Jatuh Cinta Pada Gadis Yang Keras Kepala

Jatuh Cinta Pada Gadis Yang Keras Kepala
Merasa nyaman


__ADS_3

Bab 20


Dirumah sakit


Sudah tiga hari Zola di rawat di rumah sakit,tapi belum ada tanda-tanda diperbolehkan pulang


Padahal dia cuma asam lambung saja,apakah separah itu..batin Zola bertanya tanya


Sedikitpun Devano tidak pernah meninggalkan Zola,,kecuali ke kamar kecil


Devano sengaja meminta pihak rumah sakit biar Zola di rawat lebih lama,biar ia bisa dekat dengan Zola


Itu permainan dia dan ayah nya,ternyata mereka bersekongkol ya hahaha


Karena Zola memang susah di dekati ternyata,dia tidak gampang membuka hati apalagi sama orang yang baru dia kenal


Tapi dengan kebaikan Devano, Zola pun merasa terbiasa karena ia melihat Devano tak pernah macam-macam padanya


Ayah Devano sudah tau kalau Zola sakit dan di rawat di rumah sakit miliknya dan mendapatkan fasilitas terbaik untuk kesembuhan Zola


Tapi ayah Devano sengaja tidak menjenguk Zola,biar Zola dan Devano tidak canggung,,dan pihak rumah sakit selalu memberi tahu keadaan Zola dan tidak perlu di khawatirkan dan pak Ibrahim merasa tenang


Diruang inap Zola sudah mulai banyak bicara,bertanya kapan ia pulang,berapa biaya rumah sakit,kenapa Devano tidak pulang-pulang


Devano pusing sendiri menjawab pertanyaan Zola


"Udah ya,kamu gak perlu khawatir,kesehatan kamu lebih penting.."ujar Devano tulus


Zola merasa terharu,karena semenjak kedua orang tuanya meninggal Zola tidak ada lagi yang memperhatikannya


Memang kedua orang tua Zola adalah anak tunggal jadi tidak mempunyai kerabat lain,di tambah lagi mereka hanya mempunyai satu orang anak yaitu Zola


"Hei...kenapa melamun,,?"seru Devano


Zola pun sadar dari lamunannya


"Ah gak,aku gak melamun,"jawab Zola gugup


"Aku mau pulang,aku harus kerja,,aku gak mau malas-malasan,,nanti aku terbiasa,,"terang Zola nyengir


"Baguslah,,,"jawab Devano cuek


"Kok baguslah sih,,aku bicara seperti ini biar dia mengabulkan permintaanku agar cepat pulang


"Aku udah gak tahan lagi,aku rindu kerja,aku rindu Rara "hiks..hiks..hiks..!!"lirih Zola dalam hati


Karena melihat muka Zola sedih,Devano akhirnya mengalah


"Oke,besok kamu bisa pulang,,,"seru Devano


"Beneran...??"tanya Zola antusias


hanya di balas angguk an oleh Devano


Karena saking senangnya Zola langsung memeluk Devano,,Devano pun senang dengan hal sesederhana ini bisa membuat Zola bahagia

__ADS_1


Setelah sadar Zola langsung melepaskan pelukannya


"Ma,maaf,,!!"Seru zola


"Gak papa2 aku senang..!!"jawab Devano


"Kalau mau lagi,sini,aku peluk lagi,,!!!"ucap Devano sambil merentangkan kedua tangannya


muka zola langsung memerah karena malu


"Ya sudah,sekarang kamu tidur,biar aku minta ke pihak rumah sakit untuk mengizinkanmu pulang besok,sekalian menebus semua obat yang kamu butuh kan,aku keluar dulu.."ujar Devano


Zola hanya mengangguk pasrah


Setelah Devano pergi Zola merasakan lain di hatinya


"Aduuh...kok aku deg deg an gini sih...??"dengan muka merona merah Zola memegang dadanya yang berdetak kencang


Zola belum pernah merasakan hal seperti ini..bahkan saat Arjuna mendekati nya pun dia merasa biasa saja,,tapi beda dengan Devano,,dia merasa nyaman bahkan tak ingin jauh-jauh


"Aaaaagggghhhh......aku kenapa sih..???"teriak Zola dengan menekan sedikit suara nya biar tidak terdengar nyaring dan langsung menutup mulutnya


Dan di tempat lain Devano melihat tingkah Zola


Karena waktu keluar Devano meninggalkan ponsel nya berniat hendak mengambil ponselnya


Tapi malah suguh kan dengan tingkah laku Zola yang menurut Devano sangat menggemaskan dan Devano hanya menggeleng gelengkan kepala dan pergi tanpa membawa ponselnya


Sampai ke ruangan Zola,Devano melihat Zola sudah tertidur lelap


Dengan memandangi wajah polos Zola, Devano merasakan debaran yang luar biasa di hatinya,,wajah cantik Zola mengalihkan pandangan nya pada siapapun


Dan akhirnya Devano memberanikan diri untuk mendekati wajah Zola yang sudah tertidur lelap


Devano mendekatkan wajahnya ke arah Zola dan mengelus pipinya


"Izinkan aku mengenalmu lebih jauh lagi,aku tertarik dengan duniamu,dan aku tidak ingin kau jauh dariku..."bisik Devano ke telinga Zola


