
Bab 18
Pagi ini di mansion Devano sedang bermalas malasan,
Karena sampai hari ini Devano belum menemukan cara untuk meminta maaf pada Zola,pikiran benar-benar tidak tenang
"Ya udah deh,saatnya hilangin gengsi,gimanapun gw tetap salah,gw harus minta maaf,,"batin Devano
Selesai sarapan Devano pergi kekantor dan tekadnya sudah bulat makan siang nanti ia mau menemui Zola untuk minta maaf
**
Di cafe Zola masih di sibuk kan dengan kerjaan yang semakin banyak,sudah hampir sebulan cafe itu ramai terus
sampai-sampai Zola dan teman-teman pelayan lainnya kualahan
"Hadeeh,rame banget ya,,?"ujar pelayan satu
"Iyah,gak biasanya kayak gini,,!!kata pelayan dua
"Kita pasti telat lagi deh makan siang nya..!!ujar pelayan yang lainnya
Dan pojokan sana terlihat Zola sedang memegang perutnya,entah kenapa akhir-akhir ini Zola sering merasakan sakit di sekitaran perutnya,bahkan sampai ke hulu hati
"Eh Zola,,kamu kenapa,,?kok kamu pucat gitu..?"tanya Rara teman satu perjuangannya
"Gak papa,mungkin maag ku kambuh,kan akhir-akhir ini makan siang telat terus.."jawab Zola
Memang iya Zola sudah hampir sebulan ini kurang memperhatikan pola makan nya
Karena sudah lelah pulang kerja,,dan bangun pagi pun sering kesiangan,jadi gak sempat sarapan
Belum lagi makan siang yang sering telat,dan paling sering makan mie instan buat ganjel perut ketika lapar
Siang nya Devano pergi makan siang bersama Danu di cafe tempat Zola bekerja,dan ingin menunaikan niat untuk minta maaf pada Zola
Karena rasa bersalah nya udah karatan di dalam hatinya,,dan Devano sudah tidak tahan lagi untuk segera bertemu dengan Zola
***
Saat jam makan siang
Dengan perasaan tidak karuan Devano masuk ke cafe tersebut,,dan mengalihkan pandangan nya ke kiri ke kanan mencari tempat duduk
Akhirnya mereka duduk berhadapan,,dan memilih menu makan siang mereka masing-masing
Dan setelah makan siang datang di antar pelayan,,dan kenapa dari tadi ia tidak terlihat batang hidungnya Zola
"Mbak,,liat Zola gak,,?"tanya Devano
Si pelayan yg bernama Rara itu menaikkan alisnya
bertanya dalam hati
"Ini cowok siapa,,?kok tanyain Zola,tapi kok gak pernah keliatan ya,kalau sebelahnya mah sering kesini
sampai-sampai gw bosan liatnya,malah sering perhatiin Zola diam-diam.!!!"batin Rara
"Hello mbak,,"seru Devano dengan menjentikkan jarinya dan membuat Rara kaget
"Eeeh,iya tuan,Zola ada,Apa tuan ada perlu dengan Zola..?? tanya Rara
"Iya,,,saya ada perlu dengan Zola,,bisa dipanggilkan,,?"pinta Devano
"Baik tuan,,tunggu sebentar,,"seru Rara berlalu pergi
Dan Zola masih di pojok kan udah mulai meringis kesakitan memegang perutnya,,seperti tidak bisa di ajak kompromi
Sebelumnya ia tidak pernah seperti ini
"Aduh kenapa ya,?ini perut makin sakit,biasanya kalau udah minum air hangat langsung hilang sakitnya
Keringat dingin Zola udah bercucuran merasa sudah tidak tahan lagi,tapi Zola mencoba menahan rasa sakit itu
Rara datang memberi tau ada seseorang yang mencarinya
__ADS_1
"Siapa Ra..??tanya Zola
"Gak tau,,aku lupa tanyain namanya,"jawab Rara
"Udah..kamu temuin aja di meja 18.."seru Rara
"Eh tapi tunggu dulu,,muka kamu makin pucat tu,,"ujar Rara khawatir
"Gak papa,,"jawab Zola dengan senyuman
"Ya udah,,aku temui dia dulu ya.."ujar Zola
di balas angguk an oleh Rara
pas menuju meja 18 Zola melihat Devano duduk di sana
"Ngapain dia kesini,,"tanya Zola dalam hati
Setelah mengalihkan pandangannya Devano melihat Zola berjalan menuju ke meja tempat ia duduk
"Zola...!!panggil Devano
dengan pandangan yang tak biasa Devano melihat wajah pucat Zola
"Ya ada apa,,?saya masih banyak kerjaan,ada apa mencari saya,,?"tanya Zola dengan wajah datarnya
"Zola muka kamu pucat sekali,,"ujar Devano khawatir
