Jatuh Cinta Pada Gadis Yang Keras Kepala

Jatuh Cinta Pada Gadis Yang Keras Kepala
Jangan seperti ini lagi


__ADS_3

BAB 44


Usai jam kantor Devano dan Danu kembali ke rumah masing-masing


tiba di lobi tak lupa Danu memberi pesan ke Devano


"Jangan lupa yang tadi bro,,!!!"seru Danu


"Iya,,cerewet banget sih...!!"sungut Devano


Berjalan ke mobil masing-masing dan melaju memecah jalan yang sudah ramai kendaraan berlalu lalang karena jam pulang kerja


Di Apartemen


Zola yang sudah selesai membersihkan diri setelah selesai menyiapkan makan malam untuk suami nya


Pikiran Zola masih melayang kemana mana walaupun Devano sudah menunjukkan sifat nya yang seperti biasa masih membuat Zola penasaran


Menunggu penjelasan dari Devano sungguh membuatnya tak sabar,kalau bertanya rasanya tidak mungkin Zola takut membayangkan wajah Devano yang menyeramkan seperti waktu itu


Selesai Berbenah diri pun, Zola segera turun untuk menyambut suami tercinta nya pulang,menunggu di ruang tengah sambil menonton TV


Sibuk mengganti channel yang tak jelas Zola merasa jenuh menunggu suaminya tak kunjung pulang padahal jam sudah menunjukkan pukul 19.30


Sambil mengutak-atik ponsel nya Zola menelfon Devano


Satu kali panggilan tak di jawab hingga tiga kali panggilan tak di jawab juga


membuat Zola semakin khawatir tak biasanya Devano pulang malam tidak memberi kabar seperti ini


"Vano kemana ya,,,?"gumam Zola yang di rundung rasa khawatir


Tak selang beberapa menit notifikasi pesan dari ponsel Zola berbunyi


Zola mengernyitkan dahi nya pesan datang dari nomor yang tak di kenal lebih tepat nya ada seseorang yang mengirim foto Devano dengan seorang wanita yang berpose sangat intim sekali seperti memeluk Devano dengan sangat erat seperti sepasang kekasih yang sudah lama tak bertemu


Zola mengatupkan mulut dengan tangannya mata yang berkaca kaca merasakan sesak di dadanya


Apa karena ini dia tak kunjung pulang bertanya dalam hati sendiri


Zola mulai resah karena jam sudah menunjuk kan hampir jam 10 malam belum ada tanda-tanda kepulangan suami nya


"Ya tuhan ada apa ini,aku sudah mencoba untuk tidak berpikiran macam-macam,siapa yang tega mengirim foto ini padaku,,?"


pertahanan Zola runtuh merasa di khianati Zola berjalan menuju kamarnya Duduk di tepi ranjang


"Siapa wanita itu...?"


"Apa mungkin itu Jeni...?"


Zola memejamkan matanya,berharap ini semua tidak nyata


Kenapa masalah datang di saat dia sedang seperti ini,apa ada yang tidak suka dengan hubungan mereka atau memang Devano yang tidak jujur Zola masih menduga-duga


Masih dalam keadaan menangis apalagi yang di tunggu tak kunjung pulang Zola merebah kan tubuh di ranjang akhirnya Zola memejamkan matanya karena sudah lelah menangis


Jam 11 malam Devano pulang dengan dalam keadaan kacau


berniat menolong orang malah dia yang terjebak


"Dasar brengsek,,,!"1umpat Devano menuju ke kamar mandi


Mendengar suara suami nya,Zola membuka matanya menyamarkan suara tadi apa benar itu suara suaminya,setelah yakin dengan suara gemericik air di dalam kamar mandi Zola kembali memejamkan mata nya


Rasa nya begitu malas untuk melihat suaminya.penjelasan yang kemarin belum di dengarnya,di tambah lagi dengan masalah yang sekarang,biar saja,sampai dimana dia bisa untuk tidak jujur,,Gumam Zola


Selesai membersihkan diri,Devano memakai piyama tidur nya


Berjalan mendekati ranjang,Devano membelai rambut istri nya dan menciumi pipi Zola lama

__ADS_1


"Padahal aku merindukanmu,berharap kamu belum tidur tapi ya sudah lah,selamat malam sayang,,"ucap Devano merasa bersalah pasti istrinya sudah lama menunggu,tanpa di sadari keadaan istri nya


Devano melangkah keluar dari kamar


"Cih,,pulang seperti tidak ada masalah saja,dasar buaya,,,!"Zola mendumel dalam hati


Devano keluar menuju ruang makan,dia sangat lapar sekali sengaja tidak makan di luar hanya untuk memakan masakan istrinya berharap di temani makan tapi dia pulang sudah malam


Sampai di meja makan,Devano duduk sendiri,tak lama datang Bi Surti karena mendengar majikan yang sedang menggeser kursi makan


"Selamat malam tuan muda...!!"sapa Bi Surti


"Malam Bi...!!"balas Devano


"Siapkan makannya Bi,,,!"perintah Devano


"Ya tuan..."sambil menunduk


Bi surti langsung masuk dapur untuk menghidangkan makanan,dan saat Bi surti keluar tadi untuk mengambil minum ke dapur di lihat meja makan sudah kosong,pasti nyonya nya yang membereskan pikirnya


Tapi Bi surti pun heran kenapa tuan mudanya turun lagi untuk makan apa tadi mereka tidak jadi makan dan apa nyonya nya sudah makan...?"tapi Bi Surti takut untuk bertanya


Setelah makanan terhidang Devano siap-siap untuk makan,mengambil nasi dan beberapa lauk ke piring nya


Sebelum makan Devano bertanya


"Apa Zola sudah makan Bi...?"


