
Bab 15
Di mansion
Setelah selesai makan malam mereka kembali duduk di ruang tengah
Zola masih bingung dengan bagai mana cara supaya dia bisa cepat pulang dan pak Ibrahim melupakan perjodohan ini
tapi Zola salah pak Ibrahim malah membahas tentang kelangsungan perjodohannya dengan Devano
Kalian bisa pendekatan dulu,, tidak harus langsung menikah.. kata pak Ibrahim melumerkan suasana, karena Zola dan Devano hanya diam dari selesai makan malam tadi
"Iya yah,Vano setuju,Vano harus tau dulu karakter calon istri Vano biar gak salah pilih..!!!" sindir Devano dengan senyum sinis nya
"Haah,biar gak salah pilih,,?
apa maksudnya,,?
memang gw setuju apa di jodohin...?"batin Zola
"Bagaimana Zola,,?
apa kamu setuju pendekatan dulu,,? tanya pak Ibrahim membuyarkan lamunan Zola
Zola kaget ketika itu
"Eh..Zola nurut aja pak...terserah gimana baik nya...Di tolak pun gak papa!!jawab Zola berharap Devano menolaknya
"Kok terserah ayah,,?
yang mau nikahin kamu itu aku,bukan ayah,jawabnya jangan ragu-ragu gitu dong..."celetuk Devano panjang lebar
"Kurang ajar ni cowok..gw di bentak,,depan ayah nya lagi,,"sungut Zola dalam hati
"Iyaa..!!"jawab Zola singkat
"Nah gitu dong...!!!
"Kamu mestinya beruntung bisa pedekate sama aku yg tampan ini,karena gak ada satupun cewek yg gak suka sama aku,cewek-cewek di luaran sana masih banyak yg antri pengen deket sama aku,kamu jangan sok jual mahal deh.."seru Devano dengan senyum tertahannya
Ayah devano hanya tersenyum,melihat tingkah anaknya
"Percaya dirimu tingkat alam semesta tuan muda,,itu yg mau deket sama kamu cewek-cewek di luar sana,bukan aku..."batin Zola kesal
"Baiklah...karena sudah malam..."ucap pak Ibrahim tertahan karena zola langsung berdiri
__ADS_1
"Zola boleh pulang ya pak...??"tanya Zola senang
Zola diam dan menunduk..pak Ibrahim dan Devano melihat tingkah Zola seperti itu
"Maksud saya...kamu di anterin pulang sama Devano,,biar kalian bisa dekat,,"lanjut pak Ibrahim
"Tapi Zola bisa pulang sendiri kok pak,ini belum malam pasti ojek masih ada..!!"pinta Zola
Pak ibrahim menggeleng tanda tidak setuju,Zola hanya diam dan pasrah
"Dan mulai sekarang kamu harus belajar memanggil saya ayah
"Aaaaa..."mulut zola menganga tidak percaya saat mendengar penuturan pak Ibrahim
"Iya pak,eh ayah,,"jawab Zola kaku
"Zola pulang dulu ya ayah.."pamit Zola sambil mencium punggung tangan calon mertua nya
***
Di perjalanan
Zola hanya diam melihat keluar jendela mobil saat di antar Devano pulang,,karena tidak tau apa yang harus di bicarakan
"Lu jangan merasa bangga dulu karena gw nganterin lu pulang,Ini semua karena ayah,,ayah yg nyuruh,,dan lu jangan pernah berharap perasaan lu akan gw balas,,gw orang yg tidak mudah jatuh cinta,,apalagi sama lu,,bukan tipe gw...!!"peringatan Devano
"Mana handphone lu..!!!pinta Devano dengan tangannya
"Buat apaan,,??"tanya Zola kesel
"Buat gw lempar keluar...?? ya buat nyimpan nomor gw lah..."jawab Devano lebih kesel lagi
"Gak perlu,,,gw gak butuh nomer lu..."gerutu Zola
dan itu membuat Devano makin kesal
"Eh,,denger ya,gw tau tipe cewek macam lu,yg awal nya sok jual mahal habis tu morotin cowok seperti gw,lu salah alamat,,"kata Devano lagi
Mendengar kata-kata Devano seperti itu,sontak membuat Zola meradang
"Berhenti...!!"teriak Zola
karena kaget Devano pun menghentikan mobilnya
Zola menghembus nafas kasar,,karena Zola tidak mau terlihat lemah di depan laki-laki
__ADS_1
"Maaf tuan Devano yang terhormat,jangan Pernah kamu menilai ku seperti itu
"Aku datang memenuhi undangan makan malam,malam ini karena aku menghormati ayahmu
"jika kamu tidak ingin perjodohan ini berlanjut,kamu bisa batalkan,tapi tolong jangan menghina aku
Zola masih menahan air mata nya biar tidak jatuh
"Aku tau...aku ini hanya gadis miskin yang hidup sendiri serba kekurangan
"Tapi aku tidak pernah berniat untuk memoroti laki-laki manapun,aku masih sanggup bekerja mencari uang halal
"Aku tau kamu datang dari keluarga kaya raya yang banyak perempuan di luar sana yg menginginkanmu,,tapi tidak denganku..."kata Zola penuh penekanan
Zola membuka pintu mobil dan keluar meninggalkan Devano begitu saja, penyesalan Devano datang karena sudah menghina gadis itu
Akhirnya Zola jalan kaki pulang ke kontrakan nya
Air mata Zola jatuh ketika itu juga,dgn menerima perjodohan dari pak Ibrahim
Karena Zola berfikir Devano akan bersikap hangat sama dengan ayah nya ternyata Zola salah besar
Tiba di kontrakan Zola membersihkan diri dan langsung tidur,Zola tidak ingin terlalu larut dengan masalah ini
Kalaupun nanti pak Ibrahim datang menemuinya,dia akan memohon untuk tidak melanjutkan perjodohan ini
***
Diperjalanan
Devano masih terngiang ngiang dengan ucapan Zola
Zola terlihat sangat marah sekali,ternyata penilaiannya salah terhadap Zola yg sudah dihinanya
"Apa yg gw lakuin...?"bertanya sendiri dalam hatinya
"Kenapa gw bicara seperti itu,kata-kata gw udah bikin dia sakit hati,pasti sekarang dia sedih
"Aaaarrrrgh.....kenapa gw jadi mikirin perasaan dia,,?tapi gimanapun gw tetap salah,gw juga kan yg terima perjodohan ini,demi ayah,kalau gw gak mau gw kan gak harus menghina dia.."batin Devano
"Lagian dia juga gak jelek-jelek amat,,malah terlihat manis hehehehe
"Gw harus minta maaf sama dia.."ujar Devano
"Eh..tapi gw kan gak tau dia tinggal dimana,,tadi juga gak sempat tukaran kontak,tanya ayah lebih gak mungkin lagi,,ayah bisa curiga,Gw minta tolong Danu aja deh,,,"seru Devano menuju kediaman nya
__ADS_1
BERSAMBUNG
🌿🌿🌿