
BAB 21
Pagi itu menjelang Zola berangkat kerja,Zola sarapan dulu,dia ingat apa yang dikatakan Dokter kalau dia tidak boleh telat makan
Zola sudah tidak sabar untuk pergi kerja,setelah selesai Zola berangkat kerja dengan senang hati
Di ujung jalan sebelum dapat angkot Zola melihat Devano berjalan ke arah nya
"Dia mau apa pagi-pagi begini..??"batin Zola
"Selamat pagi...!!"sapa Devano
"Selamat pagi juga...!!"ujar Zola
"Kamu...???"tanya Zola
"Ya aku,,,kenapa..??"tanya Devano balik
"Ada apa pagi-pagi sudah ada disini,kamu gak kerja..??"tanya Zola
"Kerjalah,aku mau nganterin kamu dulu,kita berangkat sama-sama,,Yuk,,!"ajak Devano menarik tangan Zola ke mobil nya
"Wah,dia salah minum obatkah,???
Dia jadi penurut.."batin Devano senang
Devano membukakan pintu mobilnya dan Zola pun masuk
Karena bingung Zola hanya diam
"Mulai hari ini setiap kamu pergi kerja aku yg jemput,kalau aku sempat pulang kerja pun aku anterin yah..."seru Devano dengan semangat pagi nya
"Eh gak usah,,cuma sekali naik angkot aku udah nyampe,kamu gak perlu repot,,!!"tolak Zola
"Tuh kan,baru begini saja dia udah nolak aku,,apalagi bantuan yang lain.."batin Devano
"Udah,,kamu jangan menolak kebaikan aku,,pokoknya sampai kamu benar-benar pulih aku akan antar jemput kamu kerja.."seru Devano penuh penekanan
"Ini bukan kebaikan namanya,tapi pemaksaan.."jawab Zola kesal
"Nah... Itu kamu tau,,jadi jangan menolak,,"ujar Devano lagi
"Baiklah..."jawab Zola pelan
Devano tersenyum senang
Setelah mengantar Zola ke cafe Devano langsung menuju ke perusahaannya
Dengan wajah yang penuh senyum Devano langsung masuk keruangan nya,dan duduk di kursi kebesarannya langsung berkutat dengan laptop nya
Di luar ruangan seseorang yang ingin memaksa masuk ke ruangan Devano jelas saja tidak di perbolehkan
Karena sebelumnya Devano tidak mau kalau gadis ini datang dan menemui nya lagi,itu perintah yang di tekankan Devano pada sekretarisnya
Tapi yang namanya Jeni pantang bagi kalau ada yang ingin menghalangi nya,,
Karena berisik Vina terpaksa menemui bos nya
tok..tok..tok
Glek pintu terbuka
"Maaf tuan,,di luar ada nona Jeni,,dia memaksa ingin masuk,"Lapor vina gugup takut Devano marah
"Ini perempuan apa sih yang ada di otaknya,jelas-jelas udah di bilang tidak ada hubungan lagi,,masih saja ingin bertemu,,"ujar Devano dalam hati
"Ya sudah..suruh dia masuk.."perintah Devano
Di luar
"Silahkan masuk nona.."perintah Vina
"Awas kamu ya,,baru jadi sekretaris aja sudah belagu,,nanti aku bilang ke bos kamu biar kamu di pecat sekalian,,"seru Jeni marah-marah
"Bekerja keraslah nona..."ujar Vina dengan wajah pura-pura memelas
Setelah Jeni masuk dan duduk,,Devano hanya diam,dan Jeni pun tidak seperti biasa yang datang langsung peluk,dia takut Devano akan menolak nya lagi,tapi kali ini Jeni
Benar-benar penasaran kenapa Devano mengakhiri hubungan mereka,dan ia mau tau alasannya
Karena Jeni hanya diam,akhirnya Devano yang bertanya duluan
"Ada apa lagi,,??"tanya Devano ketus
"Bukanya sudah jelas kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi,,kamu gak tuli kan..??"ledek Devano
"Maksud kamu apa,,,?jadi kamu benar-benar ingin mengakhiri hubungan kita,,,?salah aku apa,,?"tanya Jeni tak tau malu
"Kamu sudah siap dengar alasanku..?"seru Devano tersenyum sinis
"Semuanya harus jelas Vano,,kamu harus memberi ku alasan,,!!"pinta Jeni
"Atau kamu sudah punya pacar lagi,,??"Jeni menuduh untuk menutupi kesalahannya
"Oke,,,kalau kamu mau tau alasannya...!!"seru Devano
Devano membuka laptop nya dan meng klik file-file dimana disitu ada foto-foto dan vidio Jeni dengan kekasih gelapnya
"Setelah kamu liat ini,,setelahnya kamu boleh pergi,,aku banyak kerjaan,,"
lalu menyerah kan laptopnya ke pangkuan Jeni
__ADS_1
Betapa kagetnya Jeni melihat semua yang ada di dalam laptop itu,foto-foto mesranya dengan Alex di tambah lagi vidio saat ia memasuki kamar hotel dan masih banyak lagi