"Maaf tuan tadi saat nyonya menghidangkan makanan, nyonya menyuruh saya untuk istirahat,karena nyonya ingin menunggu tuan pulang dan makan malam bersama ,saya pikir karena meja makan sudah bersih,tuan dan nyonya sudah selesai makan.."terang Bi surti sedikit takut


Devano meninggalkan meja makan dan kembali ke kamar untuk menanyakan pada istrinya sudah makan apa belum


Karena pikirnya pasti Zola sudah makan,untuk meyakinkan saja Devano menuju ke kamar nya


Sampai di kamarnya Devano melihat istrinya bergulung di dalam selimut menggerak-gerakkan tubuh nya


Devano menghampiri Zola,samar terdengar suara isak kan seperti tangisan menahan sakit Devano membuka selimut itu melihat Zola yang sedang memegangi dadanya


"Sssakit..."ucap Zola di sela tangis sambil memegangi dada nya


Cemas Devano menggenggam tangan istrinya yang sudah dingin


"Dadaku sakit..."ujar Zola lagi tak tertahankan


Devano sangat panik tidak biasanya istrinya seperti ini


memanggil Bi Surti


"Bi,,Bi surti,,"teriak Devano


dengan cepat Bi surti datang


"Ya allah nyonya kenapa tuan...??"tanya Bi surti ikutan panik


"Cepat hubungi supir,siapkan mobil,saya mau bawa Zola ke rumah sakit


"Cepat Bi.."teriak Devano lagi


Devano segera membopong tubuh Zola membawa ke mobil


Tiba di rumah sakit Zola segera di tangani Dokter


Devano bingung tidak tau apa akan di lakukan nya,menunggu dokter keluar rasanya begitu lama


Ingin rasanya Devano menerobos masuk melihat keadaan istrinya, tak terbayang kan melihat istrinya menahan sakit sampai keringat dinginnya keluar membasahi bajunya


Devano menangis di luar sendiri bingung harus menghubungi siapa,ponsel pun lupa di bawa karena panik tak lama datang lah Danu dan Pak Ibrahim tergesa-gesa berjalan menuju ketempat Devano menunggu Zola


Mendengar langkah kaki Devano melihat ke arah depan

__ADS_1


di lihat sang ayah terlihat khawatir


"Ayah...!!!"sambut Devano menghapus air matanya


"Ada apa ini nak,,?Zola kenapa ,,?"tanya pak Ibrahim panik


"Tunggu dokter keluar dulu yah,,Zola lagi di periksa,,,"ucap Devano berusaha tenang di depan ayahnya


Danu hanya diam memikirkan kenapa Zola tiba-tiba sakit


Apa ini ada hubungannya dengan kemarin atau mungkin mereka bertengkar lagi, pikirnya


Ah tak mau menduga-duga lebih baik bertanya kepada Devano langsung


Tak berapa lama keluarlah dokter menghampiri mereka bertiga


"Bagaimana keadaan istri saya dok...?Dan kandungannya bagaimana,,,?istri saya baik-baik saja kan,,,?"tanya Devano beruntun karena panik


"Bisa kita bicara di ruangan saya tuan muda,,"ucap dokter ragu dan takut,pasalnya kalau keadaan panik begini Devano sering tidak terkendali


"Maksudnya...?kenapa tidak bicara di sini saja,jangan bilang keadaan istri saya parah,meraih kerah sang dokter,ternyata yang di takut kan terjadi


Pak Ibrahim berusaha menenangkan anaknya,sungguh Devano lemah kalau sudah menyangkut tentang keselamatan istrinya


"Tenanglah nak,ikuti saja kata Dokter,cepatlah ..."suruh pak Ibrahim


Berjalan menuju ke ruang dokter


"Silahkan duduk tuan Muda...?"ucap sang dokter ramah


Devano duduk


"Cepat katakan,,"suruh Devano


"Kandungan nyonya Zola baik- baik,,setelah saya periksa tadi nyonya Zola asam lambungnya kambuh


"Dada sakit salah satu penyebab asam lambung yang di namakan GERD mengakibatkan nyeri di dada,,"terang sang Dokter


"Penyebab utamanya pikiran dan stres,,,apa lagi nyonya Zola dalam keadaan hamil emosi yang naik turun karena bawaan hamil,tapi itu sudah biasa di alami oleh ibu hamil


"Mungkin karena pikiran lain,untuk malam ini nyonya Zola di rawat dulu untuk menghilangkan rasa nyeri di dadanya,karena di dalam tadi nyonya Zola sempat pingsan


"Saya sudah memasang infus,dan sebentar lagi nyonya akan di pindahkan keruangan rawat inap,dan untuk sementara hindari stres,,"ujar dokter lagi


Diam sejenak mendengar keterangan dokter tadi,Devano sudah yakin penyebabnya apa


Devano langsung pergi keluar dari ruangan dokter menuju ke ruangan tempat istrinya di rawat


Ketika Masuk Devano segera menghampiri istrinya,menggenggam tangan Zola mencium lama


"Sayang...jangan seperti ini lagi,aku takut kamu kenapa-napa,,"Devano menangis melihat istri yang masih memejamkan mata,ia merasa bersalah karena kurang menjaga kesehatan istri nya


Merasa Dejavu kejadian yang di alami dulu terjadi lagi,bahkan lebih parah


🌹🌹🌹


Pinjam idolaku dulu,biar ngehalunya lebih greget πŸ™ˆ


Gilbert Devano sanjaya



Arumi zola



Jennifer Ocnerin


__ADS_1


BERSAMBUNG


🌿🌿🌿


__ADS_2