
BAB 39
Setelah beberapa hari Danu kembali ke kantor,seperti biasa pekerjaan kantor yang menuntut untuk segera di selesaikan
Danu merasa sedikit lega setelah menceritakan masalahnya kepada Devano,Devano dengan cepat turun tangan menyuruh orang-orang kepercayaannya untuk mencari informasi atas bangkrutnya perusahaan ayah Danu di kota B benarkah atau hanya sekedar permainan...??
Devano memang tidak percaya dengan ayahnya Danu yang bilang kalau perusahaan nya terancam bangkrut dan Danu yang menjadi tumbalnya untuk segera di nikahkan dengan anak rekan bisnisnya itu
Tentu saja semua ini tanpa sepengetahuan Danu,karena Devano tau pasti Danu tidak menginginkan hal itu karena Danu tidak ingin merasa di repot kan oleh sahabat yang sudah di anggapnya sebagai saudara itu
Dan benar dugaan Devano tak pernah salah ternyata ayah Danu hanya memanfaatkan Danu hanya untuk kepentingannya saja
Setelah hampir seminggu penyelidikan oleh orang kepercayaannya,Devano sudah memberikan keterangannya secara detail dan tak kurang satu apapun
Terbukti bahwa Danu di jodoh kan hanya untuk memperluas koneksi perusahaannya dan tidak tanggung-tanggung keuntungan yang dia dapat pun berkali kali lipat dari keuntungan yang didapat selama ini
Sungguh miris seorang ayah yang tega menjadikan anaknya tumbal untuk keuntungannya sendiri hal ini yang membuat Devano geram,dan hal ini hanya masalah gampang untuk Devano dengan menghancurkan perusahaan ayah Danu dalam waktu semalam
Tapi Devano tidak mau gegabah dalam hal ini bagaimana pun juga ayah Danu tetap seorang ayah bagi Danu dan hal ini Danu harus tau kelicikan ayahnya
Saat tiba di waktu yang tepat Devano pun segera memberi tahu Danu akan hal ini
Tok tok tok
suara pintu ruangan Devano di ketuk dari luar
Glek
Seseorang masuk dengan membawa berkas yang siap untuk di tanda tangani
Yang datang adalah Danu yang di telfon d
Devano untuk datang ke ruangannya
"Kenapa gak suruh Vina aja sih manggil gue,main telfon segala..."celetuk Danu pada atasannya
"Itu sih mau lu,ribet tau gak,,"balas Devano kesal
"Iyeee,,ada apaan,,?"nih tanda tangan dulu.."ujar Danu dengan menyodorkan berkas yang ada di tangannya
"Woles brojam makan siang masih lama,,"seru Devano
"Kenapa sih lu,,?buru-buru amat,,,"seru Devano lagi
"Gw banyak kerjaan,lagian biasanya ini lu tanda tangani habis makan siang juga kan..."seru Danu
"Gw ada perlu sama lu...!!"seru Devano dengan wajah seriusnya
Danu pun merubah mimik wajahnya setelah melihat keseriusan Devano
"Ada apa...?"tanya Danu penasaran
"Nih.....!"seru Devano dengan menyerahkan amplop bewarna coklat ke tangan Danu
"Apaan nih...?"tanya Danu
"Lu buka aja...!"seru Devano tanpa melihat Danu
Setelah Danu membuka amplop tadi dan membaca semuanya wajah Danu berubah merah padam karena marah
"Brengsek.....!"teriak Danu
"Ternyata dia hanya mau manfaatin gw,belum puas dia dengan apa yang dia punya.."seru Danu geram
"Sabar bro,,lu udah tau kan...?sekarang saat nya lu bertindak,tapi pesan gw,lu jangan sampai gegabah
lu temui bokap lu lagi,lu bisa ngancem dia balik,Dia hanya memanfaatkan keadaan biar dia mendapatkan keuntungan 2x lipat bahkan lebih,dan untuk rekan bisnisnya dia hanya ingin mendapatkan status yang jelas untuk anaknya makanya mereka sepakat dengan perjodohan ini sekaligus untuk menggabungkan dua perusahaan dan sekarang lu gak usah takut dengan ancaman dia dengan bukti ini kita bisa membungkam mulutnya,dan apa yang akan terjadi nanti itu bukan urusan kita lagi,,"terang Devano
