
BAB 54
Saat syukuran berlangsung,banyak para klien dan kolega mengucapkan selamat kepada Devano atas kelahiran putra pertamanya,belum lagi yang menyampaikan selamat lewat pesan chat bagi yang tidak bisa menghadiri acara tersebut
Acara demi acara berjalan dengan lancar,berdoa bersama,makan bersama,sampai di penghujung acara tak lupa Devano membagikan sedikit rezeki kepada anak-anak yatim piatu dan kaum Duafa lainnya sebagai wujud syukur atas segala limpahan Rahmat yang Tuhan berikan
Selesai acara satu persatu para tamu undangan pamit pulang ke kediaman masing-masing
Zola dan Baby Jill sudah lebih dulu meninggalkan acara,apapun alasannya kesehatan istrinya lebih utama,apa lagi Zola dalam masa penyembuhan,walaupun Dokter mengatakan bahwa Zola sudah sehat,tapi tidak dengan Devano,sifat overprotektif nya kambuh lagi kalau sudah menyangkut istrinya
***
Tiga bulan berlalu
Di mansion
Pagi ini di hiasi dengan tingkah lucu Baby Jill yang sudah bisa berceloteh tidak jelas,bayi lucu itu sekarang sedang di mandikan sang ayah saat sang bunda masih terlelap
Devano yang selalu siap menggantikan peran sang istri untuk membantu segala keperluan sang anak,tidak selalu mengandalkan tenaga istrinya Devano dengan cekatan memandikan,bahkan mencebok-i ketika sedang pup,itulah hari-hari Devano saat ini sebelum berangkat ke kantor
Jasa Baby sitter yang awal mula untuk mengasuh Baby tidak di pakai lagi,karena sekarang Zola sudah sembuh
Mereka sepakat tidak menggunakan jasa baby sitter,mereka ingin menikmati masa tumbuh kembang anak mereka
Devano mengutamakan kehangatan keluarga kecilnya,makanya di akan berperan sebaik mungkin sebagai ayah dan suami
"Oh sayang,,,kau tampan sekali,sama seperti ayahmu ini,,,"ujar Devano percaya diri menciumi putranya di iringi gelak tawa bayi itu
"Sekarang kita bangunin Bunda yuk,,,"seru Devano menggendong Baby Jill
Tiba di kamar Devano mengarahkan matanya ke seluruh sudut kamar,mata nya menangkap sosok yang masih bergulung manja di balik selimut
Devano menaruh anaknya di atas perut Zola,di telungkup kan bayi lucu itu wajahnya nya mengarah ke wajah Zola yang masih setia memejamkan mata itu
Itu akibat ulah nya Devano saat menjelang subuh meminta jatahnya,menggarap habis lahan pribadi nya,karena saat sepulang kerja istri dan anak nya sudah tertidur pulas,karena pulang larut malam karena lembur jadi Devano menagih jatah yang sudah di janjikan Zola malam itu
Devano mendekati Zola,mencium keningnya lama
mengelus pipinya,Zola sama sekali tidak terusik dengan belaian suami nya
__ADS_1
"Bangun sayang,,,"ujar Devano mencium pipi istrinya
"Hmm,,,"gumam Zola yang masih memejamkan mata
Karena baby Jill yang terlalu banyak gerak di atas perutnya,mau tak mau Zola membuka matanya,melihat anaknya sudah tampan bahkan semakin tampan dengan wangi khas bayi Zola yakin anak nya pasti sudah mandi
melihat ke samping tampak lah suami tampannya yang masih mengenakan kaos dalam dan Boxer
Zola baru menyadari kalau dia belum menyiapkan segala sesuatu untuk suaminya berangkat kerja
"Astaga...aku ketiduran..."ucap Zola yang langsung duduk memegang anak nya
"Aku siapin air mandi dulu ya..."seru Zola meletakkan Baby Jill sisi kananya saat mau beranjak dari ranjang,tiba-tiba Devano memegang lembut tangan Zola
"Gak usah sayang,,,kamu istirahat saja,,,biar aku yang siapin,kayaknya Jill juga haus,liat tangannya udah masuk mulut,kamu mimik-in dulu aja..."ujar Devano
Zola kembali ke ranjangnya,menyusui Baby Jill dan Devano beranjak melangkah menuju kamar mandi,siap-siap mau berangkat kerja
Setelah beres Devano sudah siap dengan pakaian formalnya,sungguh pemandangan yang indah,ayah satu anak ini memang sangat tampan,siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona
Mendekati Zola yang sudah selesai menyusui Baby Jill,Devano mencium kening istrinya lama
"Kamu mandi dulu sana,air nya udah aku siapin...!!!"ujar Devano.Zola memandangi suami tampannya