"Vano,ini tidak seperti yang kamu bayangkan,,!!lirih Jeni dengan suara bergetar
"Aku bisa jelasin semua ini,,ini hanya jebakan yang membuat kita pisah,,"seru Jeni memberi alasan
"Jebakan....?di jebak kok malah menikmati...!"ledek Devano
"Semua sudah jelaskan jen
dan kenapa aku tidak mau memberimu alasan kemaren-kemaren ini
"Karena aku tidak mau kamu malu,apalagi malu sama diri kamu sendiri,dan karena hari ini kamu ingin tau aku terpaksa memberikan bukti-bukti itu
Tapi Jeni tidak patah arang dia tetap membela dirinya kalau itu hanya jebakan,dan dia melakukan dengan tepaksa
Karena perhatian dari Devano berkurang makanya dia mencari perhatian lagi sama pria lain Jeni benar-benar best lah soal perdebatan
Tapi Devano malah semakin muak pengen muntah mendengar penjelasan Jeni,Devano hanya memutar malas bola matanya
Devano menghembuskan nafas kasar
"Jeni.. !!!kita dulu bertemunya baik-baik,pacarannya juga baik-baik dan hari ini aku ingin mengakhirinya dengan baik-baik juga,aku tidak mau memaksakan keadaan ini,,karena hatiku sudah tidak ada kamu lagi
"Satu lagi kamu harus tau,,aku laki-laki yang belum terjamah oleh wanita manapun,,jadi pantang bagiku untuk menerima bekas orang walaupun dulu aku sangat mencintaimu
"Tuhan sudah menunjukkan jalan kalau kamu memang tidak pantas untukku
dan aku tau apa alasan kamu kesini
"Karena uang belanja bulanan kamu belum aku transfer kan..??"ucap Devano
Jeni pun merasa malu akhirnya Devano tau tujuan awal Jeni ingin menemui nya
Malah sekarang malu nya jadi berlipat ganda karena ulah nya sendiri
"Tenang saja untuk terakhir kalinya aku akan mentransfernya...ketika kamu di lobby nanti kamu akan mendapatkan pesan melalui Ponselmu,,"Devano mengusir secara halus,,namun menyakitkan
Jeni pun pergi dengan perasaan kesal,marah dan malu
tidak berani menatap Vina
saat masuk dengan hidung di atas,dan keluar dengan hidung di bawah karena malu sendiri
"Dia kenapa..??"batin Vina bertanya tanya
Jeni pun berlalu pergi
Danu Pun keluar dari ruangannya melihat Vina cekikikan sendiri
"Ada apa,,??menang lotre ya,,,bahagia bener kayaknya,,,??"tanya Danu penasaran
"Itu,,mantan si bos tayang lagi,,!!"ucap Vina dengan tertawanya
"Ya iyalah...memang siapa lagi mantannya si bos selama ini,,?"ujar Vina sambil memegang perut nya
"karena merasa lucu aja lihat Jeni keluar dari ruangan Devano tadi,walau dia sendiri tidak tau masalahnya
"Udah..aku kerja dulu,bentar lagi makan siang gak keburu nih..!!"ujar Vina
Danu masuk ke ruangan Devano
Ternyata benar sampai di lobby dia udah menerima transferan dari Devano,,malah ada bonus nya satu buah payung cantik hehehe
Di ruangan Devano
"Jeni ngapain lagi kesini bro,?bukan nya kemarin lu udah putusin dia,,?"tanya Danu
"Dia penasaran ingin tau alasan gw mutusin dia,,"jawab Devano
"Terus lu liatin semua buktinya...??t"anya Danu
Devano mengangguk saja
"Bukannya lu sendiri gak mau liatin bukti itu pada Jeni,Kenapa tiba-tiba lu kasih tau juga,,?"tanya Danu lagi
"Awalnya gw memang gak mau,tapi dia ngotot pengen tau juga,,ya udah gw liatin,Daripada dia terus-terusan kesini,gw gak mau kalau ayah tau dia bolak balik masuk kantor ini
"Lagian ayah udah mulai pulih dan akan bekerja seperti biasa lagi,gw gak mau ayah marah itu akan berpengaruh pada kesehatan ayah
Danu hanya manggut-manggut paham maksud nya Devano
"Tapi gak papa biar dia jera dengan kelakuannya sendiri,,"batin Danu
"Makan siang yuk.."ajak Danu
"Tapi di kantin kantor aja ya..gw banyak kerjaan,harus selesai sore ini,,kan gw mau jemput Zola pulang kerja nanti..."seru Devano
"Wah...wah...wah...makin nempel aja nih..."ledek Danu
Devano hanya tersenyum
"Oke deh,,seru Danu sambil mengacungkan jempolnya
Danu pun merasa lega melihat Devano sudah seperti dulu lagi
