Jodohku Mafia Kejam

Jodohku Mafia Kejam
Eps 12


__ADS_3

Disebuah rumah mewah minimalis turunlah gadis cantik nan tomboy dari taksi, karna mobil tadi pagi yang ia kendarai masih berada di bengkel.



"Sore non, non sudah di tunggu oleh nyonya di kamar nyonya." ucap kepala pelayan yang sudah berdiri di depan pintu untuk menyambut nona mudanya.


"Baiklah bi, terimakasih." katanya.


Lalu ia pun naik ke lantai atas untuk menemui maminya itu.


"Mi, aku pulang." teriaknya sambil membuka pintu kamar maminya.


"Astaga anak ini selalu saja teriak-teriak kayak di hutan, sudah seperti anak kingkong saja." ujarnya mendengus kesal melihat putri semata wayangnya.


"Hehe, sorry mam. Kata bibi mami menunggu ku pulang, emang ada apa mam?" katanya.


"Ah iya mami baru ingat, kamu mandi dulu sana nanti siap-siap untuk ke pesta bersama papi, untuk bajunya sudah mami siapkan dan sebentar lagi orang yang merias kamu akan datang, jadi sana mandi dulu." ucap sang mami


"Haisss, males banget sih kalau gak karna terpaksa mending aku tidur saja." jawabnya sambil pergi keluar untuk masuk ke dalam kamarnya sang mami hanya menggelengkan kepala saja melihat sikap putrinya yang terlewat tomboy.


Kamar bernuansa simple namun tetap elegan.



Setelah selesai mandi, maminya masuk membawa baju dress panjang bersama para make-up artis yang sudah di pesan jauh hari oleh maminya tersebut, vevi pun duduk di ruang rias yang masih menggunakan piyama handuk. Selesai di rias dalam waktu 20 menit ia pun di suruh maminya untuk berganti pakaian dengan pakaian yang sudah maminya siapkan di ruang ganti. Ya!! Wanita tadi adalah vevi yang memang sedang mempersiapkan dirinya untuk pergi ke pesta nanti malam bersama papinya.


Tidak lama vevi keluar dari ruang ganti lalu berjalan keluar untuk turun kamar melalui tangga menuju lantai bawah tempat dimana maminya sudah menunggu ia di ruang tengah.

__ADS_1


tak.tak.tak.tak (suara langkah kaki yang turun dari tangga dengan elegan).


Semua mata tertuju ke arah tangga di situ sudah ada maminya, papinya yang baru saja pulang, para rias make up tadi dan asisten rumah tangga beserta pembantu rumah lainnya yang memang sudah menunggu nona mudanya di ruang tengah atas suruhan nyonya rumahnya.



"Astaga pi, anak kita cantik sekali". kata sang mami dengan mata yang berbinar melihat putrinya yang terlihat cantik malam ini.


"Mami benar, anak kita memang sangat cantik. Selama ini ia selalu memakai baju kaos dan celana lepis saja tanpa make up ternyata anak kita benar-benar cantik setelah di rubah sedemikian rupa." ujar sang papi yang terpana melihat putrinya.


Yang lainnya pun juga terpana melihat penampilan nona mudanya yang tidak biasa itu, karna biasanya nona mudanya berpenampilan santai dengan baju kaos atau jaket saja itupun dengan perpaduan celana lepis terus dan selalu menggunakan sepatu sneakers doang.


"Bagaimana mi.pi apakah penampilan ku sudah cukup memuaskan?" kata vevi


"Of course, kamu malam ini sangat cantik. Coba saja kamu selalu berdandan seperti ini pasti cepat dapat pacar." ucap sang mami


"Ck, aku tidak mau memakai begini setiap hari mi, ini sangat ribet, berat dan susah bergerak bebas lebih enak pakai celana dan sepatu kets saja." ujar vevi yang memang tidak menyukai dirinya memakai baju dress panjang.


"Sudahlah lebih baik, kita bersiap untuk pergi, dan papi harap kamu tidak membuat ulah di sana." ucap papinya.


"Ya.ya.ya akan ku ingat pi." katanya sambil memutar bola matanya malas.


"Baiklah mi, kita pergi dulu dan kemungkinan akan pulang malam, jadi mami istirahat saja duluan." ucap suami tercintanya.


"Oke papi sayang." jawab maminya dengan tersenyum manis ke arah suaminya.


"Ck, mami dan papi selalu seperti itu kayak dunia milik kalian berdua saja." ucapnya yang selalu melihat kemesraan orang tuanya, namun ia sangat senang melihat orang tuanya yang penuh cinta seperti itu dan ia selalu berharap bisa mendapatkan laki-laki yang mencintainya seperti papi yang mencintai maminya.

__ADS_1


...****************...


Di mansion mewah milik keluarga pengusaha terkaya nomor 5 yang tidak lain ialah keluarga dari Hadley. Masuklah sebuah mobil Porsche ke dalam mansion tersebut.


"Bay, kau langsung pulang saja nanti jam 6 jemput saya lagi di rumah sekarang saya mau istirahat sebentar lalu bersiap setelahnya." ujar pria tersebut.


Pria itu bernama Rangga Hadley usia 29 tahun, pria tampan yang mewarisi perusahaan sang ayah karna ia adalah anak tunggal jadi seluruh perusahaan dan kekayaan orang tuanya otomatis di wariskan kepada dirinya.


"Baik tuan, nanti akan saya jemput lagi jam 6 untuk pergi ke pesta nanti malam." kata asisten tersebut.


"Hm, baiklah saya masuk dulu." ujarnya sambil membuka pintu mobil dan memasuki rumah orang tuanya.



Kepala pelayan sudah menunggu menyambut tuan mudanya.


"Sore tuan, apakah tuan mau mandi atau makan biar saya siapkan tuan." kata pelayan yang sudah berumur itu.


"Tidak perlu, saya mau istirahat sebentar di dalam kamar dan nanti tolong bangunkan saja jam 6, sekalian tolong bawakan barang saya ini ke dalam kamar saya." katanya


"Baik tuan, nanti akan saya bangunkan tuan tepat jam 6 sore." ujarya.


"Lalu dimana mami and papi?" katanya yang melihat masuk ke dalam rumah namun rumah itu tampak sepi.


"Nyonya lagi pergi arisan tuan muda, dan tuan besar ada di ruangan kerjanya."


"Hm baiklah, saya langsung masuk saja ke dalam kamar pak." ucapnya berlalu pergi untuk masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1



...----------------...


__ADS_2