"Harusnya aku yang nyiapin semua kebutuhan kamu..."ujar Zola sendu,karena setelah melahirkan Zola memang terlalu fokus ke Baby Jill itupun kadang Devano yang menggantikan peran ketika Baby Jill bangun di malam hari,apalagi sekarang Baby Jill makin kuat menyusu nya.sesuai dengan bobotnya yang makin hari makin bertambah
Devano duduk jongkok di depan Zola,merapikan rambut yang sedikit berantakan dan menyelipkan ke telinga Zola memegangi tangannya, mencium lembut punggung tangan wanita itu dan tersenyum
Devano tau apa yang di pikirkan istrinya saat ini,pasti Zola merasa kurang perhatian lagi padanya
"Aku tau apa yang kamu pikirkan,,!!pasti kamu merasa kalau kamu kurang perhatian lagi sama aku,,,iya kan...???"tebak Devano.Zola menjawab dengan angguk-an pelan
"Dengar..."Devano mengeratkan genggaman tangannya
"Aku tidak menuntut apa-apa darimu,karena aku tau sekarang ada Jill yang lebih membutuhkan kamu,kamu harus banyak istirahat,harus banyak asupan yang masuk ke tubuhmu,kalau Bunda nya sehat,anaknya pasti sehat,apalagi ayahnya,,,ujar Devano tersenyum jahil
membuat Zola bersemu merah di pipinya,padahal tadi ngomong nya serius ujung-ujung malah kayak gini.Zola memutar bola matanya,ia tau arti dari kata-kata terakhir Devano yang menjurus
Devano sengaja mengeluarkan kata-kata itu untuk menjahili istrinya,karena pada dasar nya Zola memang seorang yang pendiam,walau keras kepala,tapi Ia mengimbangi dan paham dengan sifat istrinya,Devano sadar pekerjaan Zola ini tidak lah mudah,malam hari harus terjaga saat Baby Jill haus,belum lagi rewel,ganti popok,kadang pun Baby Jill gak mau tidur saat sudah di susui,menjelang subuh,baru tidur lagi,memejamkan mata sebentar terbangun lagi setelah subuh untuk menyiapkan keperluannya
__ADS_1
Zola sadar dengan satu kalimat Devano barusan
"Memangnya kamu tidak membutuhkan aku,,,?"tanya Zola
"Bukan begitu sayang..!!!"ucapan Devano terputus saat Zola lebih dulu berucap
"Tapi gimana pun,aku seorang istri,memang kewajiban aku memenuhi kebutuhan kamu,,"ujar Zola
"Iya aku tau,,tapi itu kan di saat Jill belum lahir,dengarkan aku sayang,,merangkum kedua pipi istrinya
"Aku butuh kamu,cukup tetap berada di sampingku,menjadi istriku,menjadi Bundanya Jill
"Jangan pernah merasa bersalah seperti ini,karena kamu istriku bukan pelayanku.kamu ratuku di rumah ini,selain Jill segala tentangmu sangatlah penting buat aku,kalian sangat berharga bagiku,,,,!!!"ucap Devano lagi,lagi dan lagi Zola terharu mendengarnya
"Ini menjelang Jill besar ya,,aku janji akan mengurus kamu setalah Jill besar,ujar Zola tetap dengan rasa bersalahnya
Devano mendengus nafasnya pelan,mencoba sedikit bersabar dengan kesayangannya ini,di iya kan saja.biar Zola tetap dengan santai menjalani perannya
"Iya sayangku,,,,"ujar Devano memeluk istrinya
"Ep ep ep,,,gak pake nangis,,"ujar Devano yang paham dengan sifat Zola yang gampang terharu
"Enggggak..."jawab Zola singkat mengurai pelukan suami nya,tapi tetap dengan bibir manyunnya,benar-benar menggemaskan
Usai Drama barusan,Zola segera mandi dan berbenah diri,mereka turun ke lantai bawah setelah memastikan Baby Jill tertidur pulas
Setelah sarapan Devano pamit berangkat kerja Zola pun seperti biasa mengantar suami nya sampai ke depan pintu melambaikan tangan setelah ciuman manis mendarat di dahinya
***
Di kantor
Devano berkutat dengan laptop nya,memeriksa email dari para klien,sungguh Devano semakin hari semakin bersinar,dengan bisnis yang di geluti nya,begitu banyak perusahaan lain yang meminta kerja sama pada nya,walau di bilang baru menjadi CEO tapi kinerja nya tidak di ragu kan lagi,
Bermodal kecerdasan Devano dapat melambungkan namanya di Dunia bisnis masa kini,belum lagi wajah tampan memesona siapapun yang memandang akan jatuh hati padanya,tapi tak mudah buat siapapun untuk mendekati nya,karakter Dingin dan aragon yang sudah melekat saat remaja tapi sifat itu berlaku di dunia bisnis saja,tapi tidak untuk di lingkungan keluarga nya
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka,tanpa di ketuk
"Selamat pagi Bro......!!!!!
__ADS_1
BERSAMBUNG
🌿🌿🌿