Jelas saja itu tidak akan di dengar Zola,orangnya udah tidur.dan mencium kening Zola sangat lembut


Devano pun berjalan menuju sofa dan merebahkan tubuhnya,,dan akhirnya tertidur juga


***


Besoknya di rumah sakit


Zola sangat senang sekali karena hari ini dia akan pulang,,dan perutnya sudah tidak sakit lagi,Zola mengemasi barang-barang nya


Di sisi lain seseorang sedang murung karena tak bisa lagi memandang wajah pujaan hati nya,,ya itulah Devano setelah beberapa hari ini ia menemani Zola dengan menyuapi nya makan mengantar ke kamar mandi meminumkan obat karena awalnya Zola memang lemah apalagi dengan infus di tangannya


Devano dengan suka rela melakukannya,walaupun Zola merasa risih tapi Devano tidak peduli yang jelas hatinya berbunga bunga


Zola melihat devano murung,,dia berpikir Devano ada masalah di kantor,,karena sejak Zola di rawat Devanopun tidak pergi ke perusahaannya


Semua di kerjakan Danu dan sekretarisnya dan semua laporan di kirim melalui email saja

__ADS_1


"Semua beres..."seru Zola


"Yuk...!!!"ajak Devano


"Kemana...??"tanya Zola bingung


"Pulang...aku akan mengantarkan mu pulang habis itu aku baru ke kantor,,aku mau memastikan kamu sampai di rumah dan langsung istirahat,,"seru Devano


"Dia perhatian banget sih sama aku,,aku jadi canggung sendiri dengan perlakuannya yang lembut.."batin Zola


"Melamun lagi ya,,,??"tanya Devano


"Gak..!!!"jawab Zola singkat


"Yuk kita pulang...??"seru Devano yg menggandeng tangan zola


Zola hanya pasrah menuruti saja,yang jelas dia bisa cepat pulang


Setelah sampai di kontrakan Zola,,Zola membuka pintu dan menyuruh Devano masuk dan menyuguhkan air putih karena tadi di jalan mereka sudah minum teh hangat dan sekalian makan siang


Zola melihat tingkah aneh Devano hari ini,,tadi di jalan sedikit drama pula


Devano ingin mengajak Zola makan siang di jalan,tapi Zola tidak mau,,Devano malah mengancam kalau tidak mau kita balik lagi ke rumah sakit,memangnya rumah sakit itu punya nenek moyangnya apa,,gerutu Zola sendiri karena kesal Zola akhirnya menuruti keinginan Devano yang seperti anak kecil meminta mainan


Maksud hati Zola kalau langsung pulang biar Devano bisa pergi kerja dan tidak mengganggu aktifitasnya karena sudah empat hari menungguinya di rumah sakit ,Zola pun bisa beristirahat dan besok bisa kerja lagi


Tapi apalah daya,,tuan muda ini seperti harimau yang mau menerkamnya seketika kalau tidak menuruti kehendak nya..lagi-lagi Zola hanya pasrah


Di kontrakan Devano melihat sekeliling kontrakan Zola,,,Devano menilai tempat ini tidak layak untuk di huni,,dapurnya saja bocor,kamarnya kecil,ruang tamu sempit,semua di protes sama dia


kamu betah tinggal di sini..??"tanya Devano ragu


"Betah..aku udah hampir satu tahun tinggal disini,,tempat ini dekat dari jalan raya,jadi kalau naik angkot bisa langsung ke cafe gak nyambung angkot lagi hemat biaya kan...??"terang Zola antusias


"Kalau aku menawarkan bantuan sama dia ,,dia mau gak ya...??"tanya Devano dalam hatinya,bantuan ayah saja malah dia tolak juga,itu karena Sekretaris Bram yang mengurus semuanya jadi urusannya beres


Karena ia takut Zola akan tersinggung,Devano ingin memberikan tempat yang layak untuk Zola bukan tempat seperti ini


Rencananya akan mencarikan rumah yang dekat dengan mansion nya biar ia bisa mengantar nya pergi kerja dan gak naik angkot lagi,,tapi ia benar-benar ragu untuk bicara pada Zola


Untuk dekat denganya saja ia harus mencari cara dulu biar Zola tidak bisa menolak


"Duh aku kenapa ya,,,??"gumam Devano


ia jadi takut begini mendekati gadis yang beda jauh levelnya dari dia dan gadis ini benar-benar mengubah cara pandang Devano seketika


NBeda dengan Jeni yang banyak maunya,,minta ini,minta itu tanpa malu, bahkan uang belanja bulanan nya saja harus di penuhi


Kalau telat dikit dia marah-marah bilang gak perhatian lah,udah gak sayang lah bahkan dia terbilang kaya raya tapi malah selalu kekurangan,benar-benar beda gadis yang satu ini.."gumam Devano dalam hati


"Aku harus menemui cara bagai mana Zola bisa pergi dari kontrakan ini


"Aahaaa,,Danu,,!!"


seketika ada lampu hidup di atas kepalanya seperti ada ide padahal dia cuma ingat Danu doang ,caranya aja dia belum tau

__ADS_1


"Dia pasti ada caranya


BERSAMBUNG


__ADS_2