"Ingat ya..lu jangan bertindak bodoh,emosi boleh tapi lu harus mikirin resiko nya
lu tau kan kita punya koneksi dimana mana
itu ancaman doang biar lu takut,yg bokap lu tau,lu kan anak penurut,,"terang Devano lagi
"Thanks bro,kalau gak ada lu gw gak tau lagi cara bertindak,apalagi yang gw hadapi sekarang bokap gw sendiri,gw gak mau ada yang di rugikan dalam masala ini,apalagi ada nyawa yang terancam,,,"ujar Danu sedih
"Lu tenang aja,mereka gak akan berani.."terang Devano
__ADS_1
"Lu benar...kenapa gw gak mikir kesitu ya...?"seru Danu
"Mungkin karena lu terlalu panik jadi nya lu terbawa suasana,makanya otak beku lu gak kunjung encer.."canda Devano melumerkan suasana
"Sialan lu,"seru Danu melepas kertas yang dia remuk ke muka Devano
"Hahahaha...."ketawa Devano pun pecah melihat tampang bego sahabatnya itu
"Ya udah keluar sana,ganggu aja..."celetuk Devano lagi
"Brengsek lu,bukannya lu panggil gw kesini,justru lu yang gangguin gw..."Ujar Danu tak mau kalah
Mereka saling mengejek seperti biasa mereka lakukan,itu hanya untuk membuat Danu melupakan sedikit masalahnya,dan cara itu pula lah yang selalu Devano lakukan ketika Danu punya masalah,seperti itu lah sebalik nya,dua sahabatnya saling membutuhkan
Danu pun keluar dengan mengumpat bos gila nya ini
***
Di apartemen
Seperti biasa Devano masih betah dengan mimpi indah nya,padahal jam sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi
Zola tetap di sibukkan dengan persiapan sarapan dan pakaian untuk suaminya walau sedikit lemas,karena Zola tadi muntah-muntah lagi,tapi dia muntah di kamar mandi dapur karena bau makanan yang menyengat
Bi surti sudah menawarkan diri untuk dia saja membuat sarapan tapi Zola tetap keukeh masak untuk sarapan Devano
"Sudah nyonya...biar saya saja,,"ucap Bi Surti
"Gak papa Bi,,"seru Zola
"Nanti tuan muda marah sama bibi,bibi takut,,"ujar bibi Surti dengan wajah memelas nya
Karena selama Devano di luar kota Zola menutupi keadaannya pada suaminya yang bilang dia sudah jarang muntah-muntah padahal setiap pagi Zola mengalami nya,sampai Devano pulang pun Zola masih tetap menutupi nya,dan sering muntah di kamar mandi dapur
dengan alasan ia tidak mau membuat suaminya panik
Karena memang Zola adalah pribadi yang tertutup,walau Devano meminta jangan menyimpan masalah sendiri
"Iya deh Bi,lagian kepalaku agak sedikit pusing,,kenapa ya tiba-tiba begini..."tanya Zola heran
Zola sedikit stres melihat suami nya yang selalu pulang malam karena banyak kerjaan yang harus di kerjakan
"Nyonya itu kurang istirahat,semua pekerjaan biar bibi aja yang ngerjain.."jawab Bi surti khawatir
"Iya...aku ke atas dulu ya Bi..."ujar Zola sedikit sempoyongan
"Iya Nya,,"balas bibi Surti
"Nyonya kuat,,,?bibi anter ke kamar ya..."tanya bibi lagi
"Gak papa kok bi,aku bisa..."ujar Zola berlalu pergi
Semenjak Devano jadi CEO di perusahaannya ia sangat sibuk sekarang pulang selalu larut malam,pagi ketemu istrinya,malam ketemu ketika tidur
Devano benar-benar merindukan istrinya, mengeluh pun tidak bisa,karena amanat dari sang ayah yang membangun perusahaan mulai dari nol,apalagi sebagai anak tunggal yang menuntut Devano harus melaksanakan tugasnya
Setelah di kamar,Zola melihat suaminya masih tertidur lelap
"Sayang...ayo bangun...!!"ujar Zola mengusap rambut suaminya
Zola tidak tau kalau hari ini Devano cuti,ia ingin memberi kejutan kepada istrinya,ingin menepati janji nya,kalau ia ingin menemani sang istri di rumah seharian,di tambah lagi rindu yang menggebu