Danu hanya heran melihat sahabatnya khawatir ketika melihat wajah pucat Zola
"Iya tuh,,"timpal Danu
"Aku gak papa,,mungkin kurang dandan aja jawab Zola asal
"Ada apa,,"tanya Zola lagi
"Nanti kamu pulang jam berapa,,Kita bisa ketemu kan..?"tanya Devano
"Lah,ini udah ketemu kan,?"tanya Zola heran
"Maksudnya kamu pulang kerja nanti kita ketemu lagi,aku mau bicara,,!!"terang Devano
Karena dari tadi Devano hanya memandangi wajah pucat nya
"Kalau tidak ada kepentingan lagi saya mau ke dalam dulu,kerjaan saya banyak,,"ujar Zola undur diri
Zola pun berlalu tanpa di jawab Devano
Devano makin khawatir melihat Zola dengan wajah pucat nya
Selesai makan siang mereka berdua keluar dari cafe
Pas jam plang kerja Zola bersiap-siap mau pulang dan rencana nya mau ke rumah sakit dulu untuk berobat
Di jalan Zola menunggu angkot yang yang tak kunjung datang,,Zola makin meringis kesakitan masih memegang perutnya
Dan bruuuk....Zola pun pingsan
Seseorang datang dan langsung membopong tubuh Zola masuk ke mobilnya
Dengan membawa mobil dengan kecepatan di atas rata-rata
Lima belas menit sampai di rumah sakit
dan langsung di tangani oleh Dokter di ruang ICU
Di luar seseorang menunggu dengan cemas,sesekali mengusap wajahnya dengan kasar
Ya Devano keluar cafe tadi dia tidak kekantor lagi,ia memilih untuk menunggu Zola sampai pulang kerja,dan Danu ke kantor dengan naik taksi
Setelah tiga puluh menit Dokter keluar dari ruang itu
"Bagaimana keadaannya dokter...??"tanya Devano dengan cemas
"Devano..apa kamu..?"tanya Dokter terputus
__ADS_1
"Saya temannya.."jawab Devano cepat
"Saya harus bicara dengan keluarganya..
ada hal penting ingin saya sampai kan..."terang Dokter lagi
"Tapi dia tidak punya siapa-siapa Dokter..!!"timpal Devano
"Dokter bisa kasih tau saya saja.."Seru Devano lagi
"Baiklah...mari keruangan saya.."ajak Dokter
***
Di ruangan Dokter
"Apa kamu tau selama ini,,dia sakit asam lambung..?"tanya Dokter
Devano hanya mengernyitkan alisnya
"Tidak..!!!"jawab Devano singkat
"Begini,,dari hasil pemeriksaan saya pasien mengalami sakit asam lambung kronis,,dengan kurang menjaga pola makan, makan secara tidak teratur,dan sering telat makan,itu salah satu penyebabnya,dan ini tidak bisa di sepele kan.."terang Dokter
"Terus bagaimana baiknya Dokter agar dia cepat sembuh.."tanya Devano
"Istirahat cukup,jaga pola makan,jangan stres dan dia belum boleh pulang harus di rawat beberapa hari dulu,,biar saya tau perkembangannya.."ujar Dokter lagi
"Terima kasih dokter...ucap Devano
"Oh ya dok,,saya boleh liat dia..?"tanya Devano
"Tunggu dulu,,dia akan segera di pindah ke ruang inap baru boleh kamu liat,,"jawab Dokter
"Ruang VVIP ya dok..!!"seru Devano
Dokter mengernyitkan alisnya
"Kenapa...?mau bilang sama ayah...?"tanya Devano kesal
"Ayah bakalan tau juga,,Om tenang aja deh,,"seru Devano lagi
"Loh kok panggil Om,,,?"tanya Dokter heran
"Tadi saya lagi serius Om.."ujar Devano
"Sepertinya kamu perhatian sekali,,?"tanya Dokter
"Dia cuma teman Om,,"seru Devano
"Loh..yang bilang pacar siapa,,??"ledek Dokter
Devano hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Oh ya Om,,jangan bilang ayah dulu ya..biar Vano yang kasih tau sendiri,,?"ujar Devano
"Kenapa kalau ayah kamu tau...?"tanya Dokter makin heran
"Nanti ayah cemas,,biar Vano aja yang kasih tau sendiri,,?"terang Devano
"Memang ayah kamu kenal sama dia.."tanya Dokter penasaran
"Ntar Om juga tau,,"seru Devano
"Udah...Vano mau liat dia dulu,,"
Devano berlalu pergi keluar dari ruangan Dokter
Dokter hanya geleng-geleng kepala
melihat kelakuan anak sahabatnya itu
BERSAMBUNG
πΏπΏπΏ
__ADS_1
MAAF YA LAMA UP NYA,,SOALNYA BUTUH PIKIRAN YANG FRESH,,BIAR NYAMBUNG SAMA UP SEBELUMYA π
JANGAN LUPA LIKE N COMMENTNYA...π