Tiba di parkiran Jeni benar-benar tidak terima dengan semua ini,,dia tetap tidak mau Devano mengakhiri hubungannya
Dia akan malu sama teman-temannya dan seluruh pergaulan sosialitanya,karena semua tau Devano sangat mencintainya dan dia tidak mau kalau sampai teman-temannya tau di pasti akan di jauhi oleh temannya apalagi setelah tau penyebab hubungan mereka berakhir
Butik yg dia punya sekarang pun tak lepas dari nama besar GILBERT DEVANO SANJAYA putra tunggal dari seorang pengusaha terkenal di kotanya IBRAHIM SANJAYA,bukan di dalam negri saja,bahkan sudah sampai ke manca negara
__ADS_1
Jeni mengambil benda pipih yang ada di dalam tas nya lalu menekan nomor seseorang dan menyelipkan ke telinganya
"Hallo..."suara seseorang
"Aku mau kamu mencari tau,,siapa saja wanita yang dekat dengan Devano saat ini,,matai2 dia,"perintah Jeni
"Baik bos,,,"ujar orang itu
Jeni curiga dengan Devano,dengan begitu mudahnya Devano melupakannya,dan mengakhiri hubungan mereka
"Aku tidak akan membiarkan siapapun yang mendekatimu,,"batin Jeni dengan penuh emosi
Jeni berlalu pergi dari parkiran
***
di cafe
Zola di hujani seribu pertanyaan oleh Rara
"kamu kemana..??"
"Dengan siapa...??"
"Semalam berbuat apa...??" dan masih banyak lagi
sampai-sampai Zola bingung harus jawab apa
"Nanti aku jelasin ya Ra,,sekarang aku kerja dulu,,ujar Zola pergi mengambil kain pel
tinggal Rara dengan wajah penasarannya
Seperti biasa Devano menepati janjinya,untuk menjemput Zola dan mengantarnya pulang
Sebelum Zola keluar dari cafe Devano sudah menunggu nya sambil menyandarkan tubuh jangkungnya ke mobil mewah nya
Zola keluar dengan perasaan takut,takut akan jadi omongan sesama teman perjuangannya,,beda lagi dengan Rara setelah mendengar penjelasan dari Zola ia pun mengerti
"Aku duluan ya..."ujar Rara
Zola mengangguk setelah Rara menjauh
dan Zola mendekati Devano dengan wajah bingung
"Haai,,"sapa Devano dengan wajah tanpa dosa di balas senyum tipis oleh Zola
Devano membukakan pintu mobil nya dan banyak mata yang melihat mereka apalagi semua pelayan cafe yang sudah serentak keluar
Di tambah lagi Arjuna dengan wajah kecewa melihat kejadian yang langka menurutnya,karena selama ini tidak ada laki-laki yang dekat dengan Zola
Devano menyalakan mobilnya dan berlalu pergi
Sampai di persimpangan jalan mobil Devano berhenti karena gang masuk ke kontrakan Zola sempit
"Ya udah,aku turun dulu ya,,"ucap Zola
dan tangan zola di tahan Devano
"Aku gak di ajak masuk nih,,?"tanya Devano berharap
Zola bingung mau jawab apa
"Aku gak enak sama tetangga liat kita berdua di kontrak kan ku,,maaf ya,,"Ucap Zola meyakinkan
Devano pun mengerti,,ia tidak mau orang-orang kan berfikiran negatif tentangnya,,apalagi tentang Zola,,wanita yang dia hormati Ini
"Ya udah gak papa,,kamu jangan telat makan lagi ya,,ingat kata Dokter,,"ucap Devano mengingatkan
Zola mengangguk paham
"Terima kasih.."ucap Zola dengan tulus
Tiba-tiba Devano meraih lengan Zola
"Oh ya,,aku boleh minta no Ponsel kamu gak..??"minta Devano dengan hati-hati
"Ya udah catat ya,Zola menyebutkan nomornya dan dengan iseng Devano pun meng calling nomor yang tadi di sebutkan Zola
Tiba-tiba Ponsel Zola berdering
tanpa sadar Zola mengeluarkan Ponselnya
Seketika Devano tertegun tidak percaya di zaman se canggih ini masih ada memakai Ponsel dengan model yang sudah ketinggalan zaman
Tapi Zola biasa saja ia tidak merasa malu
"Ini pasti nomor kamu,,?iya kan,,?"tanya Zola tersenyum
"Iya itu nomor aku..simpan ya..??"pinta Devano
"Ya udah aku turun ya.."izin Zola lagi
Devano melepaskan tangannya dari lengan Zola
Zola pun turun Devano pergi melajukan mobil nya
Bertambah satu lagi kekaguman Devano terhadap gadis ini,benar-benar kejutan baginya
BERSAMBUNG
πΏπΏπΏ
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE N COMMENT NYA YA π€