"Mm.."jawab Devano setengah sadar
"Ayo sayang,siap-siap gih,kamu udah kesiangan,,,!"ucap Zola lembut masih mengusap rambut Devano
"Aku masih ngantuk sayang..."jawab Devano memelas
"Aku berangkat nya siangan aja deh.."seru Devano lagi
Memang seminggu ini kerjaan Devano di kantor banyak jadi kurang istirahat membuat nya malas untuk bangun pagi,karena lagi cuti Devano manfaat kan waktu sedikit untuk istirahat
"Iya deh,kamu tidur aja lagi kamu pasti capek,,,"balas Zola
Zola pun beranjak dari ranjang nya,untuk menyiapkan pakaian kantor untuk suami nya,tiba-tiba Zola merasa pusing dan jatuh tidak sadarkan diri
"Astaga,,,sayang,,,"teriak Devano melihat istrinya tergeletak di lantai
__ADS_1
Devano mengangkat tubuh istrinya dan membaringkan ke ranjang
"Sayang,,,kamu kenapa....??seru Devano panik
Devano segera menelfon dokter
***
Setelah selesai di periksa
"Nyonya muda hanya butuh istirahat tuan...."ucap Dokter
"Lalu,,bagaimana dengan kandungannya...??"tanya Devano
"Kandungan nya baik-baik saja,,banyak minum air putih istirahat yang cukup,dan ini resep vitamin untuk menambah nafsu makan,,,"terang Dokter
"Saya permisi dulu tuan,,,"pamit Dokter
Tanpa membalas sang Dokter Devano langsung menghampiri istrinya
"Sayang,,,,!!!lirih Devano mengusap pipi istrinya
"Kamu bilang baik-baik saja sama aku,tapi kenapa jadi begini
"Apa selama ini kamu bohong,,bilang baik-baik aja,padahal kamu masih lemah
"Aku yg salah kurang perhatian sama kamu,aku sibuk dengan pekerjaanku,,"ucap Devano dengan mata yg berkaca-kaca merasa bersalah
Beberapa menit kemudian Zola sadar kan diri
"Aaargh...!!!"erang Zola memegang kepalanya yg masih terasa pusing
"Sayang kamu bangun,,kamu istirahat saja ya,tadi kamu pingsan aku takut terjadi apa-apa sama kamu dan anak kita.."ucap Devano dengan khawatir
"Aku gak pa pa sayang,tadi aku cuma pusing dan sedikit mual..."lirih Zola
"Apa ada yang kamu sembunyikan dari aku,,,?
"Kamu bilang selama ini tidak merasakan apa-apa dan bilang kehamilan kamu baik-baik saja,,?tanya Devano beruntun
"Iya...baik-baik aja kok..."jawab Zola santai biar tidak ketahuan bohongnya
"Gak mungkin,pasti kamu bohong,bilang gak muntah,gak pusing,gak capek
"Apa ini...?buktinya kayak gini,"
"Apa di belakang aku kamu gak mau makan.."Tanya Devano lagi
dengan rentetan pertanyaan
"Enggak,,aku makan malahan banyak,,"jawab Zola
"Tapi kenapa seperti...?"desak Devano yang bikin Zola bingung sendiri
Zola hanya nyengir kuda
"Aku gak lagi bercanda sayang..."bisik Devano ke telinga Zola sedikit menekan suaranya
"Emang aku lagi bercanda ya,,?"ujar Zola pusing menjawab pertanyaan suami nya
"Astaga,aku bertanya kamu malah balik nanya,,?ujar Devano sedikit geram melihat tingkah istrinya seperti anak kecil,seperti melupakan kejadian yang membuat suaminya panik
"Iya,,aku jawab ya,aku baik-baik saja sayang,mungkin tadi karena aku muntah-muntah di kamar mandi dapur makanya aku jadi lemes,Sekarang gak lagi..."jawab Zola panjang lebar
Devano langsung memeluk istrinya dengan erat,seolah-olah istrinya ini sakit keras karena saking khawatirnya
"Aaaah...."teriak zola
spontan membuat Devano terkejut melepas pelukannya
"Kenapa sayang,,,??"tanya Devano panik lagi
"Aku gak bisa nafas,kamu peluknya kuat banget,,,"seru Zola sambil cemberut
membuat Devano gemas
"Maaf ya sayang,,,"kembali memeluk istrinya dengan lembut
__ADS_1
BERSAMBUNG
🌿🌿🌿