya mereka seperti berpacu siapa yang habis duluan
Zola memang sengaja mempercepat makannya biar dia cepat-cepat pulang hahaha
(gak sopan banget sih,udah kenyang pulang)
Zola tidak melihat sekitar hanya fokus dengan piring dan makanan yang ada di depannya saja supaya makan malam ini cepat berakhir
Zola udah gak sanggup rasanya kalau membahas tentang perjodohan mereka..."Mudah-mudahan pak Ibrahim lupa..."batin Zola
"Huuuuh,,,selesai juga makannya
BERSAMBUNG
πΏπΏπΏ
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE N COMMENT NYA PARA READER SEKALIAN ππ€